My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 180



Lepas Zara dan Mattew pulang dari Mansion Abian,Pria ini terus saja menempel di bahu sang istri.


"Sayang ..!Apa Kamu enggak pegel jalan begitu terus"Tanya Zara yang menoleh kearah suaminya,menempel di bahu Zara.


"Seperti ini lebih nyaman..!" Jawab nya sesekali mengecup bahu sang istri


"Kamu nyaman,Tapi Aku pegel !"cemberut Zara mengambil kunci rumah didalam tas nya.


Setelah berhasil membuka pintu,Mattew langsung menggendong istrinya masuk kedalam rumah.


"Apa yang Bee lakukan,turun kan Aku !" Pinta Zara yang memberontak


"IstriKu,Kamu kan pegel dan capek,biar Aku antar Kamu ke kamar ya Cup..!" Mattew mencuri kesempatan untuk mencium kening sang istri .


Zara hanya tersenyum, melihat tingkah Suaminya yang super manja sama dirinya.


Mattew membawa Zara ke kamar nya,membaringkan tubuh istri di atas ranjang,lalu membantunya melepaskan sepatu dan blazer mantel nya.Disaat Mattew ingin membantu Zara membuka bajunya,Wanita ini melarang nya .


"Kamu mau apa ?" Tanya Zara,yang melihat Mattew bergerak untuk membuka kemeja Zara,Wanita ini menutup bagian kancing kemeja nya dengan kedua tangan .


"Aku mau membantu Kamu lepaskan kemeja ..?" Jawab Mattew yang begitu polos.


"Tapi Aku belum ingin mandi !" Jawab Zara masih menutup dada nya dengan kedua tangannya.


Mattew mendekatkan wajahnya,ke wajah sang istri,lalu berbisik di telinga Zara.


"Tapi Aku ingin......."


Mattew memindahkan kedua tangan Zara yang menutupi dada nya lalu perlahan- lahan membuka kancing baju sang istri.Setelah berhasil membukanya,Mattew menatap Zara dengan senyuman mes*m nya.


Cup..!Mattew kembali mencium bi bir Zara dengan lembut,kedua tangan nya mer emas gunung kembar yang masih berbalut br*.


Tangan kanan nya menyelinap dibelakang punggung nya membuat pengait br*.Tapi yang satu malah turun ke pa ha Zara,menyentuh pa ha nya dengan ujung jari - jari nya membuat tubuh Zara merespon begitu cepat.


"Eemmmm...!" De sah Zara saat tangan kanannya naik kembali ke gunung kembar milik nya,memainkan kismis yang menonjol disana.


Semenjak kejadian malam festival Mattew mengurungkan niatnya untuk melakukan hubungan int*m dengan sang istri,karena takut Zara akan trauma dengan kejadian sebelumnya.


Mattew adalah Pria normal,hanya bisa menahan sehari dua hari,setelah itu Dia tidak bisa menjamin bisa menahan nya lagi.Pria ini segera naik keatas ranjang untuk melabuhkan cinta nya bersama sang istri.


Melihat Zara tidak menghindar,atau merasa takut,Mattew segera melanjutkan aksinya,menyiapkan naga nya untuk berperang kedalam goa kenikmatan.Naga yang sudah berdiri tegak mencari celah agar bisa masuk kedalam Goa tanpa penghalang.


Ini bukan yang pertama bagi Zara,namun setelah malam sial nya itu.Dia harus benar - benar menyakinkan hatinya kalau yang didepan nya saat ini adalah sang suami,jadi Wanita ini tidak perlu ragu membiarkan sang suami untuk leluasa memainkan tubuh Dia sesuka hatinya.


***


Begitu mengetahui hasil tes pack itu adalah positif hamil,Zico yakin kalau ini pasti milik Anushka.Pria ini segera mencari Anushka di kamar nya.


"Ini !milik Anushka !"Gumam Zico


Bruuk! Tubuh kekar nya ambruk di lantai ruangan kerja,kedua lutut nya menompang tubuhnya.Menatap kearah tes pack yang di tangannya,senyuman bahagia menyimpul di bibir nya yang bergetar,menatap nanar kearah benda yang di tangannya ada simbol dua garis merah di benda panjang tersebut.


"Ha..ha...ha..Aku..!Aku jadi seorang Ayah..!Itu Anak Ku ..!Benar kata Ku,Akulah Ayah nya..!" Teriak Zico didalam ruangan kerja nya,Pria ini bangkit dari duduk nya dan berdiri,berjalan kearah pintu,menyeka air mata yang menetes dari pipinya.Inilah jawaban dari setiap kegelisahannya,akhirnya ada titik terangnya bisa mengetahui nya lebih cepat.


Brraakk..!Pintu kamar tertutup kembali, saat Zico menutup dan membanting nya dengan kuat,membuat Anushka terbangun dari tidur nya dan melihat kearah Zico.Gadis ini cukup takut melihat raut wajah Zico yang merah padam,seperti macan yang siap menerkam hasil buru nya.


Anushka menarik selimutnya sampai dada,tangan nya gemetar,langkah kaki Zico bergema didalam ruangan,langkah kaki besar nya berjalan kearah Anushka.


Gadis ini menyembunyikan wajahnya didalam selimut,begitu takut nya Dia terhadap Zico.


Pria ini duduk di tepi ranjang,membuat nafas Anushka tersengal - sengal seperti habis lari 100 km,menahan sesak saat menyadari Zico duduk disamping nya .


