My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 120



Cekkkreekk....!


Pintu kamar terbuka,Zico melangkah masuk kedalam kamar Anushka,namun tidak ada sosok gadis itu di dalam kamar,bahkan kamar kosong tidak ada bayangan Anushka di dalam nya .


"Dimana Dia...!" Gumam Zico,terus mencari Anushka,setelah merasa kesal tidak menemukan gadis itu akhirnya Dia menyerah ,Dia berencana untuk menjebak gadis itu supaya keluar.


"Aku hitung sampai tiga jika kamu tidak keluar aku akan menyuruh Kasio untuk membunuh kakak mu...!!" ucap Zico duduk di tepi ranjang dengan memainkan ponsel di tangan nya,Setelah menunggu beberapa menit sosok Anushka belum juga muncul.


"Benar tidak mau keluar aku hitung ya, satu ....."Netra mata biru pria ini,melirik ke kiri dan ke kanan,tidak ada seorang pun yang datang menghadap ke depannya


"Dua....." Dia melanjutkan hitungan nya,rasa kesal nya sudah kembali memuncak saat mengetahui kalau Anushka belum juga keluar .


"ini hitungan terakhir jika kamu tidak segera muncul aku akan menelpon Kasio sekarang juga,Ti......." Zico menatap kearah balkon tidak ada juga bayangan Anushka disana,Zico semakin kesal dimana gadis itu bersembunyi


"Ti......"Ulangnya lagi,namun gadis itu belum juga muncul,entah dimana Dia bersembunyi.


"Ti..........ga!!! Kamu terlalu berani menguji kesabaran ku...!!" ucap Zico segera menelpon Kasio


"Tu...Tuan aku disini ....!!" Anushka mengeluarkan suara nya,namun tidak ada bayangan nya yang muncul


"Dimana kamu ..!! jangan bermain - main dengan ku..!" Zico bangkit dari duduk nya,menatap seluruh sudut kamar belum juga muncul wujud Anushka


"Aku disini ....!! di balkon...!!" Teriaknya lagi,namun suara nya begitu berat seperti sedang menahan beban.


Zico segera berjalan kearah balkon untuk mencari sosok Anushka,namun tidak ada orang disana "Dimana kau...!" Zico kembali bertanya,rasa kesal sudah menyelimuti nya


"Tuan aku dibawah ini ....!! Tolong bantu aku naik,aku sudah tidak sanggup lagi ....!!"


Zico segera melihat kebawah balkon benar saja gadis itu bergelantungan di sana,melihat wajah nya yang memerah akibat paparan sinar matahari,dan terlihat tangan nya tidak sanggup lagi berpegang .


"gadis bodoh..! apa yang kau lakukan apa kau ingin mati...!!" ucap Zico dengan lantang membuat Anushka takut


"Aku tidak sengaja terpeleset dari balkon,tolong bantu aku naik Tuan ...!!" ucap nya lagi sudah tidak sanggup berpegangan


"Lupakan saja...! itu pilihan mu aku akan pergi ...." seru Zico meninggalkan balkon Tap...Tap....Tap...


"Tu...Tuan .....ku mohon ....selamat kan aku ..! tangan ku tidak sanggup lagi..! Akh ...."


Zico segera membalikan tubuhnya dan menyelamatkan Anushka,gadis itu menyadari seseorang memegang tangan nya.


"Cepat naik keatas,aku akan menarik mu ...!!"Titah Zico berusaha menolong Anushka,untung tubuh gadis itu kecil jadi tidak memberatkan Zico saat menariknya keatas.


Bugh ....! Tubuh Anushka menimpa tubuh Zico,Anushka menatap wajah Zico dengan sangat dekat membuat dirinya gelisah,dan takut Zico sadar akan memakinya lagi.


Anushka memejamkan mata nya,takut melihat pandangan netra biru milik sang pria kejam yang sedang berada di bawah nya.


"Apa itu empuk...?sehingga kau tidak bangkit ...?" Bisik Zico di telinga Anushka,gadis ini langsung membuka mata nya melihat kearah Zico


"Ma ...maaf ....!" Anushka segera bangkit dan ingin pergi namun Zico memegang tangan Anushka .


"Temani aku pergi ke pesta nanti malam ...!" Pandangan mata Zico melihat Anushka dengan intens


"Aku tidak mau pergi ..! aku ...aku tau rencana mu...!" Ucap Anushka


"Tidak ada satu orang pun yang bisa bantah perintah ku...!" ucap Zico netra biru itu kini berubah menjadi hitam pekat


Tok....Tok ....Tok ..


