
Anushka meletakan jus jeruk di dekat piring nasi Zico,Pria itu melirik kearah Anushka yang diam tanpa berbicara .
"Kalian kenapa cuma berdiri,duduk dan makan bersama ..!" Titah Zico yang baru pertama kali di dengar oleh Young dan Kasio,sebelumnya tidak satu orang pun yang bisa makan bersama dengan Zico .
"Baik....Tuan muda ...!!" Young dan Kasio segera menarik kursi untuk duduk,tapi Zico malah menyuruh Anushka yang duduk disamping nya,membuat Young kesal .
"Kamu duduk disini ...!!" tuk...tuk...mengetuk meja dengan sendok di tangan nya,tanpa bantahan Anushka segera duduk
Mereka segera melanjutkan makan malam ,sampai saat nya tiba Zico mencicipi makanan yang di masak oleh Anushka,terlihat sangat enak,dan berbentuk seperti makanan India.
Ting......Sendok di tangan Zico jatuh kelantai,semua orang melirik kearah Zico terutama Anushka yang duduk di samping nya ,Zico menghempaskan piring nasi milik nya kebawah.
Prang......pecahan piring berserakan di lantai membuat Anushka kaget .
"Tuan muda " teriak Kasio melihat perubahan tubuh Zico.
"Apa yang terjadi " Tanya Young ikut bangkit dari tempat duduknya
"Young ambil suntikan Tuan Muda dikamar nya...segera...!!!!"
"Iya kak...!" Young segera berlari keatas untuk mengambil obat suntik untuk Zico
"Tuan Muda kenapa ..?" Anushka juga ikut panik
"Apa yang kamu masukan dalam menu makanan mu...!!" Tanya Kasio dengan keras,membuat Anushka kaget dan gemetar .
"Itu. ..itu aku hanya memasak ikan saus saja,masakan kota ku..! selebih nya aku tidak masukin apa- apa..!!" Jawab Anushka gemetar dan takut dengan Kasio apalagi Zico
Braaaak....!! Zico menggebrak meja makan menatap kearah Anushka
"Kau sengaja melakukan itu kan..? kau ingin meracuni ku dengan masakan mu..?" Seru Zico menggenggam tangan Anushka dengan kuat membuat gadis itu menjerit kesakitan
"Tuan.....Ak..aku tidak melakukan it ...itu dengan sengaja....!"
Bugh....Zico mendorong tubuh Anushka kelantai,gadis itu menahan rasa sakit di lengan nya yang memerah ,belum lagi dia melihat tubuh dan wajah Zico yang mengeluarkan bintik - bintik merah dengan begitu banyak .
Anushka menatap Zico penuh dengan ketakutan,baru pertama kali Dia melihat perubahan pada diri Zico saat pria itu alergi atau keracunan dengan makanan.
Bintik merah terus melebar di seluruh wajah dan tubuh nya,Young juga tidak kunjung datang,Kasio sudah berteriak beberapa kali agar Young mempercepat gerakan nya namun wanita itu belum juga datang,Anushka segera berlari ke lemari es untuk mencari es balok yang ada di dalam kulkas setelah Dia menemukan meskipun tidak banyak namun bisa mengurangi rasa sakit dan perih di tubuh Zico,
"Apa yang ingin kau lakukan...!" Tanya Kasio, memegang tangan Anushka
"Ini bisa mengurangi rasa sakit" secara perlahan Anushka mengompres tubuh dan wajah Zico,Kasio yang melihat nya hanya terdiam,Zico juga tidak melawan,Namun merasa dingin di wajah dan seluruh tubuhnya .
Benar saja rasa perih bisa berkurang Zico tidak lagi berteriak ,Young segera memberikan tiga suntikan itu kepada Kasio agar segera menyuntikan ke tubuh Zico.
Setelah di suntik perlahan - lahan tubuh Zico mulai kehilangan kesadaran Young dan Kasio menuntun tubuh Zico kelantai atas,Anushka membereskan semua barang yang berserakan,termasuk pecahan piring yang di jatuhkan oleh Zico.
Young bersama dengan Kasio turun ke lantai dasar,Anushka menghampiri mereka.
"Bagaimana Tuan Muda " tanya Anushka
"Tuan Muda sudah membaik,lain kali ikan jenis apapun jangan memberikan nya kepada Dia karena Dia alergi ikan,bukan itu saja dalam waktu beberapa menit daging ikan bisa membunuh nya " jelas Kasio
"Baik Tuan...!" Anushka menundukkan kepala nya,Wanita ini segera beranjak naik kelantai atas untuk melihat keadaan Zico setelah Young dan Kasio berlalu dari pintu utama.
