
Satu Bulan Kemudian ......!!!
Setiap hari dia selalu datang,burung - burung berterbangan datang menyapa,jam diatas nakas menunjukkan pukul 6 pagi,masih punya sisa waktu untuk beristirahat beberapa menit lagi sambil merenggang kan otot-otot yang beku.
"Pagi sayang ....." Ucap pria bertubuh kekar dengan bertelanj*ng dada,memeluk erat tubuh mungil Clara yang masih memejamkan mata nya.
"pagi juga sayang ....."Tanpa membuka matanya dia menjawab sapaan pagi nya Abian,membalas pelukan suami nya,memeluk dada kekar Abian ,roti sobek milik Abian tertata rapi di tubuh nya penampilannya cukup menggoda tubuh nya sangat bagus seperti layaknya seorang model.
"Apa yang membuat mu begitu menikmati nya ....." tanya Abian saat melihat Clara menyentuh dada Abian .
"aku hanya kagum saja..."
Bug....Abian merubah posisi tidur Clara,yang tadi Clara berbaring diatas dada Abian,kini Clara berada di bawah Abian tepat nya diatas ranjang .
"pagi-pagi sudah menggoda ku....!" Abian memindahkan rambut Clara yang sudah menutup mata nya ,membelai wajah sang istri,sudah lama iya nanti kan saat - saat mereka mesra seperti dulu lagi.
"Apakah aku terlihat seperti penggoda..?" Clara mengalungkan tangan nya di leher Abian,Pria itu pantang di goda langsung tergoda,menarik tali lingerie yang di kenakan Clara,sehingga menampakkan dua buah jambu mente yang berair yang ukurannya sudah bertambah besar semenjak Baby twin lahir.
Abian memainkan jambu mente nya dengan sangat lihai,jari jemari nya menyentuh bagian kacang mente yang berwarna merah kecoklatan itu ukurannya sangat menonjol,sesekali dia mengh*sapnya .
Cup....Bibir mereka beradu satu sama lain,mereka sedang saling tukar menukar liur nya ,nafas mereka beradu satu sama lain,Bibir ganas Abian turun ke leher Clara,wanita itu men*sah kenikmatan .
Tangan Abian tidak lagi di tempat nya ,dia sedang menyentuh kelopak mawar yang masih tertutup itu,dia membelai nya,dan sesekali mencubit nya dengan lembut sampai terdengar suara d*sahan Clara .
"Akkh......."Tubuh nya merespon,masih dengan kondisi Abian yang diatas,memainkan jambu mente yang berair itu dengan sangat buas,mengeluarkan air berwarna putih susu,Abian m*nj*lat nya tanpa jijik.
Dia bangkit dan menurunkan c*l*na nya,sehingga yang bersembunyi di balik CD sudah berdiri tegak siap tempur.
Abian sudah bersiap-siap untuk mengoperasi kelopak mawar itu,tapi siapa sangka baby twin bangun dari tidur nya,itu menggagalkan aksi Abian yang sedang siap tempur.
"Owek....owek....."
"Owek....owek...."
Baby twin bangun barengan membuat Clara segera bangkit dan melihat anaknya yang ada di box bayi .
"Oooo...shiiiitttt.....!!!" Gerutu Abian yang melihat Clara mendorong tubuhnya dan berlari melihat anaknya tidak jauh dari nya .
"Aku akan menyusui nya dulu " seru Clara duduk di tepi ranjang,Abian hanya bisa melihat nya saja baby itu mengh*sap susu dengan begitu kuat membuat Clara merintih,karena sedikit perih saat baby itu mengh*sap begitu kuat.
"Huuuu.....pelan sayang tidak ada yang akan merebut nya....." ucap Clara lirih ,Abian hanya bisa melirik,sekarang anak nya sedang menguasai jambu mente miliknya.
"Sini aku susui satu lagi..." Abian memberi baby satu lagi untuk disusui oleh Clara,setelah meletakan yang cewek ke box , karena sudah tertidur kembali.
