
Clara bersantai di balkon kamarnya,dia sedang melihat-lihat majalah fashion edisi terbatas milik Abian.
"Aku telah menyuruh berson membelikan makanan diluar...sebentar lagi dia akan datang aku akan turun mengambil nya " seru Abian mendekati Clara yang di luar kamar
"Kenapa enggak suruh antar kesini saja,kenapa harus capek-capek kebawah " jawab clara tanpa melihat kearah Abian
"Kenapa..?? Apa kau akan merasa rindu bila tidak melihat ku dua menit saja " seru Abian
Cup....Sebuah ciuman mendarat di bibir Clara,membuat wanita itu terperangah melihat kearah Abian.
"Seperti nya tuan abian masih sangat bersemangat meskipun cuma tidur dua jam saja tadi malam" cibir Clara yang melihat kearah Abian berdiri di depan nya mengenakan hotpand pendek tanpa mengenakan baju.
"Aku selalu bersemangat...!!jangan selalu menguji kesabaran ku,kali ini pasti akan lebih berbeda,bukan kaki mu saja yang gemetar tapi kaki mu akan terasa lumpuh jika aku menambah stamina lagi" bisik Abian menggoda clara
Gleek......Clara menelan ludah mendengar perkataan Abian,pria itu selalu menggoda sang istri.
"Dasar pria mes*m menjauh dari ku...!!" pekik Clara melemparkan majalah kearah Abian
Ha..ha..ha.. terdengar suara tertawa nya Abian,baru kali ini Clara melihat Abian tertawa lepas seperti itu,Tapi Abian langsung terdiam dari tawa nya saat melihat Clara memperhatikan nya.
"Ehem......aku akan menelpon berson,apa dia sudah sampai..!!" ucap Abian
Clara hanya bisa memandang kepergian Abian dari depan nya.
Tok..tok..tok..
Cekrek....Abian membukakan pintu kamar melihat disana sudah ada berson yang datang membawakan makanan untuk mereka makan.
"Tuan...aku permisi ..."
Abian hanya menganggukkan kepala nya,tanda mengiyakan kepergian berson.
"honey...masuk lah!!kita sarapan dulu biar ada tenaga jika siap - siap bertempur " seru Abian
"Mimpi....!!!" jawab Clara yang berusaha bangkit dari duduk nya .
Clara masih merasakan sakit di bagian bawahnya,iya berjalan tertatih masuk kedalam kamar,Abian memperhatikan nya dan langsung menghampiri wanita pujaannya.
"Apa masih sangat sakit..?" tanya Abian memegang bahu Clara
"iya...!!"
"Sini biar aku periksa .."
"Tidak...Tidak...!! aku tidak percaya padamu " Clara mendorong tubuh Abian kesamping .
Abian segera menggendong tubuh Clara dan meletakkan nya di sofa.
"Makanlah dulu,nanti kita akan ke dokter biar di periksa..." seru Abian
"No..!!! buat malu saja kesana,nanti semua orang akan tau " jawab Clara
"Kita ke dokter wanita biar kamu enggak malu,dan itu wajib harus di periksa biar enggak infeksi " titah Abian
"Iya ..ya...kamu enggak ke kantor " tanya Clara
"Ke kantor...nanti masuk siang,aku ada meeting siang nanti"
Mereka melanjutkan sarapan pagi bersama-sama,Abian nampak nya begitu bahagia melihat Clara sudah mulai menerima dirinya.
tok...tok..tok..
"Masuk...!"
"tuan...barusan pihak rumah sakit menelpon ke mansion,bahwa nona Nadia mengalami kecelakaan,dan dia sedang di rawat di rumah sakit Dratrin " ucap berson yang berdiri di ambang pintu
"suruh orang untuk menyelidiki kecelakaan yang dialami oleh Nadia,periksa semua cctv nya!!" titah Abian
"Baik tuan ..saya permisi"
Abian memikirkan kondisi Nadia yang di rawat di rumah sakit,dia segera mengenakan bajunya,dan bersiap-siap untuk pergi,tanpa memperdulikan Clara Yang ada disitu.
"Abian.....!!!" teriak clara,wanita itu ingin mengejar nya namun paha nya masih belum sanggup untuk berlari.
"Apakah segitu penting nya Nadia bagi dia,kenapa dia tidak mengajak ku sekalian,aku juga perlu melihat kondisinya " batin Clara yang gelisah.
Sebelum nya Abian berjanji ingin membawa clara kerumah sakit untuk cek up ,tapi Abian malah melupakan itu.
