My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 131



Mattew menggendong tubuh Zara masuk ke kamar,dari saat turun mobil hingga naik ke lantai atas Mattew masih menggendong istri kecilnya .


"Pemandangan ini sangat aku nantikan ...!" Batin Asisten Jo memperhatikan majikannya dari belakang membawakan barang - barang Zara.


"Paman turun kan aku..! aku bisa sendiri " Mattew segera menurunkan Zara.


Ting....!Sebuah pesan masuk,Zara segera mengambil ponsel di saku celana nya .


"Zara ....mengenai kejadian semalam,apa kamu sudah mempertimbangkan,apa kamu benar ingin memulai nya dari awal ...?" Mattew bertanya kepada Zara saat gadis itu berjalan menuju kamar nya.Namun,langkah nya terhenti saat Mattew mempertanyakan persoalan itu.


"Paman aku harus ke kantor,karena Minggu depan kata Lina harus mengumpulkan data selama magang di perusahaan Paman ...!" Zara menoleh kearah Mattew yang masih berdiri di belakang nya


"Kita bisa pergi bersama ...!" Mattew menawarkan diri


"Tidak ...! tidak itu akan membuat teman - teman ku salah paham,aku tidak ingin itu terjadi " Zara segera berjalan masuk ke kamar .


"Aku tunggu kamu di mobil,setelah bersiap-siap segera turun kebawah "


"Baik Paman tampan ........!" Teriak Zara dari dalam kamar,ucapan Zara mampu membuat wajah Mattew merona.


PERUSAHAAN MATTEW GROUPS..! ! !


Zara segera melakukan pekerjaan nya seperti biasa tanpa memperdulikan orang disekitarnya .


Kevin datang menghampiri Zara,mengajak nya untuk mengobrol .


"Aku ingin berbicara dengan mu...! tapi tidak disini...!"


"Katakan saja...aku akan mendengar nya ..!" jawab Zara ketus tanpa melihat kearah Kevin


"Kenapa kau memblokir aku di aplikasi WeChat mu ?ikut aku,disini tidak aman kita perlu berbicara berdua di lantai atas " ucap Kevin menarik Zara untuk ikut ke lantai atas perusahaan tersebut.


Setelah mereka pergi,Mattew datang mencari Zara untuk memberikan berkas pekerjaan namun Dia tidak menemukan gadis itu,Mattew hanya melihat Lina yang sedang bekerja.


"Bos....!"sapa Lina menundukkan kepala nya


"apa kau melihat Zara..?"


"Tadi aku melihat Dia pergi ke lantai atas kantor bersama dengan Kevin ...!"


" kamu lanjut bekerja "Mattew menggempalkan tangan nya mendengar Zara masih berhubungan dengan Kevin.


Diatas gedung kantor Kevin dan Zara sedang menyelesaikan masalah mereka .


"Aku melihat sendiri ...! kau dan dua Tante itu didalam ruangan hotel ...!" Ucap Zara menatap kesal kearah Kevin


"I..ya benar aku bersama dengan kedua Tante itu,tapi Zara aku sangat mencintaimu aku tidak main - main dengan perasaan ku..!" Kevin mencoba memegang tangan Zara.Namun,Zara menghindar nya.


"cinta ..?kau menjadi kan aku pion kemenangan mu ..! kau taruhan dengan Daniel aku juga mengetahui hal itu...!"


"Tidak..! awal nya aku memang bertaruh dengan Daniel,tapi setelah itu aku benar - benar mencintai mu..!tolong jangan pergi..!" Kevin berusaha memegang tangan Zara,dan berusaha menahan gadis ini supaya tidak pergi .


"Berhenti mengatakan cinta,aku tidak tertarik..!" Zara berjalan meniggalkan Kevin.Namun,pria itu menghalangi jalan Zara.


"Minggir ...!Aku harus kembali bekerja ...!"


"Tidak ..!Aku tidak membiarkan mu meniggalkan ku ..!" Kevin masih berusaha membujuk Zara,dan beberapa kali ingin memegang pipi Zara.Namun Zara masih berusaha untuk menghindar .


"Zara ..."Mattew memanggil Zara saat menaiki tangga menuju lantai atas.


