
Wanita dengan nampan di tangan nya berdiri tidak jauh dari Mattew dan Zara,Mereka melihatnya setelah Dia memanggil nama Mattew.
BIODATA:
Lolita
Umur 27tahun
Status Lajang
Pekerjaan Dokter kandungan SpOG
Lulusan universitas terbaik di Negara S
Anak tunggal dari keluarga kaya di Negara S
Tujuannya di Negara E adalah menjalani masa Praktek disebuah rumah sakit selama sebulan .
"haii..!Apa Senior disini untuk makan juga? siapa ini?" Lolita melirik kearah Zara yang berdiri disamping Mattew.
"ini istri Ku..!" Jawab Mattew singkat
Disaat Mattew menyebutkan Zara sebagai istrinya,raut wajah Lolita berubah menjadi datar.
"istri..? Selamat ya Senior tidak menyangka saat bertemu begini Senior telah menikah " Ucap Lolita dengan ramah,"Bagaimana kalau duduk disini Aku masih ingin mengobrol banyak dengan Kalian,Aku baru di Negara ini jadi tidak terlalu paham "
Setelah mendengar ucapan Lolita,akhirnya Mereka duduk di meja yang sama.
"Kamu cukup beruntung bisa menikah dengan Senior,di kampus dulu Dia adalah idola semua Wanita, meskipun beda jurusan dan ruangan namun Wanita - wanita di Kampus,selalu datang hanya untuk melihat Senior" ucap Lolita dengan spontan membuat Zara melirik kearah Mattew .
"Begitu kah? kenapa Aku tidak tau ya kalau Suami Ku ini Pria yang pemalu dan cuek" ucap Zara dengan sedikit mengejek melirik kearah Mattew.
"Makan lah dulu,baru lanjut bicara"Sambung Mattew..
"Siapa namamu?" Lolita melirik kearah Zara
"Zara Carlose ..!"
"Bukan,sekarang sudah menjadi Nyonya Mattew " sambung Mattew lagi,Lolita hanya bisa senyum kecut kearah Mereka berdua .
"Tunggu,Carlose sama dengan nama teman Senior bukan ?Abian Carlose?" Lolita bertanya lagi
"Dia papa Ku..!" jawab Zara tidak melihat kearah Lolita
"Hah ?Serius ? papa ?"Lolita kaget dengan jawaban Zara
"Senior ternyata Kau mencoba mencurangi teman Mu sendiri,Kau malah menikah dengan Anak dari teman Mu,Kau sungguh jahat,menikahi nya karena bisnis" Lolita tanpa sengaja telah menyinggung Zara,dengan ucapannya membuat Zara kesal dan marah .
"Kamu lanjut makan saja,Kita sudah selesai "Ucap Mattew bangkit dari duduk nya
"Eh...Kenapa buru- buru semoga Kita bisa bertemu lagi di lain hari" ucap Lolita dengan ramah
"Jangan harap " gumam Zara
"Makanan hari ini Aku yang traktir" Mattew dan Zara segera pergi dari meja tempat mereka makan.
"Menarik sekali..! Pria dingin dan istri kecilnya " Gumam Lolita saat mereka pergi meninggalkan restoran tempat Mereka makan tadi.
BRAKK..!Zara membanting pintu mobil dan itu membuat Mattew melirik kearahnya.
"Ada apa ?Kamu marah dengan perkataan Wanita itu?" Tanya Mattew saat melihat raut wajah Zara yang masam .
"Entah kenapa Aku merasa semua yang di katakan Wanita itu semua benar " Jawab Zara dengan ketus.
"Perkataan yang mana?" Mattew sengaja menggoda Zara yang sedang marah
"Bee menikah dengan Ku karena bisnis,Memang orang kaya itu hidup nya rumit ya,kadang percintaan nya dilarang kalau enggak sama status,terus Anak dijadikan bahan pertukaran antar bisnis,dan satu lagi kadang juga di korbankan untuk para pejabat lainnya,bahkan mereka ju...."
Cup....!Mattew mencium bibir istri nya dari tadi mengomel,tindakan Mattew membuat Zara terdiam dan memejamkan mata nya menerima sentuhan bibir dari sang Suami.
"Terlalu banyak ngomel itu tidak baik untuk wajah Mu,itu akan membuat kulit wajah cepat keriput " Goda Mattew dengan mencubit pipi Zara.
"Aawww...Sakit ! "Pekik Zara
"Aku menikah dengan Mu bukan karena bisnis,hanya saja Abian lebih senang menitip Mu pada Ku dari pada sama orang lain,Tapi Zara,Aku tidak main - main dengan hatiKu,Aku benar mencintaiMu,jadi berhenti curiga dengan Ku,Aku tidak menikah dengan Mu karena bisnis " penjelasan Mattew membuat Zara terdiam.
Bugh..!"Terimakasih Bee sudah sabar merawat Ku ..!" Zara memeluk sang suami.
"Kita pulang ya..!"Zara hanya mengangguk saja,Mattew segera melajukan mobilnya kearah jalan pulang .
***
Zico sedang mengawasi Anushka yang berlatih di belakang rumah Beauty,Zico cukup serius memperhatikan gadis itu.
"Kenapa berhenti ?" tanya Zico kepada Anushka
"Aku sangat lelah,hari ini Aku tidak sanggup latihan lagi,boleh tidak istirahat dulu " ucap Anushka kepada Zico
"Tidak boleh berhenti sebelum selesai "Teriak Zico dengan keras.
Anushka pun tidak punya pilihan lain selain harus menuruti semua keinginan Zico.Gadis ini segera melanjutkan latihan nya meskipun tenaga nya sudah melemah.Namun,demi cinta nya kepada Zico Dia terus bertahan sampai latihan selesai.
