What I Think

What I Think
Rencana Nona dan si Kia



......................


"Ell, gue pamit dulu ya" ucap Revan dan Dhea, lalu disusul oleh Shandy.


"Kaka pulang sekarang?" tanya Ellena.


"Iya dek, Fira uda tidur soalnya" jawab Shandy sambil menggendong putrinya.


"Apa ga lebih baik tidur disini saja?, lagian kasihan Fira uda nyaman tidurnya bareng Fio" saran Ellena yang melihat Fira sudah sangat terlelap.


"Next time Ellena, karena besok Kaka mau ke kantor polisi lagi membuat laporan bersama Revan"


Ellena tersenyum mengerti.


Trias dan Albert juga sudah pulang duluan, dia batal untuk menemani tidur putra kesayangannya. Tadinya Trias bersikeras akan tidur di mansion Zacklee. Berkat Zaskia yang bersekongkol dengan Zacklee akhirnya Trias merubah keputusannya.


"Ellena, aku pulang dulu" pamit Alex.


"Ka.., " panggil Ellena membuat langkah Alex terhenti.


"Terimakasih" ucap Ellena.


"Berbahagialah Ell" Alex sambil mengusap ujung kepala Ellena lembut.


"Ka, bukalah hatimu untuk seseorang" sahut Ellena saat Alex akan melanjutkan langkahnya kembali.


Alex mengernyitkan dahinya mencerna maksud ucapan Ellena. Alex berbalik menghampiri Ellena.


"Apa maksud ucapanmu?" tanya Alex.


"Bukalah hatimu untuk seseorang yang benar-benar tulus menyayangimu Ka" Ellena mengulangi ucapannya.


"Jika itu membuatmu bahagia aku akan melakukannya" sahut Alex.


Jleeb..


"Ka, kenapa harus aku" Ellena sedikit bingung dengan ucapan Alex yang ambigu.


"Karena.., " Alex memotong ucapannya kemudian terdiam saat Zacklee, Kia serta Rachel keluar.


"Pria galak boleh aku minta tolong padamu? " tanya Kia.


"Kenapa kau masih memanggil dengan panggilan jelek itu" Alex sedikit tak terima Kia memanggilnya dengan sebutan galang.


"Kalo kau tak mau aku panggil seperti itu antarkan sahabatku ini sampai ke apartemennya" ucap Kia tanpa dosa maen suruh-suruh seenaknya.


"Ga bisa gitu, kenapa kau jadi seenaknya gini" ucap Alex kesal.


"Hiiissst, kalian berisik. Ga disana ga disini hobynya ribut melulu" sindir Devan yang baru selesai dari Kamar mandi.


Sedangkan Zaskia mengkode Devan dengan matanya yang berkedip-kedip.


"Napa mata elu Ki?" tanya Devan yang heran dengan mata Kia yang melemparkan sebuah kode.


Ellena bahkan ikut menutup setengah wajahnya karena takut ketahuan rencananya dengan Zaskia untuk mendekatkan Alex dengan Rachel.


"Devan, elu mau pulang juga kan? gur titip Zaskia dan Rachel antarkan sampai rumah" ucap Zacklee yang paham akan rencana Istrinya dengan Zaskia.


"Ya elah Zack.., kalau rumah Kia mah sejalur kalau Rachel jauh kali" sahut Devan yang mulai paham dengan rencana Ellena dan Zaskia saat Zacklee memberikan kode rahasia kepadanya.


"Sorry ya Rachel, gue ga bisa antar elu" ucap Devan pura-pura.


"Terimakasih Pak Devan, aku ga apa-apa kok.., aku bisa pulang menggunakan Taxi" ucapnya lalu berpamitan kepada Ellena dan Zacklee.


"Lex, bukannya arah rumah elu sama Rachel satu jalur?" sindir Devan. Drama kali ini disutradarai oleh si sipit Devan.


Awalnya Alex sedikit enggan. Tapi bukan Devan Zacklee namanya kalau tak bisa membujuk Alex.


Alex yang mendengarkan Zacklee dan Devan segera bergerak melangkah mengejar Rachel.


Kia, Devan dan Zacklee bertos ria karena berhasil membuat Alex mengejar Rachel.


Berbeda dengan Ellena, dia tau bagaimana Alex dia mungkin belum siap membuka hatinya kembali karena Masih mengingatnya.


'Semoga kau bahagia Ka..' 'Do'a yang sama untuk keduanya.


Selang beberapa saat akhirnya Zaskia dan Devan berpamitan pulang.


"Jaga adik gue Dev..., " teriak Zacklee saat Devan mulai melajukan mobilnya.


Sekarang tinggal Ellena dan Zacklee yang masih menunggu kantuknya.


