
Happy Reading...
🌹🌹
"Mohon maaf, Nyonya Rachel dimana?" suara Dokter yang ingin menyampaikan sesuatu.
Rachel berjangkit dari duduknya dan segera menghampiri Dokter Anton. Begitupun dengan Zaskia, Zacklee, Revan dan Shandy mereka ikut menghampiri juga.
"Nyonya, kami sudah mendapatkan pendonor yang cocok untuk Sunny. Sebaiknya anda tunggu diluar kami para team medis akan membawa Sunny ke ruang Operasi.
Kedua sudut bibir Rachel tertarik melengkungkan senyuman bahagia karena pada akhirnya Sunny mendapat pendonor darah.
'Sunny, kau yang kuat sebentar lagi kita bertemu' Batin Rachel.
Dokter dan para medis kemudian membawa Sunny keruang operasi.
"Kau yang kuat Rachel, Sunny akan baik-baik saja" ucap Zaskia memberi support Rachel.
Rachel sendiri sudah tak memperdulikan sosok pria yang sedang tiduran di kursi tunggu depan ruang ICU. Terlihat Alex tak bergeming sedikitpun. Saat Rachel dan yang lain melewatinya, Alex membuka matanya dan menatap punggung Rachel.
'Aku akan menentukan setelah hasil tes DNA itu keluar' gumam Alex.
Mereka semua merasa tegang dengan operasi Sunny, Rachel bahkan terlihat sangat cemas untuk Zaskia tiba untuk memberi support kepada Rachel.
Ellena masih betah menggamit tangan Devan dan itu membuat Zacklee semakin geram, sesekali Devan menenggelamkan wajahnya saat sorot mata si Sultan menatapnya dengan tajam.
Singkat cerita operasi berjalan dengan lancar. Empat puluh lima menit sudah akhirnya Dokter menyampaikan jika operasi Sunny berhasil.
"Nyonya Rachel untuk selanjutnya Sunny harus memulihkan kondisinya" ucap Dokter Anton.
"Terimakasih Dokter, aku ga tau harus bagaimana lagi jika Sunny tak tertolong" sahut Rachel dengan air mata bahagia.
"Sebaiknya Nyonya berterimakasih kepada pendonor, karena beliau sangat berperan tanpa pertolongannya kemungkinan harapan kecil yang kita dapat" ucap Dokter Anton.
"Boleh saya bertemu dengan pendonor tersebut Dokter?" tanya Rachel.
Dokter Anton hanya tersenyum, kemudian pamit tanpa mengatakan siapa pendonor sebenarnya.
'Siapa sebenarnya pendonor itu? kenapa dia merahasiakan identitasnya?' gumam Rachel penasaran.
**
Setelah Sunny dipindahkan di ruang pemulihan, Zaskia yang sedari tadi heran melihat Ellena menggamit tangan Devan lalu mengajaknya ke sebuah Hotel yang berada di depan Rumah sakit.
"Sepertinya elu harus ngikut gue ,Kaka ipar"
Dengan cepat Zaskia menarik pergelangan tangan Ellena dan Zacklee mengikutinya dari belakang.
Zacklee yang selesai dari Kamar mandi langsung menghampiri Zaskia dan Ellena yang lebih dulu selesai mandi.
"Kaka sudah menuruti apa yang elu mau ki.., " ucapnya saat wanita di depannya sedang memainkan gawai ponselnya.
"Kaka mandinya kayak cewek, lama" sindir Zaskia.
"Kaka Ipar, coba sekarang kau cium bau tubuh Ka Lee setelah mandi, apakah masih sama seperti sebelumnya?" tanya Kia kembali.
Ellena dengan segera mengenduskan indera penciumannya dan benar saja Ellena langsung segera merasa mual dan segera masuk kedalam Kamar mandi.
Zacklee yang melihatnya sangat khawatir, dia ingin ikut membantu tetapi Ellena menolak, Ellena membentak Zacklee yang ingin masuk membantu istrinya yang mual.
Berbeda dengan Zacklee, Kia justru terlihat sangat bahagia. Dia bahkan tak sedikitpun membantu Ellena yang sedang mual di dalam Kamar mandi.
