My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 176



Mattew terus saja menatap kearah Zara,yang masih membelakangi nya.Zara enggan menoleh kebelakang.Gadis ini merasa dirinya hancur dan juga ternoda,meskipun belum sempat di lec*hkan,Zara mengalami trauma yang berat.


Melihat keadaan Zara yang tertekan Mattew tidak tega,beberapa kali Mattew mencoba memeluk tubuh sang istri,namun Zara menepisnya bahkan menghindar.


"Ja..nga...ja..nga mendekat...!" Teriakan suara Zara membuat hati Mattew sakit,bahkan Pria ini diam - diam menyeka air mata yang tergenang di pelupuk mata.


"Sayang ...! sayang dengar ..!" Mattew mencoba memeluk tubuh Zara,gadis ini terus saja memberontak,tapi Mattew mencoba memaksa untuk memeluknya.


"Sayang ..! Aku ada disini,Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan Mu..!Kau harus kuat,semua nya telah berakhir " Mattew mengusap dan mencium puncak kepala Zara,menenangkan istrinya dan memeluk erat tubuh Zara.Merasa Zara telah tenang,Mattew segera menggendong nya ke mobil.


Zara membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami."Asisten Jo jalan kan mobilnya !" Titah Mattew .


"Baik Tuan ..!" Tanpa menoleh kebelakang,Asisten Jo terus fokus menyetir mobilnya.


Mattew melirik kearah Zara yang terlelap kedalam pelukannya.Mattew masih memikirkan kejadian yang baru saja di timpa nya .


Tatapan amarah Mattew masih terpancar dari raut wajahnya.Mattew tidak akan bisa melupakan kejadian tersebut,Dia pasti akan menuntut orang yang bersalah dibalik kejadian itu.


***


Dengan di temani oleh Kasio,Anushka berdiri di depan ruang operasi menunggu Markus yang sedang di tangani oleh Dokter.


Ceklek..!


Pintu ruangan terbuka,salah satu Dokter laki - laki keluar dari ruangan operasi,dan melepaskan sarung tangan serta melepaskan masker di mulutnya.


"Dok..!Bagaimana keadaan Kakak saya?" Tanya Anushka,begitu melihat Dokter.


"Maafkan Kami,peluru nya mengenai jantung,sehingga tidak ada yang bisa Kita lakukan,Kami telah berusaha,namun takdir berkata lain,Maafkan Kami ..!"


"Itu..!itu tidak mungkin ..!Dokter pasti salah! Dokter coba periksa sekali lagi,Dia pasti bisa di selamatkan..!" Ucap Anushka yang menggoyangkan tubuh Dokter.


Kasio yang melihatnya segera menghampiri Anushka,reflek memeluk gadis kecil itu,Kasio dapat merasakan kehilangan orang yang Kita sayang,bahkan Kasio pernah merasakannya.


"Tenang ..!Kita akan melihat kakak Mu..!"


Ucap Kasio memegang bahu Anushka.


Anushka masuk kedalam ruangan operasi melihat tubuh Markus yang pucat dan kaku,tidak bergerak lagi,matanya yang tertutup.


"Kak,Kakak..!bangun..! Kamu sudah berjanji akan merawat dan menjaga Ku,tapi kenapa Kamu pergi lebih cepat ..!" Hiks...hiks...hiks..


Anushka terus menangis disamping mayat Markus.


Puk..puk..Kasio menepuk pelan bahu Anushka,menenangkan gadis ini.


"Aku bantu Kamu siapkan makam untuk kakak Mu..!" Seru Kasio mengangkat tubuh Anushka agar kembali berdiri.


Setelah kasio menyelesaikan semua admistrasi nya Kasio dan Anushka segera pergi dari rumah sakit.


Tidak lama kemudian,Zico datang membawa Abian kerumah sakit,suster yang melihat keadaan Abian segera membantu nya.


"Tuan,tunggu lah di luar,Kita akan memeriksanya dulu " Ucap salah satu perawat yang menutup pintu ruang operasi .


Zico menunggu di luar ruang operasi dengan cemas,Pria ini menelpon Young,memberitahukan keberadaan Abian dirumah sakit.


***


Di tempat lain,Mattew baru selesai membantu istrinya mandi,Zara duduk di tepi ranjang,Pria ini membantu mengeringkan rambut Zara,Wanita ini hanya terdiam saja.


"Sayang Kamu mau makan apa ? Aku akan menyuruh Asisten Jo untuk membelinya " Ucap Mattew,tersenyum kearah istrinya,Zara menatap Mattew dengan tatapan kosong,netra matanya menggambarkan kalau istrinya sedang tidak baik - baik saja.


tok...tok..tok..


