
Abian melanjutkan perjalanannya pulang ke mansion,Dia sudah meninggalkan istriNya sejak semalam,Clara pasti akan khawatir saat melihat Abian tidak dirumah .
Beberapa kali Abian mencoba menelpon Clara namun tidak ada jawaban,bahkan tidak ada pesan untuk diriNya dari Clara.
Abian ingin menelpon Berson.Namun,Pria itu sudah duluan menghubungi Abian .
kringg..
kring....
"Hallo,Berson..!"Panggil Abian begitu panggilannya terhubung
"Tuan...!Nyonya Besar kecelakaan..!" Ucap Berson dengan Nada gemetarNya
"Apa..!"Suara keras Abian mengagetkan Kasio yang sedang menyetir,pria ini menoleh kebelakang ,"dimana Dia sekarang..!" tanya Abian lagi,Mata nya memerah seakan mengeluarkan api kemarahan dari Netra kuning keemasan itu.
"Dirumah sakit HK,Disini sudah ada Dokter Sinta dan rekanNya..!"jelas Berson,
Tut...Tut...panggilan langsung terputus.
"Putar balik mobilNya,kita kerumah sakit HK,Clara kecelakaan ..!" RahangNya mengeras menahan emosi,sesekali memukul jok mobil.
bum..
bum..
"Baik Tuan "Kasio tanpa bertanya begitu banyak langsung memutar balikkan mobilnya .
FLASH BACK..! ! ! SATU JAM SEBELUM KEJADIAN !
Clara baru bangun,tidak melihat suamiNya asa disebelah nya,setelah turun kelantai dasar Clara melihat Bi Sumi yang menerima panggilan.
"Apa itu dari Tuan...?" Tanya Clara saat sudah di dekat bi Sumi
"bukan Nyonya,ini dari teman Anda katanya..!" Bi Sumi memberikan telepon genggam kepada Clara
"Hallo..!"
"Nyonya Clara,selamat pagi,ini saya Rose,maaf jika pagi - pagi saya mengganggu Anda he..he..he.." Rose tersenyum,sedari menyapa Clara dibalik telepon nya
"Ada yang bisa saya bantu..?"
"saya ingin membicarakan sesuatu dengan Anda,namun apa kita bisa bertemu di luar saja ..!"
"Tentu,kita bertemu 30 menit lagi di restoran dekat Mexio..!"
"Baik,sampai ketemu nanti ..!"
Clara segera memutuskan panggilan nya,berjalan menemui Berson yang berada di luar mansion.
"Nyonya...! Ada yang bisa saya bantu..?" Berson segera bangkit dari duduk nya menyapa Nyonya Besar.
"Kamu tau,Tuan pergi kemana?"
"Tuan pergi ke pulau,ada tugas disana mungkin akan pulang nanti malam..!"
"Baik aku akan keluar sebentar..!"
"Nyonya mau saya antar??" Berson segera menawarkan dirinya saat melihat Clara sudah Berjalan menuju mobilnya .
"Tidak perlu..! saya akan pergi sendiri ..!"
Clara segera masuk kedalam mobil,baru saja keluar dari halaman mansion,mobil yang di bawa Clara sudah disambut oleh truk kontainer yang begitu besar dan panjang,truk itu dengan kuat nya menghantam mobil yang di kendarai oleh Clara.Dengan kecepatan tinggi truk itu bisa membuat mobil Clara hancur seketika,tubuh Clara terpental jauh dari TKP sebelum mobil itu meledak.
Boom..!
Sekejap Mata mobil yang di kendarai oleh Clara sudah mengeluarkan api dan juga asap yang begitu banyak,sehingga membuat semua orang datang melihat,Berson yang dari tadi berdiri di depan teras juga berlari untuk mengecek keadaaan Nyonya Besar.
"Nyonya....! "Panggil Berson saat melihat mobil sudah hancur dan terbakar.
"Seseorang disini ...!" teriak salah satu pengunjung jalan yang menemukan Clara.
Dengan cekatan Berson segera memanggil ambulan untuk membawa Clara ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit HK,baru Dia menghubungi Abian,yang kebetulan pria itu sudah di jalan menuju ke mansion .
FLASH BACK SELESAI..!
Zara baru saja bangun dari tidur nya,melihat tidak menemukan Mattew,Dia beranggapan kalau Mattew sudah berangkat ke kantor.
"Aduuhh...! kepala ku pusing,ini akibat main air kemarin malam!!" Gerutu Zara dengan mata setengah terbuka berjalan masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya .
"kepala ku pusing sekali..." gumam Zara lagi menghidupkan keran air dan segera membasuh wajahnya,seketika itu juga Dia melihat ke pantulan kaca disana ada Mattew yang berdiri tepat di belakangNya.
