My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
Ketakutan Zico



Zico menurunkan Ezra di sekolah nya,lalu ingin segera pergi meninggalkan gadis itu,ia baru teringat kalau Ezra sudah tidak bersekolah selama seminggu,jadi mungkin banyak pelajaran yang tertinggal,Zico segera turun dari dalam mobil,dan berjalan kearah gerbang.


"Ezra !" Panggil Zico.


"Pah,kenapa Kamu kembali?"Tanya Ezra yang bingung.


"Papa akan temani Kamu masuk ke dalam,setelah itu papa baru pergi!"Ucap Zico yang memegang tangan Ezra.Gadis ini tersenyum saat melihat papa nya yang peduli terhadap nya.


Sampai di depan kelas,semua guru bahkan orang tua murid melihat kearah Zico dengan terkesima,apalagi ke ketampanan Zico yang membuat orang jatuh hati pada nya.


"Tuan Zico"Panggil Wali kelas Ezra,melihat Ezra yang di hantarkan oleh Zico.


"Iya!" Jawab nya singkat dengan wajah datar.


"Ahh!sebelumnya kenalkan saya Mizu Wali kelas Ezra "Wali kelas tertegun melihat ekspresi Zico yang begitu datar."Saya ingin memberitahukan kepada Anda,jika hari ini ada lomba memaksa untuk putri dan putra semua di wajibkan untuk ikut,dan orang tua berhak menemani nya !"Sambung wali kelas lagi.


"Jika Ezra tidak ikut,Kamu masih bisa memberi Dia kemenangan kan?" Tanya Zico dengan tatapan tajamnya.


"Itu !"Mizu sedikit bingung,jika Dia menolak tentu Zico akan mencabut saham nya di sekolah ini,namun jika ia menurut,bukan kah itu akan membuat orang tua murid lain protes,Ezra dapat mengerti posisi yang di alami Mizu.


"Pah!Aku ingin ikut lomba,Aku ingin menang,jika Aku terus berlindung di bawah ketiak Mu,kapan bisa Aku menjadi orang sukses!"Sambung Ezra menarik tangan Zico.


"Kamu masih kecil,tidak berjuang pun Kamu sudah sukses!" Zico melirik kearah Mizu dengan tatapan tajamnya.


"Aah,itu benar,Nona Ezra tidak perlu ikut !tapi Kamu akan mendapat kan nilai!" Mizu segera menyambung agar tidak membuat Zico semakin marah.


"Aku mau ikut,Aku mau papa menemani Ku,yang lain punya mama,Aku masih punya papa !"Ezra begitu kekeh ingin mengikuti lomba,sehingga Zico tidak bisa menolak nya.


"heeem!"Zico menghela nafas nya,"Baik lah,tolong siapkan celemek untuk masak sekarang !" Titah Zico kembali melirik kearah Mizu.


"Baik baik,tunggu sebentar Aku akan segera pergi !"Mizu segera masuk ke dalam kantor dewan guru untuk mengambil celemek yang disediakan sekolah.


Beberapa menit kemudian Mizu sudah kembali,dengan dua celemek di tangannya.


"Tuan ini !"Mizu memberikan celemek kepada Zico,Pria itu segera menariknya dengan kasar,membuat Mizu sekali lagi tertegun.


"Ini ?" Zico menatap kearah Mizu dengan aura membunuh,membuat Mizu gemetaran.


"Pah,ayoo Kita kesana,pasti sudah banyak yang datang,kali ini mohon jangan mempersulit Aku,pokoknya Aku ingin menang,dengan rasa masakan yang enak,bukan dengan ancaman papa!" Ingat kan Ezra,menarik tangan Zico segera berjalan ke aula yang telah disiapkan oleh sekolah.


"Huuuffff..!Sangat berbahaya,untung saja Tuan Zico itu bisa bersikap lembut kepada anaknya,jika tidak mungkin nyawa ku sudah pergi kesana !" Ucap Mizu sambil menatap keatas.


