My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 54



"Sayang .....tenang ...semua nya akan baik-baik saja....." ucap Abian lirih,sambil mengusap rambut belakang istrinya


"Aku...aku ...aku gagal jadi ibu...!! semua nya ini gara-gara perempuan itu....!aku akan membunuh...nya ....."


Clara belum mengetahui kalau baby nya selamat,bahkan dia mengira kalau anaknya tidak tertolong .


"Dimana wanita itu...! aku akan membunuh nya sekarang..!!" Air mata telah membasahi wajah putih mulus Clara,Tangan lembut nya mencengkram kerah kemeja Abian ,wanita yang biasanya begitu lembut hari ini bersikap seperti serigala yang kehilangan anaknya,matanya tajam menatap kearah Abian .


"Sayang ...tenang...semua nya baik-baik saja..." Abian menyentuh pipi Clara dengan ke dua tangan nya,melihat wajah cantik istri nya dalam-dalam,jangan sampai dunia ini mengambil sisi lembut nya .


"Bagaimana aku bisa tenang setelah semua nya terjadi...!! aku ..aku memperjuangkan dia ..selama ini...aku menghabiskan waktu muda ku untuk menjaga nya....aku....aku..bahkan belum melihat wajah tampan dan cantik nya anak- anak ku bagaimana bisa aku...aku ..." Abian tidak sanggup mendengar ocehan Clara,melihat nya seperti orang depresi ,Abian langsung mencium bibir Clara membuat wanita itu terdiam .


Cup...ciuman lembut mendarat di bibir Clara,Abian mampu membuat tubuh Clara rileks kembali.


"Aku salah...aku berpikir dia tidak ingin memiliki anak itu,tapi setelah kejadian ini dia yang paling merasa tertekan dan hancur ..maaf sayang " Batin Abian melepaskan ciuman nya memeluk tubuh mungil itu .


"Sayang ...anak kita baik-baik saja " Mendengar ucapan Abian ,Clara melepaskan pelukan nya dengan paksa .


"Dimana mereka...!! aku ingin bertemu ..."


"Tenang ...luka mu belum sembuh..! tunggu disini aku akan mengambil kursi roda dan menyuruh Dokter Sinta membawakan kita kesana ...mereka masih di rawat "


Abian melihat Clara yang sedikit tenang,dia segera menghubungi Dokter Sinta agar membiarkan Clara bertemu dengan anaknya walaupun hanya sebentar.


Abian mendorong kursi roda milik Clara ke ruang inkubator,di balik jendela kaca diluar ruangan Clara menyentuh kaca itu,menatap kearah kedua anaknya yang terpasang banyak alat di tubuh mereka berdua.


"Dok...kapan kami bisa melihat bayi kami.." Abian berbicara dengan Dokter,karena tidak tega melihat kondisi Clara .


"itu butuh waktu dua Minggu untuk memulihkan kondisi mereka Tuan,yang perempuan sedikit lemah kondisi nya yang laki-laki kondisinya sudah membaik "


"Saya serah kan kepada Dokter lakukan yang terbaik"


"Pasti Tuan...saya akan melakukan yang terbaik untuk mereka,saya permisi dulu"


Abian datang menemui istrinya yang masih didepan ruangan baby.


"Sayang ....kapan aku bisa memeluk mereka ...aku ingin menyentuh mereka "


"kata Dokter Sinta kita harus bersabar selama 2 minggu,mereka pasti akan baik-baik saja "


Abian mendorong kembali kursi roda Clara ke ruangan inap nya,Di sana sudah ada Mike dan Roshita yang datang membesuk mereka .


"Nyonya....."Sapa Roshita dengan ramah mengambil alih pegangan kursi roda,Roshita mendorong nya dekat dengan sofa yang ada di kamar pasien .


"bagaimana kondisi perusahaan " Abian mengambil kopi cup yang dibawakan oleh Mike


"semua nya baik-baik saja,perusahaan luar sudah berani menyerang Mexio,bahkan hari ini mereka terang-terangan memblokir jaringan kita yang baru saja di luncur,untuk bekerjasama dengan Negara S"


Abian mengambil berkas yang ada ditangan Mike dan melihat nya,sesekali menatap kearah Clara yang melirik kearah nya .


Abian ingin menceritakan perihal Sonia dengan Mike,tapi dia menundanya karena saat ini ada Clara ,Abian tidak ingin Clara tau apa yang terjadi dengan wanita itu.


Cekrrreeeek.....pintu kamar terbuka,Berson melangkah masuk kedalam ruangan itu.


"Tuan...menurut informasi di mansion,Revan kabur dari ruang bawah tanah "


Terlihat Abian yang kaget dan bangun dari duduk nya


"bagaimana bisa..? bukannya tangan nya di rantai..? Sepertinya ada yang berkhianat pengawal di mansion "


"Tuan seperti nya begitu,semenjak Tuan di rumah sakit mereka leluasa melakukan aksinya"


"Periksa semua pengawal yang bekerja di rumah,dan satu lagi jika kalian menangkap Revan,langsung bunuh di tempat " Suara bariton Abian terdengar bergema di ruangan itu,Tatapan wajah Clara menatap kearah Abian dengan begitu banyak pertanyaan .


