
Di dalam ruangan cctv villa,Abian bersama dengan Mattew juga di temani Zico,sedang membahas persoalan semalam yang Mereka lihat.
"Jadi apa yang Kamu ketahui setelah melihat ini !" Abian bertanya kepada Zico,karena Abian tahu anaknya dapat menganalisa hal seperti ini dengan cepat.
"Berarti apa yang ku lihat dan dengar semalam benar!cuman Aku tidak punya kesempatan untuk melihat di luar,Karena Anushka semalam sakit setelah makan ikan !" Jelas Zico berdiri di depan layar monitor.
"Tunggu..!perlambatkan gambar nya dan perbesarkan layar monitor nya Aku melihat sesuatu !" Sambung Zico lagi.
Setelah Abian membesarkan layar monitor sesuai yang di pinta Zico,Pria ini tidak memalingkan wajahnya dari hadapan layar.
"Seperti nya Aku pernah melihat tanda di tangan penguntit ini,tapi dimana ya ?" Zico memikirkan gambar tato yang Dia lihat di tangan penguntit.
"Iya..!Aku juga pernah lihat tapi di mana ya ?" Sambung Abian berdiri di sebelah Zico.
"Aku tahu dimana..!" Mattew mendekat kearah monitor.
"Ini gambar tato yang pernah Kita lihat saat Kita menangkap Carolin!" Sambung Mattew lagi melihat kearah Zico.
"Tapi Aku tidak melihat di Wanita itu,Karena Aku belum bertemu dengan Nya,Aku melihat saat pertemuan di Jepang !" Gumam Abian,melipatkan kedua tangannya di dada.
" Tuan Hatakachi..!" Sambung Mattew melirik kearah Abian."Berarti ini bawahan Dia,dan ini pasti Mafia dari Jepang yang menyelinap masuk ke Negara E!" Jelaskan Mattew.
"Sulit di bayangkan,padahal Ketua nya sudah mati,kenapa bawaan berani datang kesini?" Zico terlihat bingung saat melihat tato itu.
"Apa hubungan nya Carolin dengan Hatakachi ?" Tanya Zico kepada Abian.
"Kalau di kelompok Mafia menggunakan tato yang sama berarti adalah keluarga !" Jelas Abian .
"Dimana Wanita - wanita ini,seperti nya Kita telah meninggalkan orang ini begitu lama" Seru Mattew baru sadar telah berada di ruang cctv selama 5 jam .
"Tadi sih di ruang dapur,mungkin masih disana !"Jawab Abian,masih fokus ke layar monitor .
"Kenapa cuma ada cctv di luar villa,harusnya di dalam ruangan juga di pasang,jadi Kita bisa langsung cek keberadaan Mereka !" Seru Zico memberi saran.
"Tunggu..!"Mattew melihat kearah layar,dua Wanita hamil sedang berbicara dengan orang Asing di taman villa.
"Siapa orang ini?" Tanya Zico yang ikut melihat bagian cctv di taman .
"Harusnya sih tukang kebun !" Ujar Abian .
"Aku akan melihatnya..!" Zico segera keluar dari ruangan cctv.
"Aku juga akan melihatnya !" Sambung Mattew ikut menyusul Zico yang sudah keluar .
"Dasar anak - anak muda ini !" Gumam Abian yang melihat menantu dan Anaknya sudah pergi.
Zico segera menarik tangan Anushka saat Wanita ini sedang berbicara dengan orang asing .
"Apa yang Kamu lakukan?" Tanya Zico kepada Anushka.
"Memang nya apa yang ku lakukan,Kami sedang mengobrol !" Jawab Anushka melirik kearah Zara yang tersenyum.
"Sayang ..!" Sapa Zara saat melihat Mattew berjalan kearah nya,tidak mau Mattew marah Zara segera menempel di lengan suaminya.
"Ayoo masuk !" Ajak Mattew kepada Zara,Wanita ini segera mengikutinya.
"Sedang apa Kamu disini,mana tukang kebun yang biasannya ?" Tanya Zico pada Pria itu
"Itu bapak Saya,Dia tidak bisa datang karena sakit,jadi Saya yang mengantikan nya !" Jawab Pria itu setengah menundukkan kepala nya.
"Lanjutkan bersih - bersih nya..!"
Zico menarik lengan Anushka untuk masuk kedalam Villa.
"Mas,sakit...!" Ucap Anushka saat tangannya ditarik oleh Zico.