***


"Pah,Kita akan membuat apa ?" Tanya Ezra bingung mereka belum pernah memaksa di Mansion,"Harusnya tadi pagi Aku mengajak mama Zara kesini,Aku tidak tau ada lomba masak !" Ketus nya lagi mulai kesal.


"Apa Kamu mau menyerah?Kita bisa pergi sekarang !"Jawab Zico sedikit membungkuk tubuhnya.


"Tidak,Kita sudah maju,jangan mundur lagi!" Jawab Ezra seketika semangat.


" Kita akan membuat Pani Puri,Papa pernah melihat mama mu membuat ini,rasa nya enak,namun papa tidak yakin kalau Kita akan membuat nya enak juga!"Ucap Zico mulai mengambil bahan dari persediaan.


"Mama !" Gumam Ezra,seakan-akan melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan ibunya,memberi senyuman manis kepada nya,sehingga membuat ia lebih bersemangat lagi.


"Ayooo Kita buat pah!"Ucap Ezra membantu mengambil bahannya.


'Sayang !bantu Aku,kali ini Aku akan berjuang demi membuat anak mu senang,Aku mohon Kamu dapat membantu Ku dalam membuat olahan masakan ini!'Zico yang memperhatikan semua bahan makanan sudah lengkap dan juga tidak ada yang kurang.


Dengan keyakinan yang penuh,Zico memulai nya,kali ini ia terlihat begitu serius,dengan celemek yang motif bunga-bunga,membuat ia sedikit kesal,namun ia harus bisa membuat kesan baik di depan anaknya.


Ezra juga terlihat begitu antusias dalam membantu Zico,gadis ini sangat bersemangat dan ingin sekali menang,ia tidak ingin membuat dirinya malu dan juga papanya.


"Pah sudah siap yang ini,apa lagi ?"Tanya Ezra memperlihat kan hasil masakannya.


"Papa akan membuat kuah nya,Kamu lihat saja tidak perlu membantu,karena mama mu akan membantu Papa!"Ucap Zico dengan suara kecil lalu melirik kearah samping sambil tersenyum.


Mizu sang wali kelas,datang melihat hasil masakan dari peserta,ia melihat semua yang sudah di siapkan diatas meja,semua hasil masakan terlihat begitu familiar,hanya punya Zico dan Ezra yang terlihat berbeda.


Masakan Zico dan Ezra,bukan dari bentuk saja yang berbeda bahkan dari hasil dan juga rasanya berbeda.


"Ini Pani Puri khas India ?Tuan Anda benar-benar hebat dapat memasak khas makanan dari Negara lain,Anda memang tahu cara yang berbeda!"Ucap sang juri memberi nilai kepada masakan Zico dan Ezra.


Setelah semua selesai,dan pengumuman akan segera tiba.


"Sayang !apapun hasilnya Kamu jangan bersedih ya,karena apapun itu hasilnya Kamu telah berjuang untuk itu!" Ucap Zico begitu lembut kepada Ezra.


"Apapun hasilnya,Aku menerimanya,karena yang terpenting Kita sudah berjuang,dan Aku merasakan moment yang bahagia jarang bisa memaksa dengan papa !" Jawab Ezra tersenyum.


Cup! Zico mencium pipi lembut anaknya, Mizu melihat itu,dan kaget,orang dingin seperti Zico dapat bersikap lembut kepada anaknya.


Setelah pengumuman,dan Ezra mendapat kan juara dua,gadis ini sangat senang karena hasil itu di depan dari jeri payah nya tanpa ancaman dari sang papa,membuat Ezra lebih menghargai penghargaan yang ia dapat.


"Kamu senang ?"Tanya Zico saat Ezra memegang piala nya.


"Senang pah!kedepan nya Kita akan bisa dapat juara sa-tu!" Jawab Ezra tersenyum,lalu Zico menitipkan Ezra kepada Mizu,karena ia sudah mendapatkan panggilan dari kantor,akan ada meeting.