
Abian yang sedang berada di ruangan tamu, bersama dengan Clara melihat berita yang menyiarkan tentang Mattew .
Prang ..!
Abian melemparkan gelas yang ada di tangannya, berdiri dengan keadaan mata masih menatap layar televisi yang menyala .
"Kasio..!" Panggil Abian dengan sangat marah.
"Tuan Saya disini !" Kasio datang menghadap Abian diruangan tamu.
Clara terlihat kaget melihat berita tersebut.Bahkan wartawan menyorot wajah Zara yang terlihat pucat duduk dilantai.
"Jemput Zara di hotel tempat dimana Mereka berada.SEKARANG ..!" Titah Abian dengan emosi,Clara menarik baju tidur sang suami,namun Abian mengabaikannya .
"Sayang,tenang.Jika Kau menjemput Zara sekarang,bagaimana dengan Mattew"Clara sangat khawatir dengan kemarahan Abian.
"Kamu tau? Apa yang bisa terjadi kepada Zara saat ini jika Aku tidak menyuruh Kasio menjemput,Dia akan mati sesak disana.Kamu tidak melihat jika situasinya sangat berbahaya" Jawab Abian masih terlihat kesal,bahkan Dia berbicara dengan Clara dengan nada yang tinggi.
"Kenapa Aku yang Kau marahin ? jika Kau marah,kenapa enggak Kamu saja yang menjemputnya ,sekalian beres kan semua masalah yang ada,kalau hanya marah - marah disini,tidak akan menyelesaikan masalah !" Clara berbalik marah kepada Abian,Pria ini balik menatap istrinya dengan menaikan satu alis.
"Aku terlalu bersantai akhir - akhir ini,sehingga ada orang yang berani mengganggu rumah tangga Anak Ku!Ada yang sudah bosan hidup !" Gumam Abian masih melihat kearah layar televisi.
"Kamu sudah janji akan pensiun,Kamu tidak boleh melakukan penyerangan apapun !" Clara mencoba membantah apapun yang akan dilakukan Abian .
"Sebelum Kita ke Australia Aku masih belum pensiun,siapapun yang berada di balik rencana untuk menjebak Mattew,akan ku pastikan orang itu tidak akan dapat hidup tenang !" Sambung Abian lagi.
Clara hanya bisa menggelengkan kepala nya saat sang suami bersikeras kembali ke dunia nya.Saat ini Mafia elang lah yang terhebat,sudah belasan tahun hidup di belakang nama elang,hidup Abian tidak pernah ada yang mengusik selain dendam pribadi.
***
"Permisi..!" Seseorang menerobos masuk kedalam kamar,dengan Mattew yang sedang berusaha mengenakan kembali bajunya.
"Nona Zara mari ikut Saya pulang !" Kasio membantu Zara untuk bangkit,Mattew segera memegang Kasio .
"Zara akan pulang bersama dengan Ku..!" Seru Mattew
"Maaf Tuan Mattew,Tuan Besar menyuruh Aku untuk menjemput Nona Zara! jadi sementara waktu biarkan Nona Zara ikut Saya pulang !"
Kasio segera menutup wajah Zara, dengan jas yang di kenakan nya,membuat Mattew geram dan melempar botol minuman yang ada di nakas.Semua orang kaget dan mundur perlahan saat melihat Mattew yang mengamuk.
"Tuan mari Kita pulang !" Asisten Jo mengajak Mattew untuk kembali kerumah .
"Tuan Mattew bagaimana dengan Aku ?" Tanya Carolin,yang berusaha mendekati Mattew.
"Aku akan memperhitungkan masalah ini dengan Kamu besok !" Mata Mattew menatap tajam kearah Carolin.
Mattew dan Asisten Jo segera pergi meninggalkan kamar hotel 063 tersebut.Semua wartwan mengejar Mereka untuk mengambil foto Mattew.
Asisten Jo menghalangi Mattew sampai tempat parkir dan melindungi Tuan nya dari kerumunan para tamu undangan dan Wartawan .
"Mansion Abian ..!" Mattew terlihat memejamkan matanya duduk di jok belakang sopir,Asisten Jo hanya bisa menuruti keinginan Mattew.
Berson membuka pintu saat melihat Mattew datang,dan menyuruh Asisten Jo untuk menunggu di luar.
Tap..tap...tap...Suara langkah Kaki Mattew masuk kedalam mansion Abian .Mattew melihat Clara yang sedang menenangkan Zara.Tapi Wanita ini tidak merespon orang lain berbicara dengan Nya.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Abian saat melihat Mattew sudah di depannya.
"Aku lengah,Mereka berhasil menjebak Ku,tapi Aku benar tidak melakukan itu ! "Mattew berusaha membela diri .
"Kau dalam keadaan pingsan,bagaimana Kau mengetahui hal itu,bisa saja kalau Kau dan perempuan itu benar melakukannya !" Abian menatap kesal kearah Mattew,namun di tahan nya,Dia tidak mungkin bisa menghajarnya disini didepan Anak dan istrinya.
