
Dua Gadis muda berada dalam satu kamar sedang menunggu nasibnya ,berakhir malam ini atau berlanjut sampai menggapai masa depan.
Zara duduk di sudut kamar dengan memakaikan gaun berwarna biru muda,memancarkan kecantikan nya,mata nya sayu,Bibir nya yang kecil berwarna pink merah muda yang merona,rambut nya yang panjang terurai dengan begitu indah,lengan nya yang kecil,dan jari jemari nya yang lentik,body nya yang sexy bak gitar Spanyol.
Gaun biru yang hanya tertutup sepaha,membuat Zara risih dan menutup nya dengan kedua tangan nya,bagian dada yang terbuka membuat gadis itu semakin gelisah,menyembunyikan diri nya dengan menundukkan wajah nya dan kedua paha nya berusaha ditutup dengan rapat .
Disisi lain ada seorang gadis yang disekap bersama dengan Zara,Gadis itu lebih muda dari Dia umurnya baru 17 tahun.
Tap..
tap ...
tap...
"kamu jangan bersedih....!! kata kakak ku Dia akan datang membawa ku pergi,aku akan menolong kamu juga ....!" ucap Gadis itu mendekat kearah Zara yang duduk di sudut kamar dengan wajah sendu nya
Zara menatap gadis yang sedang memberinya semangat,gadis kecil itu menatap kearah Zara dengan senyuman manisnya,hidung nya yang mancung bibir nya yang sexy pipi nya yang merah merona dengan balutan gaun berwarna hitam .
"panggil aku Anushka ....."Lirih gadis kecil itu mengulurkan tangan nya kepada Zara
"Zara...." mereka berdua berjabat tangan perkenalan,Anushka mengajak Zara untuk Duduk di ranjang biar lebih enak berbicara.
Cekreeekk.....pintu kamar terbuka.
"Bos ini nomer nya salah,kamar sebelah yang benar..." para lelaki hidung belang berdiri di ambang pintu,pria itu mengintip kedalam kamar terdapat dua gadis yang sedang duduk di tepi ranjang
"yang ini juga oke,disini saja,harga nya bisa di nego ...!!"
Pria itu memasuki kamar dimana ada Zara dan Anushka di dalam nya
Anushka melirik kearah suara tapak kaki yang baru saja menyelinap masuk ke kamar mereka.
"An...anda siapa ....?" Anushka menatap kearah pria yang lumanyan Tuan dari pada Alex
"aku orang yang telah membeli kalian berdua..." Pria itu berjalan kearah Anushka dan Zara
"Tidak...!! Anda salah orang, ka....kami bukan salah satu diantara mereka....!!"
"Kalau begitu ...pasti aku orang pertama yang kalian layani malam ini...!!" Pria itu semakin dekat " tinggalkan kami berdua " perintahnya kepada pengawal yang mengantar Dia keatas
Braaakkk....pintu kamar tertutup kembali,tatapan penuh nafs* bira*i pria itu melihat kedua gadis yang begitu molek nan cantik,seperti pribahasa sekali ber dayung dua pulau terlampaui,begitu juga dengan pria hidung belang ini,niat hanya pesan satu gadis tapi malah dapat dua sekaligus .
"Tidak....tidak ...jangan mendekat ...." Dua gadis itu nampak ketakutan melihat kearah pria Tua yang menjijikkan bahkan lebih tua dari Alex .
Di lantai dasar,Zico sedang melawan para pengawal Alex ,itu membuat Zico sedikit bersusah untuk melawan mereka, karena pengawal Alex dan pasukan pulau perbandingan nya cukup jauh,melihat anak nya dalam kesusahan Clara mencoba membantu Zico meskipun baju yang di kenakan Clara sangat ribet namun wanita itu masih berusaha dengan sangat kuat .
Sudah setengah jam perlawanan itu belum juga usai,sampai saat nya Alex juga turun tangan melawan Zico,tidak ada satupun pasukan pulau tersisa selain Zico.
Disaat Clara hendak melawan para pengawal itu tanpa sengaja lengan nya tergores dengan pedang yang dimainkan mereka,mereka malah menggunakan samurai untuk mengalah Zico dan Clara .
Clara mengahadapi lima pria sekaligus dan itu membuat nya kalah dan terjatuh kelantai ,Zico yang melihat mama nya terjatuh segera berlari menolong nya,tanpa sepengetahuan mereka Alex mengeluarkan peluru dari tempat nya kearah Zico dan Clara.
Doorrr.....Suara tembakan itu membuat para tamu berlari meninggalkan tempat itu,peluru itu melayang kearah Zico dan Clara,Zico berusaha melindungi mamanya agar tidak tertembak.
Bug......Suara tembakan itu berakhir di punggung seseorang yang berusaha menghalangi agar tidak mengenai Zico dan Clara .
"Akh...." dalam pelukan Zico, Clara kaget mendengar suara itu,namun Dia tersadar setelah suara itu hilang,Clara melihat kearah Zico,pria itu baik-baik saja.
"Papa......" Gumam Zico lirih melihat ke belakang ,Abian yang menerima serangan tembakan Alex yang hendak menembak Zico dan Clara.
Dengan Sigap,Mattew menembak kearah Alex dua Kali.
Door....
Dooorr...
Pria itu terjatuh karena serangan tembakan dari Mattew dua kali berturut- turut.
