
Setelah brankas itu terbuka,Zico melihat berkas dan file nya masih tersusun dengan rapi,tidak ada yang hilang,berarti brankas besar ini cukup tersembunyi,tidak ada orang yang menyadari nya.
Layar laptop menampilkan menu - menu aplikasi,Zico segera mendekat kearah meja kerjanya.Dan membuka cctv yang mengintai ruangan ini dan di pintu masuk.
Saat Zico melihat semua rekaman cctv.Namun,tidak ada Vidio yang menampilkan ada nya Anushka yang masuk kedalam ruangan kerjanya.Tapi,Zico dikagetkan dengan sosok pria bertopeng menggunakan setelan jas menutup wajahnya,masuk kedalam ruangan kerja Zico dan membuka brankas kecil di lemari,aksi pencurian yang dilakukan Pria itu terekam sangat jelas.Namun, sayangnya wajahnya tertutup dan juga Zico tidak dapat mengenali nya Pria itu.
Brak..! Zico mengebrak meja nya,karena tidak dapat mengenali pencuri sandi card di dalam ruangannya .
"Jika bukan Anushka,siapa pria ini,kenapa bisa masuk kedalam rumah ini,sementara pengawal banyak disini ..!Siapa yang sudah bermain- main dengan Ku..!" Netra biru milik Zico berubah menjadi merah maroon,raut wajahnya yang emosi,rahang nya mengeras,Zico mengepalkan tangan nya,karena belum bisa melacak pencuri itu,Aksinya sangat bersih sehingga tidak ada jejak yang tertinggal kecuali bukti cctv.
"Jika Dia sehebat itu,Dia pasti menyadari adanya cctv didalam ruangan ini,dan pasti nya akan Dia matikan cctv nya,baru Dia bereaksi" gumam Zico masih melihat ke layar laptop nya.
"Orang ini pasti sengaja memperlihatkan rekaman ini kepada Ku,untuk memperkecohkan Kami semua,namun Aku yakin rekaman yang Aku lihat ini bukan yang asli "Sambung Zico lagi.setelah melihat jam di tangan nya,Zico berencana untuk mengajari Anushka ilmu bela diri tahap awal,apalagi Zico telah mengutuskan beberapa pengawal untuk melatih Anushka.
"Aku akan menyelidiki nya sendiri,Tuan Arnots pasti telah menghubungi papa,soal proyek yang rusak"Zico berjalan keluar dari ruangan kerjanya,untuk menemui Anushka .
***
"Baik Tuan Arnots,Kita bisa bertemu besok,mengenai proyek yang rusak Saya Akan menyelidiki nya,Tuan tidak perlu takut,Mexio akan menggantikan segala kerugian nya ..!"
"Baik lah Tuan Abian,selamat malam..!"
Tut..Tut..panggilan terputus,Abian segera kembali ke meja nya lagi,untuk membahas masalah di rumah Beauty.
"Tuan,ini rekamannya..!"
Kasio menyodorkan laptop kepada Abian setelah memasang flashdisk,dan di layar laptop itu terlihat jelas Anushka membuka pintu ruangan kerja Zico,dan benar kecurigaan Abian terbukti kalau Anushka yang telah mencuri file penting dari rumah Beauty.
Terlihat Pria yang duduk di depan laptop,menompang dagu dengan tangan kanannya,melirik kearah Kasio yang duduk di depannya .
"Tapi rekaman yang dirumah Beauty sudah Kamu edit kan?" Abian melihat kearah Kasio menunggu jawaban dari Pria ini.
"Sudah Tuan,sesuai perintah Anda,rekaman itu,sudah Saya edit,tapi menurut yang Saya ketahui,cepat atau lambat, Tuan Muda akan mengetahui kalau rekaman itu pasti telah di edit" jelas Kasio lagi
"Aku telah memberikan kesempatan kepada gadis itu,untuk melewatkan bahaya yang menanti dirinya.Namun,jika Dia melakukan hal diluar dugaan Kita lagi,Aku tidak akan bisa membantunya lagi,Aku menolong Dia kali ini karena kebaikannya,jika tidak Aku sendiri yang akan membunuhnya,dan satu hal lagi,Zico sangat senang dengan gadis itu"
Jelas Abian kepada Kasio,dan Abian segera membuka file penting lainnya.