Meski jambu mente sedikit memerah karena keganasan si twin Clara hanya bisa menahan nya,dia tetap akan menyusui anaknya meski berasa sangat perih .
Baby twin yang imut itu di berikan nama yang cukup indah,yang cewek bernama Zara Carlose dan yang cowok bernama Zico Carlose ,kedua anaknya sangat imut dan yang cowok sangat mirip dengan papa nya,sedangkan yang cewek lebih mirip dengan Clara.
Setelah membuat mereka tertidur kembali,jam di dinding menunjukkan jam 7 pagi,Abian mengurungkan niat nya untuk melanjutkan yang tertunda,dia segera beranjak ke kamar mandi.
"Sayang ...tidak jadi lanjut...." Clara memeluk Abian dari belakang melihat suaminya yang cemberut karena aksi nya tertunda .
"Sudah tidak jadi ....!! enggak mood lagi ...." Jawab Abian ,namun Clara tau suaminya tidak akan hilang begitu saja gairahnya,Abian biasanya cukup membutuhkan waktu lama untuk melepaskan hasrat nya .
Clara berinisiatif menyentuh tongkat itu agar berdiri lagi,Abian hanya bisa mematung melihat aksi Clara dan sesekali mende*ah karena permainan Clara sudah sangat lihai memainkan tongkat itu,Clara mengh*sap lolipop ,memainkan lolipop dengan begitu lihai dan begitu nikmat
Clara memaju mundur kan lolipop nya dengan sangat telaten agar tidak tergigit.
"Aaaaggrrhhhh....sayang aku mau......keluar....." Cairan kental itu mengenai wajah Clara,dan Abian segera membersihkan nya dengan baju mandi yang ada di tangan nya.
Abian mengangkat tubuh Clara ke kamar mandi ,dia berniat melanjutkan nya di kamar mandi,Abian masih seperti sebelum nya belum puas jika hanya bermain sebentar,dia membaringkan tubuh Clara di dalam bathtub berukuran jumbo itu tanpa air didalamnya ,tanpa menunggu lama Abian segera menjamah tubuh Clara tanpa ampun,wanita itu merintih beberapa kali tapi Abian tidak mempedulikan nya,dia benar-benar melampiaskan nya pagi ini sudah lama di tahan nya .
Terlihat tubuh Clara yang lemah tanpa berdaya tanpa sehelai benang satu pun di badannya,dia tidak memejamkan matanya,masih terlihat bekas operasi sebulan lalu,Abian menciumnya,sebagai tanda terimakasih karena telah melahirkan pewarisnya .
Belum ada tanda dia menyelesaikan permainannya Abian malah kembali memakan jambu mente nya dengan sangat rakus air susu itu keluar dari buah jambu mente tidak membuat Abian akan menyerah,dia malah makin bersemangat menguleni jambu mente yang kenyal itu dengan kedua tangannya sehingga air itu keluar dengan sangat deras membasahi tubuh Clara,wanita itu merintih karena sakit dan mend*sah karena nikmat secara bersamaan itu di lakukan dengan tongkat sakti yang masih sibuk mengoperasi bunga mawar yang mekar di bawah sana,Abian cukup bersemangat sementara Clara sudah lemah dan kehabisan tenaga.
Melihat istrinya yang sudah benar-benar lemah akhirnya Abian menghentikan aktivitas nya ,dia membantu Clara mandi dan menggosok punggung belakang milik Clara tapi sesekali tangan nya masih sibuk menyentuh jambu kenyal itu.
"Dasar pria m*sum ...." pekik Clara menutup jambu milik nya agar tidak di sentuh Abian
Ha...Ha...Ha...Gelak tawa khas Abian memenuhi ruangan mandi,Clara sangat bahagia melihat suaminya dapat tertawa lagi,karena semenjak kejadian sebulan yang lalu Abian selalu bergelut dengan emosi nya setiap hari,dan selalu menindas pengawalnya yang dia anggap tidak bekerja dengan benar,Mike dan yang lain pun menjadi sasaran kemarahan Abian .