
Happy Reading...
Lanjut lagi yak kisah Devan yang teraniaya,
Tapi tenang saja setelah ada badai hujan pasti akan pelangi setelahnya,
......................
Lagi-lagi Devan yang mendapat tugas untuk ngidam Nyonya selanjutnya. Kali ini menurutnya lebih sulit meski sebelumnya juga sulit sih..,
Mendengar Kata Mie Aceh, Rachel yang tak sengaja melewati para pria menawarkan diri untuk membuatkan Mie yang sangat terkenal itu. Ayah Rachel berasal dari Aceh sedang Ibunya berasal dari Malaysia. Jadi tak menutup kemungkinan cita rasa khas masakannya tak jauh berbeda.
"Mie Aceh? jika kalian berkenan aku akan membuatkannya" ucap Rachel yang tak sengaja mendengar keluhan Devan.
Sebenarnya Zaskia sendiri sangat kasihan kepada kekasihnya yang selama empat bulan ini teraniaya oleh kedua Kakaknya.
"Apa kau bisa membuatnya Chel?" tanya Devan serius.
"Aku sering memasaknya, Ayahku asli orang Aceh dan aku lahir disana" ucap Rachel yang serasa seperti menemukan oase di tengah gurun bagi Devan dan Zaskia.
"Kalo begitu, ayok aku bantu bikinnya Chel" ajak Zaskia.
"Lex, calon elu pintar masak juga rupanya" ucap Revan.
"Kita bisa sering-sering numpang makan di Rumah dia" ledek Shandy.
"Aku dan Rachel__"
"Lex, apa yang kau pikirkan lagi..., hubungan kalian sudah ada Sunny. Apa kau tak pernah memikirkan masa depannya? lagian kita juga tau Rachel bukan wanita yang kita pikir sebelumnya" ucap Shandy.
"Apa elu masih mengharapkan adik gue? uda lah Lex saatnya elu move on. Lihat Rachel dengan kedua mata, bukan sebelah mata" imbuhnya sambil menepuk punggung Alex.
"Yang dikatakan Shandy benar Lex, Ellena juga pasti setuju elu ngelupain dirinya. Toh Ellena dan Zacklee masih mengizinkan elu bersama Felix dan Fiona. Elu kudu pikirkan anak elu sendiri" sahut Revan.
Kedua sahabat itu entah mengapa menjadi bijak. Mereka semua sebenarnya tak mau Alex berlama-lama cuek dengan Rachel. Meski mereka tau Alex hanya menerima Sunny tetapi belum bisa menerima Rachel.
Alex terdiam, kini pandangannya menoleh kearah Sunny yang sedang bermain dengan Fiona, Chloe, Nathan dan Safira. Ada rasa bersalah saat dirinya melihat senyum Sunny. Gadis kecil yang sudah dia telantarkan sejak dalam kandungan, mungkinkah adil jika dia bersikap seperti ini? batin Alex mulai bergejolak.
Selang tiga puluh menit, masakan Mie Aceh yang Rachel buat sudah tersaji di Meja makan panjang milik Zacklee. Aromanya sangat ingin segera dinikmati.
Zacklee dan Ellena juga berada di bawah, awalnya dia sedikit marah karena Devan tak memenuhi permintaannya. Tetapi dengan seribu bujuk rayu dari Zacklee,Shandy, Revan dan Alex yang ikut membantunya Ellena menurutinya.
"Baunya sih enak, tapi kalo ga enak Ka Devan yang harus menghabiskan semua" bentak Ellena yang kembali ke mode Singa.
Glegek.
Devan menelan ludahnya berkali-kali, mendengar Nyonya menyuruh menghabiskan semuanya. Dengan mulut yang sudah komat-kamit Devan bagai menjampi sang Nyonya agar tak menilai masakan Rachel tak enak. Bagai diatas kompetisi lomba memasak, Devan dan yang lain memperhatikan si Nyonya mulai dari mengambil alat makan, menuangkan lalu menyuap kedalam mulutnya. Suapan pertama adalah penentu dirinya akan aman atau harus menghabiskan semuanya.
Srrrrppp...,
Suara seruputan Kuah yang masuk kedalam mulut si Nyonya.
Satu, dua, tiga belum ada ekspresi ataupun komentar. Nyonya masih sibuk mencerna cita rasa masakan Rachel.
"Ayang Kia, bentar lagi Aa mampus" keluh Devan bersandar di bahu Zaskia.
