My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 169



Belum sampai di Mansion Abian,Zara dan Mattew kejebak macet di jalan,ditambah lagi cuaca saat ini sedang ada badai,angin begitu kencang,sehingga orang - orang yang lalu lalang di jalan,pergi dengan begitu terburu - buru agar tidak terjebak ditengah hujan badai.


"Sayang,bagiamana ini ?" Zara melirik kearah Mattew,"Hujan nya begitu deras" Zara memegang lengan Mattew.


"Tenang,Kamu tidak perlu takut,Kita akan segera sampai ke Mansion " Mattew menenangkan istrinya,Zara tetap terlihat ketakutan dengan cuaca begtu mengerikan.


Mattew segera melajukan mobilnya kembali,disaat suasana jalan sudah mulai longgar dan tidak macet lagi.


Zara mulai kembali duduk tenang di dalam mobil,dengan posisi kepala menyender di lengan Mattew.


Akhirnya Mereka sampai juga ketujuan mereka,dan memarkirkan mobil nya didalam garansi Mansion.


Zara segera keluar dari dalam mobil,hanya membawakan satu paperbag di tangan Mattew,dan juga 1 bungkus Dessert yang mereka beli tadi.


Melihat kedatangan Mattew dan Zara,Berson segera membuka kan pintunya kepada Mereka berdua.


"Tuan Besar,Tuan Mattew dan Nona Zara disini " Ucap Berson saat menghadap Abian yang sedang makan malam bersama dengan keluarga nya.


"Mama..! Papa...!" Zara segera menghampiri Clara dan Abian .


"Sayang Kamu sudah makan ?Ayo makan sama " Clara memegang tangan anaknya dan melirik kearah Mattew yang masih berdiri tidak jauh dari Mereka.


Young segera menyambut Zara dan Mattew,menyuruh Bi Sumi menyiapkan dua set peralatan makanan lagi,terlihat Zico yang sedang sibuk dengan sendok dan garpu nya.


"Sayang ...! Kamu terlihat agak gemuk ?" Ucapan Clara membuat Zara kaget dan melirik kearah nya .


"Haaah?" Zara melirik kearah Mattew dan juga Abian,"Masak sih ma,Aku saja enggak memperhatikan !"


"Iya benar..!Berarti Mattew merawat Mu dengan baik sayang "Goda Clara,Zara hanya tersenyum melihat kearah Mattew raut wajahnya yang merona.


Mattew mencoba menggoda Zara saat sedang makan,bahkan Pria ini mencoba memegang tangan kanan istrinya yang duduk bersebelahan.


"Sayang ...lepas " Bisik Zara,namun Mattew mengabaikannya.


Zara terpaksa hanya menggunakan tangan sebelah nya untuk makan,Abian dan Clara memperhatikan Mattew dan Zara makan dengan menggunakan satu tangan.


"Sayang ..! Sejak kapan Kamu kidal ?" Pertanyaan Clara membuat Zara keselek saat sedang makan.


"Uhhuk...uhhuk..."Mattew segera melepaskan tangannya,Zara menepuk pelan dada nya.


"Sayang minum dulu ..!" Mattew memberikan minuman kepada Zara,yang melihat istrinya batuk - batuk karena tersedat makanan.


"Kamu enggak papa ?" Mattew sangat khawatir melihat Zara,mata nya berair,merasakan cukup perih tenggorokan nya.


"Mah Aku akan istirahat !" Ucap Zara bangkit dari duduknya "Aku akan menemani nya"Sambung Mattew lagi yang menyusul istrinya ke kamar.


"Kalian lanjut makannya !" Abian mengabaikan masalah yang tadi,dan menyuruh yang lain untuk makan.


Brakk..! "Haah..!" Zara kaget mendengar suara pintu yang tertutup.


"Kenapa menutup nya begitu kuat ..!" Ngomel Zara,Mattew segera membungkam mulut Zara dengan dengan tangannya .


"Jangan berisik,nanti yang lain bisa mendengar nya !" Bisik Mattew,membelai rambut sang istri,dan sesekali mencium wangi rambutnya sang istri.


