My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 204



Seperti biasanya Abian tidak pergi ke kantor,tapi bekerja di mansion.Pria ini sibuk membereskan semua berkas nya.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk..!"


Ceklek..!


"Tuan ini berkas yang Anda minta ..!" Berson memberikan semua berkas kepada Abian.


Abian mulai membuka nya dan melihat satu persatu.


"Sudah Kamu periksa,terletak dimana markas Mafia ini !" Tanya Abian kepada Berson .


"Tuan tempat nya belum bisa di lacak,markas ini tertutup,dan menurut informasi yang Saya dapat,Pemimpin Mafia ini juga bukan orang yang hebat,tapi punya peran penting di dalam Negara!" Jelas Berson,Abian hanya mangut -mangut saja pertanda sudah mengerti.


"Aku akan menghubungi Mike,karena hanya Mike yang bisa melacak markas mafia yang tersembunyi"Abian berdiri dari tempat duduk nya,dan menekan tombol telepon yang tergantung di dinding ruang kerja nya.


"Hallo..!" Jawab Orang di seberang sana setelah panggilan Mereka terhubung .


"Mike..!ini Aku Abian "


"Bos,kenapa menelpon Ku,apakah ada yang bisa Aku bantu?" Tanya Mike masih menghormati Abian layaknya Bos Dia.


"Aku butuh bantuan Mu,maaf kali ini merepotkan Kamu lagi,Aku butuh informasi mengenai Mafia lambang angel,Aku yakin Kamu bisa melacak Markas Mereka"Ucap Abian menunggu jawaban Mike.


"Baik,Aku akan segera menyelidiki markas Mafia itu,kirim kan semua berkas ke email Aku dalam waktu dua hari Aku akan menghubungi Bos kembali..!"


"Baik,Aku akan mengirim nya sekarang !jika Kau ada waktu senggang pulang lah kesini,Aku ingin mengadakan pesta untuk kelahiran cucu Ku!dalam waktu singkat ini !"


"Bos,Aku tidak bisa kembali sekarang,kondisi Roshita sedang tidak sehat,Dia sedang mengandung,tapi kali ini janin nya lemah,sehingga membuat Dia harus berbaring di ranjang sepanjang hari " Jelas Mike,mengharap pengertian Abian,agar Abian tidak tersinggung atas penolakan Mike.


"Waahhh....!Selamat ya Mike,atas anak kedua Mu,kalau saja Aku waktu itu bisa tau lebih cepat atas kehamilan Clara mungkin saat ini Anak Ku sudah berusia 9 bulan dalam kandungannya"


"Bos,jangan bersedih,hilang satu Kau mendapat dua sekaligus cucu,Kau harus tetap bahagia !Aku yakin Clara tidak akan menyalahkan Mu jika Dia tau !"


"Iya semoga saja Clara tidak akan pernah tau akan hal itu,Mike Aku tunggu secepatnya kabar markas mafia !"


"Baik Bos ..!Aku akan segera mengabari Mu !"


Abian segera memutuskan panggilannya,dan meletakan kembali telepon di tempat nya,berbalik untuk kembali duduk ke kursi kerja nya.


Ting...! Pulpen di tangan Abian jatuh,saat melihat Clara ada diambang pintu ruang kerja nya,Abian kaget setengah mati,dan takut Clara akan menyalahkan nya atas keguguran bayinya.


"Sa...sayang ..!" Panggil Abian mendekat kearah Clara yang masih diambang pintu .


"Siapa yang menelpon ?" Tanya Clara tersenyum kearah Abian.


"Dia ..tersenyum berarti Dia tidak mendengar ucapan Mu tadi " Batin Abian mendekat kearah Clara.


"Aku menelpon Mike ada hal penting,tapi malah mendapatkan kabar baik,Roshita mengandung anak kedua sayang !" Ucap Abian jongkok di depan kursi roda Clara.


"Waahh..! Mereka pasti senang sekali,Aku juga ingin mengandung lagi,Kira - kira Kamu setuju enggak,jika Aku mau hamil lagi" Ucap Clara,sontak membuat abian syok.


Deg..


Deg..


"Sayang....!" Panggil Clara menyadarkan Abian dari lamunan nya.


"eh..iya sayang,Aku pasti setuju..!" Jawab Abian dengan senyum terpaksa nya menyembunyikan kebenaran dari Clara.


"Tapi Kamu tidak malu?sebentar lagi Anak dan menantu Mu akan melahirkan ?" Tanya Clara lagi.


"Kenapa Aku harus malu,Kamu istri Aku,dan Aku ini suami Mu!yang harus malu itu,jika Kamu hamil dengan Pria lain " Cibir Abian.


"Ha...ha..ha..benar sayang kataMu..!"


Tok...tok...


"Masuk !"


Ceklek ...Kasio membuka pintu ruang kerja Abian,dan melihat ada Clara di dalam ruangan.


"Maaf Tuan mengganggu,Saya akan datang nanti !" Ucap Kasio


"Sayang Kalau gitu Aku akan keluar dulu !" A


Clara segera pergi dengan kursi roda nya menuju kamar Mereka.


"Ada apa ?" Tanya Abian kepada Kasio,setelah Clara pergi.


