
Hujan turun begitu deras,sesekali petir datang menyambar,membuat Zara memejamkan matanya saat kala petir menghantam bumi.
Duuarrr...!
Suara gemuruh kembali terdengar,hujan dan angin sedang berlomba - lomba untuk menyapu bumi.Petir pun tidak mau kalah,datang sekali dua kali untuk memisahkan hujan dan angin yang sedang ribut.
Zara belum menjawab pertanyaan dari Mattew.Zara melirik sang suami yang memejamkan matanya,ia tahu kalau Mattew belum tertidur.
"Sayang...!" Panggil Zara lirih,Mattew segera membuka matanya bak kesetrum,mata nya langsung terbuka begitu lebar.
"Maaf kan Aku,telah membuat Mu kecewa"Lirih Zara kepada Mattew,"Sudah,jangan di pikirkan omongan Ku tadi,cepat tidur"Sambung Mattew memejamkan kembali matanya .
"Aku memilih untuk merawat Anak ini,Aku yakin,ini adalah keberuntungan Ku,Dia datang lebih awal sebelum aku memulai karir" seru Zara lirih,membuat Mattew membuka matanya kembali,segera bangun dari tidur nya,dan duduk disamping Zara.
"Sayang..!Kamu yakin ? Aku tidak ingin memaksa Mu,Aku memang menginginkan seorang Anak,tapi bukan dengan cara memaksa Mu,sehingga membuat Mu tertekan"Mattew memegang tangan istrinya,memastikan jika yang di dengarnya adalah ketulusan dari hati Zara.
"Apa Aku terlihat,sedang bercanda ?"Tanya Zara lagi ikut bangun dan duduk di depan Mattew, "Aku juga menginginkan Anak ini,sama seperti Mu,Aku ingin membesarkan Anak ini bersama dengan Mu "Sambung Zara lagi,kali ini Dia memilih untuk memeluk Mattew,dan membenamkan wajahnya di dada bidang Mattew.
Cup..!"Sayang,terimakasih atas ketulusan Mu,Aku janji akan menjaga Mu,dan Aku juga akan selalu melindungi Mu dan Anak Kita "
Mattew membalas pelukan Zara,dan sesekali mencium kening istrinya,sungguh membuat Dia bahagia.
Aroma menguap di atas tanah,larut bersama wanginya hujan,di bawah rintik-rintik hujan yang deras,tersemat manis indahnya janji masa depan,penuh kebahagiaan semu berselimut basah,dua insan yang sedang memadu kasih dan sayang demi perkembangan sibuah hati di masa depan.
Terlihat Zara yang tertidur didalam pelukan Mattew,mengenakan dress yang sebelumnya yang tidak sempat mereka gantikan,karena sudah terlelap dalam tidur nya .
***
Sinar mentari menyelinap masuk kedalam celah - celah jendela kaca,hampir tidak akan terlihat oleh mata,pantulan cahaya dari dinding kaca,gorden yang masih terbuka lebar dari semalam,menghangatnya pelupuk kedua mata Mereka yang masih tertidur.
Merasakan ada sesuatu yang mulai menyilaukan dan menghangatkan,Zara segera bangun dari tidur nya,melepaskan genggaman tangan Mattew yang memeluk pinggangnya.
"Sayang..!"Panggil Mattew yang mendongakkan kepala nya melihat kearah Zara yang hendak turun dari ranjang.
"Aku ingin ke kamar mandi ..!" Jawab nya,pergi meninggalkan Mattew diatas ranjang,Pria ini segera memejamkan kembali matanya.
"Aaaaahhhhh...!" Terdengar suara Zara dari kamar mandi,membuat Mattew bergegas untuk mengecek kedalam kamar mandi,dengan posisi Zara yang membuka bajunya.
"Ada apa ?" Tanya Mattew sembari mengintip dari balik pintu kamar mandi
"Itu..!kecoa .." Zara menempelkan tubuhnya ke dinding kamar mandi, dengan posisi tidak menyadari bahwa ia telah melepaskan bajunya.
"Aku akan membuang nya"Mattew segera membuang kecoa ke closet dan Zara segera memeluk Mattew dalam keadaan tanpa baju,membuat pedang pendekar aktif di balik cela na nya .
"pagi - pagi sudah menggoda Ku dengan kismis yang menonjol itu " Bisik Mattew kepada Zara yang masih memeluknya.
