
Clara terbangun dari tidur nya mendengar alunan musik dari ruang disebelah nya,Suara nya sangat merdu,Clara turun dari ranjang berjalan keluar dari kamar nya,mengikuti alunan musik itu.
Clara berjalan melewati kamar nya dan berhenti di sebuah pintu dia membuka nya alunan lagu itu memang begitu indah,dan punya makna tersendiri.
Cekreeekkk.........!!
"An empty street
An empty house
A hole inside my heart
I'm all alone
The rooms are getting smaller (smaller)
I wonder how
I wonder why
I wonder where they are
The days we had
The songs we sang together (Oh yeah)
And, oh, my love
I'm holding on forever
Reaching for a love that seems so far
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again
My love "
Abian menghentikan nyanyian nya,dan melirik kearah Clara yang berdiri di ambang pintu.
"Sudah bangun..!!!" sapa Abian dengan datar
Clara masuk kedalam ruangan itu,dan menyapa suaminya yang sedang berada di ruangan musik.
"Kau menyanyikan lagu begitu indah...bagaimana bisa ..?" Tanya Clara memegang pundak suami nya yang duduk di depan piano
"Aku sudah lama belajarnya,semenjak sibuk bekerja aku jarang memainkan nya,hanya sesekali kesini saat sedang sepi saja ..." jelas Abian tidak melirik kearah istri nya
Clara menyadari nya kalau sang suami masih marah atas sikap dia semalam.
"Duduk lah disini aku akan mengajari mu..." pinta Abian kepada Clara ,meskipun dia berbicara seolah-olah tanpa ada masalah antara mereka,namun Clara bisa melihat wajah Abian yang masih marah kepada nya.
Cup...Clara mencium bibir Abian duluan,melihat pria itu yang sedang marah,Clara ingin membujuk nya,Seorang pria seperti Abian jangan coba - coba menggoda nya maka kamu akan menyesal.
Abian membalas ciuman Clara mereka berdua berlarut dalam ciuman yang begitu romantis,tidak sampai disitu saja Abian juga memainkan jari-jari nya di bagian da*a milik Clara membuat wanita itu mendesah.
Disaat Abian mau melanjutkan nya Abian teringat Clara sedang hamil,dia langsung berhenti disitu,meskipun sebenarnya sangat sulit bagi nya untuk mengontrol diri nya yang sedang berkeinginan itu.
"Ayoo.....kita turun kebawah,aku akan segera ke kantor..." seru Abian membantu Clara berdiri dari duduk nya
"kamu juga harus ikut dengan ku..." sambung Abian lagi
"kenapa..??" tanya Clara
"Aku akan tenang kalau kamu disisi ku....!!aku tidak mau kamu melakukan tindakan bodoh kalau sendiri dirumah"
Abian sangat peduli dengan kondisi Clara yang sedang hamil,dia tidak ingin wanita nya terluka seperti kemarin.
Clara hanya menurut saja apa yang menjadi keinginan dari sang suami,dia takut melawan nya akan membuat Abian marah lagi .
Di meja makan sudah ada Nadia dan Revan yang sedang sarapan pagi,terlihat Revan yang memperhatikan Clara masuk kedalam ruangan dapur untuk makan.
Abian menarik kursi untuk istrinya,membuat Revan cemburu dengan sikap romantis mereka.
"Bi....siap kan makanan yang telah aku perintahkan semalam ..." ucap Abian
Nadia melirik kearah Mereka berdua yang berada di depan nya.
"Emang ada makanan lain yang belum di hidang" tanya Nadia penasaran
"Ada makanan khusus ibu hamil....!!" Jawab Abian tegas
Uhuk...uhuk...uhuk Revan kaget mendengar nya,dia langsung melirik kearah Clara.
"Sayang ..minum dulu" Nadia memberikan segelas minuman kepada Revan
Abian menyempitkan mata melihat kearah Revan,clara hanya diam saja melirik kearah suaminya.
"Nyonya ini makanan nya,dan ini segelas susu nya " Bi Sumi meletakkan nya didepan Clara
"Kak....kamu hamil??" Tanya Nadia
"Iya....!!" Clara hanya menjawab singkat,lalu mereka melanjutkan sarapan nya,lalu berangkat ke kantor.
