
Sebelum lanjut Othor mau ingetin buat kaka Readers jangan sampai lupa Like, Vote dan Comment 🙏
Othor masih perlu banyak saran dan motivasi dari kalian semua para Readers tercinta❤
Lanjut lagi ya ka...
Mudah-mudahan para Readers suka sama cerita Othor🤲
Happy Reading.....
...----------------...
Anna hanya membawa satu tas jinjing serta tas punggung yang sudah sedikit kusam. Barang-barang Anna tak terlalu banyak karena Anna tak pernah berbelanja seperti teman-teman yang lain. Gaji dari bekerja di Cafe dia kumpulkan untuk membayar kontrakan dan makan sehari-hari.
Dengan wajah sedih karena merasa sangat bersalah, Anna mengekori langkah Alex dan Sunny.
"Apa aku harus membukakan pintu untukmu juga?" sindir Alex melihat Anna terdiam saat dirinya membukakan pintu untuk Sunny.
Anna dengan cepat segera membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.
'Tuhan jika boleh aku meminta jemput aku sekarang juga. Pria ini terlalu menakutkan' batin Anna.
Dua puluh menit akhirnya Alex, Sunny dan Anna tiba di kediaman Alex. Anna masih terus terdiam mengekori langkah Alex dan Sunny. Dalam hati dia sangat kagum melihat pemandangan mansion Alex. Baru kali ini Anna memasuki rumah yang sangat besar bak istana menurutnya.
Alex menempelkan sebuah kartu untuk membuka mansionnya. Anna semakin terkagum dengan dalam mansion yang berisi barang-barang megah.
Sunny yang memperhatikan Anna tertawa cekikikan.
"Apa yang kau tertawakan Sunny?" tanya Alex.
"Papa, tante cantik lucu. Lihat deh Pa..., " sambil menunjuk dengan jarinya kearah Anna yang masih kagum dengan kediaman Alex.
Alex tersenyum kecil melihat tingkah Anna. Sebelumnya, Alex sudah mencari informasi mengenai Anna kepada salah satu pegawainya, dia menceritakan jika Anna seorang yatim piatu dan sangat sederhana. Pegawai itu juga menceritakan jika Anna sering meminta kerja lembur hanya untuk menambah penghasilan untuk menyambung hidupnya. Alex yang mendengar tentang latar belakang Anna merasa prihatin. Makanya dia berinisiatif untuk memberinya pekerjaan dan tempat tinggal yang lebih baik. Bahkan Alex berencana untuk mengkuliahkan Anna.
"Anna, itu kamarmu letakkan barang-barangmu kedalam kemudian kau temui aku" ucap Alex membuyarkan kekaguman Anna.
"Ba_baik Tuan" sahut Anna. Dia segera meletakkan barang-barangnya kedalam Kamar yang sudah ditunjuk oleh Alex. Kemudian dia segera menemui Alex seperti perintahnya.
"Tuan..,"
"Kau tahu tugasmu sekarang adalah menjaga Sunny 24 jam. Kau harus tau apa yang disuka dan tak suka anakku. Jika kau membuatnya menangis aku akan menambahkan hukuman untukmu" ancam Alex.
Lagi-lagi jantung Anna merasa akan copot saat Alex mengucapkan kata hukuman lagi.
"Ba_baik Tuan" sahut Anna masih dengan menundukkan wajahnya.
"Kau bisa memulainya sekarang. Aku ada urusan diluar, kau jagalah anakku dengan baik" pesan Alex kemudian meninggalkan kediamannya.
"Huffffttt..." terdengar Anna menghempaskan nafasnya tanda dia merasakan kelegaan.
"Tante..," panggil Sunny membuat Anna sedikit berjingkat karena kaget.
"Nona kecil, apa ada yang Nona kecil inginkan?" tanya Anna.
"Tante aku mau makan spaghetti" pinta Sunny.
"Baiklah Nona kecil, kau tunggulah aku akan segera membuatkannya untukmu" sahut Anna kemudian dia menuju dapur. Disana Anna tambah terkejut karena seluruh barang impiannya dalam memasak sudah tersedia komplit di ruang dapur.
Anna sedikit berlari mengelilingi dapur impiannya sambil sesekali dia menari sambil membawa peralatan memasak. Sunny yang diam-diam mengikutinya tertawa kecil melihat tingkah Anna.
Anna segera membuatkan spaghetti pesanan Sunny. Anna begitu terampil dan lincah dalam memasak. Cita-citanya menjadi Koki terkenal menjadikannya mempelajari tentang hal memasak. Meski Anna hanya lulusan sekolah menengah keatas tetapi IQ yang dimiliki tak kalah dari orang-orang pintar di luar sana.