"Aaahh...paman,kenapa kamu tidak bersuara,ngagetin saja..." Zara terperanjat saat membalikkan tubuhnya,melihat keadaan Mattew tanpa memakai baju
"Kamu yang tiba - tiba masuk tanpa mengetok pintu,atau kamu sedang ingin mengintip ku mandi ...!" Mattew menaikan alisnya mendekatkan wajahnya kearah Zara
"Tidak,itu tidak benar ...!" Zara ingin segera pergi dari hadapan Mattew.Namun,pria ini menarik pinggang istriNya didalam pelukannya .
"Hah..." Zara kaget dan melihat kearah Mattew yang posisiNya begitu dekat dengan Dia.
"Paman,aku akan keluar,kamu bisa melanjutkan mandi Mu..!" ucap Zara yang kembali ingin kabur,
"Hah.."tapi Mattew menarik lagi tubuh Zara dan mengangkat nya keatas wastafel yang berada di belakang Zara.
"Paman apa yang kau lakukan ...!" Zara mulai panik melihat wajah Mattew yang datar,namun punya rencana yang tersembunyi .
Mattew mengerutkan dahi mendengar panggilan Zara.
"Berhenti memanggil aku paman..!" Mattew menatap tajam kearah Zara
"Jadi aku harus memanggil apa..?"
"Panggil Aku Bee...!" Ucap Mattew dengan lembut membuat Zara geli
"Bee...?Ha..ha.." Zara segera menutup mulut Nya kembali saat melihat Mattew menatap kearahNya.
"Iya Bee...! panggilan kata sayang yang unik " bisik Mattew di telinga Zara,membuat darah gadis ini mendidih seketika.
Bugh...! Zara mendorong tubuh Mattew kedepan.
"Oke aku akan panggil paman dengan sebutan Bee...! jadi paman akan memanggilku dengan sebutan apa?" Tanya Zara menunggu jawaban,nampak Mattew memikirkan sebuah kata yang cocok untuk istri kecilNya.
"Bagaimana dengan kata sevgilim?(Cintaku)" Mattew kembali mendekatkan wajah Nya kepada Zara yang masih duduk diatas wastafel kamar mandi.
"Menarik " jawab Zara mangut - mangut
Cup..!
Mattew kembali mencium bibir istrinya,dan dipelototi oleh Zara,karena tiba - tiba Mattew menyerang tanpa memberi aba- aba.
"Haaah.....Hah...!" Mattew menurunkan CiumanNya keleh*r Zara,kembali meninggalkan bekas kepemilikan nya di sana,Mattew membuka baju tidur Zara bagian atas sehingga terlihat begitu jelas buah kenyal yang tertutup oleh br*.
"Akh ....Bee....Bee..!" Mattew mencium bagian buah keny*l dengan rakusNya membuat Zara mendes*h karena merasa geli baru pertama kali bagiNya.
"Bee...!kata- kata yang menarik " Batin Mattew
Kriing .....
kriing ....
kringg....
Handpone Zara berdering membuat Zara kaget dan juga Mattew segera melepaskan ciumanNya.
"Siapa yang berani menganggu kesenangan ku...!Akan ku patah kan tanganNya..!" batin Mattew mengerutkan dahiNya melihat kearah Zara.
"Ponsel ku berbunyi,aku harus mengangkat,Nya..!" Ucap Zara segera melompat dari wastafel .
"Hallo....pah..." Panggil Zara begitu ponsel nya tersambung,Namun Mattew sudah berada di belakang Zara dan mencium pundak gadis itu,menganggu nya yang sedang menelpon.
"Hah..." Zara kaget saat Mattew menggigit bahunya,membuat Zara segera menutup mulut nya .
"Zara,apa kau disana..!"
"iya pah,aku mendengar mu !"
"Mama Mu kecelakaan buruan kerumah sakit HK,papa menunggu mu disana ,tolong kabarin Zico juga "
panggilan segera terputus,sebelum sempat Zara menjawab,tapi Dia cukup dikagetkan oleh berita itu.Tubuh mungil Zara ambruk kelantai mendengar kabar kecelakaan Clara.
"apa yang terjadi" Mattew membungkukkan tubuhnya
"Mama kecelakaan kita harus ke rumah sakit...! Hiks ..hiks..."
"Jangan menangis aku akan mengantar kamu kesana..!Sevgilim...tenang ya ...!kita akan segera pergi...!" Mattew menenangkan Zara dalam pelukannya,Membelai rambut istriNya dengan lembut .
Zara segera menggantikan bajuNya untuk pergi ke rumah sakit HK,dimana Clara di rawat.Mattew juga ikut serta melihat kondisi mertua Nya.