
Siang mulai berganti malam,Warna langit pun berubah menjadi gelap,Burung-burung silih berganti berterbangan di tengah warna gelap yang kian melebur di langit sana,Siapa saja yang melihatnya, akan takjub dibuatnya
Waktu terus berlari,Warna hitam pun terkikis secara perlahan.
Bertebaran di angkasa,Putih, kelabu, dan hitam
Warna -warna menawan,bergelombang mengombak-ombak dilangit sana ,Tebal dan sangat indah bahkan sang bagaskara tak terlihat.Awan putih terlihat tak penuh,karena sang selimut menutupinya
Zico memarkirkan Mobil nya di Garansi rumah milik Clara,Rumah besar dengan dua lantai itu,terlihat begitu sepi tanpa penghuni nya.
"Tuan ...."Seseorang yang kerap di panggil pengawal pulau menyapa Zico yang baru saja datang.
"Dimana wanita itu...!!!" tanya Zico
"Dia ada di kamar atas Tuan,seharian tidak keluar ...!!"
"Suruh Dia menemui aku...!!"
"Baik Tuan Muda...!!"
Zico melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah besar itu.
Di dalam terdapat empat pengawal lain nya sedang menunggu Zico.
"Kalian bisa kembali ke pulau cukup tinggal disini dua orang saja !!" Titah Zico dibalas anggukan oleh mereka.
Zico memainkan pulpen yang ada di tangan nya,memutar kan di atas meja,sembari menunggu gadis yang di bawa oleh pasukan pulau dua hari yang lalu.
tuk..tuk..tuk.. Jari nya mengutuk meja datar dan panjang itu memperhatikan pintu yang masih tertutup,membuat Zico marah karena harus menunggu begitu lama.
Cekkreekk...pintu ruangan kerja Zico terbuka seseorang yang baru saja masuk.
Prang........Zico melempar asbak kearah pintu yang terbuka itu sehingga mengenai dahi gadis kecil itu.
"Awww....Bugh...."pekik gadis itu dan terjatuh kelantai .
Zico melihat nya dengan datar,Pria kejam ini memperhatikan gadis kecil yang memakai kemeja milik Zico.
"Siapa nama mu...!!" Zico berdiri tepat di depan gadis itu
"A...Anushka Tuan....!!" Jawab Gadis itu dengan tangan masih memegang kepala nya dan berusaha bangkit .
"Berapa usia mu ..."
"17 tahun .."
Anushka berdiri tepat di depan Zico,dan sedikit mendongakkan kepala nya karena Zico lebih tinggi dari nya .
"Kenapa kau mengenakan kemeja ku...!!!"
Zico Kembali memarahi gadis itu
"Ga..gaun ku...kotor,dan aku tidak memiliki baju ganti,serta ......" Anushka yang polos tidak melanjutkan perkataan nya lagi.
Zico memicingkan mata nya melihat kearah Anushka dia mengerti maksud gadis itu .
"pengawal .....!!!!" Teriak Zico
"iya tuan ...." Sedikit menundukkan kepala nya
"Tolong kirim email ke butik Mexio,suruh mereka kirim kan beberapa baju dari butik kesini...!!!"
"Baik tuan "
"Satu lagi....minta kan mereka sediakan pakaian dalam juga untuk gadis ini"
"Ba...baik tuan ...."
Pengawal pulau meninggal kan Zico dan Anushka di ruangan kerja .
Zico berjalan ingin pergi meninggalkan Anushka.
"Tuan ...." Tanpa sengaja Anushka memegang tangan Zico,sehingga membuat pria itu marah dan berbuat begitu kasar
"Enyah ...lah.... Bugh.." Tubuh Anushka Kembali terhempas kelantai karena hentakan tangan Zico
"Ma...maaf Tuan ...aku tidak bermaksud ..!! aku hanya ingin tau keadaan Kakak ku...!!" Anushka menatap dalam kearah Zico mengharap sedikit harapan dari pria kejam itu
"Kakak mu ada di tempat dimana seharusnya Dia berada ...!!" Jawab Zico berjalan meninggalkan Anushka di ruang baca .
Mendengar perkataan Zico membuat gadis kecil itu menangis,meneteskan air mata nya,Dia berpikir kalau Zico telah membunuh Markus sang kakak.
"Aku akan membalaskan semua nya atas kematian mu kakak...!!!" Gumam Anushka menghapus kan air mata nya dan bangkit keluar dari ruangan baca.