"Nona kecil spaghetti sudah siap...," ucap Anna.
"Waw.. baunya enak tante" sahut Sunny mencium aroma masakan Anna sebelum menyantapnya. Sunny kemudian memakan spaghetti yang masih hangat kedalam mulutnya.
"Tante, spaghetti buatan tante enak banget" puji Alea.
"Mulai hari ini Sunny maunya masakan bikinan tante" Anna tersenyum senang karena Sunny menyukai masakannya.
**
"Sayang, kau cepatlah istirahat. Aku tak mau kau sakit" Ellena sangat khawatir dengan kondisi Zacklee yang belum istirahat dia terus saja bermain dengan ketiga anaknya.
Tingkah tong...
Melihat yang berkunjung Trias, Albert, Zaskia dan Devan. Ellena segera membukakan pintunya.
"Sayang.. siapa yang berkunjung malam-malam?" tanya Zacklee.
"Mama dan Papa Ka..," sahut Ellena.
"Lee, Mama kesini mau menggendong cucu Mama" ucap Trias langsung menyelonong ke Kamarnya.
"Grandma...," teriak si kembar berhambur kearah Trias. Trias langsung mencium pipi cucu kembarnya.
"Kalian belum tidur?" tanya Trias.
"Grandma ini masih jam tujuh malam Fiona dan Ka Felix masih ingin bermain bersama dedek Kai dan Papa" protes si cantik Fiona.
"Kalian melupakan Grandfa" protes Albert melihat cucu kembarnya hanya berhambur kepada Trias.
"Grandfa...," teriak keduanya bersamaan.
"Grandfa tak membawa ice cream?" tanya Fiona.
"Grandfa tak mungkin melupakan kesukaan cucu-cucu Grandfa" sambil menyodorkan dia kotak ice cream Vanilla dan cokelat.
"Horeeee...," sorak gembira dari keduanya. Kemudian mereka berdua berpindah tempat ke ruang televisi bergabung bersama Papanya dan Devan.
Trias kemudian mengambil Baby Kai menggendongnya dan membawanya keluar bergabung bersama semuanya.
"Cucu Grandfa yang tampan belum tidur ya..," Trias seolah-olah bertanya kepada Baby Kai yang membuka matanya perlahan.
"Mama... dia sangat lucu dan menggemaskan" teriak Zaskia terpesona dengan wajah tampan Baby Kai.
"Dia sangat mirip Lee saat bayi, benar kan Pa?" Trias meminta pendapat Albert yang berada di sampingnya.
"Tidak Grandma, dedek Kai sangat mirip denganku" protes Felix.
Trias dan semua terkekeh dengan ucapan Felix.
"Kata Mommy aku dan dedek Kai sama tampannya seperti Papa" ucapnya lagi.
Zacklee menarik tubuh Felix ke pangkuannya dan mencium pipinya.
"Jagoannya Papa sudah pasti mirip dengan Papa" ucap Zacklee.
"Terus Fiona mirip siapa Grandma?" tanya Fiona cemberut.
"Ka Fiona mirip Mommy sama Aunty Kia" Devan mengangkat tubuh Fiona kedalam pangkuannya.
Wajah cemberut Fiona berubah menjadi senyuman yang sangat cantik.
Ellena keluar membawakan minuman serta cemilan untuk semuanya.
"Ellena kau terlihat lelah apa kau belum istirahat sama sekali?" tanya Albert dan Trias.
"Bagaimana aku tak lelah Ma Pa.., Bayi besarku membuatku sangat pusing hari ini" keluh Ellena.
"Bayi besar?" sambil melirik kearah Zacklee.
"Apa yang dia perbuat sehingga membuatmu lelah Ka?" tanya Zaskia.
"Dia terus saja mendekap Kaisar seharian sehingga lupa untuk beristirahat. Kalian tahu sendiri jika Ka Lee tak boleh kelelahan, tetapi dia terus saja bermain dengan ketiga anaknya" protes Ellena kesal karena seharian ini Zacklee belum sama sekali beristirahat seperti yang dijadwalkan oleh Dokter.
Ekspresi sangat Bayi besar tak menggubris keluhan istrinya. Dia masih melanjutkan bermainnya dengan Felix. Sebenarnya Ellena tak mengapa jika Zacklee harus bermain dengan ketiga anaknya, tetapi Zacklee melupakan jadwal tidurnya di jam-jam yang sudah dijadwalkan oleh Dokter. Ellena sangat takut jika kondisi suaminya lemah lagi. Jadi Ellena berinisiatif untuk menjadi cerewet seharian ini.
Bersambung....
...----------------...
NB**
Para Readers... othor mau promosi karya Othor Kali kedua bersamamu. Mohon dukungannya ya🙏