"Tuan,Dokter Sinta disini ..!" Dokter Sinta adalah Dokter terpecaya keluarga Abian .


Ceklek..!


Dokter Sinta meminta Mattew untuk membaringkan tubuh istrinya,Zara begitu penurut dengan Mattew,cuman hanya saja Wanita ini tidak berbicara sejak dari tadi,membuat Mattew khawatir.


"Bagaimana Dok..?" Tanya Mattew setelah Dokter Sinta selesai memeriksa nya.


"Nyonya Zara hanya Trauma saja,tapi perlahan - lahan Dia akan sembuh,jauhi Dia dari Pria asing untuk sementara,dan untuk janin nya,Saya sudah menulis resep obat,anda bisa membeli nya diapotik terdekat..!"


Mattew mengerti maksud Dokter Sinta,dan segera mengantar Dokter tersebut ke pintu utama sambil menunggu Asisten Jo kembali.


Melihat Asisten Jo sudah kembali,Mattew mengantar Dokter Sinta ke depan teras rumah nya.


"Tuan ini pesanan Anda..!" Asisten Jo memberikan bungkusan makanan kepada Mattew,setelah menerimanya Pria ini segera masuk kedalam untuk menemui istrinya.


"IstriKu..."Panggil Mattew lirih duduk di tepi ranjang.Menbelai wajah istrinya dengan lembut,Zara membuka mata menatap kearah Mattew.


Mattew membantu Zara duduk,Wanita ini tiba - tiba memeluk suaminya,membuat Mattew kaget lalu mengusap lembut punggung istrinya.


"Sudah,enggak apa - apa,sekarang Kamu sudah dirumah..! tenang ya,tidak perlu takut ada Aku yang akan menjaga Mu ..!


"Bee,janji enggak akan ninggalin Aku sendiri lagi seperti tadi,Aku takut,Aku sangat takut melihat wajah Mereka menatap Ku,Ak....."


"Sssssttt..!"Mattew meletakan jari nya di bibir Zara,membuat wanita ini terdiam "Jangan bahas Mereka lagi,sekarang Kamu sudah aman,Aku janji Aku akan menjaga Mu ..!"


Cup..! Mattew mencium bibir sang istri,membuat Zara lebih tenang dari sebelumnya.


Mattew membuka bungkusan nasi goreng spesial,kali ini tidak membuat Zara mual,Wanita ini makan dengan sangat lahap.


Kriing...


kriing...


Handpone Mattew berdering,Pria ini mengabaikan nya.Ada yang lebih penting saat ini dari pada panggilan di handpone nya .


"SuamiKu.." Panggil Zara tersenyum kearah Mattew."Kenapa tidak diangkat ?"sambungnya lagi


"Tidak ada yang lebih penting dari Kamu ..!" Jawab Mattew mengacak - acak rambut Zara membuat Wanita ini kesal.


"Bee..." wajah cemberut nya menatap kearah sang Suami,Mattew tersenyum melihat istrinya yang kembali ceria.


"Sekarang Kamu istirahat ya,lupakan semua kejadian hari ini,Kamu harus melupakannya,dan tidur nyenyak..!" Cup..! Mattew mencium kening istrinya,lalu menyelimuti tubuh Zara dengan selimut,mematikan lampu kamar dan di ganti dengan lampu yang redup.


Mattew berdiri di balkon,lalu menelpon kembali seseorang yang tadi menelponnya.


"Hallo..!"


"Tuan Mattew,Mertua Anda masuk kerumah sakit,Beliau ada di rumah sakit HK..!" Ucap Berson setelah panggilan terhubung .


"Aku tidak bisa kesana sekarang,sesuatu juga terjadi dengan Zara,Aku akan datang besok..!"


"Baik Tuan ..!"


Setelah panggilan terputus,Mattew kembali menyimpan handphonenya.


"Tidak...!Tidak ..!jangan mendekat,pergi..!" Suara teriakan Zara membuat Mattew kaget,Pria ini segera masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang sedang mengigau.


Mattew memeluk erat tubuh istrinya yang masih tertidur,dan mencoba untuk menenangkan nya .


"Tidak apa - apa Aku disini " Ucap Mattew mengusap lembut punggung istrinya yang masih tertidur.


Mattew membiarkan Zara tertidur dalam pelukannya,agar Zara tidak mimpi buruk lagi,Mattew menatap begitu dalam kearah Zara.Mattew begitu sangat mencintai istrinya,sehingga tidak melepaskan pelukannya terhadap Zara,memberi setiap kenyamanan bagi sang istri.