My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 118



Pria bertubuh kekar terbaring di atas ranjang berukuran king size,diselimuti oleh selimut busa yang tebal,separuh tubuh nya terlihat begitu indah tanpa tertutupi benang sehelai pun.Otot perut nya yang keras,berkotak-kotak begitu indah.


Anushka tidur di dekat ranjang Zico,seperti perintah Kasio,harus menjaga Tuan Muda sampai Dia sembuh,jangan tinggalkan walaupun hanya sedetik.


Zico membuka matanya perlahan,melihat keatas langit - langit kamar nya,Tiba - tiba menyentuh kepala seseorang yang tidur di tepi ranjang nya .


"Eem........." Anushka terbangun dan merenggangkan otot -otot nya tanpa melihat kearah Zico yang sedang memperhatikannya.


"Akh...Maaf ...maaf Tuan...!" Anushka segera bangkit dan menundukkan kepalannya


"Sedang apa kamu disini ..? dimana Kasio..?"


"Tuan Kasio dan Asisten Young kembali ke pulau katanya ada masalah penting di pulau ...!" menundukkan kepala nya


"Tuan Kasio..Asisten Young ..?" Batin Zico mengerutkan dahinya melihat kearah Anushka


"Siapkan air mandi untuk ku..! aku akan pergi mandi " titah Zico turun dari ranjang


"Baik Tuan ...!"Anushka berlalu dari hadapan Zico,untuk menyiapkan air untuk mandi Nya.


Beberapa menit kemudian,Anushka kembali ke kamar Zico melihat pria itu sudah bersiap - siap untuk mandi dan mengenakan baju mandinya.


"Tuan Muda...Air nya sudah siap anda bisa mandi sekarang...!" Seru Anushka menundukkan kepala nya


"Bantu aku Mandi...!"Zico melewati tempat berdirinya Anushka


"Tapi Tuan...." melirik kearah Zico yang berdiri di ambang pintu kamar mandi


"ini perintah ...! aku tidak suka di bantah "Ucap Zico segera masuk dalam kamar mandi,Anushka segera menyusul sebelum Zico memarahinya lagi.


Zico sudah berdiri disamping bathub,Dia segera melepaskan baju mandi nya dan menyerahkan nya kepada Anushka,gadis itu memejamkan matanya,sehingga tidak bisa menjangkau baju mandi yang ada di tangan Zico .


"Buka mata mu...!! "Teriak Zico mengagetkan Anushka,namun gadis itu hanya menggelengkan kepala nya "Aku masih memakai celana apa yang kau takuti ...!!" sambungnya lagi,Setelah mendengar ucapan Zico barulah Anushka membuka matanya,dan mengambil baju mandi yang ada di tangan Zico,air di bathub sudah penuh sehingga tumpah keluar Anushka segera mematikan Keran air,namun sial nya gadis itu malah terpeleset dan jatuh kedalam bathub dimana Zico sedang berendam .


"Akkh......" bruummmm....!! Melihat Anushka terjatuh ke atas nya membuat Zico mengerutkan dahinya wajahnya merah meskipun berada di air namun aura nya seketika berubah menjadi panas.


"Apa yang kau lakukan...!!" Tatapan Zico seakan menusuk jantung Anushka melihat nya bak musuh bebuyutan dalam sekejap mata gadis ini bisa langsung mati di tangan pria ini.


"Ma..maaf ...!!"Anushka segera bangkit namun sial,lagi -lagi Dia malah salah menyentuh benda yang tersembunyi di balik air membuat telinga Zico semakin memerah .


"Apa yang kau sentuh...!!" Teriak Zico begitu keras,membuat seluruh darah Anushka mendingin dan jantung berdebar cukup kencang .


"Hiks ...hiks...ma..maaf kan aku...!! Tuan muda mohon jangan siksa aku...Aku akan segera pergi " begitu takut nya Anushka terhadap sosok Zico,mendengar suaranya saja membuat gadis ini menangis sesenggukan,Zico menatap Anushka dengan datar saat melihat gadis ini menangis,bibir nya terpaku,tidak dapat lagi berteriak seperti sebelum nya sampai bayangan Anushka berlalu dari hadapan Nya .


"Dia sampai gemetar begitu mendengar suara ku " Gumam Zico menatap kearah pintu yang terlintas dengan bayangan Anushka


Setelah selesai mandi,Zico turun ke lantai dasar untuk sarapan,Dia berjalan menunju dapur,seperti biasanya hanya mengenakan kaos polos yang ngepas dan celana bahan duduk di kursi utama meja makan.


"Ah....."


prang.......Anushka kaget melihat Zico sudah duduk di meja makan,sehingga gelas yang Dia pegang jatuh berserakan di lantai membuat beling itu jatuh mengenai kakinya dan tergores sehingga mengeluarkan darah,Zico menatap Anushka dengan tajam nya .


"Gadis ini selalu ceroboh " Batin Zico masih melihat Anushka dan tidak melihat kaki nya yang terluka


"Maaf Tuan akan saya bereskan ...!!" setelah membersihkan lantai,Anushka segera menghidangkan semua menu makan di depan Zico,bisa itu bisa memilih mana yang Dia makan sesuai seleranya .


Anushka dengan kompeten melayani Zico makan,tanpa melupakan satu pun peringatan dari Kasio sebelumnya,Sekian lama berjalan memutar di dapur baru terasa kaku nya perih dan tetesan darah sudah mengotori lantai dapur,Anushka berdiri di depan wastafel untuk mencuci semua piring kotor dan membersihkan dapur,dimeja makan Zico sedang meminum segelas kopi nya melirik kearah lantai yang di penuhi tetesan noda merah,pria itu berjalan mengikuti tetesan darah itu sampai Dia terhenti di belakang Anushka .


