
☘☘
"Ell, kau segera meminta bantuan Alex dan yang ___" teriak Revan.
"Kau terlambat, Ellena sudah dibawa mereka" ucap Alex memotong ucapan Revan.
Revan kemudian menceritakan semua yang terjadi, rupanya Albert juga berada disana untuk membantu Zacklee dan dirinya.
Zaskia terkejut setelah mendengar yang sebenarnya. Dia tak menyangka jika mimpi dari Mamanya itu ternyata pertanda ini.
"Lex, kita persiapkan diri. Aku akan menghubungi Rio untuk mengantarkan kita menggunakan jet pribadi" sahut Shandy yang sudah sangat geram.
** Di Negara S.
"Bagaimana Rev, apa Ellena sudah aman?" tanya Albert.
"Kita terlambat Om, anak buah Paolo sudah berhasil membawa Ellena" ucap Revan frustasi.
"Bagaimana dengan cucu-cucuku Rev?" tanya Albert kembali.
"Dia aman Om, sedang bersama Clara di kediaman Papanya" ucap Revan.
"Syukurlah kalo begitu. Dasar Breng**k Paolo! dia sudah berjanji tak akan mengusik keluarga Lee, tetapi dia malah mengkhianatinya" umpat kesal Albert.
"Om, aku sangat khawatir dengan Zacklee. Aku takut ini jebakan, secara anak buah Paolo sudah berhasil membawa Ellena" ungkap kekhawatiran Revan.
"Revan, kau hubungi Zacklee atau Dewa kasih tau mereka mengenai Ellena" perintah Albert.
Revan kemudian menghubungi Zacklee tetapi tak di angkat. Kemudian menghubungi Dewa tak lama Dewa segera mengangkat panggilannya.
"Ada apa Bos? sepertinya kau sangat mengkhawatirkanku" disaat seperti ini Dewa masih saja bercanda.
"Hissstt...Kau ini, disaat seperti ini kenapa masih bisa bercanda" desis Revan.
"Sabar Bos, kalo kita tegang yang ada cepat tua.. hahaha...,"
"Dewa, dimana Zacklee?"
"Bos besar sudah di dalam Club"
"Dewa, kau cepat masuk itu semua jebakan"
"Apa maksudmu Bos?"
"Paolo sudah berhasil menculik Ellena, kemungkinan besar Zacklee sedang di jebak di dalam sana"
"Sial!" kemudian Dewa segera mematikan ponselnya dan segera memasuki club secara diam-diam. Sedang Anak buah Dewa sudah mengepung Club tersebut.
Di dalam Club, Zacklee sudah berhadapan dengan Paolo dan Ethan.
"Kau menepati janjimu Tuan" teriak Paolo melihat Zacklee menghampiri mereka.
"Aku tak pernah memiliki sifat pengkhianat" sahut Zacklee menyindir mereka.
Paolo memberi kode Ethan untuk mengambil sesuatu, dan Ethan mengikuti perintahnya.
"Ini berkas penting perusahaanmu Tuan, kembalikan file itu padaku sekarang" pinta Paolo.
Zacklee tersenyum kemudian menyerahkan file bukti kejahatan Black Panther kepada Paolo.
"Urusan kita sudah selesai, aku akan kembali. Terimakasih atas kerjasamanya Paolo" ucap Zacklee mengambil berkas penting perusahaannya.
Saat Zacklee berbalik, anggota Black Panther menghadangnya. Zacklee sudah bisa menduga soal ini, Paolo tak akan membiarkannya keluar hidup-hidup.
"Tuan, apa kau tahu peraturan dalam dunia kejahatan? siapa yang mengetahui seluk beluk semuanya, dia tak akan keluar dalam keadaan hidup" ucap Paolo dengan santainya. Tetapi tenang Tuan, aku akan membebaskanmu dengan satu syarat" ucap Paolo.
"Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Zacklee dengan dingin.
"Istrimu Tuan" jawab Paolo berbisik di Telinga Zacklee.
Zacklee memukul ujung bibir Paolo sehingga berdarah, dengan mata memerah menahan amarah Zacklee tak bisa lagi menahannya. Anggota Black Panther segera memegangi lengan Zacklee.
Paolo tertawa sambil menertawakan perbuatan Zacklee. Tangannya menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya.
"Seseorang sudah menjualnya padaku, dan aku berhak memilikinya karena aku sudah membayar dengan mahal. Apa kau mengerti Tuan!" teriak Paolo tepat di wajah Zacklee.
"Siapa yang berani membawa-bawa istriku apalagi menjualnya" tanya Zacklee.
Paolo tersenyum, dia menyuruh anak buahnya membawa seseorang yang sudah dengan lancang menukar hutangnya dengan menjual Ellena.
"Aldo, kau Ba****n!" umpat Zacklee mengetahui siapa orang yang sudah menukar hutangnya dengan istrinya.