Mattew memindahkan tangan nya yang membungkam mulut Zara,dan menyentuh paha mulus milik sang istri,yang masih mengenakan hotpants tadi siang,dan kemeja putih,tubuhnya masih terbalut dengan blazer mantel yang panjang .


Mattew melepaskan blazer mantel milik Zara,dan mencium bagian leher sang istri,Zara hanya terdiam saja menerima perlakuan suaminya.


"Sayang Kamu tau enggak ?Kalau kamu Bumi, maka aku atmosfirnya.Jadi, setiap saat aku bisa melindungi Kamu dari sakitnya serangan meteor dan komet " Tatapan Mattew yang mes un melihat kearah Zara yang masih menahan nafasnya menatap wajah Mattew yang penuh dengan keinginan yang begitu tidak tertahan kan.


"Buktikan,Cinta butuh tindakan bukan kata - kata " Jawab Zara dengan mendongakkan kepala nya kearah Mattew,yang terus saja melihatnya penuh hasrat.


Mattew segera menarik pinggang Zara,dan mendekapnya tubuh Zara dalam pelukan hangat Pria ini.


Mattew mencoba untuk menelusuri setiap sudut garis - garis leher milik Zara,dan meninggalkan beberapa bekas kepemilikan disana.


Kedua tangan nya turun ke area resleting hotpants milik Zara,membuka kancing dan menurunkan kan resleting nya kebawah.Selepas celana ini berhasil jatuh kini Pria ini mencoba untuk membuka kemeja putih milik Zara.


Kedua insan ini masih berpangutan didalam ciuman yang penuh kenikmatan,bahkan tanpa Zara sadar,Mattew telah berhasil membuka kemeja nya,Mattew memeluk gadis ini dengan erat,tangan nya perlahan menyentuh pengait br* dan membuka nya.


Melepaskan kemejanya,dan bersamaan dengan membuang br* yang menghalangi gunung kembar milik Zara.Buah kenyal itu terlihat begitu menantang di depan mata Mattew,Pria ini tidak mengedipkan mata nya,walaupun hanya sedetik.Dia mencoba mer emas kedua buah kenyal itu "Aaahhhh...sayang ..!pelan kan tangan Mu " Ucap Zara terbata menahan sakit yang berujung nikmat dari buah kenyal itu.


plup..plup..!Suara kismis yang keluar masuk dari mu lut Mattew.Pria ini melahap nya begitu rakus,tidak membiarkan Zara bergerak sedikit pun,tangan kekar nya yang satu menyentuh pa ha mulus Zara,yang satu lagi masih memainkan kismis. "Aaahhhh....!" de sa han Zara yang terlepas merasakan sensasi dari permainan Mattew.


Cup..!Mattew kembali menci um bi bir Zara,memegang kedua bahu Zara dan mendorong lembut tubuh istri nya keatas ranjang,masih dalam keadaan bi bir yang menyatu.


Mattew menc ium kening istrinya dan juga bi bir,beralih ke leher jenjang milik sang istri,singgah di gunung kembar untuk melepas dahaganya yang ilusi saja.


Lalu bi birnya,turun ke perut yg sedang naik turun merasakan ge sekan gelombang dari permainan Mattew.Sampai lah pada titik atmosfer yang selalu di nanti - nanti kan Mattew,tidak ingin cepat - cepat berlabuh disana,Pria ini beberapa kali mencium mawar yang bermekaran bee warna pink muda.


"Awww..."Pekik Zara sambil menutup mulut nya,saat Mattew menggigit kecil di kelopak bunga mawar milik nya.Tukang kebun yang sedari tadi memberontak di balik C D,saat melihat kelopak mawar yang menggairahkan.


Satu ja ri nya menyentuh bi bir Mi ss V,lalu memutarkan nya disana,tubuh Zara bergetar merasakan sensasi yang menggelora.


Wanita ini sesekali menggeliat saat sang suami memainkan ja ri nya.


