My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 13



Hujan turun begitu deras,akhir-akhir ini kota E sering sekali di guyur hujan,membuat Clara egan beranjak dari tempat tidur,Tapi tiba-tiba perut nya keroncongan sehingga mengeluarkan suara.


"Astaga...lapar banget jika aku turun kebawah kira-kira canggung enggak ya,tadi siang juga tidak makan apa-apa,malam begini sangat laper " gumam Clara yang berusaha turun dari ranjang nya


Cekrekk....Clara membuka pintu kamar melihat disekelilingnya sangat sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan disana,namun dia baru sadar kalau dia sedang berada di lantai atas mansion Abian.


"Aku harus mencari lift turun kebawah jika tidak aku tidak akan bisa turun kebawah " batin Clara yang melihat sekitaran tidak ada tangga satupun sedangkan dia berada di tingkat ke lima mansion milik Abian.


Clara sampai di lantai dua dia segera turun ke lantai dasar untuk mencari makanan di dapur.


Terlihat disana ada dua pembantu Abian yang sedang membereskan dapur.


"Non...Clara " sapa bi Sumi


" Bi ..apakah ada makanan yang bisa di makan" tanya Clara


Bi Sumi langsung mengeluarkan semua makanan yang ada di kulkas dan memanasi nya kembali agar Clara bisa makan.


"Wanita ini sungguh merepotkan " batin Bi Nana pembantu Abian yang lain.


Terlihat dari wajah bi Nana kalau dia kurang suka dengan kehadiran Clara disana.Namun Clara tidak menggubris nya dia sudah sangat lapar.


"Bi....apakah tuan sudah pulang " tanya Clara


" belum Non ....mungkin sebentar lagi"


Clara melanjutkan makan malam nya,karena dari tadi siang tidak makan makanan apapun, perut nya benar-benar terasa sangat lapar.


Tap...tap...tap...Langkah kaki Abian menyadari clara kalau Abian sudah pulang,disaat Abian hendak naik keatas dia melihat Clara sedang di ruangan dapur.


"Bi...Sumi..." panggil Abian yang berdiri di depan tangga


"iya tuan"


"Dimana clara.." tanya Abian


"sedang makan tuan apa perlu saya panggilkan " tanya bi Sumi


"tidak perlu bi...!! Bi tolong sampaikan Sama yang lain kita ada rapat malam ini kumpulkan semua nya "


"Baik tuan"


Bi Sumi dan berson pun bergegas mengumpulkan para pekerja dirumah itu untuk segera ke ruang rapat,karena Abian tidak akan senang jika ada yang datang terlambat.


Dua jam berlalu,semua orang sudah berkumpul di aula yang biasa Abian sediakan untuk rapat khusus para pengawal dan pembantu nya.


"Berson bagi kan amplop nya kepada mereka " titah Abian


Clara hanya berdiri paling belakang karena dia belum terbiasa dekat dengan semua orang Yang ada di mansion.


"itu adalah gaji kalian di bulan ini dan juga bonus nya karena telah melayani aku dengan sangat baik,dan untuk kedepannya aku juga berharap kalian bisa melayani Nyonya baru kalian dengan baik" Abian melirik kearah Clara berharap Clara mengerti dengan tatapan nya


"Kenapa dia melihat kearah ku..."batin Clara


"Nyonya ....semoga saja nyonya Clara tidak melapor ketuan atas sikap ku tadi " batik Bi nana


"Kemari lah kedepan " titah Abian


Clara segera menuruti perintah Abian dan berjalan kedepan dan berdiri tepat disamping nya.


"Perkenalkan dia Clara,istri sah saya...kita telah resmi menjadi suami istri,tapi kita belum mengadakan pesta " jelas Abian membuat para pengawal dan pembantu lain nya mengerti


"Selamat datang nyonya Clara " sapa mereka serentak,namun di balas senyum paksa oleh Clara.


"Sekarang boleh bubar...!!!"titah abian


Clara masih berdiri di tempat semula tidak mengikuti Abian untuk keluar.


"Apa yang kau tunggu...!!!" tanya Abian


"tidak...." Clara segera berjalan menuju kelantai atas untuk tidur


Terlihat Abian mengikuti Clara dari belakang,tatapannya selalu datar gerak jalan nya santai namun pasti kalau dibanding dengan Clara langkah kaki nya lebih cepat Abian dari clara,mereka berdua berada di dalam lift yang sama hanya mereka yang tinggal di lantai atas,sedangkan para pengawal dan pembantu tinggal di lantai dasar.


Abian melihat kearah Clara yang berdiri di samping nya,dia sengaja mendekatkan dirinya ke Clara karena dia sadar dia punya hak atas perempuan itu.


Ting....pintu lift terbuka,Clara segera keluar ,di sepanjang jalan Clara tidak pernah mengucapkan satu patah kata pun sama Abian sampai mereka di dalam kamar.


"Apa tidak ada yang ingin kau tanyakan " Abian membuka suara,agar clara mau berbicara dengan nya


Clara duduk sofa yang ada di dalam kamar itu,banyak sekali unek-unek yang ingin dia keluarkan namun entah kenapa bibir nya sangat sulit untuk terbuka.


"Apa tujuan mu menikahi ku" tanya Clara


"Apakah kau tidak bekerja besok..!!!kenapa belum tidur " tanya Abian sambil mengintip dari selimut nya


Clara tidak menjawab tapi dia langsung bergegas untuk tidur,padahal sebelumnya dia telah berpikir kalau Abian akan meminta untuk di layani sebagai suami sah nya,namun kenyataan nya Abian tidak peduli dengan kehadiran nya malah ingin tidur duluan.