Anushka masih menutup wajahnya di balik selimut,yang terlihat hanya pucuk kepala nya saja.


"Apakah Aku begitu menakutkan ?" Tanya Zico mengusap lembut rambut Anushka,gadis ini tidak menjawab.


"Apa Kau tidak ingin melihat Ku?jika tidak Aku akan pergi " Zico bangkit dari duduk nya,namun Anushka menarik tangan Zico,dan memegangnya menghentikan Zico agar tidak pergi.


Anushka mengintip Zico dari balik selimutnya,Zico tersenyum kearah Anushka yang sedang mengintip nya.Namun,gadis ini merasa heran mendapati Zico yang tiba - tiba tersenyum begitu tampan,membuat hatinya terpesona.


"Jangan pergi !" Ucap Anushka lirih,menurunkan selimut yang menutupi wajahnya.


"Biarkan Aku memeluk Mu sebentar ..!" Ucap Zico masih ingin memeluk Anushka,meskipun gadis ini tidak mengerti apa yang terjadi,namun Dia bahagia melihat sosok Zico yang seperti dulu.


Cup..!Zico mencium kening Anushka,lebih - lebih membuat gadis ini menundukkan kepala nya.


"Kenapa ?apa Kamu takut?" Tanya Zico kepada Anushka dengan lembut memegang wajah nya.


Anushka menggelengkan kepala nya.


"Kamu mau tidur sekarang?" Sambung nya lagi


Anushka menggelengkan kepala nya lagi.


"Apa Kamu lapar? atau ada yang ingin Kamu makan? Aku akan membawanya kesini ?" tanya Zico lagi.


Tapi Anushka masih menggelengkan kepala nya.


"Stop..!"Zico memegang kepala Anushka yang terus saja di geleng - geleng nya


"Berhenti menggelengkan kepala Mu,Kamu punya mulut dan bisa berbicara sepuasnya sama Aku !" Ucap Zico dengan lembut,membuat Anushka heran dengan sikap Zico yang berubah drastis.


"Awwww..."Pekik Zico saat Anushka mencubit perut Zico.


"Apa yang Kau lakukan ?" Tanya Zico menatap kearah Anushka


"Sakit ya ?berarti Aku tidak mimpi !ini benarran Tuan Muda?"Tanya Anushka linglung yang melihat Zico tiba - tiba menjadi begitu lembut.


"Dimana - mana orang itu nyubit diri nya sendiri,Kamu kenapa nyubit Aku ?" Tanya Zico bingung.


"Soalnya kalau Aku nyubit diriku itu sakit " Ucap Anushka dengan polos membuat Zico tersenyum.


"Ehem ..." Zico berdehem yang melihat Anushka menatap nya saat sedang tersenyum.


"Tuan Muda,sangat tampan kalau sedang tersenyum,kenapa jarang sekali tersenyum " Tanya Anushka


"Hanya Kamu yang boleh melihat Aku tersenyum,jadi Kamu harus banyak - banyak bersyukur bisa melihat senyuman Ku yang tampan ini !" Ucap Zico dengan sombong .


"Hah..?" Anushka memiringkan kepala nya kesamping melihat Zico.


Zico mendekatkan telinganya ke perut Anushka,mendengar pergerakan baby nya yang masih dalam kandungan.


Meski perut nya tergolong masih terlihat kecil,namun Zico yakin usia kandungannya pasti hampir sama seperti Zara.


"Sayang..!jangan nyusahin ibu Mu ya,Kalau Kamu butuh apa - apa bilang saja sama Ayah !" Ucap Zico mengelus perut Anushka.


Meskipun perkataan Zico tidak masuk akal,tapi itu bisa membuat Anushka tersentuh.


"Anushka menikah lah dengan Ku !"


Ucap Zico yang masih berlutut didepan Anushka,Gadis ini kaget tidak menyangka kalau Zico benar akan melamarnya dan memberikan status kepada Anak nya dan juga Anushka .


"Aku punya syarat !" Jawab Anushka,membuat Zico langsung bangkit dan berdiri di depan AnushKa.


"Apa syarat nya ?" Pria ini memegang tangan sang kekasih dengan lembut.


"Kamu tidak boleh lagi bersikap kasar,dan juga Aku tidak ingin melihat keributan dimana- mana,Aku hanya ingin hidup normal,apa itu bisa ?" Tanya Anushka dengan penuh keyakinan.


"Eeemm..!Bisa..!Aku bisa pastikan kepada Mu,Aku tidak akan bersikap kasar lagi,dan Aku tidak akan melakukan keributan dimana - mana,tapi dengan satu syarat,kalau Mereka menyentuh dan mengganggu istri Ku ini,dan membahayakan calon Anak Ku,maka Aku akan mematahkan leher Mereka"


Perkataan Zico terdengar begitu datar,namun Anushka yang sudah biasa melihat Zico bersikap seperti ini,Dia yakin Pria ini sedang berusaha melindungi orang yang Dia sayang .


"Eh..Tunggu! Calon istri bukan istri,Kita belum resmi !" Sambung Anushka melipatkan kedua tangannya di dada.


"Pokoknya istri !tidak boleh bantah !"


Zico menggendong Anushka keatas ranjang,dan membaringkannya.


Cup..!"Kamu tidur ya,besok Kita akan ke Mansion,bertemu dengan orang tua Ku !"


Anushka hanya menganggukkan kepala nya saja.