Mattew memandang sang istri dengan tatapan me sum nya,yang melihat Zara menggeliat menahan setiap sentuhan yang di mainkan Mattew ."Sayang ....!Oohh...!" gerutu nya berulang kali meski masih menahannya,dirumah sendiri mungkin Mattew bisa lebih leluasa menja mah tubuh Zara.Namun,disini Pria ini meragukan beton kamar Zara,seandainya tidak kedap suara dan para keluarga masih di ruangan makan di akan membuat nya malu.


Disaat Zara sedang berada di puncak awan,merasakan gelora yang membara di hatinya,darah nya yang mendidih,jantung yang berdebar kencang,kaki nya bergetar hebat,tangannya mere mas sprei kasur miliknya.Tiba - tiba Mattew menarik kembali tangan nya,dan turun dari ranjang,Zara yang melihat nya penuh dengan raut wajah yang kecewa.


"Sayang ...!" Panggil Zara kesal yang melihat Mattew tidak menuntaskan permainan nya.


tok..tok..Mattew mengetuk dinding kamar Zara,wanita ini melihatnya dengan wajah tidak percaya,dan baru menyadari apa yang di lakukan suaminya,pasti memastikan khualitas dinding kamar mereka.


"Apakah kamar ini kedap suara ?" Tanya Mattew dengan keadaan yang hanya memakai C D saja.


"Ruangan di Mansion Papa jangan di ragukan lagi,semua kedap suara !"


Jawab Zara dengan setengah duduk


"Yakin ...?" Mattew masih merasa ragu,dan berjalan kearah jendela,semua kamar memilik dinding kaca yang besar bahkan hampir seluruh dinding di penuhi kaca.


"Kalau tau begini aturannya Aku menyarankan Papa Mu,membuat dinding beton bukan kaca,ini hampir seluruhnya kaca,Kita seperti ikan yang hidup di akuarium" Ucap Mattew menarik semua kain gorden yang ada di dinding kaca.


"Aaaiiiisshhh...!Puk..!"Zara menepuk jidat nya yang melihat suaminya yang bertingkah aneh.


Setelah selesai membenarkan semua gorden,lalu Mattew berjalan mendekati Zara yang diatas ranjang,sepertinya sudah tertidur.


huuss....huusss... Mattew meniup mata Zara,mengganggu wanita ini agar segera membuka mata nya,melihat tanpa ada reaksi Pria ini mengangkat kaki Zara.


sreet...jleb..! "Aaaagghhhhh....!" Mata Zara melotot,tubuh nya tiba - tiba terbangun setengah,tangannya menompang tubuh Zara.


Dorongan yang begitu kuat,membuat gadis ini kaget dan tersentak,bahkan syok,perut nya merasakan keram,Mattew menyembunyikan senyumannya,mata nya tidak menoleh kearah Zara,namun Pria ini mengetahui nya,Zara pasti akan protes jadi Dia segera mempercepat kan gerakannya .


Aliran didalam tubuh Zara sudah mampu menghipnotis kan tubuh Zara,sehingga tubuh mungil itu tiba - tiba lemah,dan tak berdaya,yang sedari tadi ingin marah,merajuk,namun di lupakan begitu saja oleh Zara,saat Mattew me mua skannya.


"Sayang,pelan kan ..!perut Ku keram !!"Ngomel Zara,lalu Mattew memelankan gerakannya,bi birnya menyatu kembali dengan Zara,saat akan mencapai puncak kenikmatan kedua -duanya berpelukan begitu erat lalu menggerang begitu kuat .


"Aaaaaaahhhhhhhh....!"


Setelah memastikan dinding ini aman dari pendengaran Orang,Mattew dan Zara bersuara begitu berisik,kedua nya tidak menahan nya lagi,bahkan Mattew yang dingin ini mampu membangkitkan suasana yang begitu menggoda saat memainkan permainan ranjang bersama istrinya.


Dua jam kemudian keduanya lemas,dan terkulai di atas ranjang,masih dalam keadaan menyatu,karena Zara lagu hamil,Mattew segera mencabut nya lalu tidur disamping Zara,takut membuat perut Zara terhempit.