
Rintik hujan yang membasahi bumi,menyegarkan udara di pagi hari,menyemangati sang pemilik hati yang sedang menikmati secangkir kopi.
Suara keras para prajurit sedang berlatih diri menyatu diri dengan alam di pagi hari,melakukan berbagai gerakan untuk ilmu penyelamat diri.
Setelan baju olahraga melekat di tubuh,mengelilingi perputaran lapangan yang begitu luas,seiring waktu detak jarum jam berjalan,menghitung setiap langkah yang ia gunakan dalam metode lari di pagi hari .
"hoosss....hooosss...." Setiap berhenti selalu mengatur nafas,sudah seminggu di pulau tapi berasa sebulan,melatih diri menjadi lebih kuat lagi adalah semangat dalam diri Clara .
"Tuan....." Young membungkukkan tubuh nya menghormati kedatangan Abian
Pria bertubuh kekar dan kuat itu datang menghampiri Clara yang sedang berlatih .
"Kita harus berangkat sekarang untuk mengantar Zara karena sekolahnya akan dimulai dalam dua hari lagi ..."
Clara mengerti dengan ucapan Abian,Dia segera berjalan menuju kamar tidur mereka untuk membereskan baju nya sekalian membersihkan tubuh nya .
Didalam kamar terdapat Zico dan Zara sedang mengobrol,tapi tidak tau apa yang sedang mereka bahas.
"Kalian sudah siap...??"
Clara mengambil baju mandi,sekalian melewati Zico yang sedang memainkan game dengan Zara.
"Tumben banget bocah ini bisa akur " Batin Clara memperhatikan anaknya yang sedang berada di atas ranjang,Clara meninggalkan mereka dan segera ke kamar mandi .
Baru satu menit Clara berada dalam kamar mandi Za-Zi langsung ribut Kembali dan bertengkar kembali mengenai iPad yang di bawakan oleh Zara adalah milik Zico.
"Ini punya ku...!!!" Zico menatap kearah Zara dengan sinis
"Aku pinjam,bawa ke asrama entar kamu tinggal minta belikan sama papa yang baru "
Zara tidak mau mengalah,apalgi Zico tidak ada tanda-tanda akan mengalah dengan Zara.
"Astaga anak itu,aku pikir mereka akan akur..." Gumam Clara di dalam kamar mandi yang mendengar Za-Zi ribut di luar kamar mandi.
Cekreeekk ....! pintu kamar terbuka,Abian masuk kedalam kamar,berjalan mendekati anaknya.
"Zico sudah waktu nya latihan ,papa dan mama akan mengantar Zara ke asrama, ingat disana kalian tinggal di luar rumah jadi lah anak yang baik ...!!" Ucap Abian duduk diantar Zara dan Zico.
"Iya pa....!!" Jawab mereka serentak,Zico segera pergi meninggalkan kamar papa nya,untuk pergi berlatih.
Clara baru selesai mandi,dan langsung bersiap -siap untuk pergi dari tempat itu,Abian baru menyadari setelah melihat memar yang ada di punggung Clara saat wanita itu menggantikan bajunya .
"Zara bawakan ini Berson,suruh Dia datang kemari ..."
"Baik pah..."
Setelah Zara pergi dari kamar itu,Abian mendekati istrinya yang sedang bermake-up .
"Apakah ini sakit...?"
Abian nampak menyentuk bagian punggung Clara dengan lembut .
"Lumanyan...!Young terlalu sadis,dia mengajari nya tidak dengan kondisi yang baik,dia seperti membalas dendam terhadap ku,beberapa rotan itu mengenai punggung ku dan itu sakit banget" Gerutu Clara sambil mengoles bedak di wajahnya .
Abian mencium punggung Clara beberapa kali,cup ..cup....cup "Sudah tidak apa-apa nanti akan membaik " Ucap Abian memeluk Clara dari belakang .
"Sayang ....apa kamu menyesal menjadi wanita ku...." Abian menatap wajah istri nya dari pantulan cermin
"aku menyesal menolak mu sebelum nya jika aku tau kamu setulus itu...! mungkin dari dulu aku sudah menerima mu ..!!"
Seketika Abian tersenyum mendengar penuturan Clara,dan memeluk istrinya dengan erat.
"Sayang ......" tatapan wajah pria itu terpancar nyata di depan cermin sedang menginginkan sesuatu dari sang pemilik tubuh yang ia peluk saat ini
"No...no...no....." Clara menggeleng-gelengkan kepala nya melihat ke bayangan Abian yang ada di cermin "Aku sudah mengatakan libur jatah sebulan,karena kamu berani menyakiti cinta kedua ku...!!!" Sambung Clara bangkit dari kursi rias nya
Bug....Abian mendorong tubuh Clara keranjang milik nya ,mata Clara membulat seakan-akan keluar dari tempat nya menatap pria ego di depannya.
