
Ruangan kamar yang begitu besar membuat Clara lebih leluasa dan betah tinggal di kamar dari pada harus keliling kesemua isi mansion itu.
Pagi hari Clara lebih senang berdiri di balkon ketimbang berolahraga bersama dengan Abian .
Setelah melihat taman mawar dari atas mansion Clara baru menyadari nya dia belum menyiram bunga itu dari dua hari sebelum nya,bunga itu akan mati jika tidak di rawat nya,Clara bergegas turun kebawah untuk menyiram Bunga mawar kesayangannya.
Sesampai nya di taman,Clara di kejutkan dengan sosok pria tampan dan gagah sedang berdiri di sisi Utara taman,ditangan nya memegang selang air ,pria itu sedang menyiram bunga mawar milik Clara.
Clara hanya memperhatikan saja,tapi Abian menyadari kedatangan Clara kesana,Abian tidak menegur atau mengajak nya berbicara,Clara pun enggan berbicara sama laki-laki paranoid itu,dia lebih memilih untuk duduk di kursi santai yang ada di taman .
"Nyonya ini Milk tea nya..." bi Sumi meletakkan secangkir teh diatas meja
"Bawakan segelas espreso untuk tuan..!!" titah Clara
"Baik Nya...." Bi Sumi kembali kedalam untuk mengambil segelas kopi
Clara terus saja memperhatikan Abian yang sedang menyiram bunga,penampilan nya cukup menarik perhatian Clara,Abian berpakaian baju olahraga kaos membuat ketampanan Abian semakin terlihat.
Abian berjalan menghampiri Clara yang sedang bersantai di depan taman.
"maaf telah mengambil pekerjaan mu untuk menyiram bunga..!!" ucap Abian duduk disamping Clara
"Tuan ini espreso nya " bi Sumi meletakkan nya diatas meja
Abian segera mengambil espreso yang telah di bawakan oleh Bi sumi untuk meminumnya.
"Apa kau menyukai masakan koki baru kita " tanya Abian memecahkan keheningan
"Lumanyan ....tapi tidak seenak buatan mana ku " jawab Clara
"Waaah...itu tidak bisa ditandingi oleh siapa pun,seenak buatan masakan istri,meskipun rasa nya sedikit biasa namun akan terasa nikmat kalau yang buat itu orang yang kita cintai" jelas Abian menggombal melirik kearah Clara
Clara tidak merespon,wanita itu hanya diam saja.
"Apa kamu bisa memasak ..." tanya Abian
"tidak...!! aku bisa nya hanya makan saja" Jawab Clara ketus
Seorang Abian mempertanyakan itu,biasanya dia super dingin dan selalu bersikap kejam,hari ini bersikap lembut hanya ingin menggoda seorang wanita yang sekarang berstatus istrinya.Abian melirik kearah Clara,tapi wanita itu tidak memalingkan wajah nya dari taman mawar.
"bunga itu akan mati jika kamu terus membiarkan seperti kemarin selama dua hari kamu tidak menyiram nya..." ucap Abian ikut memperhatikan bunga mawar yang ada di depannya
"aku lupa...!!" jawab Clara singkat
"Bunga itu seperti seseorang,jika terus diabaikan maka dia akan mati ,,,kalau orang jika terus di abaikan dia akan berpaling ...!!"ucap Abian beranjak dari duduk nya
"Orang yang benar-benar mencintai dia akan berjuang,bukan pergi meninggal kan apalagi berpaling,jika dia bisa berpaling dari orang yang dia cinta, itu bukan cinta namanya tapi percobaan atau perasaan penasarannya saja" Jawab Clara,Abian tidak melanjutkan langkah kaki nya namun berhenti di depan Clara.
Wajah abian kembali menunjukkan kemarahan karena tidak senang dengan jawaban yang di berikan Clara.
"Jadi....kamu pikir aku selama ini hanya penasaran dengan mu,dan hanya mencoba mendekati mu saja...!!!!" ucap Abian mendekatkan wajah nya ke wajah Clara.
Nafas mereka beradu bersama,posisi wajahnya terlalu dekat sehingga membuat clara terkejut.
Clara hendak bangkit dari duduk nya,tapi Abian menarik lengan Clara melarang wanita itu pergi.
Abian menarik tubuh Clara kedalam pelukkan nya,dan berharap wanita itu tidak akan melepaskan diri nya dari pelukan Abian.
"Lepas...!!! lepaskan aku...!!" Clara berusaha berontak.
