
Abian memberikan berkas itu kepada Clara dan menyadari kalau Markus masih ada di ruangan itu.
"Kamu......" Abian menatap kearah Markus membuat pria itu sedikit gugup " apakah semua masalah mu sudah selesai??" tanya Abian lagi
"Sudah aku siap kan semua barang yang kamu minta,semua barang nya sudah di letakan di lobby ,nanti begitu keluar bisa langsung diambil " seru Clara menjelaskan kepada Markus
"Kalau begitu saya permisi Bu...."
Markus segera keluar dari ruangan itu,karena takut membuat Abian dan Mattew curiga dengan kedatangannya .
"Bagaimana kamu tau kalau Celin...orang di balik kasus penculikan Za_zi "Tanya Abian begitu melihat Markus sudah pergi
"Awal nya aku tidak memikirkan kalau dia yang melakukan itu,tapi setelah di selidiki ternyata benar Celin yang melakukan itu " Jelas Mattew ,tatapan nya melihat kearah Clara
"Aku awalnya malah mencurigai Markus...tapi tanpa disangka malah Celin yang berbuat begitu" Clara mendekatkan diri ke kursi Direktur
"Celin di bantu oleh seseorang yang mungkin bukan orang biasa...!! dari para bawahan yang melakukan penyerangan mereka cukup terlatih ...!! seperti nya aku tau siapa Dia" Abian melirik kearah Mattew yang sedang memperhatikan Clara
"Soal email yang kamu kirim aku akan mempertimbangkan nya,aku akan mengambil keputusan yang tidak mengecewakan mu" sambung Abian kepada Mattew
"Aku akan menunggu jawaban dari mu,dan juga Clara ..." seru Mattew berjalan meninggalkan Abian dan Clara di ruang meeting
Selepas kepergian Mattew,Clara melihat kearah Abian penuh rasa kecurigaan dan juga penasaran .
"Apa maksud email Mattew,dan apa hubungannya dengan keputusan ku...?" tanya Clara cukup di buat penasaran oleh Abian
"Aku akan menceritakan nya disaat yang tepat,sekarang aku tidak ingin memikirkan itu ...!!" Jelas Abian berjalan mendekati Clara
Meskipun sudah mendapatkan jawaban dari Abian,namun rasa penasaran Clara belum tertuntaskan.
"Ayooo...kita ke tempat Mike ...!! Dia baru pulang dari Jepang ...banyak oleh-oleh yang Dia bawakan ...!!" Jelas Abian mengandeng tangan istrinya ,keluar dari ruangan meeting
***
Abian menghentikan mobil nya di depan rumah Mike,rumah dengan 2 lantai nampak mewah dan elegan .
Ting...tong...Ting...tong ..
Beberapa kali Abian mencoba menekan kan bel tapi pemilik rumah tidak membukakan nya .
"Kemana Dia apakah sedang esek-esek dengan Wanita ....!!" gumam Abian melihat kearah Clara
"Ada apa...?" Clara menatap kearah Abian yang memperhatikannya
"Seperti nya kita datang di waktu yang salah ...."
Disaat Clara dan Abian meninggalkan teras rumah Mike,tiba-tiba seseorang membukakan pintu nya .
Cekreeekkk.....Sosok perempuan cantik berdiri di ambang pintu utama menyambut tamu yang datang .
"Roshita........!!!" Clara kaget menatap wanita di depan nya ,Roshita segera mendekat dan memeluk wanita itu.
"Eh...jaga jarak mu...." Abian mendorong Roshita yang sedang ingin berpelukan dengan Clara
"eehh..ehh..." Tubuh Roshita terhuyung Mike segera menangkap nya
"apa-apaan kamu ini....!!! " Mata Clara menatap kesal kearah Abian " Roshita maaf ,Abian selalu cemburuan orang nya ...." seru Clara memegang tangan Roshita
"Aku...aku tidak apa-apa,mari masuk...!!"
Mereka berempat masuk kedalam rumah ,didalam sudah ada Roshmi yang sedang menonton televisi.
"Ini......" Clara melihat kearah gadis kecil yang duduk menonton televisi
"Ini anak ku dan Roshita ...." jawab Mike mendekat kearah Roshmi
"Hallo sayang ....siapa namamu...?"
Clara mencubit pipi Roshmi yang membuat ia geram
"Roshmi Tante....." Gadis itu menggemaskan sekali ,membuat Clara tidak berhenti mencubit pipi nya .
"Kalian bagaimana bisa??" Clara menatap heran kearah Mike ,menunggu jawaban dari sang pria itu
"CEO perusahaan yang bekerja sama dengan Mexio adalah Roshita,setelah aku bertemu dengan nya aku baru mengetahui nya " Jelas Mike ,juga memperlihatkan buku nikah mereka .
"ini....kalian berdua ...? ucap Clara seakan tidak percaya
"Selamat ya Mike,Roshita akhirnya kalian bersatu juga..." Clara kembali memeluk wanita itu yang sudah lama tidak di temui nya sekali bertemu wanita itu sudah begitu cantik .
"Ada apa?"
Mike memberikan segelas kopi kepada Abian,menunggu pria itu siap meminum kopi baru melanjutkan bicaranya.