***
Sesuai dengan permintaan Zara,Mattew membawa Zara pulang ke hotel,dari semenjak mereka pulang dari rumah sakit,Zara belum berbicara apapun dengan Mattew,sekarang Zara banyak diam nya dari sebelumnya .
"Aku mana bisa tidak jatuh cinta kepada paman...!!tapi aku harus bagaimana..? masak ia aku mencintai pria yang mencintai wanita lain ..." Batin Zara melirik kearah Mattew yang sibuk membereskan barang- barang Zara.
"Paman aku ingin makan bubur...." Seru Zara,benar dari semenjak pulang di rumah sakit Dia belum memakan apapun itu,Mattew menganggukkan kepala nya dan segera mencari bubur di dapur hotel,Dia segera memesan nya kepada koki dan langsung menunggu disana,tidak akan kembali sebelum buburnya siap.
Cekreek...! pintu kamar terbuka,Mattew sudah kembali ke kamar nya dengan membawa bubur di tangan nya.
"Aku sudah menyuruh koki untuk membuatkan buburnya,kamu makan sekarang ya ..!!" Ucap Mattew meletakan bubur di dekat ranjang di atas nakas .
"paman aku ingin minum susu putih sekalian,dan setelah makan bubur aku akan tidur ...!" Pinta Zara lagi dengan senyuman masih melekat di wajahnya
"Baik aku akan segera kembali "
Mattew bisa saja menyuruh pelayan untuk membawakan susu kepada Zara,namun pria itu memilih dirinya sendiri yang mengambil di dapur .
lima menit berlalu,Mattew kembali lagi dengan segelas susu di tangannya dan memberikannya kepada Zara.
Gadis ini melirik kearah Mattew yang ingin membersihkan dirinya di kamar mandi.
"paman ...kau kenapa begitu baik kepada ku..! menuruti semua keinginan ku ...! tapi kenapa hati mu tidak bisa untuk ku miliki..!!" Gumam Zara membaringkan tubuhnya di ranjang .
Cekreeekkk.....!! Mattew melihat Zara sudah terlelap dalam tidur nya Dia segera menarik selimut ,dan menutupi tubuh istri kecilnya itu,ingin sekali mencium kening dan mengusap kepala Zara namun niat itu di urung kan nya lagi.
Abian menatap Clara yang sedang menyisir rambutnya,Abian mendekati sang istri .
"Ada apa ...?" tanya Clara saat melihat raut wajah Abian yang datar
"Apa yang terjadi hari ini kenapa Zara bisa dirumah sakit ...!" Wajah Abian yang datar memancarkan aura ke khawatiran dari raut wajah Clara.
"Ada apa..?"Abian kembali bertanya sembari memegang kedua bahu istrinya menatap nya datar terpantul dari arah kaca rias .
"jadi begini cerita nya Mike dan Roshita mengajak kami jalan - jalan ini hari dan menjemput di depan hotel ......bla...bla...bla..." Clara terus bercerita kepada Abian,raut wajah Abian kembali datar mendengar cerita Clara,dan seperti orang sedang menahan amarah.
"Aku tau aku salah,aku minta maaf sayang....."Clara memegang tangan Abian dan berkali -kali meminta maaf kepada pria itu.
"kamu harus bisa menjaga jarak dengan Mattew,karena sekarang Dia suami dari anak mu,jika kamu tidak bisa bertindak bagaimana nanti kamu akan menjelaskan nya kepada Zara saat gadis itu bertanya ...!" Jawaban Abian begitu datar,namun saat di rasakan begitu keras oleh seorang wanita yang sedang duduk di depannya .
"Aku akan selalu berusaha untuk menjauh dari pria itu,kamu harus percaya sebanyak apapun Dia mendekat,aku tidak pernah menganggap nya lebih,Dia tetap orang asing bagi ku meskipun status nya menantu keluarga kita ...!!" Tatapan Netra Clara sudah menjadi jawaban di sana,Abian dapat tenang menerima jawaban dari Clara pria itu segera memeluk istrinya dengan hangat .
"jangan pernah mencoba untuk mendekati pria lain,maka kamu enggak akan tau apa yang bisa ku lakukan ...!"
Gluk...Clara menelan ludah nya ,merasakan udara yang begitu dingin,saat pria itu melontarkan ancaman nya kepada sang istri .
"Aku janji...!! aku mencintai mu selamanya....!"
Abian senang mendengar ucapan Clara,pria itu begitu yakin dapat mencintai istrinya selama nya,dan pria itu tidak akan membiarkan siapapun dapat dekat dengan sang istri.