"Ada apa..?"tanya Kevin ikut menoleh, mendengar seseorang memanggilnya Zara menoleh kearah tangga tapi tidak ada siapapun.


Kevin segera menarik lengan Zara dan memeluk gadis tersebut,Mattew yang berada di anak tangga terakhir melihat Zara berpelukan dengan Kevin,Mattew menggempalkan tangan nya dan segera kembali turun kebawah .


plak ....!!Sebuah tamparan melayang ke pipi Kevin,pria ini segera melepaskan pelukannya .


"Apa yang mau kau lakukan ....?" pekik Zara melihat kesal kearah Kevin


"Apa...?apa yang ku lakukan ? aku tidak melakukan hal yang salah...!" jawab Kevin masih memegang pipi kanan nya .


"Apa yang kau pikirkan ...? sehingga kau begitu berani ...!" Zara semakin membenci Kevin


"Baik,maaf aku terbawa suasana,dengar kau tidak boleh meninggalkan aku " Kevin masih berusaha membujuk Zara


"Jangan katakan hal yang menjijikan lagi..! aku katakan aku bersumpah,aku akan membunuh mu...!"Zara berteriak memaki Kevin dengan menggerakkan tangannya,lalu pergi meninggalkan pria itu sendiri di atas gedung .


Dengan perasaan kesal Zara menuruni anak tangga gedung itu .


"Tuan aku mencari mu dimana - mana,saat ini kita sedang ada meeting" Asisten Jo yang melihat Mattew baru turun dari tangga menuju gedung atas


"Aku hanya melihat sekitaran gedung saja,aku merasa lelah,aku ingin istirahat dulu sebentar..!" jawab Mattew masih dengan raut wajahnya yang kesal


"Tuan apa aku perlu menyiapkan ruangan untuk anda istirahat" Asisten Jo mencoba menenangkan bos nya


"Tuan Mattew ....!" sapa seorang Mattew yang berdiri di belakang Asisten Jo


"Rose...!!" Gumam Mattew melihat kearah Rose


"Kenapa kau terkejut seperti itu,apa kedatangan ku memberi mu kejutan,atau jangan - jangan kau masih jomblo sampai sekarang ?" Rose berusaha memancing emosi Mattew


"Aku rasa kau perlu mengajak ku keruangan istirahat,aku baru saja datang berkunjung ketempat mu...!"


"Aku tidak tertarik.." Ucap Mattew memelankan suara nya


"Jika ini berhubungan dengan Abian apa kau tertarik ...!" ucap Rose lagi


Mattew menatap kearah Zara yang masih berdiri di anak tangga terakhir,Zara juga menatap kearah Mattew dengan wajah sendu nya,mungkin Zara punya satu hutang penjelasan ke pada Mattew.


Rose berjalan menuju ruangan Direktur yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ruangan Direktur tidak begitu buruk,aku menyukai nya kita bisa beristirahat disina..!"


Mattew masih berdiri dengan memandangi kearah Zara yang masih melihat kearahnya,Mata nya memancarkan ke khawatiran,wajah nya menggambarkan kepiluan yang terdalam dari raut wajah Zara gadis ini masih berdiri di tempat nya semula tidak bergerak atau mendekati Mattew .


"Ayoo......akan ku tunjukan ruangan untuk mu beristirahat " Mattew menggenggam tangan Rose,tapi mata nya masih melirik kearah Zara yang masih menatap nya.Disaat Mattew menarik Rose pergi,Zara segera turun kebawah dan melihat mereka berdua yang berjalan menuju ruangan Direktur,mereka berdua masuk kedalam ruangan itu.Zara yang melihat nya hanya bisa menahan sesak di dada nya,orang yang biasa di kenal syndrome akut,hari ini sudah bisa memegang tangan wanita lain.Zara bersandar di dinding ruangan Direktur,Matanya yang berkaca - kaca menahan air mata yang sewaktu - waktu akan banjir seketika.


Zara segera pergi dari sana menuju toilet wanita.


"Hiks....Hiks....." Zara mencoba menyapu air mata yang mengalir di pipinya,mengusapnya dengan kasar menahan tangis membuatnya semakin sesak .


"Apa suasana hatimu sedang buruk ....?"