***
Sampai di kantor,seperti biasa ada saja pengawal yang mengikutinya dari belakang itu membuat Clara sangat risih.
"Mereka suruh tunggu di mobil saja ya enggak perlu ikut kedalam kantor" seru Clara saat turun dari mobil sudah ada dua pengawal yang menunggu mereka
"Tapi keselamatan kamu lebih penting ...!" ucap Abian
"Aku akan aman jika disamping mu...percaya lah..!" Ucap Clara membelai wajah suaminya
Akhirnya Abian luluh juga tidak bisa melihat wajah istrinya yang sedang menggoda dia.
"Kalian tunggu disini saja..!!"
"Siap bos..." ucap mereka serentak
Clara berjalan masuk kedalam ruangan ,Abian mencoba mengandeng tangan nya ke Clara namun wanita itu menghindar karena malu,dilihatin banyak orang ,karena orang belum tau status dia di kantor.
"Kenapa...?" Abian menatap dengan ujung matanya
Meskipun sedikit kesal namun Abian tetap mengikuti Clara dari jauh .
Sampai di resepsionis,Roshita melirik kearah Clara namun tidak berani menyapa karena dia sudah tau status Clara di kantor .
"Roshita....." Panggil Clara dengan ramah
"Iya ...Nyo...."Belum selesai menjawab Clara sudah langsung memberi isyarat kepada Roshita agar tidak menyebutnya Nyonya
"Huuusssss....." jari telunjuk dia letakkan di bibirnya
Abian sudah berada di belakang Clara,Roshita pun mengurung niat nya untuk menyapa Clara lagi.
"Tuan ada meeting....semua nya sedang menunggu tuan"
"Baik saya kesana...!"
"Aku pergi dulu ya..bye..." Clara melambaikan tangan kearah Roshita.
"bye..." ucap Roshita agak singkat takut dimarahi oleh Abian
"Semoga saja pertemuan ku sebelum nya tidak menyinggung Nyonya Clara kalau tidak aku tidak bisa bekerja disini lagi" Batin Roshita
Abian berjalan menuju ruang meeting dan Clara menunggu Abian di ruang istirahat yang ada di kantornya .
Cekrekk....pintu ruangan meeting terbuka,Semua staf pekerja bangun untuk menyambut kedatangan Abian .
"Hari ini cukup membahas proyek saja yang sudah kelar ini,dan yang mau di tanda tangan bawa kesini berkas nya " Ucap Abian mengeluarkan Pulpen miliknya
Meeting berjalan dengan sangat lancar,hanya memerlukan waktu 20 menit,Abian sudah selesai membahas proyek nya dengan detail.
"Rapat di bubarkan ...!!!"
Semua orang keluar dari ruangan rapat,Mike juga berpamitan mau pergi bertemu dengan klien di restoran saat jam makan siang.
"Sonia apa ada yang perlu kamu bahas..!!" tanya Abian
"ada...." Wanita itu mendekati Abian yang berada di kursi CEO
"Langsung saja ...." Abian melonggarkan dasi nya,sambil memeriksa berkas
"Bagaimana wanita itu apa masih disini ....kamu terlihat tidak cukup bahagia " Sonia menggoda Abian,dengan membuka kancing baju nya bagian dada nya terlihat sangat jelas benda itu sedikit menonjol.
"Itu bukan urusan mu..!!!jika tidak ada yang perlu di bahas aku akan keluar..!" Abian bangkit dari duduk nya,Namun Sonia menarik pria itu sehingga Abian menimpa tubuh Sonia
Cekrekk....."Sayang ...meeting nya ......" Clara melihat kearah Abian dan Sonia dengan posisi yang sedang memeluk satu sama lain.
Abian segera bangkit dan berdiri membenarkan jas nya .
"Apa aku menganggu ..!" tanya Clara datar
"Cukup menganggu ...padahal sebentar lagi kita akan bersenang - senang kan sayang ..." Ucap Sonia sambil membelai wajah Abian,yang membuat Abian marah dan mendorong Sonia
"Jangan menyentuh ku...!" pekik Abian
Clara cukup begitu tenang melihat drama mereka berdua di depannya,dan memiringkan mulut nya .
