
Hawa dingin di pagi hari,membuat Clara enggan turun dari ranjang dan keluar dari selimut nya,aura nya sangat dingin dan mengerikan membuat wanita itu merasakan bulu kuduk nya yang berdiri.
Beberapa kali Clara menyentuh bagian leher nya,dan dia membalikkan tubuh nya,tidur terbaring dan membuka mata nya perlahan .
"Set*n.........!!!" Suara teriakkan Clara yang menggema di kamar nya dan juga dengan sekuat tenaga nya iya mendorong tubuh seorang yang berada di wajah nya .
"Hoosh....hosh...." Clara mengatur nafas nya yang tak beraturan bersembunyi di balik selimut .
Tap..tap...tap...langkah kaki seseorang menghampiri nya dan menarik selimut yang menutupi wajah Clara.
"Kamu....??"
Dengan tatapan yang ambigu Clara menatap wajah Abian yang sudah berada di depan nya,bagaimana bisa laki - laki itu berdiri di depan nya pasti ini dia sedang mimpi.
Clara mencoba mencubit tangan nya dan seketika itu juga dia berteriak "Aaaakkhhh......sakit..!!"
Clara masih menatap kearah Abian yang berdiri tegak di depan nya,dengan wajah yang begitu emosi dan juga marah.
"Sayang....." panggil Clara mencoba menyentuh tangan Abian namun tangan nya di tepis oleh pria itu
plak....Abian menepis tangan Clara dengan begitu marah,tingkat kemarahannya sudah terpenuhi aura di seluruh kamar.
"Apa yang terjadi...." tanya Clara membalikkan tubuh nya dan berusaha mendekati Abian yang berdiri saja tanpa membukakan suaranya .
Harus nya dia kembali besok ,kenapa hari ini dia sudah disini,Ada perasaan yang tidak enak di hati Clara bahkan aura nya juga sangat menyeramkan .
"Apakah hari ini kamu ada berkeinginan untuk bertemu dengan pria itu lagi...!!! Hah...!!Coba kamu jelaskan padaku..!!!" Tatapan mata Abian yang begitu marah,siapapun saat ini akan tetap salah jika menjelaskan kepada pria yang begitu keras seperti dirinya.
"Aku ....bertemu siapa ? sebelum nya aku sudah menjelaskannya padamu...!! harusnya sudah baik - baik saja kan ?"
"Baik-baik saja kamu bilang ? seluruh kota ini tau kamu punya hubungan gelap dengan Dia..!!Seluruh kota saat ini sedang bergosip mengenai kamu dan juga Dia...!!" Suara gemetar Abian terdengar sangat jelas,Sudut pandangnya yang berbeda,meski dia menutupi namun rasa sakit dan kecewa sangat terpancar di raut wajah Abian .
"Sayang....semua itu tidak benar..!! aku tidak pernah pergi sendiri...aku selalu mengajak Berson dan bahkan bi Sumi saat aku sedang berbelanja ...tolong percaya padaku !!aku tidak pernah mengkhianati mu..! apalagi main belakang dengan pria lain..!!"
Clara berusaha menjelaskan apa yang berlaku dengan dia,gosip yang sedang menimpa diri nya tidak lah benar,itu hanya menguntungkan orang lain tapi merugikan dirinya .
"kamu masih bisa mengelak,dua hari aku tinggalkan kamu disini, kamu punya kesempatan untuk bertemu dengan nya juga...!! " Abian duduk di tepi ranjang,dan menatap kearah Clara yang berdiri di depannya.
Ucapan Abian yang begitu ringan tapi masih bisa di tangkap oleh Clara dengan begitu keras dan penuh penekanan disetiap kata-kata.
Bagaikan di sambar petir Clara mendengar nya,Yang tadi mampu berdiri 100 derajat di depan Abian tiba-tiba tubuh nya ambruk seketika,tubuh nya terduduk di lantai tepat didepan kaki Abian,Wanita itu merasa lemas,saat ini suami yang iya percaya dan iya cintai sedang meragukan dirinya bahkan anak di dalam kandungan nya .
"kenapa..?? apa kau bingung bagaimana untuk menjelaskannya ..?" tanya Abian mencengkram dagu kecil Clara,tatapan Abian dan Clara beradu dalam satu pandangan,mata Abian yang masih mampu menatap Clara dengan tajam ,tapi Clara hanya bisa menundukkan wajah nya .