"Untung saja Nona Anushka menolong Nyonya Clara,dan itu sangat dihargai oleh Tuan Besar,tapi jika cuma hanya menyelamatkan nya waktu dulu,Tuan tidak akan bertoleransi untuk menyelamatkan nya hari ini ,meskipun Dia menyelamatkan nyawa Tuan Besar"Batin Kasio melihat kearah Abian yang fokus dengan laptop nya .
"Kasio,Ada satu hal yang kamu lewatkan ..!" Mendengar perkataan Abian membuat Kasio kaget.
"Tuan..!maaf,Apa ada yang saya lupakan..?" Kasio cukup penasaran dengan perkataan Abian,sehingga mampu membuat kaki Kasio bergetar,Abian menyadari itu.
"Kamu cukup lama sudah ikut dengan Ku.Namun,belum juga menghilangkan rasa takut Mu,jika berhadapan dengan Ku..!"Seru Abian menatap kearah Kasio.
"Tu..an !jika Tuan Muda marah,sangat mudah ditebak,tapi kalau Tuan Besar marah,tidak ada yang bisa menebaknya,Karena Tuan tidak langsung bertindak,dan tidak ada yang tau isi hati Tuan..!"
jawab Kasio,dan di perhatikan lagi oleh Abian,sekali lagi Kasio menundukkan kepalanya.
"Young,pernah mengirim foto Anushka kepada Ku,waktu gadis tersebut datang ke pulau..!"
Kasio benar kaget dibuat oleh perkataan Abian,Dia takut kalau Abian akan marah,dan Young akan mendapatkan hukuman dari Abian paling ringan tangan dan kaki di potong .
"Tuan,Saya benar - benar tidak tau,Dia....!"
"Dia menyukai Zico !" sambung Abian membuat Kasio menggempalkan tangan nya,merasakan ruangan yang sebelumnya dingin,berasa begitu panas,keringat bercucuran mulai turun dari pelipisnya.
"Aku tidak mempermasalahkan itu,karena Aku melihat kinerja Dia cukup bagus,dan Dia sudah Aku anggap seperti Adik Ku sendiri,dan kalau Zico tau,Kamu pasti bisa menebak apa yang bisa laki - laki itu lakukan "
"Tuan,Aku akan memperingatinya lagi,mohon maaf atas kelancangan Young Tuan,Berikan kesempatan untuk Young lagi,jangan menghukum Dia" Kasio benar- benar takut kepada Abian,tidak bisa berkata -kata lagi .
"Tidak masalah,Young akan Aku angkat menjadi adik angkat Ku,Aku yakin Young pasti bisa menjalani tugas ini,Aku ingin Dia merawat Clara " Ucap Abian lagi,membuat Kasio sedikit lega mendengar penjelasan Abian.
Mereka melanjutkan membahas proyek, yang rusak,dan Kasio telah mengatur konferensi pers untuk Abian.
***
Tak..!Tak..! Tak..! Suara pisau dari arah dapur,Zara sedang memaksa di dapur,tapi sepertinya Dia bukan sedang memasak melainkan sedang menghancurkan dapur.
Memakai kemeja putih sepaha,dan celana hotpants nya,dan tidak lupa memakai celemek,penampilannya sudah mirip dengan koki hebat.Namun,kenyataannya tidak lah seperti yang di bayangkan.Gadis ini benar - benar tidak tahu bagaimana cara nya menggunakan dapur dengan benar.
Mattew baru menyadari kalau Zara sudah tidak berada di ranjang lagi,Pria ini segera keluar dari kamar nya,dan mencari Zara.