Suara Lina mengagetkan Zara yang berdiri didepan kaca toilet.


"Sedang apa kamu disini ...!" Zara berbalik bertanya kepada Lina


"Aku selesai dari toilet,apa yang salah kenapa kau menangis...?" Lina mendekati Zara


"Tidak ada...!" masih berusaha mengusap air mata nya,Lina menarik lengan Zara dan melihat kearah Zara .


"Kamu menangis ...?"


"Hal ini tidak penting" Zara membalikan tubuh nya


"Bagaimana itu tidak penting kamu menangis ...?jika terjadi sesuatu kamu bisa bercerita dengan ku..!" Lina mencoba menenangkan Zara


"Aku ingin kembali kerumah hiks...eem..." Masih berusaha mengusap air mata nya lagi yang tidak mau berhenti turun dari kelopak mata nya .


"Apa yang terjadi tiba -tiba ingin pulang ?"


"Tidak ada aku hanya ingin pulang "


raut wajahnya yang sendu mengartikan kalau batin nya sedang tertekan,bahkan dadanya masih terasa sesak untuk menahan air matanya yang terus saja menetes.


"Bisakah kau membantu ku menyelesaikan data ku yang hari ini,aku tidak meminta yang lain,aku akan segera pulang...! hiks.. hiks..." Zara mencoba meminta bantuan kepada Lina meskipun menahan tangisan nya,tapi itu sulit untuk Dia berbicara lebih banyak untuk saat ini.


Didalam ruangan direktur,Rose melihat ruangan itu yang begitu besar,bahkan ada kamar untuk CEO beristirahat .


"Ruangan nya cukup bagus" ucap Rose berjalan melihat seisi ruangan .


"Terimakasih " jawab Mattew singkat


"Disini juga memilik kamar untuk beristirahat,apa aku bisa menggunakannya " Ucap Rose berjalan kearah kamar istirahat


"Aku rasa kamu harus segera pergi...!"


Mattew menatap kejam kearah Rose yang hendak membuka pintu kamar itu.


"Aku perlu istirahat dua menit..!"


"Tidak...! ku rasa kau sudah salah,keluarlah sebelum aku melakukan hal lain...!" ucap Mattew datar


"Apa tidak sebaiknya kita meminum secangkir kopi dulu ...?"


"Aku tidak tertarik,keluarlah dari sini....!" ucap Mattew lagi masih melihat kearah Rose dengan dingin


Rose pun tanpa pilihan segera keluar dari ruangan Mattew dengan wajah nya yang kesal .


Didalam toilet Zara dan Lina masih mengobrol.Tiba - tiba tubuh Zara ambruk kelantai dan itu membuat Lina kaget dan segera berlutut untuk menenangkan Zara.


"kamu dari tadi menangis aku yakin sesuatu terjadi disini ...!!" Lina memaksa Zara untuk mengatakannya


Zara tidak menjawab,hanya menahan tangis nya merasa hati nya hancur,perasaan nya yang kehilangan rasa percaya diri .


"iya...disini memang terjadi sesuatu,Kevin ....memeluk ku,mencoba mencium ku ...! hiks ....hiks...."Lina memeluk tubuh Zara dan menenangkan gadis tersebut


"Kevin teman sekelas kita ..?"


"Iya ...! Dia melakukan itu tanpa persetujuan ku...!Dia ...Dia memanggil ku naik keatas gedung,katanya ingin menyelesaikan masalah diantar kita berdua,tapi Dia beberapa kali melarang aku untuk turun,bahkan berani memeluk ku "


"Aku tau ini akan terjadi,Kevin itu pria breng*ek tidak bisa menahan diri ...!" Lina bingung bagaimana harus membuat Zara lebih tenang,Lina berpikir kalau Zara pasti syok dengan kejadian barusan .


Asisten Jo sudah berdiri cukup lama di balik pintu keluar toilet Asisten Jo mendengarkan semua pembicaraan Zara dan Lina,disaat Zara hendak keluar Dia mendapati Asisten Jo yang sedang menguping pembicaraan mereka .


"Lina kamu pergi dulu,aku perlu berbicara dengan Nya"


Melihat Zara sudah baikan,Lina segera pergi meninggalkan gadis itu.