"Aku cinta pertama dan terakhir mu...!! enggak ada yang kedua....!!" Tatapan Abian lebih mengerikan dari tatapan Clara
"Kamu cemburu dengan anak mu...?" Clara kembali mengerutkan kening nya menatap kearah Abian "Aku hanya punya dua laki-laki hebat di hidup satu kamu satu lagi anak ku...!! apa salah nya aku mencintai Dia kamu jangan ego....!!" Clara masih berusaha melepaskan genggaman namun pria itu lebih kuat dari nya,Clara punya niat jahat ingin menendang telor yang ada di sebalik celana Abian namun niat itu di urungkan nya,bisa di bunuh sama pemilik nya jika Dia Berani menendang nya .
"lepas .....!!" sambung Clara lagi berusaha memberontak,Abian malah melotot melihat kearah Clara yang berusaha melepaskan diri dari nya .
"Apa yang kamu lakukan...!! " Ucap Abian menahan sesuatu " itu....itu...kamu membangun kan nya ...." bisik Abian lagi
Seketika Clara terdiam tidak berani memberontak,Abian menatap wajah Clara dan mencoba mencium bibir sexy milik wanita itu.
Cup...cup...cup.....Abian mencium le*er Clara,wanita itu menghindar.
"Stop ..!!!! aku sudah katakan sebelumnya tidak ada jatah sebulan ...!!" Dengan sekuat tenaga Clara mendorong Abian kesamping ,dan itu membuat pria itu terjatuh mengenai sisi ranjang kepala nya lumanyan terbentur dengan begitu keras,Tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut Abian melain kan berdesis tepis.
"sstt....." memegang kepala nya yang berdarah,Clara melihat nya jadi panik,bukan panik karena luka,tapi panik akan kemarahan Abian.
Masih berdiri didepan Abian dengan tatapan yang khawatir dan juga takut,Abian melirik kearah Clara,Abian segera berdiri dan melihat tepat kearah Clara,Wanita itu membuang pandangan nya karena takut dengan Abian,pria bertubuh kekar itu mengangkat tubuh kecil Clara ke pundak nya membuat Clara memberontak "Lepas....!!! lepaskan aku..." Abian tidak menghiraukan perkataan Clara dan membawa wanita itu ke lapangan untuk di hukum.
Abian menurunkan Clara,di sisi lapangan ,semua orang sudah berkumpul disana .
"Kasio....!!!" panggil Abian dengan begitu keras,pria itu segera menghadap ke Atasannya
" Iya Tuan ..."
"Clara kamu putarkan lapangan ini,jika Kasio sanggup mengejar mu...!! maka dia akan memeluk dan mencium mu...!! Kasio lakukan itu...!!" Tatapan wajah Abian melihat kearah Kasio,pria itu tau betul yang di maksud bos nya berbeda dengan hati nya .
"Jika aku benar melakukan seperti yang di katakan oleh bos,maka bos akan membunuh ku,lebih baik aku pelan kan lari ku..." Batin Kasio melirik kearah Clara
"Brengs*k ....!! kau pikir kau siapa ..? bisa seenak nya menyuruh orang mengejar ku...!! " Maki Clara ,Abian menepi ke sisi lapangan tanpa menghiraukan makian Clara , "Kasio kalau kau berani menyentuh ku...!! akan ku patahkan tulang-tulang mu " Ucap Clara mengancam Kasio sambil menggerakkan tangan nya.
"bukan kah itu seharusnya yang di ucap kan bos ya,jika aku berani menyentuh wanita nya ,bukan tulang yang patah tapi seketika aku jadi abu" batin Kasio lagi,sekian lama bergelut dengan batin nya,dia memutuskan mengejar Clara dengan pelan - pelan saja.
"100 putaran ...!!! " teriak Abian " di mulai dari sekarang " sambung nya lagi,berdiri disisi lapangan melipatkan tangan nya kedada.semua orang melihat ke lapangan termasuk Young adiknya Kasio.
"Sialan kau ....Abian ....!!!" Maki Clara sambil berlari meninggalkan Kasio,Dengan perintah Abian,Kasio segera mengejar Clara tapi memelankan lariannya,agar tidak menangkap Clara.
Hanya Clara wanita yang bisa memaki Abian seenaknya tanpa perhitungan apapun,jika itu di lakukan oleh orang lain maka akan tinggal nama.
Young melirik kearah Abian yang menatap kearah Clara yang sedang berlari di kejar oleh Kasio,benar wanita itu sangat berusaha keras,agar tidak di gapai begitu mudah oleh Kasio,bagi Clara itu penyiksaan namun young bisa mengerti Dia melihat kalau Abian sedang mengetes pertahanan Clara sampai mana dia sanggup menahan lelah .
30 menit kemudian Kasio Kembali dengan menggendong Clara ,semua orang kaget menatap kearah Kasio,apalagi young .
"Kenapa wanita itu ada di pelukan Kasio,apa dia tertangkap " Batin Abian menatap tajam kearah Kasio,Dengan keringat dingin Pria itu mendekat kearah Abian dengan posisi masih menggendong Clara,tatapan Abian sungguh sangat mengerikan.