My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 170



Bugh..! Pangeran Derrin menghempaskan tubuh Anushka keatas ranjang dengan sangat kasar,sehingga membuat perut Anushka sakit,gadis ini memegang bagian perutnya.


"Aku peringatkan sekali lagi kepada Mu ..!"Pangeran Derrin mencengkram kuat lengan Anushka,sehingga gadis ini merintih kesakitan.


"Lepas..!Kau menyakiti Ku..!Apa mau Mu? Aku sudah mengikuti semua keinginan Mu apa Kau belum puas ?" Teriak Anushka


Plak..!"Siapa Kau berani berteriak,Hah..?" Tangan Pangeran Derrin melingkar di leher Anushka dengan begitu kuat,Anushka menggertakkan gigi nya merasakan sakit.


"Jika lain kali Kau berani berbicara dengan Orang lain lagi,Aku akan membunuh Mu saat itu juga..!" Ancam Pangeran Derrin.Melepaskan leher Anushka "uhuuk...Uhhukkk..." Anushka memegang leher nya yang begitu sakit,menatap kearah Pangeran Derrin penuh dengan kebencian.


"Tidak perlu menunggu besok,Kamu bisa membunuh Aku sekarang juga !" Anushka berdiri menantang Pangeran Derrin,menatap kearah Pria itu dengan tatapan begitu tajam.


Pangeran Derrin mengangkat tangan nya sekali lagi,ingin menampar Anushka.


Blak..!Anushka menangkap tangan Pria itu yang melayang kearah nya.Tatapan mata Pangeran Derrin menatap tajam kearah Anushka yang berani melawannya.


"Jika Kau berani menampar Ku,Aku bersumpah,Kau akan mati dengan sangat mengenaskan,bahkan Kau tidak akan pernah bayangkan seberapa kejam nya seorang Wanita jika terus ditindas" Ancaman Anushka mampu membuat Pangeran Derrin tanpa berkutik,bahkan disaat Anushka menunjukan wajahnya dengan jari Pangeran Derrin hanya bisa terdiam saja,baru kali ini Dia diancam oleh seorang gadis kecil seperti Anushka.


Anushka menghempaskan tangan Pangeran Derrin dengan kuat,sehingga sekali lagi membuat Pangeran Derrin kaget dan segera keluar dari kamar Anushka


Brrakk..! Pintu tertutup dengan begitu kuat,Anushka hanya bisa menghela nafasnya saja,seketika memegang perut nya,perasaan yang campur aduk,ketakutan yang luar biasa baru saja di lewatinya.


"Mama kuat karena Kamu sayang,bertahan lah,mama akan cari cara agar Kita bisa keluar dari sini ..!" Gumam Anushka duduk di bawah lantai,sambil mengusap lembut perut datar nya.


Ceklek..!


Pintu kamar Anushka terbuka,Markus masuk kedalam kamar dan menutup kembali pintunya.


"Anushka ...!Kamu tidak apa - apa ?" Markus memegang bahu adik nya,melihat keadaan Anushka yang duduk di lantai.


"Aku tidak apa - apa !" Anushka bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah jendela besar yang ada di kamarnya.


"Besok acara festival lukisan terbesar di Negara ini,Pangeran Derrin meminta Mu untuk menemani Dia,Zico...!" Mendengar nama Zico,Anushka menoleh melihat kearah Markus.


"Zico juga pasti akan datang ke acara itu,Kakak harap Kamu punya kesempatan untuk mengobrol dengan Dia,dan meminta bantuan kepada nya,Besok kakak juga ikut menemani Kalian,kakak meminta Pangeran Derrin untuk tidak membawa pengawal bersama Kita,jadi Kamu punya kesempatan untuk kabur ..!" Perkataan Markus membuat Anushka tertarik,dan mendekati kakaknya.


