
Happy Reading...
......................
"STOP disitu ga! Kalian semua kenapa bau banget"
"Dek, Kaka jewer telinga elu ngatain Kaka bau" protes kesal Shandy.
"Emang Kaka bau kok!" ucap Ellena dengan kekehnya.
"Awas kalau kalian dekat-dekat aku" ancam nya dengan mata melotot.
"Ell.. Elu serem banget sih" sahut Devan yang ikut menghampiri tapi anehnya Ellena malah suka bau Devan terbukti Devan tak terkena semprotan Ellena seperti lainnya.
"Tau tuh Ka.. Mereka baunya tiba-tiba ga enak" jawab Ellena tanpa berdosa.
"Owe..., kenapa mereka Ell? Apa aku ga bau?" tanya Devan sedikit aneh.
"Ga tuh, bau Kaka biasa aja. Aku sama Kaka aja kalo gitu" sambil melingkarkan tangan di lengan Devan.
Bagaimana dengan ekspresi Zacklee? Sudah pasti setelah ini Devan akan terkena masalah besar karena sudah membuat Ratu berpaling darinya.
Dengan tanpa berdosa istri Sultan berbalik dengan tangannya yang menggamit lengan Devan berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"Devan..., selepas ini habis elu ditangan gue" Zacklee geram karena Devan tak menolak permintaan istrinya.
"Sudah.. Sudah...tak perlu marah" ucap Shandy dengan tenangnya membuat Zacklee menajamkan matanya ke arah Shandy. Bukannya menenangkan menurutnya Shandy malah membuatnya semakin emosi.
"Maksud elu Shand!" nada suara Zacklee sedikit meninggi.
"Elu pikir sendiri kenapa seorang wanita tiba-tiba berubah mood dengan cepat" Shandy berbalik membiarkan Zacklee berpikir dia menghampiri Alex yang baru terlihat.
"Sial! Elu ngerjain gue Shand" ucap Zacklee saat menyadari Shandy meninggalkannya.
"Lex, darimana saja lu?" tanya Revan.
"Em__ dari belakang, emang napa? Kangen?" tanya Alex bercanda.
"Cih, kangen elu pikir gue cowok apaan kangen ama sesama jeruk" decih Revan.
Alex tertawa mendengar tanggapan Devan.
"Lex, apa kau sudah menemui anak itu?" tanya Shandy.
Alex terdiam dan enggan menjawab. Sebenarnya tadi dia meminta Dokter Anton untuk mengambil darahnya untuk dia donorkan kepada Sunny tapi dengan perjanjian tak boleh ada yang tau sebelum hasil tes DNA itu keluar.
Ya, Alex untuk memastikan jika Sunny adalah anak kandungnya lewat tes DNA yang diam-diam Alex rencanakan dengan Dokter Anton. Meski Alex tau jika wajah Sunny lebih banyak mirip dengannya tapi tak lantas Alex percaya begitu saja.
"Rachel.., " panggil Zaskia yang baru tiba melihat Rachel keluar dari ruang ICU.
"Kia..," Rachel langsung menghamburkan dirinya ke pelukan Zaskia.
"Apa yang terjadi Chel? Siapa yang didalam?" tanya Zaskia penasaran.
Rachel masih terisak dalam tangisnya, dia masih ingin menangis dipelukan sahabatnya.
"Rachel ada apa sebenarnya?" Zaskia mengulangi pertanyaannya kembali.
"An__anakku Rachel, anakku sedang kritis didalam... Hiks.. Hiks.. " jawab Rachel dengan terbata-bata.
"Kau bercanda kan? Ga mungkin kau sudah memiliki anak" Zaskia sedikit syok mendengar kebenaran tentang Rachel.
"Aku serius, dia anakku Ki.., " jawab Rachel sesenggukan.
"Rachel..," tanpa terasa air mata Zaskia pun ikut menetes dia serasa merasakan penderitaan yang dialami Rachel Sahabatnya.
Zaskia kemudian mengajak Rachel duduk didepan ruang ICU. Zaskia terus menatap gadis kecil yang sedang berjuang melawan maut didalam sana lewat jendela kaca sampingnya.
"Dia sangat cantik Rachel.., dia pasti juga sangat kuat sepertimu" ucap Zaskia menatap Sunny dari balik jendela kaca.
"Siapa namanya Rachel?"
"Sunny" jawab Rachel masih dengan sesenggukan.
"Wow! Nama yang sangat cantik Chel..., " puji Zaskia masih dengan memperhatikan Sunny dari balik jendela.
"Kau tau feelingku tak pernah salah. Sunny pasti kuat melawan sakitnya" support Zaskia agar Rachel lebih tenang.