"Tuan Muda anda di dalam ...! ini jas dan gaun nya sudah saya bawakan ...!" seru Kasio di balik pintu


Cekreeekkk . . .


"Tuan ini ...."Terlihat jas berwarna biru elektrik dan juga gaun yang begitu indah,Zico menyerah Kasio meletakan gaun itu diatas ranjang Anushka sementara jas nya akan Dia pakai .


"kamu sudah bisa pergi ..!"


"Baik Tuan ..."


Blam....! pintu kamar kembali tertutup rapat,terlihat Anushka yang memandangi gaun itu dengan rasa kagumnya.


"Kamu langsung bersiap-siap aku akan tunggu di bawah ...!"


"Aku tidak akan pergi...!kamu tidak bisa memaksa ku..!!"


Pandangan Zico dari semula nya lembut,kini berubah menjadi datar,Zico paling benci ada orang membantah semua perkataan nya .


Bugh....! Zico mendorong tubuh Anushka ke dinding,mengangkat kedua tangan gadis itu keatas menguncinya dengan tangan besar miliknya .


Cup....Zico mencium bibir Anushka dengan sangat kasar,gadis itu berusaha mendorong tubuh Zico,namun kekuatan Zico lebih kuat dari Anushka .


"Eeemmm ....eeemmm....eemmm..." Anushka masih berusaha memberontak,dan Zico masih saja mencium nya dengan paksa.


"Haah.......Haaah....."Anushka masih berusaha mengatur nafas nya setelah Zico melepaskan ciumannya


"Aku tunggu di bawah 30 menit,jika tidak kamu akan tau akibatnya ....!"Netra biru itu Kembali memancarkan aura gelapnya menatap tajam kearah Anushka,gadis ini hanya bisa menelan ludah melihat aura Zico yang ingin membunuh nya .


"Aahhh.....! Dasar brengs*k.....!" Teriak Anushka saat Zico sudah tidak lagi di kamar nya,tanpa ada pilihan lain Anushka pun hanya bisa mengikuti perintah dari Zico .


***


Ombak yang terkejar kejaran,mencumbu bibir pantai,bermain bersama debur dan batu.Ombak bergelombang bising menari,laut berwarna biru memancarkan kedamaian hati.


Abian bersama dengan yang lain sudah berada di kapal pesiar sesuai yang di janjikan oleh Tuan Hatakachi.


"Selamat datang Tuan Abian ....!" sapa Tuan Hatakachi bersama dengan Anak laki -laki nya


Pria bersama dengan Tuan Hatakachi melirik kearah Zara,karena sebelum nya pria itu pernah mengenal Zara.


"Kamu Zara ya ....! kita kuliah di kampus yang sama ..." Seru anak laki - laki itu,Dia lebih Tua satu angkatan dari Zara,gadis ini hanya tersenyum melihat kearah Pria yang bersikap sok kenal kepada nya


"Kalian saling kenal....?" Tuan Hatakachi melirik kearah anaknya


"Tidak ...hanya sama kampus saja,aku juga tidak mengetahui namanya" sambung Zara,tatapan Mattew melirik kearah pria itu


"Kenalkan Aku Daniel teman dari Kevin,kamu pasti mengenal pria itu kan ...." Daniel mengulurkan tangannya kepada Zara,namun gadis itu tidak langsung menjabarkan melirik kearah Mattew yang tidak merespon akhir nya Zara segera berjabat tangan dengan Daniel


"Zara,aku mengenal Kevin,Dia satu ruangan dengan ku...." Mereka berdua tersenyum,Tatapan Mattew yang dingin tidak dapat merubah hati Zara yang bersikeras untuk dekat dengan Mattew .


"Ayo....kita masuk kedalam,aku akan memperkenalkan kalian dengan rekan - rekan bisnis yang lain ...!" Ucap Tuan Hatakachi mengajak Abian untuk berkeliling di dalam kapal pesiar yang cukup besar itu bagaikan istana di dalam kapal itu.


"Hallo ....bos aku mendapatkan barang baru,seperti nya bukan orang Jepang,mereka seperti orang Eropa ...!" ucap laki - laki berkumis tipis itu di balik ponsel nya menelpon seseorang yang di panggil dengan sebutan bos


"bagus..! Bawa mereka kesini ...! aku akan mengirim paket mu nanti sore jika kamu berhasil membawakan mereka..!"


Tut...Tut....Tut...panggilan itu langsung terputus,itu adalah bos besar,yang selalu bereaksi di dalam kapal pesiar Jepang,karena banyak gadis - gadis muda yang berlibur dalam kapal itu,jadi mereka bisa menculiknya dan menjua* nya kepada bos besar.