"Eeh..! Enggak seperti itu " Zara segera melepaskan pelukan Nya,baru menyadari kalau dirinya tidak mengenakan baju,langsung menutup kedua dada nya dengan tangan.Tapi Pria ini yang terlanjur tergoda,langsung menyingkirkan tangan Zara, dan melihatnya dengan tajam kearah gunung kembar milik Zara, membuat Gadis ini malu dan membalikkan tubuhnya.
"Jangan di tutup,Aku menyukainya" bisik Mattew lagi memegang bahu Zara dari belakang.
Mattew memeluk Zara dari belakang,dan mulai mencium bahu Zara dan juga menggigitnya
" Aaahh.."Tanpa sengaja Zara men desah membuat Mattew semakin ter angsang dengan suara lembut nya Zara.
Kedua tangannya memegang gunung kembar yang sudah bebas dari penghalang nya,dan juga satu tangan nya menyentuh paha mulus Zara.
Belum juga bermain-main dengan jari jemarinya,Mattew baru mengingat pesan Dokter tempo hari.Langsung mengurung niat nya untuk melakukan lebih lanjut.
"Tidak Aku akan mandi sendiri" Zara segera mendorong tubuh Mattew keluar dari kamar mandi .
Brakk..!Zara menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
"Uuhhh..!Sungguh menyiksa! "Gumam Mattew menahan pedang pendekar yang siap tempur dari tadi bergerak di balik cela na panjang nya .
Mattew menyiapkan stelan jasnya,dan juga mengambil dress yang akan di kenakan Zara,biar lebih serasi dengan dasi miliknya.
Ceklek ..!Pintu kamar mandi terbuka,Zara membungkus rambut nya dengan handuk,dan melilitkan handuk di badan nya.
"Kenapa tidak memakai baju mandi ?" tanya Mattew yang melihat Zara mengenakan handuk satu lagi.
"Aku lupa membawa nya"
"Cepat pakai baju Mu " Mattew melemparkan dress milik Zara keatas wajahnya,melihat penampilan Zara yang baru siap mandi membuat Mattew merasa sesak .
Setelah selesai mengenakan bajunya,Mattew menuntun Zara ke kursi rias,dan mengambil hairdryer di laci meja rias nya,lalu membantu Zara mengeringkan rambutnya.
"Aku bisa sendiri..!"Seru nya ingin bangkit dari duduk nya,merasa canggung jika harus sampai rambut pundi keringkan Mattew .
"Duduk..!"Jawab nya singkat,namun membuat Zara terdiam,tidak berani menjawab.
"Tunggu disini Aku akan pergi mandi ..!" Mattew segera pergi ke kamar mandi meninggalkan Zara di depan meja rias.
Selang beberapa setelah melakukan ritual mandinya,Mattew keluar dari kamar mandi,dan segera memakai kemejanya,Dia baru mengingat nya ada pertemuan di restoran,yang tidak jauh dari perusahaan berencana akan sarapan disana.
"Sini Aku bantu pakaikan dasi..!" Seru Zara bangkit dari tempat duduk nya.
Namun karena terburu-buru tanpa sengaja Zara tersandung ."Aahhh..."
"Hati-hati" Mattew segera menangkap tubuh Zara yang hendak jatuh ke lantai,membuat mata nya melotot,melirik kearah Mattew dengan tatapan yang datar.
"Duduk saja disini,Aku bisa melakukannya sendiri !" Ucap Mattew segera memasangkan dasi di lehernya,Zara hanya melirik nya saja kearah Mattew tanpa ekspresi.
"Ayooo.."Mattew mengulurkan tangannya kepada Zara,namun gadis ini hanya menatap nya saja.
"Kenapa bengong,Ayo,Kita pergi pertemuan dengan klien Ku..!"Sambung Mattew lagi,masih mengulurkan tangannya.
"Aku..?" Zara menunjukkan diri dengan jari nya.
"Aku juga ikut?" sambungnya lagi,Mattew hanya menganggukkan kepala nya saja.
"iya,Kamu harus ikut,Kita sarapan bersama,disana !"
Zara segera mengandeng tangan Mattew dan keluar dari kamar nya .
Di lantai dasar Asisten Jo sudah menunggu Mereka berdua,Zara masih memeluk lengan Mattew seperti saat Mereka keluar dari kamar.
"Berangkat sekarang Tuan !" Tanya Asisten Jo saat Mattew sudah di depannya
"Tidak,Tahun depan berangkat nya " Mattew dan Zara segera melewati tempat berdirinya Asisten Jo
"Eeh...."Melihat Mattew sudah pergi ke pintu utama,Asisten Jo segera mengejarnya.