Mattew belum sempat mandi,hanya menggunakan celana kaos,tanpa memakai baju,terus berjalan kearah dapur,Mattew mendengar suara dari dapur.
"Apa yang terjadi ..?" Gumam Mattew berjalan mengikuti arah suara tersebut
"Zara ....!" panggil Mattew saat melihat Zara sedang memasak.
"Eeh...!Sayang ....!Tunggu ya Aku sedang memasak" Ucap Zara tanpa menoleh kearah Mattew .
"Masak..?Emang Kamu bisa masak?" tanya Mattew yang masih berdiri diambang pintu dapur.
"Bisa " jawabannya singkat.
Tak..! bunyi pisau Zara memotong sayur,dapur sudah seperti gunung sampah,sayur dan buah-buahan berserakan dimana - mana.
"Aawwww....!"Teriak Zara merasa kesakitan
"Apa yang terjadi" Mattew menghampiri Zara
tik...tik...tik..Darah menetes kelantai,Mattew yang melihat nya merasa panik,dan segera menghisap tangan Zara yang terkena pisau.
"Eeemm.....apa ini sakit..?" tanya Mattew setelah melepas jari Zara dari bibir nya
"Sedikit" jawab Zara tapi air mata nya terus saja mengalir dari pipi nya
"Kalau tidak sakit kenapa menangis ?" goda Mattew melihat kearah Zara
"ya...Karena jari Ku terluka..!" Jawab Zara polos,membuat Mattew tertawa geli melihat tingkah istrinya.
"Kenapa Kamu tertawa..?Apakah Aku mirip badut" Jawab Zara ketus,memalingkan wajah nya.
"Tidak ...!Kamu cantik,Kamu istriKu,Kamu sayangKu,Kamu jiwaKu,Kamu jantung hatiKu"
Cup...! Mattew mencium bibir istrinya,Zara juga membalasnya,mereka berpangutan didalam kenikmatan.
Mattew mengendong istrinya yang masih berciuman,dan meletakan nya diatas meja makan .
"Kamu tunggu disini,Kita obati tangan Mu dulu"
Setelah selesai mengobati jari Zara yang terluka,Mattew segera mengambil celemek sama Zara,dan memasang di badan Dia.
"apa yang Kamu lakukan?" tanya Zara bingung
"Mau masak..!"Jawab Mattew memasang celemek " Kamu duduk disini,biarkan Aku saja yang masak !!"
"Emang bisa..?" tanya Zara penasaran
"Bisa,Kamu duduk yang manis,Aku akan membuat makanan yang enak !" jawab Mattew mengedipkan mata nya,Zara malah geli sendiri .
Zara memperhatikan suami nya yang sibuk memasak,keahlian Mattew lebih baik dari pada Zara dalam memasak,Pria ini cukup telaten dalam memotong sayur,bahkan wangi dari masakan Mattew membuat Zara ngiler ingin segera makan.
Setelah selesai masak,Mattew membawakan sepiring nasi kehadapan Zara,Nasi goreng spesial.
"Kenapa cuma ada satu piring?" tanya Zara
"Kan Kita cuma berdua,jadi cukup satu piring saja" Mattew segera menyuapi istrinya yang duduk diatas meja,Zara makannya sangat lahap,sehingga tidak memperhatikan Mattew yang belum makan sesendok pun.
"Sayang !Kamu enggak makan?"Zara melihat kearah suami nya dengan nasi masih di mulutnya.
"Gimana mau makan,Kamu saja enggak berhenti buka mulut" ledek Mattew
"He..He..he..habis nasi nya enak sih,jadi bikin nambah terus "Jawab Zara
"eeemmmmm,Enak dan juga manis" Mattew mengambil nasi yang di pinggir mulut Zara dengan bibir nya,sehingga membuat wajah gadis ini memerah .
"Kamu lanjut makan,Aku akan bereskan dapur,Setelah selesai,kita pergi jalan- jalan" seru Mattew meninggalkan Zara diatas meja,sementara Dia membereskan dapur nya.