
Semakin hari Keadaan Clara semakin membaik,dia lebih banyak mengenal tentang pribadi Abian dari dia di adopsi oleh orang tua Nadia sampai dia bisa menjadi orang nomer satu di Negara E.Semua itu adalah perjuangan yang tidak pernah dia sia-siakan .Berbanding terbalik dengan Clara yang terlahir sudah dari keluarga kaya,cuma sebelum nya dia tidak pernah beruntung soal percintaan .Tapi saat ini dia lah orang yang paling beruntung yang mendapat kan kasih sayang dari seorang Abian .
Pagi ini Clara meminta kepada Abian untuk di antar kan ketempat yoga khusus ibu hamil,Namun Abian menolak karena dirinya tidak bisa menemani istrinya,jadi dia menunda untuk jadwal yoga Clara.
Dia tidak pernah melewatkan waktu sedetik pun untuk mengabaikan Clara,Padahal masih ada tugas penting yang harus dia kerjakan tapi dia malah mengesampingkan tugas itu.
Abian tidak pernah membunuh Revan melainkan lebih memilih untuk menyiksa nya,terlebih Revan sendiri akan meminta untuk dibunuh karena tidak sanggup menahan siksaan dari Abian si raja iblis.
"Sayang ...aku enggak perlu ikut ya....kan kamu harus kerja nanti aku bisa menganggu kamu..!"
"tidak bisa...!kamu harus ikut aku memeriksa proyek baru,apa kamu enggak takut ada wanita lain disana yang akan menggoda ku.."
"Aku tidak takut...!karena aku percaya suamiku ini orang yang paling setia "
Clara membelai suaminya untuk menyakinkan dia bahwa dia tidak perlu ikut untuk melihat proyek baru di Negara S.
"Tapi sayang....aku tidak bisa meninggalkan kamu sendiri dalam keadaan hamil besar begini"
"Aku tidak apa-apa dirumah banyak orang ...!! Kamu pergi lah dengan hati-hati dan jika pekerjaan mu sudah selesai cepatlah pulang "
Berulang kali Abian mencoba membujuk Clara agar ikut dengan nya,namun wanita itu masih bersikeras untuk tidak pergi,dia lebih memilih untuk tinggal dirumah saja,karena dengan kondisi yang seperti itu dia takut akan menghambat pekerjaan Abian .
"Sayang aku janji ...!setelah tugas aku selesai aku segera kembali kesini ....!!"
"Aku menunggu mu sayang ...cepat kembali"
Abian berjalan menunju Apron pesawat ,sesekali dia membalikan tubuh nya melihat kearah Clara,melambaikan tangannya,perasaan buruk pun datang mengganggu Clara,Ada perasaan takut yang sedang iya alami ,tapi dia sendiri bingung untuk menjelaskan nya .
"Clara ingin menghentikan penerbangan Abian namun dia sendiri ragu,proyek Abian di Negara S sangat penting dia sendiri yang harus pergi untuk mengecek nya .
Saat tiba bayangan Abian hilang di depan mata Clara ,wanita itu segera membalikkan tubuhnya menuju parkiran.
Kriing...
kriing...
kringg...
"Hallo..."
"Hallo sayang ...aku merindukan mu" ucap Abian belum lama mereka berpisah Abian sudah menghubungi untuk mengatakan rindunya
"Sayang kita baru berpisah 5 menit Lo sayang ....sudah di pesawat belum sayang..."
"Aku baru saja mau naik kedalam pesawat,tapi aku merindukan mu,seperti nya aku belum siap berpisah dari kamu sayang ..." Perkataan Abian seperti pertanda bahwa iya akan berpisah selama nya dengan Clara padahal mereka hanya LDR tiga hari saja setelah proyek selesai Abian akan segera terbang ke negara E lagi .
"Sayang aku tutup dulu ya ...aku sudah berada didalam pesawat.."
"Baik sayang ...."
Clara mematikan handpone nya menatap laya handpone melihat foto Abian ,begitu juga dengan Abian menatap layar handpone Yang dan foto Clara dengan jelas.
tik..
tik..
Air mata Clara jatuh tepat di foto Yang ada di layar handpone nya,Berson hanya bisa melihat,dan keadaan seperti ini sudah biasa bagi Clara karena sebelumnya juga sendiri.
"Nyonya kenapa tidak ikut ke Negara S ...kan Nona bisa berlibur disana bersama Tuan ..." ucap Berson
"Kalau aku kesana nanti akan menganggu pekerjaan Abian .."