"Sayang ....." panggil Clara mencoba meraih Abian yang terjatuh
"Aku...tidak apa-apa...!!" ucap Abian berusaha bangkit
"Zara ada diatas aku sampai lupa dengan gadis itu...!!Mattew selamat kan Zara,aku takut Dia dalam bahaya ..." Panik Clara,sampai lupa dengan Zara yang belum Dia lihat dari semenjak mereka dibawa kemari
Tanpa menjawab Mattew berlari menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai atas.
Pasukan yang di bawa oleh Mattew sedang mengalahkan para pengawal Alex.
Abian berjalan kearah Alex yang tersungkur di lantai .
"Katakan....!! Dengan cara apa kau ingin mati...!!" Tanya Abian dengan wajah yang merah padam,tatapan mata yang mengerikan,Dewa kematian menatap dengan tajam kearah Alex,Setiap ucapan yang Dia ucapan kan adalah satu syarat kematian dari nya .Nafas yang di keluarkan oleh Abian satu desiran gelombang kematian untuk Alex hari ini.
"Kau bisa membunuh ku sekarang juga Ha...ha...ha....Aku tidak takut....!!!" Gelak tawa Alex memenuhi ruangan itu,disana hanya ada Zico,Clara dan juga Abian tanpa ada lagi pengawal yang lain .
"Tapi sayang nya ....aku belum selesai bermain-main dengan mu...!!" Penuturan Abian yang penuh makna,pria itu melewati Alex ,berjalan dekat dengan tangga mengambil pisau milik Zico yang tergeletak disana.
"Katakan ....!!! Bagian mana kau menyentuh istriku...!!" Sorotan mata Abian melirik kearah Zico,mengisyaratkan kalau Zico harus membawa Clara pergi dari tempat ini agar tidak melihat kekejaman Abian .
"Ma...ayooo...kita keluar ..!!!" pinta Zico ,Namun Clara menolak karena belum melihat Zara turun bersama dengan Mattew.
"Tidak ...mama akan pergi Jika Zara turun...!!"
Zico berusaha memeluk mamanya agar tidak melihat kearah Abian
"apa bagian ini yang kau sentuh ....!!" Abian mulai menggores sedikit demi sedikit wajah Alex,meskipun berteriak Alex berusaha tetap tenang
"Biar pun kau bunuh aku ..!! Generasi aku akan terus membalaskan dendam ku kepada kalian ...!!! " Suara yang gemetar akibat menahan perih nya goresan pisau dari tangan Abian
"Apa kau juga menyentuh nya disini .....!!"
"Akhh........!!!!!"
Suara teriakan yang begitu panjang,bergema di seluruh tempat itu,Abian melukiskan sesuatu di bagian dada Alex membuat pria itu menahan rasa sakit lebih sakit dari kematian .
Zico merasakan tubuh Clara yang gemetar,Clara berusaha mengintip kearah Abian yang sedang bermain- main dengan tubuh Alex yang terkulai lemah di lantai.
"aku perlu melukiskan beberapa wajah wanita cantik disini..." Abian menekan kan ujung pisau di lengan Alex sekali lagi membuat pria itu menahan rasa sakit nya .
Setelah selesai dengan lukisan mewah nya yang tidak ada harga nya,Abian bangkit dari duduk nya menarik kerak baju Alex pria itu yang lemah hanya bisa pasrah menerima serangan dari Abian.
Krakkk...
Kraaakk..
"Akhhh........"Suara Alex Kembali bergema
Abian mematahkan ke dua tangan dan kaki Alex,sehingga membuat pria itu tidak bisa berdiri .
Setelah selesai Dia baru mengambil senjata yang disimpan nya di balik jas mantel milik nya, Senjata dengan efek yang mematikan. Jika pada umum nya pistol lain hanya seperti menusuk saja, Desert Eagle mampu membuat musuh nya tertusuk dan meledak. Daya hancurnya memang gila dan bahkan tidak ada celah udah bisa bernafas lagi, tujuh buah peluru mendarat dengan indah di atas tubuh Alex yang membuat pria Tua itu hancur seketika,hanya tersisa daging yang berhamburan .
Abian melangkah meninggalkan tubuh Alex,mendekati Clara yang berdiam diri dalam pelukan Zico .
"Sayang ...." Panggil Abian lirih,Namun Clara tidak berani menatap pria itu.
"apa kau takut....??" tanya Abian lagi saat melihat tidak ada jawaban dari Clara,Pria itu menarik lengan istrinya kedalam pelukan nya ,membuat Clara sedikit memberontak namun Abian mampu menenangkan nya .
"Papa keluar dulu dari sini aku akan melihat Zara...."
Abian menggendong Clara keluar dari tempat itu,meskipun tubuh nya masih menancap satu peluru pria itu masih bertahan kalau hanya satu peluru biasa.
"Aku menemukan orang lain di pintu keluar ,meski tubuh nya penuh luka,aku yakin Dia salah satu dari mereka...!!" Pengawal Mattew membawa masuk seorang pria yang di yakini komplotan Alex
"Markus ....!!! " Gumam Zico melihat kearah pria itu,Markus adalah dalang di balik penculikan Zara dan Clara,Dia yang bekerjasama dengan Alex untuk menculik Dua wanita itu.
Bugh.....Tubuh Markus dilempar kelantai tidak jauh dari tempat Zico berdiri,dengan wajah yang di penuhi luka Pria itu hanya bisa meminta ampun kepada Zico.
"Maaf....maafkan aku...!! aku tidak bersalah ..."
Namun Zico tidak merasa iba mendengar penuturan Markus,Zico mengangkat senjata yang diambil sama papa nya,mengarahkan kearah Markus dengan tatapan yang mengerikan Dia berharap sekali tembak tubuh itu akan hancur.