
Happy Reading...
☘☘
"Dek, konsep elu kan bukan tentang Ibu hamil?" protes Shandy bingung.
Seperti biasa Ellena tak menanggapinya, dia lebih fokus kepada Rujak buah yang diantar sopir suaminya. Dengan dan tanpa bersalah Ellena menaruh buah-buahan yang dicocol dengan sambal gula aren tersebut kedalam mulutnya.
"Huh... hah..!" suara yang keluar dari bibir Ellena karena kepedasan.
"Hisst..,Nih anak ngidam apa ngebo yak," sindir Shandy.
Selesai rapat pagi tadi, kelompok inti berkumpul di ruangan Shandy. Sedang Marcel masih menemani putra Tuan Diego untuk lebih kenal dengan Perusahaannya ditemani Zaskia dan Devan.
"Ka Marcel kapan pulang Ka?" tanya Ellena.
"Baru tadi pagi" jawab Shandy malas.
"Dek, jawab pertanyaan Kaka.. kenapa ngerubah konsepnya?" Shandy mengulangi pertanyaannya.
"Apa Kakak ga lihat, adeknya lagi hamil disuruh bikin konsep remaja.. ogah lah.. kan nanti aku ga bisa ikut make bajunya kalo remaja" ucapnya tanpa berpikir apapun.
Alamaaak, ternyata alasannya untuk mensejahterakan dirinya sendiri.
"Lagian suamiku bilang kalo designnya fokuskan pada kesukaanku. Sedang kesukaanku adalah baju daster..., " ucap Ellena bahagia.
Wadidaw ternyata ini ide suaminya juga, keluarga gesrek dah,
Shandy dan Alex yang mendengar alasan Ellena menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ka, aku hanya bekerja untuk memerintah tidak ada tenaga ataupun yang lain. Jangan ganggu jam malamku untuk bekerja karena jam malamku hanya untuk memberi enak-enak suamiku. Terus satu lagi, jangan memintaku untuk menemani si Balado apapun alasannya" ucap Ellena membuat kesepakatannya sendiri.
"Balado?" tanya Alex mengulangi ucapan Ellena.
"Dasar mesum sekarang elu Dek.. Balado siapa dek?" tanya Shandy juga.
"Noh... " Ellena menunjuk seseorang yang berada di depan pintu ruangan Marcel yang setengah terbuka.
"Tuan Aldo maksud elu dek?" tanya Shandy memastikan dan Ellena langsung menganggukkan Kepalanya.
"Dia playboy" ucap Ellena kesal.
** Flashback
Selesai pergulatan Zacklee dan Ellena semalam, Zacklee meminta jatahnya lagi saat Ellena sudah bersiap dengan setelan blazer serta dress yang menutupi betisnya. Zacklee yang baru keluar dari Kamar mandi tak mau istrinya terlihat sangat cantik dengan terpaksa dia harus memporak-porandakan istrinya yang sudah rapi. Bahkan Zacklee meminta Ellena menggunakan baju hamil ke Kantor. Dengan perdebatan yang panjang antara Zacklee dan Ellena akhirnya keduanya berangkat ke Kantor dengan terlambat. Sebelum Zacklee menurunkan istrinya di Perusahaan MF, dia berpesan agar Ellena mengingat perilaku playboy putra Tuan Diego.
"Cup!" kecupan di bibir sang istri sebelum Zacklee menurunkan istrinya.
"Ingat pesanku sayang, jangan melirik pria lain. Apalagi Alex atau Aldo, apalagi Aldo seorang playboy seperti Farel. Kau tentu membenci pria-pria seperti itu" ucap Zacklee.
"Iya.. iya sayang.. aku tak mungkin berpaling darimu karena aku sangat sangat sangat mencintaimu. Lagipula kau sudah merubahku seperti Upik abu" ucap Ellena yang sebenarnya kesal dengan tingkah Zacklee menyuruhnya untuk menggunakan daster. Untung saja Ellena membawa aksesoris untuk mempercantik pakaiannya meski hanya sebuah daster.
"Aku akan mengirim salad buah bercitarasa kearifan lokal dengan segera" teriak Zacklee didalam mobil setelah menurunkan Ellena.
Ellena tersenyum kearah suaminya yang sangat luar biasa. Ellena merasa beruntung di kehamilannya kali ini Zacklee berada disampingnya untuk menjaganya setiap waktu.
Ellena melangkah ke dalam Kantor pastinya dengan tatapan aneh dari Karyawan Kakaknya.
"Siang Nona Ellena.., " sapa salah satu karyawan yang mengenal Ellena.
"Pagi, " jawab Ellena menyapa balik Karyawannya. Entah sadar atau tidak jika Matahari sudah menangkring dengan eksotisnya di langit. Sedang sang Nona adik dari Bosnya masih menganggap jika hari ini masih pagi.
Woy.., bangun... bangun...!
Ingin sekali mereka meneriaki Nona cantik tersebut. Tetapi dia urungkan akhirnya mereka melanjutkannya di batin masing-masing.