"Tuan,tato angel yang ada di tangan penguntit waktu di villa,memang simbol Mafia,dan di ketahui pemimpin Mereka hanya orang biasa tidak hebat,tapi disaat Kita melacak Markas,semua terlihat samar,susah untuk di temukan !" Kasio memberikan beberapa lembar foto kepada Abian.


Setelah Abian melihat dengan sangat teliti foto yang ada di tangan nya,pandangan nya tertuju kepada bawahan mafia yang paling muda diantara bawahan lain.


Tuk .."Selidiki Orang ini ..!" Titah Abian menunju ke arah foto yang di bawakan Kasio barusan.


"Baik,Saya akan infokan dalam satu jam..! Saya permisi !" Kasio segera keluar dari ruangan kerja Abian.


Abian terlihat memperhatikan satu persatu gambar yang di bawakan Kasio lagi,Dia cukup penasaran dengan gambar yang terakhir,foto seorang Pria yang terlihat masih muda diantara rekan yang lain.


Abian segera mengirim berkas kepada Mike melalui email nya seperti yang di minta oleh Mike.


***


Anushka pergi ke swalayan yang ada di sekitaran mansion,hanya berjarak 10 menit perjalanan.Dia hanya ingin membeli beberapa buah segar setiap paginya,karena setiap pagi di swalayan ini akan ada buah segar yang di antar tiap pagi nya oleh tukang kebun,jadi Anushka berniat untuk membeli nya,itu juga atas ijin Zico.


Swalayan buah tersebut akan di kirim buah setiap jam 6 pagi,Anushka terpaksa pagi - pagi sekali harus pergi ke swalayan dengan di temani oleh Young.


"Aku sudah membelikan semua nya,Kita akan membayarnya sekarang !" Anushka meminta Young untuk mengangkat keranjang buah ke kasir.


"Berapa totalnya " Tanya Anushka kepada kasir


"20 euro,Nyonya !" Jawab kasir itu dengan ramah,Anushka sudah terbiasa berbelanja disana.


Disaat Anushka mengambil dompet,Dia baru sadar kalau dompet nya ketinggalan di sofa ruang tamu,saat menunggu Young tadi pagi.


"Ada apa ?" Tanya Young,saat melihat Anushka yang kebingungan.


"Dompet Ku ketinggalan !" Bisik Anushka kepada Young.


"Kok bisa?" Young juga ikut kaget karena Dia tidak pernah membawakan dompet saat keluar dengan majikan .


"Buah nya bisa di simpan dulu,Saya lupa membawa dompet nya,nanti saya akan menyuruh suami saya untuk mengambil nya!" Jelas Anushka kepada kasir wanita .


"Maaf Nyonya,Buah ini tidak bisa di simpan,karena ini swalayan kecil,jadi kalau Nyonya tidak jadi ambil Kami bisa jual ke orang lain !"


Mendengar jawaban dari kasir,membuat Anushka berpikir sejenak,jika Dia tidak mengambil buah ini sekarang juga nanti setelah pergi dan kembali kesini pasti sudah habis.


"Bagaimana kalau jaminan nya cincin Saya saja,ini harga nya lumayan mba,Saya akan kembali dalam waktu 10 menit lagi setelah mengambil dompet,bagaimana ?" Tanya Anushka kepada kasir


"Tidak bisa Nyonya,Kita hanya menerima bayaran berupa uang tunai !seperti yang Saya jelaskan ini hanya swalayan kecil " Kasir ini masih terlihat begitu ramah .


"Biar Saya yang membayar belanjaan Mereka,berapa totalnya ?" Tanya Pria yang semalam menabrak Anushka .


"20 euro ..!"


"eeh ..tidak perlu,jika tidak bisa titip,Aku tidak jadi beli dulu,datang besok pagi saja tidak masalah !" Ucap Anushka menolak dengan halus.


"Maaf Nyonya,karena cuaca nya akan turun salju,jadi beberapa hari kedepan tukang pengantar buah akan libur dulu"


"Baik,ini..!Aku bayar ya !" Ucap Ricko mengeluarkan uang dari dalam dompet nya dan meletakan di depan kasir wanita tersebut.


Setelah selesai di bayarkan oleh Ricko, Pria ini juga membantu mengangkat barang kedalam mobil Mereka.


"Maaf Tuan,Saya tidak terbiasa mengutang sama orang,bagaimana kalau Tuan ikut Saya ke mansion,nanti Saya akan menggantikan uang Anda !" Seru Anushka setelah sampai di mobil.


"Tidak perlu ganti,hitung - hitung sebagai tanda permintaan maaf Saya semalam !" Jawab Ricko ramah.


"Saya tidak biasa menerima pemberian orang,mohon ambil kembali jika Tuan tidak mau menerima Saya membayar nya!" Ancam Anushka ingin mengeluarkan kembali buah dari dalam mobil.


"Baik lah,Saya akan ikut dengan kalian !" Jawab Pria itu"


"Aku membawa mobil sendiri,Kalian duluan saja Aku akan mengikuti Kalian dari belakang !"


Young segera menyalakan mobilnya dan melaju pulang kearah Mansion,Ricko mengikuti Mereka dari belakang sampai ke mansion.