"Kak,bagaimana dengan Mu,jika Mereka tau Kau akan dibunuh ..!" Anushka memegang tangan Kakaknya.


puk ..puk .. Markus menepuk tangan Anushka,tersenyum kearah adiknya."Aku sudah banyak menyusahkan Mu,bahkan mengancam nyawa Mu,sekarang Kamu sedang hamil,Kamu harus bisa bertahan,Kamu jangan pedulikan kakak"


Bugh..! "Kak,terimakasih..!Tapi Aku tidak bisa pergi tanpa kakak,Aku sudah tidak punya siapapun selain kakak" ucap Anushka dalam pelukan kakaknya.


"Ingat,Kau punya baby yang harus Kamu perjuangkan,lupakan Kakak,hidup Mu masih panjang,sudah saat nya Kita keluar dari masalah seperti ini,jika terus - terusan begini,Kita tidak akan bisa hidup tenang ..!" Penjelasan Markus membuat Anushka berpikir,semua perkataan yang di lontarkan oleh Markus ada benar nya.


"Kak,Aku akan mengikuti saran Kakak,semoga saja ini jalan terbaik buat Aku dan juga anak Ku ..!" Jawab Anushka melepaskan pelukan nya.


"Kamu istirahat dulu,kakak akan mencari tau informasi mengenai Pangeran Derrin "


Markus meninggalkan Anushka di kamar nya,gadis ini hanya bisa berharap,semoga rencana Dia dan Kakaknya berhasil .


***


Suara sendok dan garpu yang bertabrakan saat seseorang yang berusaha memotong beefsteak yang terletak diatas piring mereka.


"Bi Sumi, Aku mau jus avokad satu gelas,sama salad buah ya..!" Pinta Zara saat melihat menu diatas meja makan.


"Kamu sudah enggak suka beefsteak sayang ?" Tanya Clara saat melihat anaknya memesan menu lain.


"Aku sudah lama enggak makan daging Ma,semenjak hamil" Ucap Zara lirih,Bi Sumi mengantarkan hidangan pesanan Zara.


"Waaah...kabar bagus itu sayang,selamat ya sayang ..!" Ucap Clara penuh dengan senyuman di wajahnya .


"Sayang selamat ya " Abian juga ikut tersenyum


"ZaZi selamat ya,Kamu akan menjadi ibu " ucap Zico dengan datar,tiba - tiba teringat Anushka,"Seandainya Aku bisa bersama dengan Dia mungkin Dia dan Aku juga akan memiliki Anak" Batin Zico melirik kearah Zara.


"Berson ..!" Panggil Abian dengan keras.Semua orang yang berada di meja makan melirik kearah Abian tidak kecuali Mattew.


"Iya Tuan Besar"


Berson menundukkan kepala nya menghadap Abian .


"Pah,apa itu tidak berlebihan ?" tanya Zara yang sedang memegang mangkuk salad


"Tidak akan ada kata berlebihan untuk cucu pertama papa "


Abian sangat senang mengetahui kabar kehamilan Zara,seandainya Dia mengetahui kehamilan Clara lebih cepat mungkin saat ini usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 6.


"Mattew kapan rencana Kamu mengadakan acara penyambutan bayi Kamu,Kalian juga tidak mengadakan pesta,harus nya ada acara untuk bayi Kalian kan ?" Tanya Abian yang to the point.


"Eeem...Aku akan memikirkan nya disaat Aku sedang tidak sibuk " jawab Mattew tidak melihat kearah Abian .


Abian mengetahui nya,Mattew bukan lah orang yang sedang mengadakan pesta dirumah nya.


"Jika Kau tidak keberatan Kau bisa mengadakan nya di Mansion,Aku akan menanggung semua biayanya,atau bila perlu Aku juga bisa menanggung seluruh biaya kelahirannya " Sindir Abian,Mendengar perkataan Abian,Mattew tidak melanjutkan makan nya.


"Pah,semua bisa Kita rencanakan nanti,Aku dan Bee tidak akan terburu - buru dalam hal itu,papa jangan khawatir" Zara mencoba berbicara dengan papa nya yang sedang menahan amarah .


