My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 141



Seperti biasa Zara pergi ke kantor dengan Mattew, tapi tidak masuk bersama - sama dalam ruangan kantor,hanya Zara masuk duluan begitu sampai di parkiran untuk menghindari gosip.


Asisten Jo baru saja mengumumkan ada rapat penting di Hotel yang tidak jauh jarak nya dari perusahan Mattew Groups.


"Tuan,Sore ini ada rapat dengan jadwal yang sama,bagaimana Tuan bisa menghadiri kedua nya tanpa membatalkan salah satu dari rapat tersebut" Asisten Jo memberikan laporan jadwal rapat.


"Jadwal rapat di Hotel yang sama,untuk menghadiri rapat dengan perusahaan The King, kamu bisa mengajak Zara untuk pergi bersama,Aku akan pergi sendiri untuk menghadiri pertemuan dengan perusahaan Jaiso,ini laporan kerjasama dengan orang The King,ingat pria tua itu sedikit lebih licik jangan sampai kamu lengah ...!" Mattew memperingatkan Asisten Jo agar sedikit lebih waspada terhadap teman bisnis yang akan bekerjasama dengan Mattew Groups.


"Tuan aku akan pergi duluan,karena jadwal ku lebih cepat 30 menit"


Asisten Jo segera meninggalkan ruangan CEO,untuk pergi menghadiri rapat,di tempat parkir sudah ada Zara yang menunggu kedatangan Asisten Jo.


"Nyonya silahkan masuk..!" Asisten Jo membuka kan pintu mobil untuk Zara


"Panggil Aku Zara jika dikantor atau sedang hadari rapat,Jangan sampai semua orang tau...!" Jawab Zara sembari masuk kedalam mobil .


Begitu sampai di Hotel yang dijanjikan,Tuan King segera menyambut Asisten Jo dengan Zara begitu antusias.


"Tuan Jordan,selamat datang ...!" Tuan King menyambut Asisten Jo dengan memanggilnya begitu formal membuat Zara melirik kearah Asisten Jo


"Terimakasih,Tuan King atas undangan nya..!"


Sepuluh menit berlalu,Mereka sedang membahas kan proposal,yang telah dikirim oleh Mattew satu Minggu lalu ke perusahaan The King.


"Nona ini cukup muda,tapi sudah bisa menemani perwakilan Mattew Groups untuk menghadiri pertemuan seperti ini,apa jawaban Nona ini di perusahaan Mattew Groups" tanya Tuan King kepada Zara


"Saya tidak menduduki jabatan apapun,saya hanya karyawan biasa" Zara menyimpulkan senyuman manis nya membuat Tuan King terkesima.


"Orang di perusahaan Mattew Groups tidak salah merekrut karyawan,mereka dapat memilih wanita - wanita cantik untuk di pekerjakan disana "Sambung Tuan King lagi


Zara kembali tersenyum " Tuan King terlalu memuji,apa kita bisa melanjutkan membahas kontrak kerjasama " jawab Zara lagi masih dengan wajah yang tersenyum nya .


"Senang bekerjasama dengan Nona Muda ini,Aku Tuan King,kita belum berkenalan ...!"Tuan King mengulurkan tangan nya untuk berjabat dengan Zara,karena Zara begitu polos, gadis ini segera menjabat tangan Tuan King .


"Zara ...!"


Cup..! Tuan King malah mencium punggung tangan Zara membuat Zara kaget dan segera menarik tangannya,Asisten Jo sendiri di buat terkejut,berharap Tuan Mattew tidak mengetahui akan hal ini,ini karena kelalaian nya .


"Kita bisa Melanjutkan rapat ini" Asisten Jo memperlihatkan keuntungan yang akan di dapat kan oleh Tuan King.


"Keuntungannya sungguh menarik,Aku senang bila bekerja dengan orang yang seperti kalian" jawab Tuan King,namun mata nya tidak berpindah dari pandangan nya melihat Zara .


"Jika Tuan King melakukan kecurangan atas proyek yang di berikan Tuan Mattew,maka kerugian yang akan Anda terima adalah 2x lipat dari modal yang kita keluarkan ..!" Asisten Jo kembali menjelaskan nya kepada Tuan King .


"Itu tidak masalah,makin banyak modal yang di keluarkan akan banyak untung yang di dapatkan " Tuan King masih melirik kearah Zara,yang dari dari menyimak pembicaraan mereka.


"Nona Zara,jika Anda hanya diam saja,bukan kah itu akan membuat Saya canggung,bagaimana kalau Nona Zara menemani Saya minum..!"


"Tuan King,Saya tidak bisa minum Wisk* mohon maaf "Zara menolak dengan sopan .


"Tidak...! Tidak masalah,Pelayan bawakan beberapa botol Wisk* kesini ..!" dengan menggerakkan tangannya memanggil para pelayan .


"Tidak Asisten Jo,Aku ingin mentraktir Nona Zara meminum Wisk* ini,Kami hanya akan satu gelas saja tidak lebih" Tuan King memperlihatkan senyum liciknya melirik kearah Zara.