Zaskia memang sengaja menarik Ellena untuk ke hotel yang sudah Kia pesan sebelumnya. Saat Devan menceritakan tentang yang terjadi dengan Ellena, Kia berpikir jika sedang terjadi sesuatu dengan Kaka iparnya. Kia yang sudah tiba merasa lebih yakin dengan kecurigaannya apalagi saat Ellena berdekatan dekan Zacklee, Shandy dan Revan.
"Ka, Kaka terakhir datang bulan kapan?" tanya Zaskia santai sambil memijat tengkuk leher kaka iparnya yang tiba-tiba merasa mual.
"Aku lupa, " jawabnya dengan cepat dan kembali mengalami mual ditambah lagi pusing.
Zacklee sendiri sudah senyum-senyum berpikir kearah sana. Dilihatnya sang istri lekat-lekat wajah cantiknya memang bisa menghipnotis dirinya.
"Coba Kaka cek sekarang," sambil menyodorkan alat test kehamilan yang sengaja Zaskia beli di apotek sebelum tiba di Rumah sakit.
Ellena mendelik, dirinya baru menyadari perubahan moodnya yang tiba-tiba saja berubah. Dengan ragu Ellena meraih alat test itu kemudian berjangkit dari tempat duduknya. Perlahan kakinya melangkah memasuki Kamar mandi lagi.
"Kau memang adik terbaik," ucap Zacklee yang tak menyangka dengan ide cemerlang Zaskia.
"10 juta ya ka," sambil mengedipkan satu matanya.
"Sejak kapan kau menjadi matre?" cibir Zacklee.
"Sejak Kaka menjadi orang kaya" jawabnya sambil tertawa.
Zacklee tersenyum ngenes mendengar ucapan Zaskia.
Lima belas menit Ellena tak menampakkan dirinya keluar, membuat Zacklee dan Kia cemas. Kia memutuskan untuk menggedor pintu, dia takut jika Kaka Iparnya pingsan didalam. Bahkan Zacklee juga sudah bersiap mendobrak pintu bercat putih itu.
"Ka... Kaka Ipar apa kau baik-baik saja?" tanya Kia. Tapi sayangnya tak ada tanggapan dari dalam dan itu membuat Zaskia dan Zacklee semakin cemas.
"Ka, bersiap.." ucap Kia sambil menggeser tubuhnya agar tak menghalangi dobrakan Zacklee.
Zacklee yang sudah bersiap memasang kuda-kuda untuk segera mendobrak pintu Kamar mandi Ellena. Saat langkahnya akan dimulai pintu itu terbuka.
Ceklek,
Terlihat wajah Ellena sembab akibat menangis.
"Omegat! Apa lagi yang terjadi?" keluh Zacklee melihat sang istri bermata sembab, terlihat masih jelas air matanya belum mengering.
"Ka, Kaka Ipar ga apa-apa?" tanya Zaskia menghampiri Ellena yang masih mematung ditempatnya berdiri.
"Gimana hasilnya Ka?" tanya Zaskia lagi.
"Sa__"
"STOP! tetap di tempatmu!" teriak Ellena memotong ucapan Zacklee.
'Tuhan kenapa kau menyiksaku tiba-tiba' batin Zacklee kesal. Ingin sekali dia memeluk istrinya dan menanyakan ada apa dan mengapa tetapi sayangnya istrinya masih menolak baunya.
Zaskia hanya meringis melihat Kakanya yang malang karena ditolak istri karena sebuah bau.
Ellena menyodorkan hasil test ke Zaskia disampingnya, dan betapa terkejutnya dia karena kecurigaannya ternyata tepat sekali.
"Wow kau tokcer Ka..!" seru Zaskia saat mengetahui hasil test kehamilan Ellena bergaris dua. Zaskia dengan segera memperlihatkan hasil test Ellena kepada Zacklee dan tak tau mengapa Kia merasa bingung dengan ekspresi Kakaknya yang juga ikutan menangis seperti Ellena.
Zacklee tak memperdulikan apapun, dia langsung memeluk istrinya dan menciumi wajah istrinya penuh. Meski Ellena mendorong tubuhnya, Zacklee tak perduli yang terpenting saat ini dirinya bahagia karena Tuhan telah mempercayakan baby di rahim istrinya lagi setelah beberapa bulan mengalami keguguran.
Zaskia yang melihat pemandangan ini ikut terharu, tak ada kata terucap tapi sorot mata serta sikap mereka sangat terlihat betapa sempurnanya cinta mereka. Zaskia tersenyum melihat kebahagiaan Zacklee dan Ellena.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