
"Apa aku enggak di suruh masuk..." ucap pria itu yang sudah lama berada di depan pintu
"eemm...iya...silahkan masuk...Tuan Mattew ...!!" jawab Clara yang sedikit kesal
Mattew berjalan kearah ruang tamu,disana sudah ada Zico dan Zara,Mattew segera menyapa anak - anak Clara .
"hallo...Zara...Zico..." Mattew melambaikan tangan nya kearah mereka,tapi mereka malah cuek,tidak peduli dengan orang yang baru saja menyapa mereka.
"Maaf ya anak-anak ku belum terbiasa dengan orang luar,sayang....kenalin ini paman Mattew teman nya papa ..." Seru Clara memperkenalkan Mattew
"teman papa kenapa cari nya mama...suruh saja ke kantor papa " Jawab Zico dengan ketus tanpa melihat kearah Mattew yang berdiri tidak jauh dari mereka
"Ma...Zara akan ke kamar.." seru Zara bangkit dari duduk nya
"aku seperti nya mengganggu kalian ya ..." Tanya Mattew kepada Clara
"Eem...tidak...anak-anak hanya tidak biasa kalau harus mengobrol dengan orang lain..." jawab Clara berusaha ramah
"Iyalah ....mengganggu banget ...!!!" batin Clara menatap kesal kearah Mattew
"silahkan duduk ...bi Sumi...buat kan minum untuk tamu ya..."
"Iya Nya...."
Mattew duduk di dekat Zico dan itu membuat Zico lebih kesal lagi.
"Apa ada hal yang ingin di bahas " tanya Clara langsung pada intinya
"Ini ....aku mengantar undangan untuk Minggu depan,proyek nya sudah selesai jadi kita semua perlu sama-sama ke tempat proyek untuk pengecekan nya " jelas Mattew
"Kalau soal ini bahas saja dengan Abian sepertinya dia yang lebih bisa memutuskan di banding aku..." Jawab Clara,melihat Bi Sumi yang membawakan segelas espreso dan meletakan tepat di depan Mattew
"Silahkan di minum....."
"Terimakasih..." Mattew mencoba tersenyum kearah Clara tapi sedikit canggung ,karena biasa sikap nya begitu dingin.
"Sedang ada tamu ya...!!!" Seru Abian berdiri di belakang sofa tempat duduk Clara
"Sayang ....." panggil Clara lirih,tapi Abian malah menatap kearah Clara yang berpakaian terlalu minim,Clara menyadari itu segera menghampiri Abian .
"Sayang ...maaf tadi orang ini tiba-tiba datang aku belum sempat gantikan baju " Bisik Clara sama Abian
"Seperti nya kamu sudah baik kan nya...kondisi mu enggak selemah tadi pagi" Ucap Abian menarik lengan Clara kepelukan nya
"Ehemm.....Aku kesini mengantar undangan pertemuan di proyek baru siap itu,acara nya Minggu depan " Seru Mattew bangkit dari duduk nya
"Tuan Mattew akhir - akhir ini saya lihat waktu nya terlalu senggang ya,masih punya waktu untuk menjadi tukang pos ketempat saya ...." Ting aura merah keluar dari sudut mata Abian menatap tajam kearah Mattew
"Aku hanya kebetulan lewat,ada rapat di sekitaran sini,aku sekalian mampir untuk memberi undangan " Jawab Mattew balik menatap kearah Abian dengan tatapan tajam nya ,Clara yang melihat hanya bisa menutup kedua matanya melihat tingkah dua sahabat itu,satu yang dingin satu lagi kejam .
"Untuk pertemuannya akan aku pertimbangkan,Mike juga sedang mengurus kerjasama yang baru di Jepang ,belum kembali baru berangkat hari ini " jelas Abian
"kalau begitu aku permisi dulu,Clara terimakasih kopi nya " Mattew berjalan melewati mereka berdua,Clara hanya mengangguk saja
"Sayang kenapa tiba- tiba pulang ..?" tanya Clara membenarkan jas suaminya
"Apa aku mengganggu mu..? Aku khawatir dengan keadaan mu,jadi aku pulang duluan untuk mengecek kondisi mu...." Jawab Abian membelai wajah istrinya
"Tidak apa-apa tadi Dokter Sinta sudah memeriksa dan menyuntik vitamin juga " jawab. Clara
"Cup...bagus kalau begitu rutin suntik seminggu sekali,biar stamina mu kuat jadi tidak cepat lelah " jelas Abian
"Sayang...kenapa kau memakai baju seperti ini.." Sambungnya lagi
"hanya di rumah saja aku pikir begini saja cukup...!!"