Kemudian Rachel menceritakan semua tentang masa lalunya sehingga kejadian beberapa jam yang lalu terjadi. Zaskia sendiri selalu mengepalkan tangan saat mendengar cerita Rachel.
"Jadi, Sunny itu anak kandung pria galak! Ga bisa dibiarkan nih orang, dia kudu bertanggung jawab" ucap Zaskia dengan geramnya.
"Ki.., aku sudah ikhlas" ucap Rachel lirih karena bagaimanapun Rachel tak mau mempermalukan Alex.
Pas dengan situasinya, mata Zaskia menuju sosok pria yang ingin sekali dia tonjok.
"Ki..., Kia" teriak Rachel tapi sayang Zaskia sudah berjalan menghampiri Alex bersama Shandy dan Revan.
"Mohon maaf Pak bos.., saya meminta anda untuk segera meninggalkan pria galak ini sendirian" ucap Zaskia sedikit formal di situasi yang kurang pas.
Tanpa Zaskia mengulang ucapannya, Shandy dan Revan berjangkit menghindar. Shandy tak mau imagenya turun, jadi dia bersiap untuk tak menanggapi permintaan Zaskia.
"Hei pria galak! Belum puas kau mempersulitku saat di Bandara dan sekarang kau gantian mempersulit sahabatku Rachel" ucap Zaskia dengan emosi.
Dan seperti biasa Alex tak pernah menanggapi dia fokus kepada gawainya dan membuat Zaskia geram.
Zaskia kemudian menyahut ponsel Alex agar Alex mendengarkannya. Tapi bukannya mendengarkan Alex malah menjatuhkan tubuhnya di kursi panjang kemudian memejamkan matanya seenaknya.
"Kau membuatku kesal pria galak! "
"Ki.., udah ya.. sabar. Orang sabar duitnya banyak" celetuk Revan yang entah sengaja atau tidak.
"Lah Ka.. orang ini ga tanggung jawab sama sekali masih Kaka belain?? Hah!" sepertinya kemarahan Zaskia mulai meledak.
"Mohon maaf, Nyonya Rachel dimana?" suara Dokter yang ingin menyampaikan sesuatu.
Rachel berjangkit dari duduknya dan segera menghampiri Dokter Anton. Begitupun dengan Zaskia, Zacklee, Revan dan Shandy mereka ikut menghampiri juga.
"Nyonya, kami sudah mendapatkan pendonor yang cocok untuk Sunny. Sebaiknya anda tunggu diluar kami para team medis akan membawa Sunny ke ruang Operasi.
Kedua sudut bibir Rachel tertarik melengkungkan senyuman bahagia karena pada akhirnya Sunny mendapat pendonor darah.
'Sunny, kau yang kuat sebentar lagi kira bertemu' Batin Rachel.
Dokter dan para medis kemudian membawa Sunny keruang operasi.
"Kau yang kuat Rachel, Sunny akan baik-baik saja" ucap Zaskia memberi support Rachel.
"Ka Lee, kau ganti bajumu dulu. Aku sudah membawa pakaian ganti untukmu dan Kaka ipar. O iya Kaka ipar dimana Ka? daritadi aku belum lihat dia" tanya Zaskia yang belum melihat Ellena.
"Noh... " Zacklee menunjuk Ellena dan Devan yang masih menggamit tangan Devan.
"Ell, elu bisa lepasin tangan gue ga?" tanya Devan yang takut jika Zaskia salah paham melihatnya bersama istri Kakanya.
"Kenapa Kaka Ipar nempel kayak perangko" ucap Zaskia masih bingung dengan Ellena yang bersama Devan.
"Habis ini Kaka mau habisin si Devan langsung gue buang laut" bukan jawaban seperti itu yang Zaskia inginkan, Kia malah merasa aneh dengan sikap Ellena.
"Kia... " Panggil Devan saat sudah mendekati mereka semua dan lagi-lagi Ellena akan berteriak setiap berdekatan dengan Revan, Zacklee dan Shandy.
"Kaka ipar kenapa tutup hidung? tanya Zaskia.
"Itu Ki... mereka bertiga sangat bau" ucap Ellena menunjuk ketiga pria didepannya.
"Aku ga merasa apa-apa mereka sangat wangi Ell..., " ucap Zaskia bingung juga.
"Wangi darimana? bau banget gini kamu katain wangi" Pendapat Ibu Sultan yang maha benar.
"Sepertinya elu harus ngikut gue ,Kaka ipar"
Dengan cepat Zaskia menarik pergelangan tangan Ellena.
......................
Terimakasih para pembaca setia Author🙏
Semoga Rezeki para pembaca dimudahkan serta dilancarkan oleh Allah🤲🤲
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka..
LIKE, VOTE, COMMENT plus Mawar merah tercintanya 🌹