"Sebelum nya Dokter telah menjelaskan ini anak kita..!! apa yang kamu ragukan dari hasil itu..? aku tidak pernah mengkhianati mu......" ucap Clara lirih,tidak mampu lagi menatap wajah Abian yang sudah di kuasai dengan kebencian dan emosi .
"A..aku...bersumpah ...!! aku tidak pernah melakukan hal yang telah menyakiti mu..! Namun sebalik nya kamu menyakiti perasaan ku dengan menuduh aku begitu..!!" Clara masih bersimpuh di lantai tidak ada tanda tanda pergerakkan dari Clara
"Kamu memperlakukan layaknya ratu...kamu melindungi,mencintaiku...,memberikan semua apa yang aku ingin kan,disaat aku sudah mulai mencintai mu...mengabdi diriku pada mu...kamu malah menjatuhkan aku,kamu menjatuhkan mental ku bahkan kamu berkali-kali menyakiti ku...!! kamu bukan saja pria yang dingin dan kejam...!! tapi kamu juga SEORANG IBLIS YANG KU SESALI ...!! ya aku menyesal mengenal dan mencintaimu " Clara bangkit dari duduk nya,dengan senyuman pahit di wajah nya ,berteriak kepada pria yang begitu kejam juga tidak berguna,pikirnya nya saat ini.
Clara berjalan menuju pintu kamar,dan meninggalkan Abian yang masih duduk di tepi ranjang .
Cekrekk.....Clara membukakan pintu berharap Abian mau memanggil nya dan berkata kalau dia sudah salah paham,namun setelah dua menit berlalu Clara menutup pintu kamar Abian tidak memanggilnya kembali bahkan masih belum mendengar kata-kata berhenti dari Abian.
"Aku tidak akan kembali sebelum kamu tau apa yang telah kamu lakukan itu sungguh kejam,penghinaan yang aku terima tidak lebih baik dari sebelum nya " Gumam Clara berjalan dilantai dasar.
"Nyonya...apa anda baik-baik saja..." bi Sumi bertanya lantaran melihat keadaan Clara yang begitu kusut tidak seperti biasanya.
Clara tidak menjawab,dia berjalan ke pintu utama,dia pergi tidak membawa apapun hanya sebuah kunci mobil miliknya yang iya bawa hanya ini milik nya dia pikir,selain mobil semua adalah milik Abian.
"Nyonya...."panggil Berson,pria dengan tubuh kekar dan tinggi itu tau,sedang ada masalah yang dirasakan majikan perempuannya,tapi status dia hanya pengawal tidak lebih dari itu,jadi dia memilih untuk membungkam tidak bertanya lebih selain menyapa.
"Aku pergi ...."ucapan lirih Clara pasti di tuju kepada sang pemilik mansion,Clara masuk kedalam mobil,Seseorang dari lantai 5 memperhatikan gerak mobil itu keluar dari halaman mansion.
Pria itu menggempalkan kedua tangan nya,masih berusaha untuk tenang,padahal hati nya sudah meronta-ronta atas apa yang terjadi,dia membalikkan tubuh nya masuk kedalam kamar.
Memeriksa semua nya,barang dan baju masih tertata rapi didalam lemari,bahkan kartu yang dia berikan kepada Clara tidak dibawa nya,dia yakin wanita itu tidak bisa bertahan lama di luar,Dia juga yakin Clara akan kembali kepada nya memohon maaf dan mengaku kesalahan ,itu yang di ingin kan pria kejam itu.
Sprai yang masih berantakan diatas ranjang king size itu ,masih menebarkan wangi khas parfum Clara ,Abian membaringkan tubuh nya diatas ranjang,mengendus-endus wangi yang masih tertempel di selimut itu,Abian memeluk dengan erat selimut itu dia yakin Clara akan kembali ke sisi nya .
Abiantelah memerintahkan kepada semua staf di kantor,dan pekerjasama antar perusahaan,dia akan mengadakan rapat penting sore ini,semua yang menerima pesan itu kaget,tiba-tiba ada rapat banyak yang berharap itu adalah rapat penting tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan .