My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 42



Dua Bulan Kemudian....


Pagi ini Clara ingin pergi ke Dokter kandungan karena semenjak hamil dia hanya pergi sekali itu juga waktu pertama kali dia mengetahui hamil.


"Sayang .......sudah pagi kamu tidak ke kantor..." tanya Clara saat melihat suaminya yang masih bermalasan di atas ranjang


"Bisa tidak untuk hari ini aku disini saja...!!" pinta Abian menarik tangan Clara


"aku hari ini ingin ke Dokter kandungan mau cek kandungan ku..." ucap Clara lirih


"Aku temani ya..."


"Iya ...ayo...siap-siap " seru Clara


Kriiing ....


kriingg....


kriing...


"Hallo.."


"Tuan aku sudah menemukan keberadaan Revan ...!"


"Ikuti terus dia ...jangan biar kan pria itu lolos,akhirnya setelah sekian lama aku bisa memiliki bukti juga atas kasus ini"


"Tuan aku akan membawa dia ke gudang pulau ...!!"


"Baik.."


"Ada apa?" tanya Clara yang melihat wajah Abian yang begitu emosi


"aku telah menemukan Revan ...!! kali ini aku tidak akan membiarkan dia lolos " ucap Abian sambil menggenggam erat tangan Clara tanpa sadar


"Sakit....!!!" pekik Clara membuat Abian sadar


"Maaf sayang....aku enggak sengaja..."


Cup....Clara mencium bibir Abian dengan begitu lembut,pria itu yang tadi nya emosi seketika bisa berubah menjadi lembut.


"sayang ...aku pengen ...!!" Ucap Abian menj*Lat leher Clara membuat wanita itu mend*sah nikmat.


Tangan Abian mencoba membuka baju tidur Clara,Abian menciumi perut Clara,berkali-kali seakan-akan meminta izin kepada calon baby nya untuk bermain-main dengan mamanya,takut wanita itu kontraksi seperti sebelumnya karena kelamaan bermain dengan Abian .


Abian memainkan tangan nya di atas gunung kembar milik Clara memainkan p*Ting su*u yang merah jambu kecoklatan itu,wanita yang berbaring lemah di ranjang menggeliat kenikmatan saat beberapa kali Abian mencoba menj*lati p*ting s*su itu.


"Sayang ....Akh.....emm....."


Melihat perubahan tubuh Clara yang semakin bergairah Abian menggantikan posisi nya kebawah,di memainkan kelopak mawar milik Clara dengan l*dah nya nya .


"Emm...ooh..sayang ....Akh....Akh...sayang ..." de*ahan Clara semakin kuat dia juga ikut menjambak rambut Abian membenamkan kepala Abian ke miliknya .


Pria dengan tubuh kekar itu sudah sangat bergairah,dia tidak bisa lagi menahan melihat tubuh Clara yang berte*an*ang bulat diatas ranjang ,dengan rambut yang terurai membuat Abian semakin senang menjamah tubuh putih mulus itu.


Karena Clara dalam keadaan hamil dia tidak ingin bermain kasar tetap melakukannya pelan agar tidak menyakiti calon baby nya.


Abian berdiri di depan Clara dengan senapan yang sudah siap - siap menembak,Abian menuntun milik nya kedalam milik Clara sesekali mendengar jeritan Clara yang sudah


tidak beraturan menerima kenikmatan yang diberikan Abian.


Abian sudah cukup menahan selama dua bulan tidak menyentuh Clara karena kontraksi yang terakhir kali tapi kali ini dia melepaskan semua gairah nya,membuat Clara tidak berdaya ,sekujur tubuh nya melemah,tapi wanita itu tidak ada tanda - tanda akan menyerah,dia tetap senang di kerjai oleh Abian .


"sayang aku mau....Aaaaaaggggrhhhhh......"pelepasan yang terakhir membuat Abian jatuh tergulai di samping clara,wanita itu hanya mampu tersenyum selain tubuh nya yang lemah dan terlelap memejamkan matanya .


***


Clara berdiri di teras menunggu Abian yang masih di atas.


"Nyonya duduk dulu...kalau berdiri nanti kaki nya keram ..!!" Ucap Berson


"Terimakasih..."


Abian baru saja keluar dari dalam,membawakan tas milik Clara yang tertinggal di dalam.


"Iya ..."


Abian membantu Clara bangkit dari duduknya,usia kandungan nya baru 7 bulan tapi Clara sudah susah bangun atau pun jalan,Kaki nya sedikit bengkak.


BRaakkkk...!! mobil tertutup,Clara membaringkan kursi nya karena susah untuk duduk tegap dengan posisi perut yang besar.


"kita ke rumah sakit biasa..!!"


"Baik Tuan....!!! Tuan ...Revan ada di gudang Apartemen Tuan " seru Berson


Clara melirik kearah Abian yang tidak pernah menceritakan nya kepada Clara .


"Sayang ......kamu belum membawa nya ke kantor polisi?" tanya Clara


"Aku akan mengurus nya sendiri...yang dia perbuat tidak bisa ku maafkan ..!"


"Tapi sayang aku tidak mau sesuatu terjadi dengan mu...!! itu sangat berbahaya jika kamu yang harus menyerang nya...!!"


"Kamu percaya sama aku ya...!aku bisa mengatasi nya ...!!" Abian menenangkan istrinya


Abian menatap tajam kearah Berson yang berbicara sembarangan di depan Clara,Abian tidak ingin istrinya stres dengan usia kandungan nya yang sudah mulai membesar.


Sesampai di rumah sakit,Clara tidak bisa jalan karena kaki nya keram,Abian langsung mengendong istri dengan berat badan yang sedang naik saat hamil,meskipun terlihat berat namun dia bukan pria lemah yang menyerah begitu saja.


"Sayang...sudah kita gunakan kursi roda saja ....!! begini juga perut ku terasa sesak..!!" protes Clara yang sesak menahan perut nya kejepit


"Maaf sayang ...!! Berson ambil kan kursi roda nya ..!!"


"ini tuan ...!!"


Abian meletakkan Clara di atas kursi roda dan mendorong nya menuju ruangan Dokter Sinta.


"Selamat siang Dok..." sapa Clara


"Siang Ny.clara...Silahkan berbaring di atas..ranjang "


Abian membantu Clara untuk berbaring di atas ranjang


Dokter Sinta memeriksa tekanan darah,dan juga mengecek kaki Clara yang bengkak.


Dokter Sinta mulai melakukan pemeriksaan ultrasonografi,dan terlihat dari layar monitor gambar bayi,Abian juga melihat nya.


"ini seperti nya .........."


"Kenapa apa yang terjadi..." sambung Abian padahal Dokter Sinta belum menjelaskan nya


"Ini....ada dua bayi disini....."


"kok bisa...satu lagi punya siapa ...kenapa ada dua disini ...!!!" titah Abian menekan perut Clara dengan telunjuk nya


"Dok jawab....!!satu lagi punya siapa?...kenapa ada dua disitu...saya cuma punya anak satu ...satu lagi punya siapa??" Ucap Abian yang berdiri melihat ke layar monitor


Clara yang melihat tingkah Abian menggeleng kan kepala nya,Suster yang melihat Abian begitu malah ketawa.


"APA YANG KAU KE TAWAKAN ...!!! KELUAR...!!" titah Abian dengan emosi suster yang mendamping Dokter Sinta langsung keluar karena takut melihat mata Abian yang mematikan itu


Dokter Sinta hanya bisa menahan ketawa nya melihat Tuan Abian bersikap begitu.


"Sayang ....duduk dulu...! tunggu Dokter nya ngejelasin dulu.." Clara menarik baju Abian menyuruh suaminya duduk


"Maaf Tuan Abian ....anda memiliki bayi kembar...!! disini ada dua bayi tetap Anda ayah nya bukan orang lain..! ini sudah sering kita jumpai anda sangat beruntung ..selamat ya Tuan "


"Jadi aku memiliki dua anak sekaligus Dok..."


"Iya Tuan benar....untuk kondisi lain bayi nya sehat,ini bayi berjenis kelamin perempuan dan laki-laki anda memiliki sepasang baby kembar yang lucu "


Clara melihat kearah Abian yang dengan serius memperhatikan layar monitor yang dengan jelas terlihat baby twin .


"Aku akan menulis vitamin untuk ibu hamil,anda bisa menebus nya diluar "


Setelah mengambil resep Dokter mereka langsung ke bagian penebusan obat,Abian menyuruh Berson mengambil nya ,sedang kan mereka langsung ke mobil supaya Clara bisa langsung bersantai di mobil .