Aldo hanya terdiam menundukkan wajahnya.
Zacklee memberontak, dia melepaskan pegangan anggota Paolo dan segera menyerang Aldo dengan menggila. Aldo membalas semua pukulan Zacklee dengan menggila juga. Paolo beserta Black Panther hanya menjadi penonton, begitupun dengan Ethan, dia juga ikut menikmati tontonan di depannya.
"STOP!" teriak Paolo menghentikan Zacklee yang sudah menghajar Aldo hingga babak belur. Tak perduli dia mati atau tidak, Zacklee sudah sangat ingin membunuhnya.
"Kau lihatlah ini Tuan, istrimu sudah bersama anak buahku. Jadi segera kasih pesan terakhir untuknya" Paolo menyodorkan sebuah Video yang menampilkan Ellena sedang dalam keadaan tak sadarkan diri di ponselnya.
Melihat sang istri, Zacklee kemudian menjatuhkan Aldo yang sudah tak berdaya dari tangannya, kemudian berusaha meraih ponsel Paolo. Zacklee menatap ponselnya dengan hati yang sedih, dia tak menyangka jika Ellena akan menjadi salah satu target Paolo.
"Lepaskan istriku sekarang juga Paolo! kau sudah merusak kesepakatan kita" ucap Zacklee yang tak menyangka.
"Sesuatu yang sudah masuk kedalam Black panther mereka tak akan pernah keluar dalam keadaan hidup. Tetapi melihat istrimu yang sangat cantik, aku berkeinginan untuk memilikinya Tuan" ucap Paolo sengaja.
"Jangan pernah kau sentuh istriku sedikitpun, karena aku tak akan segan-segan membunuhmu" ancam Zacklee.
Paolo tersinggung saat Tangan Zacklee menarik jaketnya, dia melirik kearah Tangan Zacklee dan mengibaskannya. Paolo sedikit berbalik membelakangi Zacklee, tetapi hanya sebentar kemudian dia mendaratkan pukulan ke perut Zacklee membuat Zacklee langsung jatuh tersungkur.
Melihat Zacklee tersungkur, Dewa dan anak buahnya segera melakukan penyerangan. Zacklee berusaha bangkit disaat Dewa dan anak buahnya menyerang Paolo dan Black panther. Zacklee ikut menyerang Paolo dengan menggila, Paolo juga membalasnya dengan serangan menggila. Disaat Zacklee berhasil menjatuhkan Paolo, dia dengan segera mengambil dokumen perusahaan beserta file bukti kejahatan mereka. Zacklee melemparkan itu semua ke Dewa, agar Dewa segera menyelamatkan aset perusahaan.
Paolo yang menyadarinya segera mengejar Dewa tetapi di hadang oleh Zacklee. Melihat anggotanya banyak yang tewas, Paolo memerintahkan anak buahnya untuk mundur lewat pintu belakang. Zacklee mengejarnya tapi tak sampai, Paolo berhasil kabur.
"Aaaaaarrrgghhh!!" teriak Zacklee kesal.
"Bos..," panggil Dewa sedikit ragu.
"Kau sudah membawa Aldo ketempat semestinya?" tanya Zacklee memastikan.
"Iya Bos..,"
"Dewa, bagaimanapun caranya aku harus membawa istriku kembali meski nyawa taruhannya" ucap Zacklee serius.
"Bos, kita atur strategi untuk membebaskan Nyonya di Markas. Bos Revan dan Bos besar sudah menunggu. Kita obati lukamu juga Bos" ucap Dewa.
Zacklee terpaksa menuruti Dewa. Mereka kembali ke Markas. Di perjalanan Zacklee membuka ponselnya ada banyak panggilan tak terjawab dari Ellena, kemudian Zacklee membuka isi pesan yang dikirim oleh Ellena.
Bukannya tersenyum mendapatkan pesan berupa foto dirinya bersama si Kembar, Zacklee mengeluarkan air matanya setelah membaca pesan di bawahnya.
'Cepatlah pulang Pa, kami merindukanmu'
Isi pesan yang di kirim oleh Ellena membuat hatinya semakin sakit. Seharusnya dia tak meninggalkan Ellena dan kedua anaknya.
"Bagaimana dengan kedua anakku Dewa?" tanya Zacklee.
"Mereka Aman Bos bersama Nyonya Clara di kediaman orang tuanya. Tuan kecil sempat mengalami syok saat melihat Nyonya di bawa anggota Black Panther" ujar Dewa.
"Felix sempat melihat Ellena di bawa oleh mereka?"
"Iya Bos. Tuan kecil sempat melihatnya. Info yang saya dengar dari Bos Revan begitu. Maka dari itu tadi aku dan anak buah yang lain nekat untuk masuk kedalam. Karena Bos Revan sudah memberitahu jika itu adalah jebakan" ujar Dewa.
Bersambung....
Lanjut lagi yuk.....