"Aku yakin wanita kecil mu ini tidak cukup memuaskan mu...." Ucap Sonia dengan tangan di lipat di dada nya
"Apakah dengan memperlihatkan dada mu begitu kamu sudah bisa berkata dapat memuaskan laki orang " tanya Clara dengan datar
" kamu.......!! aku cukup tau Abian ,dia laki -laki yang cukup kuat dan bergairah,kalau hanya di bandingkan dengan mu seperti nya kamu bukan lah tipe dia diatas ranjang kamu terlalu kecil untuk nya " ledek Sonia
Clara yang mendengar nya hanya bisa menatap kearah Abian yang sedang menahan emosi,Clara tau ini di kantor tidak mungkin ribut disini semua orang kantor akan tau.
Sonia wanita yang berumur 30 tahun tubuhnya cukup sexy,bahkan dada nya tergolong bohai kalau di lihat-lihat,tapi sayang dandanan nya seperti wanita malam.
"Apakah kamu sudah melihat bagaimana Abian diatas ranjang...? oh...atau kamu pernah merasakan nya,bagaimana permainan dia diatas ranjang ? ..." tanya Clara memancing emosi Sonia .
Abian tau wanita nya bisa mengatasi masalah nya sendiri .
"Apa aku harus menunjukkan nya kepada mu,agar kamu bisa melihat nya bagaimana aku bisa menggoda Abian ....." sambung Sonia tidak mau kalah dengan Clara
"Heh..!! kamu yakin dia akan tertarik ??? kamu berpakaian seperti itu saja dia tidak melirik mu apalagi menyentuh mu" cibir Clara
"Kamu....!" Sonia sudah mulai kesal
"memang benar yang kamu katakan Abian adalah pria kuat dan bergairah,maka dari itu aku dan dia cukup membutuhkan waktu sehari semalam untuk memuaskan satu sama lain...
" Ucap Clara mendekati Abian dan menyentuh dada kekar milik Abian .
Sonia yang melihat merasa geram,dan segera keluar dari ruangan meeting .
BRAaakkkk...!!!! perempuan itu membanting pintu,karyawan yang melihat nya kaget dan bergosip.
"Itu Nona Sonia kenapa dia kelihatan nya dia sedang marah "
"Iya..iya benar.."
karyawan pada bergosip melihat ke arah Sonia yang keluar dari ruangan meeting .
"Kenapa tidak di lanjut...." ucap Abian yang melihat Clara masih melihat kearah pintu
"Maksud nya...melanjutkan apa..? aku hanya tidak ingin dia mendekati mu,jadi aku sedikit mempermalukannya ....apa kamu keberatan ....!!!"Tanya Clara kepada Abian dengan tatapan kesal nya
"jadi wanita ku yang imut ini sedang cemburu ya....." Abian memegang dagu Clara sehingga kepala Clara mendongak keatas .
"Siapa yang cemburu ...coba.!!!..kamu nya saja yang senang melihat bagian tubuh dia yang terbuka " cibir Clara melipatkan tangan di dada nya
" Aku....???" Abian menatap kearah Clara
"Aku tergoda kepada dia ...??apa kamu enggak salah liat ....." sambung Abian lagi
"iya memang benar.....kan..??" Clara melirik kearah suami nya
"Aku akan tergoda jika kamu menggoda ku,apalagi membuka bagian ini...." Abian menyentuh dada milik Clara dan memainkan jari nya disana
"Dan aku lebih suka menyentuh punya mu ini dari pada aku harus melihat tubuh dia yang menjijikan itu" Abian menaikkan rok Clara keatas dan memasukan tangan nya .
"Aah....emmm..." Clara menggeliat merasakan sesuatu yang berbeda
"Baru begini saja kamu sudah menikmati nya,masih bilang aku tergoda,jadi kamu yang tergoda dengan penampilan ku kan..." bisik Abian ke 'telinga istri nya,Abian mendorong tubuh Clara ke meja meeting.
"Kamu....menjauh lah dari ku ini masih diruang meeting ..." ucap Clara yang menahan ******* nya karena tangan Abian masih berada di balik rok nya
"Memang kenapa...? bukan nya kamu menikmatinya...?" Abian mulai men*ilati bagian leher Clara wanita itu benar - benar tidak bisa menahan desahannya nya .