"Jauhi orang asing yang disekitar villa,jaga batasan Mu sebagai istri !" Ucap Zico memperingati Anushka.
"Kamu cemburu ?itu hanya tukang kebun mas,untuk apa berlebihan seperti itu!" Anushka berusaha membujuk Zico.
"Iya tapi Aku tidak suka Kamu dekat- dekat dengan Pria lain!" Sambung Zico lagi,masih terlihat marah.
"Aku enggak mau berdebat,hanya masalah sepele !" Jawab Anushka pergi meninggalkan Zico di ruang tengah.
"Aaaahhhhhhhh.....!" Teriak Anushka dengan kencang,membuat Zico segera berlari ke kamar.
"Sayang ..."
Braak...! Zico membuka pintu kamar dengan mendobraknya.
"Apa yang terjadi !" Zico menghampiri Anushka yang berdiri di depan ranjangnya.
"Itu ..."
Anushka menunjukkan kearah kotak yang berisi boneka di penuhi dengan darah,dan ada pesan di dalam nya.
"Tinggal kan villa ini jika tidak aku akan membunuh mu !"
Isi pesan yang tertulis di kertas itu,dan Zico segera melemparnya keluar dari jendela kamar beserta dengan kotaknya.
"Sayang Kamu enggak apa - apa ?" Tanya Zico lagi saat melihat Anushka masih ke takutkan,Wanita ini hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa menjawab .
"Aku mau pulang !" Ucap Anushka.
"Kita tidak bisa pulang sekarang ! Karena Kita akan di jemput dua hari lagi,Kamu tenang ya ada Aku disini !"Zico kembali menenangkan Anushka yang masih takut.
***
Abian mengambil laptop yang ia bawa,lalu memeriksa perkembangan Mexio,tidak ada tanda - tanda ada yang mencurigakan,Pria ini kembali menyimpan laptop nya.
"Sayang..!mau pergi ke pantai ?" Tanya Abian mendekat kearah Clara yang duduk di tepi ranjang .
"Tidak ! merepotkan saja,dengan kondisi begini,Aku lebih senang duduk disini !" Jawab Clara.
"Jangan begitu,Aku akan membawa Mu kesana !" Abian berjalan mendekati Clara.
"Aku tidak mau,mau disini saja "
"Benar ?" Tanya Abian meyakinkan Clara lagi.
"Iya ..!" Jawab nya singkat .
Abian pun tidak punya cara lain untuk memaksa Clara untuk pergi ke pantai.
Mattew dan Zara sedang berjalan di tepi pantai,suara ombak yang begitu keras menghantam karang membuat suasana lebih ricuh.
"Kenapa berhenti ?" Tanya Mattew kepada Zara.
"Aku seperti melihat sesuatu !" Jawab Zara menoleh kearah hutan yang ada di sekitaran laut.
"Mungkin hanya perasaan Mu saja,disini kan tidak ada yang bisa masuk selain pemilik nya !semua ini kawasan milik Papa Mu..!" Mattew kembali merangkul tangan Zara untuk mengajak Wanita ini melanjutkan perjalanannya di tepi sungai.
"Sayang..!seperti nya Kita sudah berjalan sangat jauh dari villa"Mattew melirik kearah belakang,memang sudah jauh dari villa.
"Cuaca juga mulai mendung,gimana kalau Kita kembali saja sebelum hujan !" Pinta Zara yang merasa suasana mulai mencekam.
Cit...Cit...Cit...!Suara burung yang beterbangan dari dalam hutan.
Jedder....!
Suara petir mengagetkan Zara sehingga langsung memeluk Mattew.
"Seperti nya mau hujan Kita harus segera kembali " Ucap Mattew,melanjutkan perjalanan nya.
Hujan pun turun,Mattew terpaksa membawa Zara untuk berteduh di bawah pohon untuk sementara waktu.
"Kita istirahat dulu,kalau lanjut jalan takut nya Kamu sakit!" Mattew melepaskan jas mantel nya dan memakaikan sama Zara.
"Hujan semakin deras,bagaimana Kita bisa kembali?" Zara terlihat cemas dan juga takut dengan suasana yang sudah mulai gelap.
Mattew mengambil ponsel yang ada di tangannya,lalu menyala kan lampu untuk dijadikan senter oleh nya.
"Awas ....!" Teriak Zara,saat melihat kebelakang Mattew.
Dugh...! Suara pukulan yang menghantam punggung Mattew,dan membuat Pria ini pingsan.