"Tapi Tuan King,Nona Zara sungguh tidak terbiasa dengan minuman ini,biarkan saya saja yang menggantikannya ..!" Sambung Asisten Jo lagi,Secara diam- diam Asisten Jo mengirim pesan kepada Mattew .


"Dia hanya akan minum satu gelas saja,jika Kamu yang gantikannya kamu akan minum 10 gelas gimana ..?"


"Eeemmm...."Asisten Jo melirik kearah Zara,jika Dia menolak Dia pasti akan di bunuh sama Mattew,jika tidak menolak Dia yang akan celaka dengan 10 gelas minuman itu,tentu dipilih alkoh*l yang cukup tinggi. "Baik saya setuju sepuluh gelas"


Pelayan pun dengan cekatan menyusun sepuluh gelas di depan Asisten Jo lalu menuangkan Wisk* yang di berikan obat tadi oleh pelayan.


Asisten Jo segera meminum minuman itu,setelah Tuan King meminum nya satu gelas.Zara melirik kearah Asisten Jo yang telah menghabiskan 7 gelas minuman itu,membuat Asisten Jo sedikit mabuk,dan kepala nya bergoyang,sisa 3 gelas lagi di depannya belum habis.


Melihat Asisten Jo yang setengah mabuk,Tuan King langsung menyuruh Zara untuk meminum sisa 3 gelas lagi.Zara ragu untuk meminum nya,namun melihat kondisi Asisten Jo,Zara kasihan dan tidak tega membiarkan Asisten Jo menghabiskan minumannya .


"Tuan King,bagaimana jika saya diantar minuman lain,yang kadar alkoh*l nya lebih sedikit rendah,karena saya punya riwayat lambung,itu tidak baik bagi kesehatan saya ...!"


Mendengar penjelasan Zara,Tuan King pun memberikan izin kepada Zara untuk meminta minuman lain yang beralk*hol rendah.


Pelayan membawakan sebotol minuman kearah meja mereka,Zara segera menuangnya kedalam gelas.Disaat Zara mengangkat gelas minuman itu,Dia sadar kalau Dia tidak akan bisa minum,karena sebelum nya Zara belum pernah mencoba minuman jenis apapun.


"Bersulang ..."


"bersulang .."Meski ragu namun Zara meminumnya,tapi disaat minuman itu sampai di tenggorokan Zara merasa kalau minuman itu bukan minuman wis*i melainkan air biasa.


Zara merasa aman segera menghabiskan sebotol minuman yang disediakan pelayan,tapi itu malah membuat Tuan King mabuk duluan,pengawal nya segera membawa Tuan King untuk keluar dari ruangan itu menuju kamar penginapan.


Zara kembali memeriksa Asisten Jo yang sudah mabuk dan pingsan.Tiba - tiba Mattew datang keruangan dimana meja Zara berada.


Tok ...tok ...tok...!


Zara melirik kearah suara itu,dan melihat Mattew sudah berada disana.


"Bee ...Sedang apa disini ...?" Tanya Zara penasaran saat melihat Mattew sudah berada di ambang pintu


"Aku seharusnya yang bertanya,sedang apa kamu disini dengan Asisten Jo..!Dimana Tuan King,Apa kau menyinggung nya sehingga membuat Dia membatalkan kerjasama nya ..!"


"Kenapa Kamu menuduhku,Pria Tua itu mabuk,jadi pengawal nya membawa Dia pergi sebelum bertanda tangan di proposal" jelas Zara


"Siapa yang akan percaya,kalian berdua sangat senang menghabiskan minuman itu sehingga kalian berdua mabuk,dan setelah itu entah apa yang akan kalian lakukan di belakang ku" Karena rasa cemburu yang sudah menguasai hati nya saat melihat Zara perhatian kepada Asisten Jo Mattew jadi salah menilai Zara.


"Jika bukan karena Aku,emang bisa minuman Wisk* itu berubah menjadi air putih" sambung Mattew lagi,menatap dingin kearah Zara yang masih berdiri di ambang pintu.


"Jadi ini Kamu yang menukarnya,Kamu takut jika Aku mabuk, Aku akan melakukan hal - hal kotor dengan Asisten Mu...!" Zara terlihat kesal wajah nya saat mendengar perkataan Mattew,Dia segera mengambil botol minuman yang sebelum nya dicampuri obat,dan segera meminum nya sehingga habis,dan membuat kepala nya pusing dan sedikit mabuk,ini baru pertama kali bagiNya.


"Kamu tidak apa -apa...?" Mattew menolong Zara yang hendak jatuh.Namun, Zara mendorong tubuh Mattew agar tidak memegang tangan nya.


"Aku tidak mengharap pertolongan dari Mu,pergi dari sini,Aku bisa mengurus diriKu..!" Melihat Zara yang kembali membangunkan Asisten Jo dari pingsan nya,Mattew segera beranjak pergi dari ruangan itu.


Setelah tiba ditempat parkir,Mattew teringat kembali dengan Zara yang setengah mabuk,Dia segera kembali keruangan itu.Namun,sampai Mattew disana Zara sudah tidak ada,hanya ada Asisten Jo dalam ruangan tersebut,dan itu membuat Mattew panik,dan khawatir .