What I Think

What I Think
Love



Happy Reading....


BRUGH!


Fiona yang tak sengaja langsung memeluk tubuh Dewa, sedang Dewa melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Fiona. Posisi yang sangat mendebarkan saat wajah mereka hanya berjarak satu inci dengan hidung yang hampir menempel. Kedua tatapan itu tak langsung dilepas. Fiona maupun Dewa merasakan detakan jantung yang tak biasa. Seolah Dewa Amor sedang memanahkan panah asmaranya kepada keduanya dari sinilah nantinya hubungan mereka akan menjadi suatu kisah. Kisah cinta seorang Dewa arogan dengan Fiona yang sangat manja.


"Ma_maaf," ucap Fiona menjadi canggung. Baru kali ini dirinya merasakan sesuatu yang berbeda saat dekat dengan Dewa.


"Makanya kalau jalan hati-hati Fiona..," Dewa mengalihkan kecanggungannya.


'Sial! kenapa perasaanku merasa aneh?' batin Dewa.


"Ye.. kan Om sendiri yang salahnya ada disitu," sahut Fiona juga mengalihkan kecanggungannya.


"Kok jadi Om yang disalahin, kan Fiona sendiri yang jatuh," tukas Dewa tak mau disalahkan.


"Udah yuk Om, kita berangkat. Fiona ga mau telat masuk sekolahnya," ajak Fiona tak tahan lama-lama dekat dengan Dewa.


Fiona terus melirik kearah Dewa, posisi duduknya yang menguntungkan sebenarnya membuat Fiona bisa menatap wajah Dewa yang tampan. Sebenarnya Fiona sendiri sudah lama tertarik dengan Dewa. Postur tubuh serta wajah tampan Dewa tak bisa dipungkiri lagi. Tetapi Fiona sadar jika tak mungkin Dewa menyukainya, secara Dewa pria dewasa yang setiap wanita banyak menginginkannya.


"Wajah Om tampan ga usah kelamaan lihatnya takut diabetes," sindir Dewa menyadari jika Fiona terus memandanginya.


"Ih... Om Ge er, siapa juga yang lihatin orang Fiona lagi cari Ka Felix...," sangkalnya tak mengakui.


"Yakin nih? coba Om lihat mata Fiona," Dewa menghentikan mobilnya dan menoleh kearah Fiona untuk melihat bola matanya. Seperti yang dilakukan Dewa saat Fiona kecil berbohong, dia akan menatap bola mata gadis itu.


Benar saja, bola mata Fiona bergerak sedikit menghindari tatapan Dewa. Anehnya kali ini Dewa malah tak mau melepaskan tatapannya, serasa terhipnotis dengan kecantikan Fiona.


"Om.. apaan sih..," Fiona menolehkan wajahnya kedepan, terlihat warna wajahnya yang putih berubah menjadi kemerah-merahan. Fiona berhasil dibuat malu dan salah tingkah kali ini.


"Fio... Fio... kalo mau bohong yang lebih profesional...," ucap Dewa melajukan kendaraannya kembali.


"Emang ada bohong yang profesional?" tanya Fiona.


"Di duniaku bohong itu harus profesional, agar kita tak mudah di serang musuh" jawab Dewa.


"Pantas saja sampai sekarang Om belum menikah.. pasti wanita yang dekat dengan Om bosan karena Om ga asyik," ejek Fiona.


"Lihat aja sampai sekarang Om selalu mikir musuh melulu, coba deh Om luangkan waktu buat memikirkan cinta,"


"Love?"


Fiona mengangguk.


"Love.. karena cinta bisa merubah segalanya Om...," sahutnya dengan bahagia.


"Apa Om belum pernah merasakan fall in love?" tanya Fiona.


Dewa menggeleng dan tersenyum. Pasalnya sampai saat ini Dewa tak pernah mengetahui dan tak mau mengetahui apa itu cinta. Menurutnya cinta akan selalu membuat masalah seperti bosnya saat bucin kepada istrinya.


"Bener arogant..," celetuk Fiona lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Haisssttt.. kenapa Om dibilang arogant? Om itu baik aslinya,"


"Baik tapi belum punya pacar" ledek Fiona terkekeh.


"Om kan sudah bilang, dalam hidup Om ga ada kamusnya cinta. Apalagi kayak kau Fio, masih sekolah isinya cinta-cintaan,"


"Om.. Cinta itu menyenangkan bisa merubah sedih jadi bahagia, begitupun sebaliknya. Nah.. disitulah seninya cinta.."


"Sudah.. sekarang tugasmu sekolah belajar yang rajin," Dewa mengelus lembut ujung kepala Fio. Dan itu mampu membuat jantung Fio berdetak tak beraturan kembali. Fiona terdiam sejenak, menetralkan perasaan yang beberapa menit hilang kembali lagi.


"Fio...," panggil Dewa.


"Eh, iya Om... terimakasih sudah mengantarkan Fio ke sekolah pagi ini" ucap Fiona tanpa melihat wajah Dewa. Kemudian Fiona membuka pintu mobil Dewa dan pergi begitu saja.


Dewa yang melihatnya merasa aneh, tapi dia menganggapnya sangat lucu. Baru kali ini dia merasakan jantungnya berdetak tak seperti biasanya didekat Fiona.


"Cinta..., dasar Fiona" ucap Dewa terkekeh.


Bersambung....


Like, Vote, Commentnya jangan lupa ka👍😘