Ellena memasuki sebuah lift khusus untuk Bos MF naik keatas. Saat dirinya masuk kedalam lift tersebut seorang pria berjaz hitam dengan seorang pria satunya lagi yang terlihat lebih mirip pembantunya ikut memakai lift tersebut.
Diperhatikannya wanita disampingnya dari atas hingga bawah. Aldo sudah bisa menebak jika wanita itu merupakan adik dari pemilik MF. Wajah cantik Ellena memang sudah tersimpan di hati Aldo saat Papanya memberinya tugas untuk memimpin perusahaannya. Aldo yang saat itu tak sengaja membolak-balikan berkas melihat foto Ellena bersama Alex sedang berfoto dengan model-model perusahaannya tertarik ingin mendobrak kerjasama perusahaannya dengan perusahaan MF dengan event akhir tahun.
Perusahaan Fashion terbesar di Negara Italia tersebut merupakan salah satu penanam saham 30% di Perusahaan MF.
Dengan tujuan Aldo mendekati Ellena, Aldo beralasan untuk mendongkrak karya-karya designer MF lebih maju lagi. Marcel yang terpengaruh akhirnya menyetujuinya. Tetapi Marcel sedikit bingung saat itu karena Tuan Diego meminta Ellena dan Alex yang memimpin acara Event Fashion week akhir tahun ini. Dan pada akhirnya Shandy lah yang harus merayu dua sahabatnya.
Ellena yang merasa diperhatikan melirik kearah Aldo,
'Siapa orang ini? Apa dia yang bernama Balado? kenapa memakai lift Kakakku' gumam Ellena.
Lift terbuka, dengan segera Aldo beserta asistennya keluar diikuti oleh Ellena dibelakangnya. Tetapi langkah Ellena terhenti saat dia merasakan sakit di Kakinya akibat sepatu hak tingginya.
"Nona, anda tak apa-apa?" tanya salah satu Karyawan wanita.
Ellena tak menanggapinya, dia meringis kesakitan di Kakinya.
"Nona Ellena, mari biar saya bantu akan saya ambilkan obat biar Kaki Nona Ellena merasa mendingan" imbuhnya sambil memapah Ellena.
"Sial! harusnya aku mendengarkan suamiku agar tak menggunakan sepatu hak tinggi ini" gerutunya dalam hati.
Ellena duduk di sebuah kursi pantry, dengan sigap Karyawan bernama Zela mengoleskan krim di Kaki Ellena.
"Nona, ini agak sedikit sakit kau bertahanlah tapi setelah ini kau tak akan merasakan apa-apa" ucap Zela.
Ellena hanya mengangguk pasrah dan benar saja dia sedikit menjerit saat Zela sedikit menarik Kakinya.
"Aaaw" teriak Ellena.
Zela tersenyum mendengar Ellena menjerit kesakitan akibat pijitannya, namun setelahnya Ellena merasakan Kakinya sudah tak sakit lagi.
"Kau pintar sekali memijat Zela.., " puji Ellena.
"Aku akan menyuruh Kakakku untuk menambah bonusmu bulan ini" imbuhnya dengan pedenya.
"Hehe, Nona bisa saja"
"Zela, aku tak mau memakai sepatuku lagi? apa kau memiliki sandal?" tanya Ellena.
"Maaf Nona, saya hanya memiliki sandal jepit di loker"
"Berapa ukuranmu?"
"37 Nona... "
"Oke Fix, aku pake. Aku akan menggantinya 10 kali lipat untuk sandal jepitmu" ucap Ellena senang.
Zela kemudian mengambil sandalnya di Loker dan memberikannya kepada Zela.
"Nona.., apa Nona akan memakai sandal ini ke ruang rapat?" tanya Zela ragu.
"Kenapa tidak.., " ucap Ellena sambil memakai sandal jepit kaca dengan pedenya berlalu sedang Zela masih ternganga dengan kelakuan adik bosnya.
"Aku tak menyangka Adik seorang Direktur Perusahaan ternama merakyat juga" sahut salah satu petugas OB yang ikut ternganga.
"Iya, aku salut padanya" ucap Zela mengagumi Ellena.
**Flash On
Alex, Shandy, Devan dan Zaskia terus saja memperhatikan Aldo yang sengaja mendekati Ellena dengan pertanyaan-pertanyaan ringan mereka.
"Nona Ellena, ternyata benar yang orang-orang bilang tentangmu. Kau sangat menyenangkan" ucap Aldo mendengar jawaban-jawaban dari pertanyaan yang Aldo berikan pada Ellena.
'Dia menjebakku dengan pertanyaan-pertanyaan tak bermutunya rupanya' batin Ellena melengos.
"Mohon maaf Tuan Aldo jika sudah tidak ada yang kita bahas saya pamit undur diri" ucap Ellena mulai jengah.
"Kau masih berhutang pelayanan Nona Ellena" sahut Aldo.
"Pelayanan? maksudnya?"
"Karena aku adalah tamu spesial, jadi kau berkewajiban menemaniku makan malam" ucap Aldo langsung pada tujuannya.
Jeng... jeng... jeng...
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