"Saya permisi Tuan..."


"Eemm.."


"kirim kembali berkas kerjasama Mattew dengan Mexio,aku ingin bekerjasama lagi dengan mereka"


"Baik Tuan ..."


Setelah apa yang di lakukan oleh Mattew semalam ,Abian memberikan kesempatan untuk bekerjasama lagi dengan Mattew Groups .


***


Perusahaan Mattew Groups ...!


Pria yang dikenal dingin dan juga kejam itu,sedang melihat sebuah majalah yang berisi foto wanita-wanita cantik.


Didalam majalah itu juga terdapat foto Clara yang berpose mempraktekkan baju hamil,rupanya pemilik studio foto tempat Clara bekerja adalah milik Mattew,Tapi Clara tidak mengetahui nya bahkan Roshita sendiri tidak tau,dia hanya mengenal fotografernya saja.


"Dalam keadaan hamil saja kecantikan mu masih terpancar,sayang nya bukan aku dulu yang mengenal mu.." Gumam Mattew


"Kamu wanita pertama yang membuat aku menyukai seorang wanita,kamu juga orang pertama yang membuat aku nyaman" sambung nya lagi masih memandang majalah itu


Mattew sebenarnya tidak pernah menyukai Clara dari awal mereka bertemu,tapi Mattew menyukai Clara disaat dia melihat Clara bukan wanita gampangan yang senang dengan uang,Clara juga tidak peduli terhadap materi,yang lebih dia suka dari Clara adalah wanita itu mandiri dan juga pendirian ,meski dia disaat sedang bertengkar dengan Abian wanita itu bisa bekerja dan berjuang sendiri,mungkin wanita di luar sana sudah mengemis pada pria nya ,tetapi Clara malah sebaliknya .


Tok...tok...tok....


"Masuk...."


"Tuan di luar ada Tuan Alex ingin bertemu dengan Tuan " seru asisten Mattew


"Suruh dia masuk...!!"


Pria itu segera keluar kembali dan menyuruh Tuan Alex untuk masuk kedalam ruangan Mattew.


cekrekk.....Seorang pria dengan rambut panjang sedikit brewokan masuk kedalam ruangan Mattew ,pria itu mengenakan tongkat dan juga kaca mata hitam,umur nya sudah beranjak 45 tahun tapi kekuatan nya tidak ada yang bisa kalahkan .


"Duduk ..!!" titah Mattew dengan dingin


"Anda masih sama,saat terakhir bertemu ..." Pria itu duduk di depan Mattew mengeluarkan map biru dan menyodorkan nya kepada Mattew .


"Apa ini....." Mattew mengambil map itu dan melihat isi nya


"Apa anda tertarik....!! kita bisa bekerja sama..." Tuan Alex tersenyum kepada Mattew


"Saya tidak bekerja di bagian ini ....mohon untuk tidak mengajak saya bekerja sama di bagian ini ..!!! ini sungguh penghinaan bagi Mattew group ...Tuan Alex anda telah meremehkan saya " Braaakkkk......suara meja,Mattew mengebrak meja di depan Alex dan berdiri menatap dingin kearah pria yang lebih Tua dari nya ,tatapan Mattew cukup dingin bahkan aura nya terlihat seperti orang tidak berperasaan tanpa mempertimbangkan kerjasama nya dengan Tuan Alex.


"Anak muda memang beda ya aura nya ...!!tapi saya suka...!!" Alex bangkit dari duduk nya mendekatkan wajah nya ke Mattew .


"bagaimana kalau saling menguntungkan .." bisik Tuan Alex


Mattew menatap kearah Tuan Alex dia tidak menjawab


"Aku bisa membantu mu merebut wanita ini ....tuk tuk tuk " mengetuk jari telunjuk nya ke majalah yang ada foto Clara


"Jangan berani - berani kau sentuh wanita ini " Mattew mencengkram kerah jas Tuan Alex dan menatap nya tajam


"Tenang...tenang ...aku tidak akan menyakiti nya " Tuan Alex mengangkat tangan nya ke depan Mattew


Bug.......Mattew melepaskan kerah baju Tuan Alex,terlihat Tuan Alex yang merapikan kembali jas nya


"Aku akan membantu kamu mendapat kan wanita ini,tapi kamu harus bisa menerima kerjasama ini,saling menguntungkan ...."


"Akan aku pertimbangkan ...!! Tapi ingat jangan berani kamu sentuh wanita ini,jika ada salah satu anak buah mu menyentuh wanita ini,kamu akan tau akibatnya .."


"aku mengerti...!!!ini berkasnya ..aku permisi dulu "


"eem...."


Mattew menatap kearah Tuan Alex sampai bayangan itu hilang dari pandangan mata Mattew.