My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 209



Sampai di tempat kejadian,Zico segera menghampiri Anushka.Ambulance juga sudah tiba di tempat kejadian.


"Sayang...!" Panggil Zico menghampiri Anushka ,dan melihat kaki nya yang terluka.


"Kenapa bisa begini ?"Tanya Zico yang melihat kaki Anushka terluka.


"Kaki Ku terjepit!"Zico menggendong Anushka kedalam mobil ambulance.Abian meletakan Clara kedalam mobil milik nya.


Sementara Mattew menggendong Zara yang pendarahan,Wanita ini terus saja merintih merasakan sakit bagian perutnya.


Mattew membaringkan Zara di dalam ambulance,Zara sempat melirik raut wajah Mattew yang penuh ke panikan,Pria ini cukup khawatir dengan kondisi istri dan Anaknya.


"Bagaimana dengan Zara..?"Tanya Abian


"Dia pendarahan,Aku tidak bisa melihat Dia kesakitan begitu!Aku juga tidak tau kondisi Anak nya bagaimana!" Mattew menundukkan pandangannya untuk menyembunyikan kesedihan di wajah.


"Semuanya akan baik -baik saja,Aku pergi dengan mobil lain,Kamu temani Zara!" Sambung Abian lagi,segera berjalan kearah mobilnya,disana sudah ada Clara.


Mattew tidak bisa berhenti berteriak didalam Ambulance untuk mempercepat jalannya.


"Lebih cepat lagi!" Teriak Mattew sekali lagi.


"Sayang!tahan ya Kita akan segera sampai !"Terlihat sekali kecemasan dari wajah Mattew,apalagi setiap kali mendengar rintihan rasa sakit dari bibir Zara.


Beberapa menit kemudian Mereka sampai dirumah sakit HK,Dokter Sinta dan Dokter Mishan sudah menunggu Mereka didepan,Perawat segera mendorong ranjang pasien keruangan operasi.


"Dokter selamatkan Anak dan istri Saya!" Ucap Mattew saat ranjang pasien milik Zara sudah masuk kedalam ruangan operasi.


"Tuan Mattew harap tenang ya,Dokter Mishan akan berusaha yang terbaik!Saya akan memeriksa Nyonya Anushka dulu!"


Dokter Sinta berjalan kearah Anushka yang duduk di kursi tunggu.


"Aku akan mengobati kaki nya dulu!"Ucap Dokter Sinta,Zico segera membantu Anushka untuk bangun.


"Aaaahhh....!"Pekik Anushka memegang perutnya,Ketubannya pecah.


"Ketuban nya pecah..!"Ucap Dokter Sinta panik.


Zico segera mengangkat Anushka dan membawa nya masuk kedalam ruangan persalinan.


"Baringkan pasien disini,Aku akan memeriksanya !" Ucap Dokter Sinta


"Apa yang terjadi ?" Tanya Zico panik


"Ketuban nya pecah sebelum waktunya,harusnya ini terakhir pemeriksaan sebelumnya baru masuk bulan ke 9!" Jawab Dokter Sinta.


"Dok,apa istri Ku akan melahirkan!" Zico mulai panik.


"Seperti nya begitu! "Jawab Dokter Sinta,mulai pemeriksaan dari bawah "Pasien sudah pembukaan ke dua,kalau ini lancar pasti tidak perlu di operasi,meskipun usia kehamilan masuk 9 bulan !"Sambung nya lagi.


"Dok,lakukan yang terbaik,Aku mohon Dokter selamatkan kedua nya!" Ucap Zico yang masih memegang tangan Anushka.


"Sayang ..!Aku tidak mau di operasi!" Seru Anushka tiba- tiba membuat Zico kaget.


"Tapi sayang,kalau ini tidak berjalan lancar Kamu harus di operasi !" Jawab Zico,masih berusaha menenangkan Anushka .


"Kamu rileks dulu,jangan panik,Aku akan membantu sebisa Ku,ingat jangan panik,Aku yakin ini bisa berjalan dengan lancar!"


Setelah memasang infus untuk Anushka,Dokter Sinta segera menyuntikan obat kedalam cairan infus Anushka.


"Sayang,sabar ya demi Anak Kita,Kamu harus bertahan !" Cup Zico mencium kening Anushka yang masih menahan rasa sakit nya .


Di depan ruangan operasi,Mattew terlihat begitu panik,bahkan raut wajahnya tidak dapat di gambarkan lagi.


Abian dan Clara,datang menghampiri Mattew yang sedari tadi mondar- mandir di depan ruangan operasi.