"Aku akan...tinggal di Jepang bersama dengan Roshita....!karena tidak mungkin meninggalkan dia sendiri disana..! Perusahaan nya tidak akan yang mengurus,dia cucu satu-satu nya Tuan Hiroshima...." Terlihat Raut wajah Abian yang penuh kecewa dengan keputusan Mike,Namun Abian tidak bisa melarang Mike.
"Semua keputusan mu ...aku yakin itu yang terbaik untuk mu...!! ingat sering-sering lah berkunjung kemari....!!"
Abian dan Mike meski saudara tidak sedarah,namun ke setian Mike kepada Abian tidak di ragukan lagi,Mike sudah banyak membantu Abian,dalam segala hal.
"Kenapa kamu tidak tinggal disini saja Roshita...?" Clara memegang tangan wanita itu,berharap akan selalu menjadi sahabatnya
"Aku...tidak mungkin mengalihkan perusahaan kepada orang lain,itu satu-satu nya peninggalan kakek ku...." Roshita memberikan penjelasan kepada Clara mengharap wanita itu mengerti
"Kapan kalian akan pindah ke Jepang...??"
"Mungkin besok....!! "
Clara nampak terkejut dengan keputusan Mike.
"kenapa begitu cepat??baru juga sampai ...." Nampak Kekecewaan terpancar dari sudut wajah Clara
"Jika kalian punya waktu datang lah berkunjung ke sana....!! "
"Pasti.....!!"
Mereka berempat melanjutkan makan siang di rumah Mike,Clara juga membantu Roshita memasak di dapur,wanita itu jarang menyentuh alat dapur,namun begitu di rumah Mike dia cukup senang bisa berperang dengan alat dapur itu .
***
Abian membawa pulang semua berkas perusahaan ke mansion nya,akan dia selesaikan dirumah nya .
"Siapa pengganti Mike di kantor...?" tanya Clara yang melihat Abian sedang di ruang kerja
"Kasio...?" Jawab Abian singkat
"Kasio....??? tapi bagaimana dengan di pulau...?"
"Disana sudah banyak pemimpin yang sudah tingkat nomer 1 "
"Sayang....apa kamu setuju jika Zara kita kirim kan ke asrama Di Swedia,tapi harus secara tertutup tanpa ada yang tau ...!!" Abian memberikan usul kepada Clara mengenai putri perempuan nya
"Kenapa begitu...??" Clara nampak bingung dengan keputusan sang suami
"Karena untuk saat ini aku harus lebih fokus kepada perusahaan kita sayang,karena akan banyak orang yang akan masuk kesini,keselamatan Zara akan terancam,aku tidak ingin sesuatu terjadi dengan Dia"
Abian melirik kearah Clara ,yang diam tanpa ada jawaban yang terucap.
"kapan kita bisa hidup normal layaknya orang biasa tanpa ada yang mengancam keselamatan kita ...??" Tatapan wajah penuh harap,raut wajah yang memancarkan ke khawatiran yang sangat dalam .
"Secepatnya....!!!aku akan melakukan hal terbaik untuk kamu dan anak-anak kita biar pun aku harus mengorbankan nyawa ku ...!!"
"Huuusssss....! jangan berbicara seperti itu....!!" Jari telunjuk Clara menutupi bibir pria yang sedang berada di depannya .Tatapan wajah nya sayu,namun penuh dengan arti tatapan nya menghanyutkan
"Apa hal yang paling membuat mu takut.....?" Abian melontarkan pertanyaan yang sulit di jawab oleh Clara
"Hal yang paling membuat ku takut yaitu Rasa takut.....!! aku takut kehilangan mu...!! takut melihat mu menderita,dan takut kau tidak akan bahagia bersama ku ..!! Aku ingat betul bagaimana aku berusaha keras untuk membuat mu bertahan disisi ku,bahkan aku sangat takut jika aku tidak bisa mempertahankan mu waktu itu "
Abian memegang tangan istrinya,sesekali mencium tangan lembut istrinya ,dan kembali menatap wajah sendu penuh arti itu .
"Aku berharap,jika salah satu dari kita harus mati lebih dulu,aku berharap aku yang akan pergi duluan,karena aku tidak akan sanggup menahan rasa kehilangan nya dirimu ...."
Clara memeluk pria dingin itu dan mengusap punggung belakang nya.
"jika kamu memilih mati duluan,kamu aku juga akan ikut mati,Raga ku tanpa kamu bukanlah apa-apa,kamu jiwa ku ,nafas ku dan seluruh hidup ku...!! "
cup...cup..cup...Abian mencium seluruh wajah sang istri
"Hal yang paling ku takutkan bukan kehilangan anak-anak ku,tapi kehilangan mu,wanita yang membuat aku bertahan ,wanita yang membuat aku selalu kuat dalam setiap saat" sambung Abian lagi,membuat Clara tersentak dengan penuturan Abian .
"Aku malah takut kehilangan anak-anak ku,tanpa aku sadari ternyata ada orang yang lebih sayang kepada ku di banding dengan diri ku sendiri ..."
Clara melepaskan pelukkan Abian,membelai wajah pria itu dengan begitu lembut .
"sayang terimakasih atas besar nya cintamu,aku mencintai mu...."
Penuturan Clara membuat Abian terharu dan kembali memeluk wanita itu,selama menikahi Clara dia belum pernah mendengar ucapan Clara yang begitu meyakinkan dirinya.