"Gadis bodoh...!!" Teriak Zico membuat Anushka kaget lagi dan segera melirik kearah Nya


"kaki mu terluka kau masih belum sadar...!!" Zico segera menyeret Anushka ke ruang tamu,membuat gadis itu merengek kesakitan,karena pecahan beling belum di bersihkan nya di dekat telapak kaki.


"Akh....Tuan mohon pelan itu sakit ...!" Gurutu Anushka,namun Zico tidak memperdulikan nya.


Bugh ....! Zico melemparkan tubuh Anushka ke sofa besar yang ada di ruang tamu,gadis itu menatap heran kearah Zico yang pergi meninggalkan nya,sedang melihat kaki nya yang berdarah,tiba - tiba zico datang dengan membawakan kotak p.p.p.k kedepan Anushka meletakkannya diatas meja ruang tamu .


Anushka masih menatap Zico dengan membulatkan kedua mata nya melotot kearah Zico,pria itu menyadari nya segera melirik kearah Anushka,gadis itu memalingkan wajahnya .


"Apakah aku terlalu menakutkan untuk di lihat...?" Penuturan Zico yang belum pernah Anushka dengar ,Tiba - tiba gadis itu melirik kearah Zico sedang membersihkan darah di kakinya,Anushka segera menarik kaki nya merasa sikap nya tidak sopan.


Zico kembali menarik kaki Anushka,dan segera membersihkan luka dan membalurkan luka nya dengan perban .


"Te..terimakasih Tuan ..." ucap Anushka segera bangkit dari duduk nya


"Akh....."


"Eh...."


Anushka terlalu terburu - buru bangkit sehingga tidak memperhatikan kakinya yang terluka membuat nya kehilangan keseimbangan tubuh dan terjatuh,Zico ikutan jatuh keatas sofa saat sedang menolong Anushka.


Bugh.....Anushka melotot lagi kearah Zico karena lagi - lagi mereka berdua terjatuh keatas sofa.


"Kenapa kau ingin sekali mengeluarkan mata mu dari tempat nya " mendengar ucapan Zico membuat Anushka segera memejamkan mata nya,Zico tersenyum cukup tampan belum pernah Dia tersenyum begitu tampan sebelumnya,sikap nya kejam dan dingin yang banyak di kenali orang.


Cup....cup ..cup..Zico mencium bibir Anushka dengan begitu lembut,membuat gadis itu membuka mata nya kaget karena Zico kembali mencium nya .


Perlakuan lembut Zico membuat Anushka terdiam tanpa memberontak,bahkan perlahan -lahan Dia menerima ciuman hangat dari pria kejam ini.


Zico memainkan tangan nya di gunung kembar milik Anushka,dalam keadaan masih berc*man membuat Anushka hanya bisa menerimanya dengan pasrah.


Blup....Zico melumatkan p*ting s*s* milik Anushka membuat gadis ini menggeliat "Ah....Tu..Tuan..."


Zico menaikan dress yang dikenakan Anushka,sehingga membuat Zico bisa melihat dengan jelas lapis legit milik gadis ini.


Gluk ...Zico menelan ludah nya,selama ini hanya bisa langsung memainkannya tanpa pernah sekalipun melihat atau menikmatinya,Tatapan misterius Zico pada benda mati itu membuat Anushka tersadar dan menutup nya segera dengan tangan,Zico menipis tangan Anushka kesamping .


"biarkan saja ...! kamu harus percaya diri,punya mu cukup indah,dan membuat aku menggila seketika ..!" Saat mendengar penuturan Zico membuat Anushka menunjukan wajah kesalnya,Anushka merasa dirinya hanya menjadi boneka Zico saja .


Pria ini segera berlabuh dengan lapis legit milik Anushka,gadis ini hanya bisa pasrah dalam des*hannya,disaat Zico memaju mundur kan pinggang nya membuat tubuhnya bergetar dan hujaman itu membuat Anushka merasakan perih di bagian selangk*ngannya.


"Aaaaggggrrrhhh......" Des*han Anushka yang begitu panjang,gadis ini juga menggigit bibir bawahnya membuat Zico tidak senang segera membalikan tubuh Anushka dan memukul pan*at milik anushka .


Plak....! "Akh...."


Plak....! "Akh...."


hanya teriakan kecil yang bisa dikeluarkan dari mulut Anushka,jika semakin membuat pria ini tidak senang bisa lebih kejam dari ini lagi Dia menyiksanya.


Jleeb.......!! "Akh...." terdengar suara yang tidak asing dari telinga Anushka membuat dia menjerit.


Tubuhnya bergoy*ng begitu hebat,bagaikan gempa bumi dengan skala yang cukup kuat sehingga gunung kembar pun ikut tergoy*ng karena terlalu kuat getaran gempa yang di buat oleh Zico si pria kejam itu .


"Eeem........"


"Ah...Aaakh........"


Pelepasan suara Zico menghentikan permainannya,dan segera turun dari sofa memakai kembali cela*a nya dan mengambil kaos putih meletakan nya diatas bahu berjalan menaiki tangga,tanpa menoleh kearah Anushka yang masih berbaring di atas sofa,Anushka segera memungut baju nya yang berserakan dan memakainya kembali .