"Aku tidak akan melepaskan mu...!"
jawab Abian yang masih memeluk Clara.
"Berhentiii...!!!! "Teriak Abian dengan keras,mata nya memerah,wajah nya merah padam,emosi nya sudah mulai terbakar lagi
"Berhenti disana ...!!! jangan coba-coba lari jika tidak aku akan membunuh mu..!!!" sambung Abian lagi,Clara membalikkan tubuh nya memandang kearah Abian yang memegang s*njata di tangannya
"lebih baik aku mati..!! dari pada harus tinggal dengan orang paranoid seperti mu..!!"
Kata -kata benar-benar membuat emosi Abian tidak tertahankan,Abian mengarahkan senjata nya kearah Clara bersiap -siap ingin menembak wanita yang berdiri di depannya.
"Bunuh ...!!!bunuh aku...maka kau akan puas...!!" teriak clara menutup kan matanya
BUuugg.....Abian melemparkan pis*olnya kearah Clara ,dan jatuh tepat di kaki Clara.
"Ambil...!! Tembak aku..!! hari ini aku akan mati demi mu..!!!" seru Abian lirih
Clara menatap kearah pist*l yang berasa di kaki nya.
"Ambil.....!!!!jika kau tidak mengambil nya ku pastikan kau tidak akan bisa kabur lagi dari sini!!!!" ancam Abian membuat Clara segera mengambil p*stol di kakinya.
"Ambil...!!" teriak Abian lagi membuat Clara tertekan
Clara bersiap-siap ingin menembak Abian yang berdiri jarak lima langkah dari nya,Dengan rasa ragu Clara menarik pelatuk nya dan langsung menembak kearah Abian .
DOorrrr........!!! Clara menutup mata nya karena kaget dengan suara p*stol.
Brrukkkk....tubuh Abian terjatuh,apakah pria itu begitu lemah hanya dengan satu peluru saja.Clara yang menyadari telah menembak Abian segera berlari menghampiri laki-laki itu.
"Abiiiaannnn.......!!!" teriak Clara membuang senjata yang iya pegang,dan menghampiri Abian di depan nya
Sebuah senyuman bahagia mengembang di bibir Abian,Clara memangku tubuh Abian ke pangkuan nya,Abian tersenyum melihat Clara yang peduli kepadanya.
"Bodoh....!!!Kau bodoh.....kenapa kau tidak menghindar...jika tau aku menembak mu...!! " tangisan Clara membuktikan kalau wanita ini sudah jatuh cinta kepada pria kejam yang selalu memarahi nya bahkan membuat nya seperti tawanan.
"Aku tidak apa-apa.....peluru nya meleset..!! kamu belum pintar untuk membidik nya" Jawab Abian peluru nya meleset dari tangan kanan Abian dia hanya mengalami luka ringan saja.
Dua menit kemudian berson dan pengawal lain datang ke taman mawar karena mendengar suara tembakan,berson langsung mengangkat tubuh Clara,karena melihat waktu itu ingin membunuh Abian .
"apa yang kamu lakukan kamu akan membunuh tuan ...!" ucap berson
"Tidak...tidak... aku tidak bermaksud begitu..." Clara terus menangis
" bawa perempuan ini ke ruang bawah tanah" titah berson
"Tunggu...!!! ini bukan seperti yang kalian pikirkan,aku yang meminta nya aku yang sedang mengajari nya,lepaskan dia...!!jangan sakiti dia ..!" teriak Abian dalam keadaan menahan luka di tangan nya
Pengawal melepaskan tangan nya,dan Clara kembali memeluk Abian.
"Maaf...maafkan aku...!!ini salah ku karena egois ...maafkan aku " Clara menatap kearah Abian,dan berharap pria itu mau memaafkan dirinya.
"Bodoh ...!! aku tidak apa-apa jangan menangis seperti itu,aku tidak selemah yang kau bayangkan ,kamu jelek jika terus menangis" goda Abian mencubit hidung Clara,tapi wanita itu malah memukul tangan Abian yang terluka
"Aaww....!!!" pekik Abian menahan sakit
"maaf..maaf..."
"Berson angkat aku keruang pengobatan!!....aku akan mengobati luka ku" titah Abian ...
"Baik tuan.."
Berson dan yang lain segera mengangkat tubuh Abian kedalam ruang pengobatan,namun pria itu tidak pernah melepaskan tangan nya yang menggenggam tangan Clara,Padahal tangan kanan nya sedang terluka.