"Sayang,apa kata Zara benar,biarkan mereka yang menentukannya sendiri,Kita cukup mendukung saja,Mattew juga bukan orang yang kekurangan uang,jadi Kamu tidak perlu bersikap begitu" Sambung Clara yang mencoba memberi pengertian kepada Abian .


"Perkataan papa ada benar nya juga,Aku setuju dengan papa,Zara anak perempuan satu - satu nya dari keluarga Carlose,masak menikah saja tidak mengadakan pesta,terus mengetahui kehamilan Zara juga tidak ada pesta ?"Sambung Zico yang mencoba membela pendapat papa nya .


"Kalau Aku seorang Suami ya,pasti akan memikirkan hal - hal begitu" Sambung nya lagi.


"Zico Aku ingin berbicara dengan kamu"Abian menyudahi sarapan nya" Young bawa Clara ke kamar ya," Mendengar perintah dari Abian Young hanya menganggukkan kepala nya saja.


Setelah semua orang pergi,kini tinggal Mattew dan Zara di meja makan.


"Sayang,Kamu jangan ambil hati ya,papa dan Zico terlalu berlebihan " Zara memegang tangan Suaminya


"Benar kata Mereka,Aku terlalu sibuk sehingga lupa dengan hal kecil seperti itu,Kamu tau,papa Mu meragukan cinta Ku kepada Mu,makanya berbicara begitu " Mattew melirik kearah istrinya yang sedang melihat Dia.


"Ketulusan cinta Bee,hanya Aku yang tau,yang lain mungkin hanya sekedar melihat saja,Aku tau Bee bukan orang yang seperti Mereka pikirkan,Aku yakin Bee tulus cinta sama Aku " Zara mengusap lembut wajah suaminya.


Cup..!"Terimakasih sayang ..!" Mattew tanpa ragu mengecup bibir Zara saat Mereka masih di ruangan makan.


***


Abian dan Zico berada di taman belakang mansion.


"Sekarang Kamu ke kantor hadiri rapat,dan besok jangan lupa datang ke festival lukisan bersama dengan Emily" Titah Abian


"Pah,Aku tidak akan pergi ke festival itu ..!"


"Meskipun Anushka juga ada disana Kamu tidak akan pergi " Abian melirik kearah Zico yang berdiri disampingnya.


"Aku tidak akan pergi ...!"


"Ambilkan berkas di ruangan kerja ,dan juga ambil file yang ada di laci sana,File nya berbentuk kaset,itu adalah pembahasan saat rapat nanti "


"Iya ..!"


Zico pergi mengambil berkas dan file yang di perintahkan Abian barusan.


Ceklek ..!


Zico masuk kedalam ruangan kerja Abian,ruangan cukup besar dan rapi,banyak buku yang tersusun disana.Setelah mengambil berkas yang berada diatas meja,Zico membuka laci meja tersebut,disana ada dua kaset.


"Yang mana ini " Gumam Zico mengambil kedua nya,lalu menghidupkan laptop untuk memeriksa kaset yang benar isi nya file rapat.


Setelah memutar kan kaset itu,Zico terkejut melihat isinya,ternyata itu kaset yang di berikan Kasio waktu itu,Zico baru mengetahui nya hari ini,Netra birunya berubah menjadi merah maroon,Zico menahan amarah nya yang sudah menguasai tubuh nya.


"Anushka !Kau,Mengkhianati Ku ..!rupanya Kau yang mencuri berkas pulau " Gumam Zico,


"Kau akan lihat bagaimana Aku membereskan Mu besok !"Mematikan laptopnya,lalu turun menemui Abian kembali dibawah.


Tap ..tap...tap...Suara langkah kaki Zico yang begitu cepat,terdengar di seluruh ruangan saat Zico memijak nya.


"Tuan Besar,Aku akan ikut ke festival besok,Anda sendiri yang memberitahu kepada Emily Aku tidak akan menelponnya " Ucap Zico saat sudah berada di belakang Abian.


"Aku akan mengurus nya,Kamu hanya perlu menghadiri acaranya saja " jawab Abian tidak menoleh kearah Zico,sampai Zico pergi meninggalkan tempat tersebut.