Beberapa jam berlalu akhirnya selesai juga latihan,Zico membubarkan semua para pelatih,dan tinggal Anushka disana yang membaringkan tubuh nya lantai,Zico segera menghampiri nya .
"Lelah..?" Tanya nya singkat
"Iya..." Masih memejamkan matanya,nafas nya tersengal - sengal akibat terlalu capek.
"Aku benar tidak sanggup berdiri lagi" ucap Anushka dengan nafas yang masih memburu keluar masuk dari hidung nya membuat nya tidak sanggup bangkit lagi.
Tanpa menunggu persetujuan Anushka,Zico segera menggendong gadis ini kedalam rumah.
"apa yang Kau lakukan?" Tanya Anushka kaget sudah berada dalam gendongan Zico.
"Membantu Mu masuk kedalam rumah " jawab Zico dengan datar,pandangan masih terfokus kedepan .
Anushka terus saja memejamkan mata nya saat Zico menggendong nya,tanpa menyadari Zico sudah membawanya ke kamar mandi.
"Mandi dulu,setelah itu turun kebawah untuk makan"Titah Zico meninggalkan Anushka dalam bathub,Gadis ini hanya bisa melihat arah Zico yang pergi meninggalkan Nya dikamar mandi.
Satu jam kemudian Anushka turun dasar untuk makan malam,di ruangan makan Zico sudah menunggu dimeja,Anushka terlihat tidak bersemangat,akhir - akhir ini latihan yang di berikan Zico terlalu capek,sehingga membuat Anushka lemah.
"Makan bubur sarang walet,bagus untuk kesehatan,Kamu terlalu lemah untuk latihan seperti itu,jika tidak menjaga kesehatannya Kamu bisa jatuh sakit" Ucap Zico,suaraNya begitu datar.Namun,sebenarnya Zico sangat perhatian kepada Anushka.
Zico kembali memanggil pelayan ke ruangan makan,terlihat ada lima pelayan yang hadap kearah Zico .
"Siapa yang bertugas berbelanja keperluan dapur ?" tanya Zico tanpa melirik
"Saya Tuan Muda..!"
" Nama Mu"
"Saya Charlote Tuan !"
"Oke Charlote dengar !Besok kalian berlima pergi berbelanja keperluan dapur,daftar belanja ada di laci dapur "
"Aku boleh ikut?" Mendengar suara Anushka yang menyambung pembicaraan Mereka,Zico menyempitkan matanya.
"Kalau tidak boleh ya tidak apa - apa,hanya saja akhir - akhir ini entah kenapa terasa bosan berasa dirumah terus,seandainya punya kesempatan untuk menghirup udara segar diluar pasti lebih menyenangkan " Ucap Anushka dengan memelas tapi fokus kepada bubur sarang walet nya,tidak berani menatap kearah Zico secara langsung .
Mendengar ucapan Anushka membuat Zico mengerutkan dahi nya,melirik kearah gadis itu yang tidak melihat kearah Nya.
"Kamu boleh ikut ! Dengan satu syarat !"
"Apa syarat nya?" Anushka begitu bersemangat mendengar persetujuan dari Zico.
"Kalian boleh pergi "Para pelayan segera meninggalkan ruangan makan,disana tertinggal Anushka dan Zico sedang makan .
"Syarat nya,sehebat apa Kamu melayani Ku malam ini,itu tergantung kepada ketrampilan Mu,jika Kamu gagal membuat Ku senang,makan Kamu tidak boleh pergi "Ucap Zico dengan datar,namun Anushka segera mengurung niat Nya untuk ikut.
"Tidak boleh ya tidak usah pergi ! Aku masih capek,Aku akan naik keatas duluan"Ucap Anushka
"Berhenti ..!"titah Zico lagi saat Anushka sudah berjalan menuju pintu keluar ruangan makan
kriiieetttt....! Zico mendorong kursi tempat duduk nya,berjalan mendekati Anushka,Pria ini segera menggendong Anushka naik kelantai dua,Sepanjang jalan Anushka memberontak minta diturun kan, namun Zico tidak memperdulikannya.
Bugh...! Zico melempar Anushka keatas tempat tidur .
"Seperti nya Aku sudah lama tidak memberi Kamu pelajaran,sehingga Kamu bisa dengan santai nya bersikap tidak sopan begitu"
breett..!Zico menarik baju yang di kenakan Anushka hingga robek.
"Tuan Muda apa yang Kamu lakukan !"Teriak Anushka panik,melihat raut wajah Zico yang merah padam.
"Aku akan memberikan Mu,sedikit pelajaran yang sudah banyak tertinggal "
Zico segera mencium bibir Anushka sehingga gadis itu tidak bisa memberontak.
Kedua tangan memainkan gunung kembar milik Anushka,membuat gadis ini menggeliat kenikmatan.
Melihat Anushka tidak memberontak lagi,Zico langsung melanjutkan permainan nya,seperti biasa Pria ini lebih senang yang ekstrim - ekstrim saat melakukan pertempuran yang menegangkan.Kali ini Dia memilih menggunakan dasi untuk mengikat tangan dan kaki Anushka lalu,baru menjamah kembali tubuh gadis ini,hingga lemas.
"Aahh...Tuan Muda..! hentikan Kau menyakiti Ku...!" Teriak Nya terakhir kali,saat aset milik Zico menerobos masuk lewat pan tat Nya,membuat gadis ini memberontak kesakitan,tapi mendengar suara teriakkan Anushka membuat Zico lebih bersemangat,hingga melakukan nya sampai tuntas.