What I Think

What I Think
Dua rius



Happy Reading...


☘☘


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Kehamilan Ellena sudah menginjak tujuh bulan. Hubungan Alex dan Rachel pun sudah di ketahui para Sahabat-sahabatnya. Ellena dan Zacklee sangat bahagia karena setelah sekian Alex akhirnya menemukan tambatan hatinya.


Hari ini salah satu penjaga Mansion menginformasikan undangan pernikahan kepada Ellena dan Zacklee jika pernikahan Alex dan Rachel akan di laksanakan dia minggu kedepan.


"Kau tahu ga sayang, aku bahagia karena Sahabatku Alex akhirnya akan menikah" ucap Zacklee sambil menyesap kopi hitamnya.


"Dia pantas bahagia Ka..," sahut Ellena dengan nada terpaksa.


"Kau tak cemburu kan sayang?" sindir Zacklee.


"Apaan sih Ka, kalo aku cemburu ga mungkin mau aku bunting sama kamu" cibir Ellena kesal.


"Sayang, aku cuma bercanda..." rayu Zacklee.


"Bercandanya ga lucu. Aku dan Ka Alex sudah tak ada hubungan spesial tapi kenapa kau selalu membahasnya. Kau membuat mood pagiku berantakan" ucap Ellena kesal lalu meninggalkan Zacklee.


"Salah lagi gue ngomongnya...," ucap Zacklee pada dirinya sendiri.


"Sayang.. sayang.." teriak Zacklee mengejar Ellena.


"Lebih baik kau berangkat kerja saja, aku malas ketemu denganmu" teriak Ellena dari dalam Kamar.


"Tadi katanya aku disuruh di Rumah, sekarang malah di usir. Sayang..., aku beneran ga bermaksud membuatmu sakit hati. Sayang, jangan marah ya nanti anak kita nangis mendengar Mommynya marah" ucap Zacklee masih merayu Ellena.


"Sayang, tadi Mama telfon acara tujuh bulanan mau di rayain dimana?" tanya Zacklee yang berhasil memancing Ellena keluar Kamar.


"Sayang, kau menangis?" tanya Zacklee melihat sang istri keluar dengan air mata yang sudah memenuhi wajahnya.


"Kau seharusnya tau kalo sangat mencintaimu, apa kau masih meragukan cintaku? jika kau masih meragukan cintaku lebih baik kau__"


Zacklee langsung membungkam mulut Ellena menggunakan mulutnya dengan cepat, agar Ellena tak melanjutkan ucapannya.


Kali ini bukan hanya air mata Ellena yang membasahi wajahnya, air mata Zacklee ikut turut membasahi wajahnya tampannya.


"Jangan pernah kau bilang untuk melepasmu karena sampai seumur hidupku, aku tak akan pernah mengizinkan diriku sendiri untuk melepasmu. Kau memang bukan cinta pertama yang hadir di hidupku, tetapi kau akan menjadi yang terakhir dalam hidupku. Berjanjilah kau tak akan mengucapkan kata itu lagi. Karena hatiku tak akan sanggup untuk menerimanya. Maafkan aku jika kata-kataku menyinggungmu, aku tak bermaksud melukai hatimu" ucap Zacklee pelan agar Ellena tak salah paham.


Ellena tak bisa berkata-kata, semenjak dirinya hamil dia sulit sekali mengontrol emosinya, sehingga Zacklee harus sangat ekstra sabar menghadapinya. Dokter bilang karena masih ada rasa trauma di masa lalu disaat Ellena mengalami masa berat di kehamilan pertama. Zacklee sendiri tak menceritakan yang sebenarnya kepada Ellena, dia hanya menceritakannya kepada Alex saat itu. Kesalahannya di masa lalu tak bisa di pungkiri, meski sudah terlewat sudah lama tapi memori itu tak bisa langsung terhapus begitu saja.


Ellena langsung memeluk sang suami menangis dalam pelukannya adalah hal ternyaman semenjak hamil.


Setelah tenang, Zacklee melanjutkan pembicaraannya mengenai tujuh bulanan dirinya dan calon Babynya.


"Sayang, tadi Mama telfon acara tujuh bulanan diadain kapan?" tanya Zacklee halus.


"Terserah kalian saja, aku nurut Ka..," ucap Ellena.


"Kau tak menginginkan sesuatu?" tanya Zacklee.


"Aku hanya ingin Kakak menemaniku melahirkan" ucap Ellena.


