
Tok..tok...tok..
"Tuan Besar,dibawah ada tamu !" Bi Sumi berdiri diambang pintu
"Siapa?" Tanya nya melihat kearah Wanita paruh baya itu,yang masih setia merawat nya.
"Tuan Mike,dan keluarga nya"
"Aku akan segera turun!" Jawab Abian.
Abian membantu Clara untuk turun kebawah,sementara Mattew dan Zara juga ikut turun menemui Mike dan keluarga di ruang tamu .
Melihat Abian dan yang lain sudah di depannya,Mike segera bangkit untuk menghampiri Abian di depan tangga.
"Bos,bagaimana kabar Mu?Aku membaca berita beberapa hari lalu,Anda terluka,Aku segera pulang dari Jepang untuk melihatnya !" Seru Mike yang berdiri di depan Abian
"Seperti yang Kamu lihat,Aku baik- baik saja" Abian memeluk Mike,Mattew juga ikut memeluk Mike,karena sudah lama tidak melihat temannya itu.
"Roshmi ..."panggil Abian membuka kan kedua tangannya berharap gadis ini mau memeluk nya sebentar.
Sifat keras Abian yang selama ini Mereka kenal,namun bertolak belakang hari ini,Dia mampu tersenyum dan bersikap lembut kepada semua orang yang hadir di mansion nya.
Setelah memeluk Abian,Roshmi mengulurkan tangannya kepada Mattew,Pria ini melirik istri nya,Zara hanya memberikan isyarat untuk menerima salaman perkenalan dari Roshmi.
"Kamu tau sayang,Kamu beruntung bisa menjabat tangan dengan Paman Mattew,bahkan dulu ibu Mu tidak bisa berjabat tangan dengan Paman Mattew,sampai sekarang seperti nya belum berjabat tangan !" Cibir Clara,yang di lirik oleh Mattew,Zara hanya tersenyum mendengar perkataan Mamanya
"He..he..itu kan hanya masa lalu,Kamu yang lebih beruntung bisa di dekati semua orang !" Balas Roshita dengan senyuman yang mengembang di bibirnya .
"Sayang berapa usia kandungan Mu?" Tanya Roshita yang memperhatikan perut Zara mulai terlihat.
"4 bulan Tante " Zara tersenyum kepada Roshita,Mereka meminum teh bersama di ruangan tamu.
"Sayang..! Kapan Kamu menyusul ?" Clara melirik kearah Roshmi yang terdiam saja duduk bersebelahan dengan Mike.
"Itu tergantung papa,kapan setuju menikahkan Aku!" jawab Roshmi melirik kepada Mike.
Mike memijat dahi nya yang tidak sakit.
"Bukan begitu! Pilihan Roshmi sangat bertentangan dengan Kita,Dia mencintai Pria asal indonesia,lebih tepat nya Pria itu berasal dari Jakarta,dan Dia beragama Islam,sedangkan dalam Agama Mereka,jika seorang Wanita dan Pria yang menikah,harus dengan keyakinan yang sama,sedang kan Roshmi dan Pria itu berbeda keyakinan" jelaskan Mike,Seisi ruangan terdiam,bahkan Mereka saling melirik satu sama lain .
"Apakah Pria itu mencintai Mu? bagaimana dengan keluarga nya ?" Tanya Abian kepada Roshmi
"Paman,Dia Pria yang baik,bahkan Dia sangat taat dengan Agama nya,Dia mencintai Ku lebih dari dirinya.Namun,Aku tidak memaksa Dia untuk memilih Ku dalam hal ini,karena Aku yakin,Aku tidak akan bisa bersatu dengan nya!" jawab Roshmi
"Jika Papa Mu merelakan Kau berpindah keyakinan sama seperti Dia,apa Kau akan setuju menikah dengan nya ?" Tanya Abian lagi,semua orang kaget dan bahkan Clara menatap kearah Abian.
"Paman,Aku memang sangat mencintai Pria itu,tapi sebelum Aku mengenal Pria itu Aku lebih dulu mengenal kedua orang tua Ku,jika mereka tidak ikhlas Aku hidup dengan Dia,kedepan nya juga tidak akan bahagia,karena suatu hubungan itu perlu restu dari orang tua!"
Clara tersenyum mendengar penjelasan Roshmi yang begitu dewasa.
"Jadi apa keputusan Mu ?" Abian lagi - lagi bertanya kepada Roshmi,padahal Clara untuk berusaha untuk menghentikan nya.
"Aku akan setuju kepada pilihan Papa,dan Mama..!tidak ingin buru - buru menikah !" jawab Roshmi lagi memeluk Mike yang di samping nya.