"Ka, jangan bilang gitu. Kita kan belum Nikah, kalo Kaka mampus terus aku nikah sama siapa?" rengek Zaskia.
Sepertinya mereka pasangan yang serasi, saling melengkapi ya...
"Sayang, gimana rasanya?" tanya Zacklee membuka pertanyaan kepada Ellena.
"Kalian semua cobain deh, masakan Rachel enak banget..," ajak Ellena kepada semua untuk mencicipi masakan Rachel.
"Ka Alex, ini untukmu. Cobain masakan Rachel sangat enak" entah apa alasannya tiba-tiba Ellena menuangkan sepiring Mie untuk di kasihkan kepada Alex bukan suaminya.
Sepertinya kini Zacklee dan Devan mengerti alasan Ellena meminta Mie Aceh untuk sesi drama ngidamnya malam ini.
Alex yang menerima langsung memakannya, dan dia langsung habis satu piring bahkan Alex meminta tambah langsung kepada Rachel.
Rachel yang mendapatkan kesempatan melayani Alex tak menyia-nyiakannya, dia melayani makan Alex dengan bahagia.
"Sayang, apa ini rencanamu?" tanya Zacklee yang melihat Ellena memperhatikan Alex dan Rachel dengan bahagia.
"Apa kau suka ka?"
"Aku suka dengan rencanamu menyatukan Alex dan Rachel ini sayang. Aku harap Alex sudah benar-benar melupakanmu. Aku tak akan memberi jarak dia dengan si Kembar. Karena bagaimanapun Alex sudah berjasa dalam merawat serta menjaga kalian" ucap Zacklee mengecup ujung Kepala sang istri setelahnya.
"Ka Alex pantas untuk bahagia juga. Aku tak mau Sunny tak memiliki kedua orang tua yang tak utuh. Aku sudah pernah mengalaminya Ka...," ucap Ellena sedikit sedih.
"Sudahlah sayang, kau sedang hamil jangan bersedih sudah ada aku disini yang akan menggantikan Mama dan Papa" sembari merangkul bahu sang istri.
"Ka, maafkan aku karena pernah mengecewakanmu"
"Lupakan sayang, kita sama-sama mulai dari awal membesarkan dan membuat anak-anak sukses adalah prioritasku sekarang. Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku lagi Ell, karena aku ga akan sanggup jika itu terjadi lagi"
"Terimakasih Ka," ucap Ellena.
**
"Papa...," panggil Sunny.
"Iya Sunny, ada yang kau inginkan?" tanya Alex. Saat ini mereka sedang perjalanan kembali ke kediamannya.
"Tadi Sunny melihat di Rumah Fiona ada Foto pernikahan Mommy dan Papanya, kenapa di Rumah kita ga ada Foto pernikahan Mama dan Papa" tanya Fiona yang duduk di jok sebelah kemudi. Sedang Rachel duduk di kursi penumpang.
Alex dan Rachel terdiam. Dia tak tahu harus menjelaskan apa kepada Sunny. Anak itu belum cukup mengerti tentang situasi yang terjadi.
"Sunny mau Mama dan Papa menikah?" tanya Alex membuat Rachel terkejut.
"Iya Pa.., Sunny juga ingin seperti Felix dan Fiona yang setiap hari Papanya selalu mengecup kening Mommynya, mencium Pipi Mommynya" ucap bocah yang masih terlihat sangat polos di usianya.
"Baiklah.., Papa akan menikah dengan Mama" ucap Alex dan lagi-lagi Rachel sangat terkejut. Tetapi untungnya Rachel mampu mengontrolnya sehingga tak terlihat keterkejutannya. Rachel sendiri hanya merasa jika Alex hanya menenangkan Sunny, bukan serius ucapannya.
Sesampainya di Rumah, Alex segera menidurkan Sunny yang sudah terlelap dalam perjalanan pulang tadi.
"Terimakasih Lex," ucap Rachel setelah Alex menidurkan Sunny di ranjangnya.
"Lex..," panggil Rachel sebelum Alex meninggalkan kamarnya.
"Tak usah kau pikir ucapan Sunny tadi, aku akan berbicara dengannya" imbuhnya lagi.
Alex menoleh kearah Rachel mendekatinya membuat Rachel sedikit kebingungan, dia hanya meminta Alex untuk tak usah memikirkan ucapan Sunny tetapi dia malah mendekat kearahnya.
"Rachel, maukah kau menikah denganku?"
Jeng... jeng... jeng...
Lanjut lagi ga ya.......