"Baik Nyonya..."
Berson seger memarkirkan mobil nya,Clara juga berlangsung turun sendiri dari dalam mobil,dan segera berjalan menuju meja kasir,agar bisa memesan es cream yang di inginkan .
"Nyonya ...ini es cream anda ..."
"Terimakasih ..."
Clara duduk di kursi pojokan untuk menikmati es cream yang barusan di pesan nya,siapa sangka kakinya mulai kram lagi,dia bahkan tidak bisa bergerak dari tempat duduknya .
"Akh...kaki ku...sakit banget....Aku harus ke mobil,tapi dimana handpone ku,aku perlu menelpon berson..." Clara kesusahan untuk berdiri,bahkan dia tidak menghubungi Berson yang sedang menunggu nya di mobil.
Telah mencoba beberapa kali untuk bangkit namun tetap tidak bisa,menahan sakit di kaki sungguh sangat menyebalkan baginya.
"Aku harus lebih kuat...."
Clara mencoba memegang di meja dan berusaha bangkit lagi dari duduknya ,Namun meja malah bergerak dan miring ke samping akibat muatan berat sebelah.
"Akh...aku akan jatuh..." Tangan nya terlepas dari pegangan meja tubuh nya melayang ke bawah.
"Hati...hati...." ucap seseorang baru saja menangkap tubuh nya yang mau ambruk ke lantai
"terimakasih ...." jawab Clara lirih tanpa melihat kearah orang yang telah menolong nya bahkan berdiri di belakang nya masih berharap untuk di sapa oleh Clara,benar saja wanita itu melihat kebelakang dan menatap pria yang telah menolong nya dengan ujung matanya .
"Tuan Mattew.......?" panggil Clara yang masih memalingkan setengah badan nya
"kenapa kaget begitu...aku manusia bukan setan..reaksi mu sungguh berlebihan ..."
Mattew berjalan melewati Clara
"Kenapa masih berdiri disitu...!!ayoo jalan..."
Clara masih bingung dan melihat Mattew yang mengajak nya pulang,tapi Dia tidak bisa berjalan kaki nya benar-benar kram dah bahkan berdiri saja dia masih merasa sakit.
"Aku....aku tidak bisa jalan...kakiku keram..." ucap Clara lirih masih melihat kearah kaki nya yang terlihat sangat bengkak.
Lama sekali Mattew menatap kearah Clara memicingkan matanya kearah Clara.
"Huuffff...menyusahkan ..." Mattew datang menghampiri Clara dan menggendong wanita itu,Clara kaget Mattew menggendong nya .
"Kamu kenapa berat sekali...!!"
"kamu menggendong tiga orang sekaligus...!!" timpal Clara ,siapa sangka baru saja berdiri di depan toko es cream,paparazi malah memotret mereka berdua,sebelum nya Mattew di kenal dengan pria dingin yang sangat membenci wanita,tapi tanpa ragu dia menggendong seorang wanita dan pasti bisa menghasilkan berita yang bagus sore ini,berita ini pasti akan trending topik,akan menjadi berita nomer satu di Negara E.
"Turun kan aku...!! aku bisa sendiri ...!jika ada yang lihat akan salah paham ..." Clara berusaha turun dari gendongan Mattew.
Melihat Clara kembali dengan Mattew,Berson langsung membukakan pintu mobil nya,dan Clara masih tertatih berusaha masuk kedalam mobil.
"tunggu....!! apa kau punya minyak..." Mattew memegang pintu mobil
"Aku hanya punya minyak angin ini...." jawab Berson yang melihat kearah Mattew,pria itu segera merebutnya di tangan Berson .
Mattew berjongkok di depan Clara,Menarik kaki Clara untuk di pijat
"Ini harus di pijat,kalau tidak kamu akan merasa keram selalu..." keahlian pijatan Mattew memang tidak di ragukan lagi pria itu sangat pandai memijit kaki Clara,membuat wanita itu memegang bahu Mattew karena menahan sakit.
"maaf....Tuan Mattew ini sudah cukup...aku bisa meminta orang di mansion untuk memijat,terimakasih untuk hari ini Tuan Mattew" Clara segera menarik Kaki nya kembali ,dan menutup pintu mobil,Karena dia takut akan ada yang salah paham jika itu di biarkan .
Mobil Clara berlalu dari pandangan Mattew,pria itu berdiri dengan sombong nya di tempat parkir,setelah mobil Clara hilang dari pandangan nya dia memakai kembali kacamata nya lalu masuk kedalam mobilnya.