Dugh..! Zico yang baru keluar kamar, mengetahui Mattew di mansion,tanpa basa basi segera menghajar Pria itu hingga jatuh.
"Zico..!"
"Zico ..!"
Abian dan Clara menghentikan Zico yang ingin memukul Mattew kedua kalinya.
"Kenapa Kau bisa bodoh begitu ! Kau tau Mereka pasti telah merencanakan itu semua sejak awal,tapi kenapa Kau tidak bisa mengerti gerak - gerik Mereka !" Marah Zico yang sedang meluap kan emosinya.
Anushka yang ikut keluar dari kamar karena mendengar suara ribut di ruangan tamu.
"Aku tidak menyangka hal ini akan se rumit ini !" Jawab Mattew masih menahan sakit nya pukulan Zico.
"Kau..!" Zico ingin menghajar Mattew lagi,Anushka segera memegang tangan Zico.
"Mas..!Apa yang Kau lakukan!" Anushka mencoba menghentikan Zico yang sedang marah .
"Lepas ..!Kau jangan ikut campur,ini urusan keluarga Ku!Kau tidak berhak ..!" Marah Zico kepada Anushka yang masih memegang tangan nya,seketika terlepas saat mendengar Zico memarahinya.
"Iya Aku tidak berhak,Aku hanya orang luar..!" Anushka segera pergi berjalan ke kamar nya.
"Sayang ..!"Panggil Zico saat melihat Anushka pergi ke kamar,namun Wanita ini mengabaikannya.
"Zico,Kau pergi lah dulu,tenang kan Anushka,ini biar menjadi urusan Ku !" Sambung Abian yang masih berdiri di depan Mattew.
"Sekarang Kamu boleh pergi !" Ucap Abian mengusir Mattew dari mansion.
"Aku akan membawa Zara bersama !" Mattew berjalan mendekati Zara.
"Berhenti..!Aku tidak memukul Mu bukan berarti Aku membiarkan Mu membawa Zara !" Abian menghentikan Mattew memegang bahu Mattew yang berjalan ingin mendekati Zara.
"Tapi Aku suaminya,Aku berhak atas diri Nya,Aku akan membawa nya sekarang,Kami akan menyelesaikan masalah diantara Kami berdua "Mattew memaksa untuk mendekat kearah Zara
Bugh..! Abian mendorong Mattew hingga jatuh,membuat Clara menatap kearah sang suami,Zara masih dengan isak tangis nya belum merespon .
"Aku sudah berusaha untuk menahan emosi Ku,jangan paksa Aku untuk membunuh Mu disini !" Ancam Abian melihat kearah Mattew yang berada berdiri .
"Aku ini di jebak,kenapa Kamu berpikir berlebihan,Kita sudah berteman belasan tahun,dan Kau tau Aku tidak pernah menyentuh wanita mana pun sebelum nya !" Teriak Mattew dengan keras,membuat Abian semakin emosi.
"Kau...!" Abian sudah sangat emosi ingin menghajar Mattew.
"Hentikan ..!"Teriak Zara yang tiba - tiba bersuara."Aku tidak akan pulang !Aku akan tinggal disini!" Sambung nya lagi menatap kearah Mattew dengan tatapan nanar nya.
Zara tidak dapat menahan kekesalan di wajahnya,bahkan saat ini Dia sungguh tidak tahu apa yang harus di lakukan dirinya untuk mempercayai sang suami.
"Zara mari ikut pulang !Kita akan menyelesaikan semua nya dirumah !" Mattew berusaha membujuk Istrinya.
"Aku sudah katakan Aku tidak akan pulang !" Zara berjalan kearah Mattew yang berdiri di depan Abian .
"Sayang tenang lah! Kita akan menyelesaikan sama - sama,Kalian semua kenapa selalu emosi dalam menyelesaikan masalah." Clara mulai bersuara,melihat Zara semakin dekat dengan Mattew.
"Jika Aku mau ..." Zara menatap semua orang yang berada di ruangan tamu satu persatu "Aku bisa saja menggila di pesta itu,datang dan minum lalu tidur dengan sembarang Pria .." Sambung Zara membuat yang lain kaget dan menatapnya.
"Aku Wanita normal,melihat Pria lain pasti Aku akan jatuh kedalam pelukannya,Tapi selama ini Aku berusaha menutup mata Ku,tidak ingin melihat Mereka disekitar Ku..!Tapi tanpa ku sangka Suami Ku sendiri yang berusaha untuk naik keranjang orang lain !" Zara berusaha mengimbangi diri nya yang sempoyongan.
"Sayang ! Kamu tau Aku..." Mattew berusaha menjelaskan nya kepada Zara yang berdiri tidak seimbang " Kamu tau Aku,Aku ini syndrome akut terhadap wanita,bagaimana Aku bisa menyentuh wanita lain!" Mattew berusaha membela dirinya.
"Syndrome akut..?" Zara menatap tajam kearah Mattew,dan Abian melirik kearah Zara yang sedang tidak baik - baik saja.