Abian melihat kearah lampu di atas pintu masih berwarna merah,tandanya operasi belum usai.


Dokter Sinta,keluar dari ruangan persalinan,dan berpas- pasan dengan Mereka yang masih menunggu operasi siap.


"Bagaimana dengan menantu Saya ?" Tanya Abian saat melihat Dokter Sinta berjalan kearah nya.


"Masih dalam masa pembukaan Tuan,mungkin akan memakan waktu yang cukup lama !"


"Lakukan yang terbaik,selamat kan kedua nya,jangan biarkan Anak dan Menantu Saya kenapa - kenapa,Saya percaya kan kepada kemampuan Anda Dok!" Abian terlihat begitu cemas karena kedua nya belum melewati masa tegang.


Berson dan Kasio masih memantau keadaan di luar rumah sakit,Abian masih cukup belum tenang,belum bisa menemukan orang yang Dia incar.


Beberapa orang kepolisian datang kerumah sakit,dan segera berhadapan dengan Abian .


"Selamat malam Tuan,Saya datang kemari untuk membawa Tuan Mattew ke kantor !" Seru seorang komandan polisi yang menunjuk kan surat penangkapan atas nama Mattew.


"Ada apa ini ?" Tanya Abian yang belum mengerti,Clara melirik kearah Mattew yang masih duduk di kursi tunggu dengan wajah nya menunduk.


"Saya mendapatkan laporan bahwa Tuan Mattew melakukan penyerangan kepada kedua sopir yang sedang mengantar barang!"Jelas Mereka.


"Kalian salah persepsi,Menantu Saya tidak mungkin melakukan itu,malah sebalik nya Mereka malah mencelakakan Anak saya istri dari Tuan Mattew!" Bantah Abian


"Biarkan Kami melakukan tugas Kami Tuan !" Ucap Mereka lagi ingin berjalan kearah Mattew.


"Berhenti!" Abian menatap tajam kearah polisi tersebut ."Jika Kalian berani menyentuh Nya,Aku akan patahkan tangan Kalian!disini Kami korban bukan pelaku!"Ucap Abian dengan datar,tapi terdengar begitu tegas,Mereka segera pergi saat Abian mengeluarkan kartu namanya.


"Sayang,tahan emosi Mu,nanti penyakit jantung Mu kumat !" Ucap Clara memegang tangan Suaminya,saat polisi itu pergi.


"Apa maksud Mu,Aku masih sehat,dan jantung Ku tidak bermasalah !" Jawab Abian kesal,Clara tersenyum yang berhasil Mempermainkan suaminya.


Setelah kedua nya bercanda dan tertawa,lalu pandangan Abian teralih kepada Mattew yang masih duduk dengan menundukan kepala nya.


Cuaca di luar sudah mulai gelap,tapi belum ada tanda - tanda operasi akan selesai.


Zico memeluk Anushka yang masih menunggu waktu untuk lahiran.Anushka merintih kesakitan saat merasakan sesuatu di perut nya.


"Uuuuhhhh...!"De sah Anushka memejamkan mata nya memegang erat tangan Zico.


"Apa itu sakit sekali ?" Tanya Zico,Anushka hanya mengangguk nya saja.


Ceklek !Pintu ruangan bersalin terbuka,Dokter Sinta menemui Mereka lagi dan kembali mengecek kondisi Anushka.


"Kira - kira masih lama enggak Dok?"Tanya Zico


" Ini Nyonya Anushka harus sedikit sabar, dan akan merasakan kontraksi ringan yang berlangsung selama 40 sampai 60 detik, semakin lama, kontraksi akan semakin teratur dan semakin kuat, misalnya tiap 5 menit sekali" Jelaskan Dokter Sinta setelah memeriksanya lagi.


"Biasanya orang lebih memilih untuk operasi dari pada lahiran normal!" Sambung Dokter Sinta lagi menyimpan sarung tangan nya.


"A-ku tidak ingin di operasi,Aku punya syok yang berlebihan Aku takut tidak bisa melewatinya hiks ..!" Tanpa sengaja air mata Anushka mengalir ke pipinya nya,hati Zico tersentuh saat melihat mata Anushka yang berkaca- kaca.


"Sayang,Kamu harus lebih kuat,operasi tidak akan lama,tapi jika normal ini akan menyiksa Mu,Aku tidak sanggup melihat Kamu yang kesakitan begini !coba pertimbangkan lagi sayang ..!" Zico membelai kepala Anushka lagi,sesekali mencium nya,menguatkan Istrinya .