"Kau belum tidur sayang" sapa Ellena yang baru keluar dari Kamar mandi.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, kemarilah sayang" ucap Zacklee .


"Apa itu hal yang penting?" tanya Ellena.


"Tak bisakah kita membicarakannya besok setelah kau sembuh?" tawar Ellena.


"Tak bisa sayang, aku butuh jawabanmu sekarang"


Ellena menaikkan satu alisnya penasaran dengan apa yang akan dibahas Zacklee. Ellena menghampiri Zacklee yang bersandar di atas Ranjang. Ellena langsung meletakkan kepalanya di paha Zacklee. Dengan lembut Zacklee membelai rambut Ellena.


"Sayang, apa kau percaya padaku?" tanya Zacklee.


"Kau sangat aneh sayang, mana ada istri yang tidak mempercayai suaminya sendiri, sedang kau sudah memberikan yang terbaik untuk aku juga si kembar" jawab Ellena.


"Setelah aku dinyatakan sembuh, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat" ucap Zacklee.


"Memangnya kita mau kemana sayang? " tanya Ellena.


"Jika aku mengajakmu ke Negara L, apa kau tak menolak? "


Ellena langsung mengangkat tubuhnya. Bayangan kelam masa lalu terlintas kembali.


Negara yang sangat dibenci Ellena karena peristiwa tujuh tahun yang lama.


"Yang... sayang, kenapa kau diam? jika kau tak setuju ga jadi masalah sayang" sahut Zacklee yang masih berusaha merayu istrinya.


"Maafkan aku Ka, aku tak mau kesana lagi" Lalu Ellena menarik selimutnya dan segera memejamkan matanya.


'Seharusnya aku tak membahasnya' batin Zacklee, lalu ikut tidur disamping istrinya.


'Maafkan aku Ka, aku hanya teringat dengan kejadian-kejadian yang menimpaku saat itu'


batin Ellena berpura-pura tertidur.


**


"Hai.. " sapa Alex didalam mobilnya.


Rachel yang gugup hanya membalasnya dengan senyuman.


"Sudah lama kita tak bertemu, bagaimana kabarmu? " tanya Zacklee tanpa basa-basi..


"Aku baik, seperti yang kau lihat" jawab Rachel.


"Bagaimana dengan hubunganmu dengan wanita yang waktu itu bersamamu? " Tiba-tiba saja Rachel teringat wanita yang bersama Alex waktu itu.


Alex tertawa terbahak-bahak. Rupanya Rachel masih menyimpan rasa penasarannya.


"Besok bertemulah denganku di Hotel" sahut Alex.


"Kenapa aku harus menurutimu?" tolak Rachel.


"Kalau kau masih menganggap hubungan kita, kau datanglah besok" sahut Alex yang membuat Rachel semakin kerja keras mencerna maksud ucapan Alex.


Rachel masih terus berpikir setelah sampai ke apartemennya. Rachel yang sedikit lelah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dengan tangan terlentang mata yang menatap langit-langit Rachel terus berpikir ucapan Alex.


"Sebenarnya apa maksudnya? bukankah dia sudah memutuskan untuk tidak berkomunikasi denganku lagi.. sial!" Rachel serasa gila saat ini. Tak dipungkiri Rachel masih memendam rasa terhadap Alex. Tapi kali ini dia lebih memilih untuk diam karena tak mau berharap penuh.


Drrrttt.... drrrttt...


Rachel segera mengambil ponselnya, dia terkejut dengan kontak nama yang baru saja membuatnya serasa gila berada dalam panggilan ponselnya.


Tak mau mengecewakan, Rachel segera mengangkat panggilan Alex.


'Aku berada didepan apartemenmu, keluarlah sebentar' ucap Alex dalam panggilannya.


Rachel dengan rasa bahagia segera membukakan pintu apartemennya,


Dan benar saja Alex sudah berada didepan Apartemennya.


"Kau lama sekali, aku sudah menunggu didepan sampai kering" gerutu Alex dengan wajah menggemaskan.


Lama Rachel menatap pria tampan didepannya sehingga tak sadar jika Alex mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Rachel.


"Rachel.. Rachel.., " panggil Alex.


"Eh, Em.. anu, iya_gimana?" Rachel yang gugup karena terpesona dengan wajah tampan Alex yang diam-diam memperhatikannya. Alex tersenyum melihat Rachel yang gugup.


'Kau terlihat cantik jika gugup seperti itu' batin Alex.


Eaaa... Eaaaa...


Bersambung....


......................


Penasaran dengan kisah percintaan pensiunan Cassanova,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya dulu.. othor bakal Up terus 👍👍