"Kau tenanglah, aku sudah disini. Aku janji tak akan membiarkan istriku yang cantik ini melahirkan sendirian" ucapnya sambil merengkuh sang istri ke dalam dekapannya.


Drrrrttt... Drrrtttt...


"Iya Rev...,"


"Baik, aku akan ke Kantor sekarang" ucap Zacklee lalu menutup panggilannya.


"Sayang, maaf hari ini aku tak bisa menemanimu di Rumah" ucap Zacklee pelan.


"Aku mengerti, suamiku yang tampan pekerja keras, pengusaha terkenal pasti sangat sibuk di Kantor. Kau pergilah, sebelum Ka Revan mengacaukan Kantormu" ucap Ellena sudah kembali ke mode normal.


**


"Apaan sih lo Dev, keselek kedondong?" sindir Alex.


"Yang mau married, gimana rasanya nih?" tanya Devan mendekatkan wajahnya berbisik kepada Alex.


Alex bukannya menjawab tetapi malah beranjak dari tempat duduknya.


"Lex, elu mau kemana?" tanya Devan melihat Alex meninggalkan Devan.


"Elu mau ngikutin gue fitting gaun pengantin?" sindir Alex melihat Devan terus mengikutinya.


"Busyet dah.., kirain. Kalo di pikir ya Lex, gue yang dapat restu duluan kenapa elu yang married lebih dulu" keluh Devan kesal.


"Itu tergantung diri elu serius ato enggaknya sama si Kia Dev," cibir Alex.


"Lah gue ga cuma serius, dua rius malah" sahut Devan.


"Gue pergi dulu Dev, Rachel dan Sunny sudah menunggu tak enak jika mereka menunggu terlalu lama" teriak Alex melambaikan tangannya meninggalkan Devan.


"Kenapa setiap seseorang akan menikah selalu lupa semuanya" gerutu Devan.


BRUK.


Devan tak sengaja menabrak Reyna saat akan berbalik, semua berkas yang di bawa Reyna otomatis berantakan di lantai. Bukan Devan yang membantu tetapi ada Tangan lain yang meraihnya.


Devan mengikuti arah Tangan yang sedang membantu merapikan berkas di Lantai, betapa terkejutnya dia melihat pemilik Tangan yang kekar itu,


"Elu.., " ucap Devan terkejut.


"Makanya kalo mau lewat hati-hati, jangan asal berbalik. Untung hanya laporan yang berserakan kalo Rachel yang berserakan gimana?" cibir Brian.


"Makin lama makin ngeselin loh ya..., kalo bukan di Kantor gue hajar elu" ucap Devan tersulut emosi.


"Udah... udah..," ucap Reyna melerai keduanya.


"Ngapain elu kesini?" tanya Reyna ketus. Sepertinya dia tahu jika Brian datang hanya untuk membicarakan tentang hubungannya.


Devan hanya mendengarkan perbincangan mereka yang berada di depannya.


"Reyna, besok aku akan kembali ke Jepang. Sebelum aku kembali, aku hanya mau memberimu ini" sambil menyodorkan sebuah kotak hadiah kepada Reyna.


"Kalo begitu aku pamit Reyna" ucap Brian setelah Reyna menerima kotak hadiahnya.


Entah mengapa Reyna malah tertegun melihat sikap Brian tak seperti biasanya. Reyna kemudian membuka kotak hadiah itu perlahan, dilihatnya sebuah gaun berwarna lilac emas beserta sebuah tulisan,


'Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah suatu saat ia akan menyatukan kita pada kehidupan yang akan datang'


Reyna menatap punggung yang hampir mulai menghilang, kemudian dia berlari mengejar Brian. Sayang Brian sudah keburu masuk ke dalam Mobilnya. Reyna berdiri terpaku menatap punggung Mobil Brian dengan tatapan yang belum bisa di artikan.


"Maafkan aku Brian, aku belum bisa menerimamu" ucap Reyna lirih.


**


"Gue ga setuju elu menemuinya sendiri Zack, dia pria yang sangat berbahaya. Aku akan menghubungi Dewa" ucap Revan kemudian meraih ponselnya tetapi di cegah oleh Zacklee.


"Aku pasti bisa mengatasinya sendiri" ucap Zacklee mencengkeram pergelangan Tangan Revan.


"Kau rahasiakan persoalan ini dari siapapun" imbuh Zacklee berpesan kepada Revan.


**Nah loh... Kira-kira ada apalagi ya???


Bersambung....