"Tapi...sayang aku akan tergoda jika melihat kamu berpakaian seperti itu,ingin mengulang lagi yang semalam " Bisik Abian,membuat wanita itu mendorong tubuh kekar Abian
"Zico di mana Zara ...." Tanya Abian
"Dikamar...!!" jawab nya ketus
"pa...belikan aku iPad baru....!! yang ini sudah membosankan ...." jawab nya membuat Abian mendekat dengan nya
"Minta Mama pesan kan...!!Nanti papa yang bayar " Abian mengusap rambut anaknya
plak..!! Zico menepis tangan Abian .
"Pa...jangan menyentuh rambut ku...!! itu akan merendahkan ku..." kesal melihat kearah papa nya
"Sayang ...kamu itu masih kecil kenapa berkata seperti itu..." Clara duduk di dekat anaknya,Abian hanya melirik saja watak anak nya yang begitu cuek
"Aku tidak mau orang memegang kepala ku,itu akan merendahkan ku..ma..." Menatap kearah Clara dengan tajam
"Anak sekecil ini kenapa menatap ku begitu kejam" batin Clara memegang dadanya
"iya nanti papa yang belikan ...!!! kita akan beli disaat mengunjungi proyek paman Mattew" ucap Abian
"Pa...paman Mattew itu tidak memindahkan mata nya melihat mama...!! hati- hati papa punya saingan ..." ucap Zico masih sibuk dengan laptop di tangan nya
Puuufffff....!! Clara yang mendengar nya kaget dan menatap kearah Abian yang sedang melihat nya penuh dengan aura penasaran .
"emang paman Mattew ada bilang apa sama mama mu" Tanya Abian tapi mata nya melihat kearah Clara yang duduk di samping Zico
"Sayang kamu masuk kamar ya....!!" Seru Clara ,takut anaknya membuat Abian marah
"Kenapa enggak mama dan papa saja yang masuk kamar ? aku masih ada urusan disini" Jawab nya dengan santai,Clara hanya bisa menepuk jidat nya saja
"sepertinya benar kata mu sayang ...mama dan papa perlu ke kamar..." Jawab Abian dengan datar namun terdengar cukup tegas
Clara segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke dapur .
"Sayang aku akan melihat bibi masak apa ini hari ...." Clara mempercepat jalannya ,Abian hanya melihat dengan wajah datarnya saja.
"Aku akan kembali ke kantor,karena di perusahaan tidak ada Mike ..."
"Hati- hati sayang ...." Jawab Clara sedikit berteriak
Abian segera kembali ke kantor,untuk melanjutkan pekerjaaan yang sempat tertunda.
Di tempat lain,Markus sedang mempersiapkan berkas kerja sama nya dengan Clara ,dia melihat semua nya dengan detail dia tidak ingin pekerjaannya sia-sia.
Drrzzzttt....
Drrzzzttt...
Handpone Markus berdering ada panggilan masuk.
"Hallo...."
"Bagaimana ? apakah semua nya beres ...?"
"Semua berjalan dengan lancar bos,tolong jangan sakiti adik ku,aku janji akan melakukan yang terbaik untuk bos " jawab Markus sedikit gemetar
"aku beri waktu kamu 1 Minggu...semua sudah beres..!!"
Tut...Tut....panggilan terputus,Markus tidak punya pilihan lain,dia harus bisa bekerjasama dengan orang jahat demi melindungi adik perempuan nya yang masih usia 5 tahun itu .
Semenjak orang tua mereka meninggal,Markus lah yang punya kewajiban menjaga dan merawat adik perempuan nya,gadis itu bernama Anushka Sharma ,mereka keturunan blasteran Amerika dan india,Gadis kecil itu sudah lama tinggal di Amerika,karena ada seseorang menahan mereka,tapi mereka tidak lupa dengan bahasa ibu mereka yang asli India.
Karena kehidupan di India tidak menjamin kesuksesan,jadi mereka berdua ikut ayah nya ke Amerika ,tetapi sampai disana ayahnya malah punya hutang dengan lintah darat sehingga melibatkan dia dan adiknya .
Ayah nya mati dalam kecelakaan,yang tidak tahu apa penyebab nya ,adik nya di tahan sebagai tawanan sebelum kakak nya selesai melunaskan hutang ayah nya,kakak nya harus berkerja menjadi mata-mata dan juga jadi suruhan bos besar untuk menghancurkan musuh mereka.Oleh sebab itu Markus dengan cukup antusias menyelamatkan adik perempuan satu-satu nya sebelum dia berusia 17 tahun agar adik nya terbebas dari jeratan bos besar itu,karena takut adik nya dijadikan ladang pencarian uang oleh mereka.