
Dua bulan kemudian....
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu,Clara masih tetap kekeh pada pendirian nya dia telah mengabaikan lamaran Abian,bahkan Clara tidak pernah membahas nya lagi,apalagi mendengar Abian berbicara mengenai lamaran itu lagi.
Terlihat Abian yang sedang duduk di kursi meja makan,dan ada seorang gadis disamping nya yaitu adik angkat nya Nadia.
"Semenjak Nadia pulang dari negara S aku melupakan lamaran ku pada Clara,aku harus lebih keras lagi mengejar wanita itu kalau tidak dia akan pura-pura tidak menggubrisnya " batin Abian
"Kak...makan lah sarapan mu,akhir-akhir ini kau terlihat murung " tanya Nadia disela-sela makan nya
"Anak kecil tau apa tentang orang dewasa " jawab Abian lalu pergi meninggal kan Nadia di meja makan.
Abian melangkah begitu cepat kearah pintu depan,bawahannya sudah menunggu di depan pintu.
"antarkan saya ke kantor" titahnya
"Baik tuan"
"kak...kak...tunggu....."teriak Nadia dari jauh saat melihat mobil Abian yang sudah siap-siap mau keluar dari halaman mansion.
Namun Abian sengaja tidak menggubris nya,membawa Nadia bersama akan membuat masalah seperti sebelum nya,dia sudah memecat sepuluh sekretaris nya demi Nadia,dia takut Nadia juga akan mengganggu Clara di kantor.
"tuan..nona Nadia memanggil kita" seru berson kepada majikannya
"perhatikan jalan nya!!!" jawaban Abian membuat berson terdiam.
Berson tidak berani berbicara lagi,jawaban abian cukup membuat nya patuh.
"Berson....."tiba-tiba suara Abian memecahkan keheningan di dalam mobil
"iya tuan "
"Apakah kau sudah menikah" pertanyaan Abian membuat berson tersipu malu terlihat merona diwajahnya
"Tuan....aku belum menikah" jawab nya singkat
" apakah kau pernah mendekati seorang gadis untuk kamu jadikan pacar"tanya nya lagi
"kenapa tuan tiba-tiba menanyakan itu" batin berson yang panik
"Tidak tuan....dulu aku pernah mencintai seorang wanita waktu SMA tapi dia tidak pernah mencintai ku hanya menganggap aku teman" jawab berson
"apa kamu pernah melakukan hal romantis untuk mendekati nya"
"tidak tuan...kenapa tuan bertanya tentang ini"
tanya berson ragu-ragu
"Kita sudah sampai,Carikan aku cincin berlian yang bagus dan mahal" titah Abian
"Baik tuan"
Berson pergi meninggal kan Abian di depan restoran dia melihat Clara berjalan menelusuri jalan gang sepi jadi Abian mengikuti wanita itu dari belakang,tapi cepat sekali bayangan Clara menghilang.
Dari ujung gang ada beberapa preman menggoda clara,dan yang satu bahkan berani memegang tangan Clara.
"Mau apa kalian..." seru Clara berusaha melepaskan tangan nya
"seperti nya nona ini cukup kaya,tapi selain uang kita juga perlu bersenang -senang, bukan begitu teman-teman " jawab preman itu
"Aku punya uang di dompet ku meskipun tidak banyak tapi cukup buat kalian,lepaskan aku" teriak clara
"tidak semudah itu" jawab preman lain
Tap...tap..tap..langkah kaki Abian berhenti tepat di hadapan mereka berlima.