Diluar ruangan baca Anushka tidak melihat sosok Zico,mungkin pria itu sudah pergi meninggalkan rumah nya .
Anushka kembali melangkah masuk ke kamar,tapi Dia salah membuka pintu malah masuk ke kamar utama rumah itu yang tidak jauh dari ruangan baca .
Cekreeekkk..... Anushka melangkah masuk kedalam kamar,didepan mata nya berdiri seorang pria dengan handuk yang di lilitkan di pinggang nya,sedang mengibas- ngibas kan rambutnya untuk di keringkan.
Seketika pria itu berbalik melepaskan handuk yang melilit di pinggang nya Anushka kaget dan berteriak membuat pria itu menyadari ada orang lain didalam kamarnya .
"Aaaaaaaa..............."Anushka menutup kedua mata nya dengan telapak tangan
"Aaaaaa....."Zico juga ikut kaget karena Anushka berteriak pria itu segera melilitkan kembali handuknya di pinggang
"KELUAR....!!!" teriak Zico dengan begitu keras,seakan semua bingkai foto dan jam di dinding yang ada di kamar itu ikut bergerak karena getaran suara Zico yang begitu keras,membuat gadis itu segera beranjak keluar dari kamar Zico.
"ck...." Gigi nya berdecak
Dari luar kamar Anushka takut,jika Dia sudah salah masuk kamar Dia segera berlari mencari tempat sembunyi untuk menghindari amukan Zico .
Zico keluar dari kamar nya,mencari sosok gadis kecil itu.Pengawal datang membawakan beberapa pesanan Zico yang sebelumnya .
"Tuan ....ini Pesanan anda sudah diantar ...!!"
"Letakkan di kamar gadis itu...!! sekalian suruh dia untuk menggantikan baju nya..!!aku akan kembali ke mansion,jangan biar kan gadis itu kabur dari sini ...!! "
"Baik tuan ...."
Dari dalam kamar,dimana Anushka bersembunyi,Dia mendengar suara mobil yang baru saja keluar dari halaman rumah itu.
Anushka mengintip dari balik jendela kamar nya,melihat kearah mobil sport berwarna hitam yang baru saja keluar dari halaman rumah besar itu.
***
Abian sedang memeriksa beberapa email,dari kolega- kolega kerjasamanya ,Dia juga menerima pesan dari kolega nya di Jepang,Mereka mengirim pesan pertemuan kepada Abian,namun pria itu tidak langsung menyetujuinya padahal kolega itu sudah mengirim sepuluh kali pesan kepada Abian,tapi baru kali ini Abian menerima nya .
"Sayang ....makan dulu...!!" Clara meletakan Makanan Abian diatas nakas.
"Entar saja ..!! masih ada kerjaan ...." Abian masih fokus dengan laptop nya
"Aku suapi ya sayang ....."
Abian menganggukkan kepala nya tanda mengiyakan,Clara segera menyuapi suaminya yang sedang menyelesaikan tugasnya .
"Sayang... ada undangan pertemuan dari kolega ku di Jepang ,Dia mengajak kita untuk bertamu kesana..." seru Abian menjelaskan kepada Clara
"Terima saja sayang.....aku ingin bertemu dengan Roshita dan Mike....!! " Clara sangat berantusias ingin bertemu dengan mereka
"Iya aku telah menyetujuinya,Minggu depan kita akan kesana ..."
Abian menutup laptop nya dan meletakkan diatas nakas.
Setelah selesai menyuapi Abian,Clara membantu Abian menggantikan perban nya .
Pria itu duduk membelakangi Clara menghadap kearah jendela,Dengan sangat hati-hati Clara membuka perban yang membalut luka Abian .
setelah selesai mengolesi obat dan mengantikan perbannya ,Clara menyuruh Abian untuk istirahat namun pria itu malah menggoda Clara .
"Kenapa terburu-buru untuk istirahat....apa kamu tidak ingin melakukan hal lain ...."Goda Abian berbisik di telinga Clara,membuat wanita nya malu.
"luka mu masih belum sembuh sudah berani menggoda ku...!!!" ledek Clara
"Apa kamu ingin mencoba nya " Abian mendekap tubuh Clara dengan erat,dan tangannya menyentuh gunung kembar yang terpampang didepan mata nya .
"Hentikan ...!! kamu masih belum sehat ...!" Ucap Clara yang hendak melepaskan pelukan Abian,Namun tenaga pria itu masih kalah kuat dengan Clara.