"Jika aku tidak tidur maka aku tidak akan bisa menahan nya ini sangat terasa sesak di bawah " batin Abian yang berusaha sabar ,namun rasa sesak dibawah nya tidak bisa iya pungkiri.


Deg...Deg...Deg... Clara gelisah jantung nya berdegup kencang setelah dia berpisah dengan mantan suaminya baru kali ini dia tidur dengan laki-laki,meskipun Revan dan Clara pernah menikah tapi mereka tidak pernah tidur bersama karena waktu Clara menikah dengan revan,dia masih melanjutkan S2 nya di negara S yang membuat mereka berpisah,disitu lah puncak pokok permasalahan pertama muncul.


Hujan masih berlanjut turun semakin deras,Clara menyelimuti dirinya dengan selimut,dia tidak takut dengan gelap namun dia sangat takut dengan suara petir, malam ini langit cukup tenang hanya hujan saja yang turun tidak dengan petir jadi clara bisa tidur dengan nyenyak.


***


Jam delapan pagi,Abian sudah bangun duluan sedang memakai pakaian nya hendak kekantor Clara baru saja bangun dan kaget melihat jam di atas nakas yang menunjukkan pukul delapan pagi,iya segera berlari kekamar mandi untuk bersiap-siap kekantor.


Disaat clara mengenakan pakaian nya Abian menyadari kalau Clara masih mengenakan baju pendek untuk kekantor padahal sebelum nya dia telah melarang nya,wajah abian terlihat tidak senang dengan penampilan clara.


Meskipun mereka berdua tidak saling berbicara satu sama lain,mereka turun kebawah dengan kompak,mereka sama-sama pergi keruangan makan untuk sarapan,setelah selesai sarapan dengan sopan Clara berpamitan duluan.


"Aku harus pergi duluan,aku tidak ingin orang kantor jadi salah paham" Clara langsung masuk kedalam mobilnya untuk berangkat kerja.


Kriing....


kriing.....


kriinggg ... handpone Clara berdering ada nomer baru masuk ke panggilan tidak terjawab .


Nomer itu melakukan panggilan lagi segera Clara mengangkatnya


"hallo...."


"Temui saya di restoran depan kantor Mexio" titah orang diseberang sana ,tapi Clara belum mengetahui siapa yang menelpon nya.


"Seperti suara tuan Mattew..." batin Clara yang melaju kan mobil nya kearah yang telah di tentukan


"tuan Mattew...ada apa pagi-pagi menyuruh saya kemari" tanya Clara begitu sampai disana


"Duduk dulu baru bicara,saya tidak senang ada orang tidak sopan begitu" jawab Mattew dengan tegas


Clara segera menarik kursi untuk duduk sambil menghela nafas nya .


"Jauhi Abian...!!! " Mattew berbicara langsung pada intinya


Clara terperangah mendengar ucapan tuan mattew,Clara bingung dari mana tuan Mattew bisa tau dia tinggal bersama Abian .


"Dia bukan orang yang cocok yang bisa kamu jadikan pendamping hidup,sebelum terlambat lebih baik kamu memikirkan cara untuk menjauh dari nya " sambung tuan Mattew lagi


" jika tuan ingin aku menjauh dari bos,harus nya tuan langsung berbicara sama bos jangan sama saya !!! " tegas Clara bangkit dari duduk nya,keluar dan meninggal kan Mattew sendiri.


Clara berjalan keluar dari restoran tempat di mana dia bertemu dengan tuan Mattew barusan.


Di kantor terlihat semua orang sudah mulai bekerja,tapi Clara baru saja sampai kekantor.


"kenapa kamu terlambat " tanya Mike yang melihat Clara di depan ruangannya


"Tadi tuan Mattew mengajak aku bertemu di restoran depan kantor " jelas Clara mengeluarkan kunci ruangannya


"apakah dia menyulitkan mu soal kerjasama,walaupun dia benci sama perempuan,tapi dia sangat baik dan orang nya juga peramah" jelas Mike


" tidak suka perempuan ??apa tuan Mattew suka sama Abian " batin Clara membayangkan kata-kata Mike,Namun Clara malah geli sendiri .


"kamu kenapa " tanya Mike yang masih berdiri disamping Clara


"aku tidak apa-apa aku masuk dulu" Clara meninggal kan Mike di depan ruangan,setelah meletakkan tas nya diatas meja dia baru ingat kalau dia lupa membuat kan kopi untuk Abian.


tokk..tokk..tokk ..


"Masuk..!!"


"Maaf bos...ini kopinya " Clara berjalan menuju meja Abian


" waktu minum kopi sudah lewat bawa keluar..!!" titah Abian dengan datar tapi terdengar sangat tegas


Clara segera berbalik arah,tidak mau menjawab atau membantah takut membuat bos nya marah.


"Wanita itu...disuruh keluar benar-benar keluar ..tidak bisa apa membujuk orang" kesal Abian dengan tingkah Clara


Abian kembali memperhatikan cctv yang ada di ruangan nya,terlihat Clara yang sedang sibuk mengerjakan tugas nya,dia sangat serius menatap ke layar komputer membuat Abian tidak bisa berpaling .


"Dia memang sangat cantik apalagi sedang mengerjakan tugas nya " gumam Abian masih memperhatikan layar cctv.