"Jika aku menolong wanita ini,mungkin dia akan bersedia menikah dengan ku,aku akan memberi syarat ini" batin Abian tersenyum licik
"Bos..." seru Clara saat melihat Abian di depan nya
"hei...apa yang kau lakukan pergi dari sini,jangan mengganggu kami" ucap preman -preman itu
"memohon lah padaku Clara " batin Abian
"Aku tidak mengganggu kalian,tapi wanita yang sedang bersama kalian adalah karyawan ku" jawab Abian
"Pergi dari sini atau kau akan kami hajar" seru preman lain nya
Abian datang menghampiri Clara dan berbisik kepada nya, "Menikah lah dengan ku,maka aku akan menolong mu" ucap Abian membuat Clara melotot kearah nya
"Sialan laki-laki ini mengambil kesempatan dalam Kesusahan ku" batin Clara
"Kalau tidak aku akan pergi" Abian membalikkan tubuh nya dan hendak pergi dari hadapan mereka.
"ayoo...Clara berteriak lah kau akan menyetujui nya menikah dengan ku" batin Abian sambil melamun dia menikah dengan Clara.
lima menit kemudian....
"Apa kau tidak ingin aku bantu" teriak Abian tanpa memalingkan wajahnya
Tap...tap...tap...langkah kaki Clara berjalan melewati tempat dimana Abian berdiri.
"Wanita itu...gimana bisa...." Abian melihat Clara yang pergi dan memalingkan wajahnya kebelakang,terlihat empat preman itu yang tersungkur ke bawah,ada yang memegang perutnya ada juga yang memegang bagian bawah nya,Clara sudah membereskan semua preman itu.
"wanita sialan ....jika aku punya kesempatan akan aku bunuh kamu berani menendang masa depan ku " teriak salah satu preman itu.
"Bagaimana bisa...wanita itu...." Gumam Abian hendak mengejar Clara yang jauh meninggalkan nya
"tunggu .....!!!!" teriak Abian
"Apa lagi.....bukannya preman itu sudah aku bereskan " jawab Clara
"kenapa kau ada di tempat ini " tanya Abian
"aku kesini mencari tau informasi mengenai kecelakaan orangtua ku,tanpa sengaja aku bertemu dengan preman itu,untung saja aku pernah belajar ilmu bela diri kalau cuma preman pasar tidak masalah bagiku" jawab Clara sombong lalu masuk kedalam mobil meninggalkan Abian.
"hei.....!!" Abian benar-benar emosi melihat wanita itu,dengan berani nya meninggal kan diri nya disana.
"Apa dia lupa..aku ini bos nya,berani nya dia begitu" gumam Abian kembali menelpon berson untuk menjemputnya .
***
Terlihat roshita yang panik menunggu Abian di lobi kantor.
"tuan...ada tuan Mattew di ruangan meeting dia sedang menunggu mu" ucap roshita
"Iya aku lupa ada meeting pagi ini" batin Abian
"Aku segera kesana "
Abian segera keruangan meeting ...
cekrek....pintu ruangan meeting terbuka semua mata tertuju kearah Abian yang ada di ambang pintu.
"Baik lah meeting sampai disini" ucap Mattew
"yang lain boleh keluar tinggal kan kami berempat disini " sambung Mattew lagi
Clara pun segera bangkit dari duduk nya dan hendak pergi meninggal kan ruangan meeting,tapi Mattew melarang nya .
"Apakah ucapan ku kurang jelas..!!" tanya Mattew dengan nada tinggi dan itu di saksikan oleh Abian
"Aku...aku pikir aku tidak ikut bergabung" jawab Clara
"duduk kembali..!!" titah mattew
Sejauh ini Abian hanya melihat saja kearah Mattew tanpa mengeluarkan kata sepatah pun,
Mike pun membuka kan suaranya agar tidak terlalu tegang.
"Clara kamu duduk dulu,bergabung dengan kita bertiga " seru Mike dengan senyum
"Mike jelaskan ..!!!"ucap Mattew
Abian masih melihat nya dengan tatapan datar nya.
"Jadi begini nona Clara tuan Mattew ini adalah sahabat kita,aku dan Abian serta tuan Mattew kita dulu satu perguruan " jelas mike
"tuan Mattew dan Abian seperti saudara kandung yang tidak bisa di pisahkan " sambung Mike
Abian menatap kearah Mike dengan tatapan dingin nya.