"Apakah studi Mu lancar ?" tanya Clara kepada Roshmi
"Lancar Tante,bulan depan Aku akan wisuda..!" Jawab nya
"Aku ingin membangunkan kantor Ku sendiri,Karena Aku ingin bekerja mandiri sebagai desainer Muda " Jawaban Roshmi membuat Clara dan Abian kagum kepada gadis itu.
"Sayang ..! bagaimana kuliah Mu?" Tanya Roshita kepada Zara yang dari tadi hanya diam saja.
"Aku sudah selesai wisuda Tan,namun untuk kerja Suami Ku belum mengizinkan nya,karena Aku sedang hamil,Dia meminta Ku untuk istirahat dirumah saja !" Zara memegang tangan Mattew,pria ini hanya tersenyum saja.
"Kamu beruntung punya Suami yang sayang bangat dengan Kamu,Papa Mu memang tidak salah memilih pasangan untuk Mu " Roshita tersenyum kepada Zara.
"Sayangnya Aku tidak sekaya Mattew kalau enggak Aku yang akan menjadi Suami Zara..!" Sambung Mike,Semua orang melihat kearah nya membuat Mike kaget.
"He..he..he..Aku hanya bercanda,kenapa Kalian begitu serius" Mike mengambil teh nya menghilang kan rasa yang canggung.
"Tuan,Makan malam nya sudah siap!" Seru Bi Sumi memberitahukan kepada Mereka yang di ruang tamu.
Semua nya bangkit dari duduk nya, dan pergi ke ruangan makanan.
***
Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan,Zico kembali pulang kerumah Beauty.Zico tidak mendapati Anushka diruangan makan,harusnya ini sudah waktu nya makan malam.
Ceklek..!
Zico membuka pintu kamar,melihat Anushka yang duduk dilantai dengan menyembunyikan kepala nya diantara kedua pahanya.Melihat ada yang membuka pintunya gadis ini segera mendongakkan kepala nya melihat kearah Zico,setelah sekian lama kehilangan orang tua,yang Dia miliki hanya Kakaknya.Tapi,sekarang Markus juga ikut pergi,hanya Zico tempat untuk Anushka bercerita.
Anushka bangkit dan berlari kearah Zico.
Bugh..! Anushka memeluk tubuh Zico dengan erat,namun Pria ini tidak membalaskan pelukannya,ingin juga memeluknya namun niat nya di urungkan lagi .
"Kamu belum mandi?" Tanya Zico memegang bahu Anushka,melihat wajah kusam dari raut wajah gadis ini.
"Aku menunggu Mu !" Jawab Anushka melihat ke arah Zico.
"Kenapa tidak menghabiskan makanan nya ?" tanya Zico saat melihat piring diatas nakas masih tersisa nasi.
Ucapan Pangeran Derrin terbayang - bayang di ingatan Zico,ucapan Pangeran Derrin mengenai anak di kandungan Anushka membuat Zico marah dan emosi.
Zico menyeret Anushka dengan kasar kedalam kamar mandi,dan menghidupkan keran air kedalam bathub hingga penuh.
Setelah air penuh,Zico menarik paksa baju Anushka hingga robek membuat gadis ini memberontak.
"Tuan Muda apa yang Kau lakukan!lepaskan Aku !jangan sentuh Aku..!" Teriak Anushka saat melihat Zico yang kesetanan.
Tatapan Zico yang mengacuhkan perkataan Anushka,setelah berhasil merobek baju Anushka,Zico menyiram Anushka dengan shower dan membasahi rambutnya.
Zico tidak memperdulikan nya lagi,"Kamu harus mandi,sudah berhari - hari tidak mandi,bahkan tubuh Mu sangat kotor..!Aku harus membersihkan itu ..!" Ucap Zico menuangkan sabun cair keatas tubuh Anushka dan mengusap nya dengan kasar,lalu membilas dengan air .
Semula nya Anushka mengira kalau Zico jijik dengan nya karena tidak mandi berhari - hari.Tapi perkataan Zico yang terakhir membuat Anushka sedih,dan sesak di dada nya.
Klang....!Zico melemparkan shower ke lantai dengan kasar,membuat Anushka kaget,lalu Zico pergi meninggalkan Anushka dikamar mandi.
Blam..! Suara pintu kamar yang terdengar begitu keras.
"Hiks...hiks...Anushka menangis di kamar mandi,melihat perlakuan Zico yang kasar kepada nya.
"Apa yang Dia pikirkan,apa yang membuat Dia marah ?" Gumam Anushka memegang sisi bathub yang masih di penuhi air sabun.