"Sudah cukup bicara nya ..!!" ucap Abian membuat Mike terdiam
"Sebenar nya saya tidak senang disaat meeting diluar kantor bukan Abian sendiri yang menjumpai saya,tapi malah orang lain,jadi lain kali nona Clara tidak perlu capek-capek bertemu dengan saya " jelas Mattew
"Berani-berani nya Mike menyuruh Clara bertemu dengan buaya buntung ini" batin Abian menatap datar Mike
"habis lah aku ...." batin Mike melihat aura mematikan dari wajah abian
"Gini bos....aku pas hari ini ada klien dari pemasaran jadi aku datang menemui nya,dan juga hari itu tuan Mattew mengajak meeting diluar,hanya ada nona Clara di kantor jadi saya menyuruh nya,apakah nona Clara membuat tuan Mattew marah" tanya Mike dengan hati-hati
" saya melakukan apa yang di perintahkan atasan saya,tidak melakukan atas keinginan saya" bantah Clara
Ucapan Clara membuat Mattew terperangah dan diam menatap kosong kearahnya.
"Nona Clara sangat patuh dia tidak membuat saya marah" jawab Mattew
" apa maksudnya sangat patuh" batin Abian melihat kearah clara
"saya permisi dulu bos,saya ingin ke toilet " Clara sudah tidak betah berlama-lama dalam satu ruangan dengan mereka.
Mereka hanya mengangguk kan kepala nya saja tanda mengiyakan Clara pergi.
"ayoo...lah bro..kau jarang-jarang bisa kesini,mari kita pergi minum" ajak Mike
"perhatikan tingkah mu" titah Abian
"Dia masih saja arogan seperti itu ..." batin Mattew
Mereka bertiga bangkit dari tempat duduk nya dan keluar dari ruangan meeting.
"waaaw.....tuan Mattew selalu terlihat tampan " ucap salah satu karyawan di kantor Abian
" aku tetap memilih tuan Abian " ucap yang lain nya
" kalian boleh memilih diantara dua bos itu,tapi yang paling baik dan lembut tetap tuan mike " mereka mulai bergosip
" kenapa kalian berkumpul disini,kembali bekerja...!!"titah Abian,sehingga membuat para karyawan itu bergegas pergi.
Disaat mereka melewati ruangan Clara terlihat Clara yang sedang sibuk di depan komputer nya,pintu nya sedikit terbuka.
"Ternyata wanita itu bisa fokus juga pada kerja nya "batin Mattew
Berson antar kan kami ke bar yang ada di dekat Mattew Group " titah Mattew
Bar itu adalah dibawah pimpinan milik Mattew,ketiga pemuda tampan menaiki mobil milik abian.
Didalam mobil suasana sangat canggung membuat berson sedikit ragu untuk memberikan cincin yang di perintahkan oleh Abian tadi pagi.
"Tuan...ini barang yang anda minta" seru berson,terlihat berson mengeluarkan sebuah kotak cincin yang mengalihkan pandangan Mattew dan Mike.
"Dan ini berkas tentang kecelakaan orang tua nona clara" sambung berson lagi,terlihat Abian melirik kedua sahabat nya yang sedang menunggu penjelasan dia.
"ini...aku membelikan untuk Nadia,dan berkas ini sengaja aku cari tau karena tadi pagi Clara meminta bantuan " bohong Abian padahal dia sendiri yang berinisiatif untuk membantu wanita itu.
"Abian sudah sedekat ini dengan wanita itu,pantesan saja tadi diruang rapat dia terlihat tidak senang saat aku menyebut nama Clara" batin Mattew
"Bos...bagaimana pun pada akhirnya Clara pasti memilih mu" batin Mike
Terlihat ketiga pemuda itu berjalan masuk kedalam gedung bar yang ada di dekat Mattew group.Bar Seriosa adalah bar paling besar di kota itu.