Siang hari Clara bersiap-siap untuk ke dokter,namun niat nya di urungkan kembali oleh dirinya,karena dengan kondisi yang seperti itu,pasti akan sulit baginya.
"aku harus bisa...!!!" Clara segera keluar dari kamar nya dan berjalan menuju lift langsung ke lantai dasar.
Dia melihat ruang di mansion benar-benar sepi,tidak ada seorang pun disana karena telah di liburkan oleh Abian .
Clara mengeluarkan mobil dan mencoba menyalakan nya,dia sudah berusaha dengan baik agar bisa turun kebawah,kesehatannya lebih berharga dari pada egonya.
"Pria breng*ek itu bahkan tidak mengajak ku bersama nya " maki Clara yang merasa kesal
Clara berencana lari dari kota ini, namun dia takut jika Abian menemukan nya dia bisa di bunuh oleh pria itu.
Tak lama kemudian Clara sampai dirumah sakit yang iya tuju,dia memilih dokter wanita dokter khsusu kandungan .
Setelah sekian lama menunggu antrian akhirnya sampai juga di nomer antri milik Clara.
"Ny.Clara....."Panggil asisten dokter
Clara langsung berdiri dari duduk nya mengikuti perawat yang memanggil namanya
"Silahkan berbaring dulu ya nyonya ....sambil menunggu dokter" ucap perawat itu
Clara hanya mengangguk kan kepala nya sambil naik keatas ranjang.
Dokter yang memeriksa pun datang.
"Selamat siang nyonya " sapa dokter wanita itu dengan ramah
"siang ...dok " Clara tersenyum dan juga malu sama dokter itu.
"ada keluhan apa nyonya..."
"Gini dok ...bagian intim saya merasa sakit..." sambil menahan malu,dokternya pun paham melihat kearah Clara
" tidak apa-apa rileks saja,saya akan memeriksa nya"
Dokter langsung memeriksa nya dan melihat kebagian intim milik Clara, sebagai seorang dokter mungkin dia sudah terbiasa mengalami hal seperti itu.
Setelah selesai pemeriksaan,dokter juga memberikan obat dalam kepada Clara.
"bagaimana dok..." tanya Clara yang berusaha duduk di depan dokter
"Tidak ada masalah,hanya sedikit robek karena terlalu memaksakan,cukup minum obat nanti akan merasa lebih baik " saran dokter nya
"Terimakasih dok...saya pamit undur diri"
Clara segera keluar dari ruang pemeriksaan,untuk pulang .
***
Setelah beberapa jam di rumah sakit,Abian baru tersadar kalau Clara sendirian di mansion,bahkan ini sudah malam,Abian segara menemui berson yang berada di luar kamar pasien.
"Berson...aku akan pulang melihat keadaan Clara,kamu tetap berjaga-jaga disini jangan biarkan orang sembarangan masuk kesini,periksa dokter atau perawat yang mau masuk kesini..!!nanti aku mengirim beberapa pengawal kesini", titah Abian
"Baik tuan...!!"
"Tuan selalu begini panik saat ada yang terjadi kepada nona Nadia,tuan benar benar menjalankan janjinya sesuai wasiat" batin berson
Abian melangkah keluar dari rumah sakit,dia beberapa kali menelpon ke kamar nya tapi tidak ada yang menjawab disana,dia juga baru ingat kalau handpone milik Clara ada sama dirinya.
"Sial...!!!aku sampai lupa dengan wanita itu,aku harap dia tidak membuat masalah di mansion,bagaimana pun saat ini dia sendiri disana " gumam Abian,segera iya menekan gas nya dan melajukan dengan kencang mobil milik nya.
Criiiit......Abian mengerem mobil nya,tepat di depan mansion dia tidak memasukkan nya ke garansi mobil.
Terlihat Abian yang begitu panik berlari masuk kedalam mansion,dia melihat suasana nya sangat sepi,Abian segera masuk kedalam lift untuk naik kelantai atas.
Cekrek.....pintu kamar terbuka,suasana sunyi bahkan kotak nasi yang tadi pagi masih terletak dengan berantakan di atas meja sofa.
Abian panik langsung melihat ke kamar mandi dan balkon,tapi tidak ada orang disana,dia mulai emosi lagi karena tidak mendapat kan Clara di kamar nya.
"hallo .....berson..perintahkan kepada orang kita untuk mencari clara,lacak semua tempat yang terakhir kali dia datangi" titah Abian yang begitu panik
"baik tuan....."
Abian melempar handpone nya ke lantai,dia menjambak rambut nya karena stres dan berteriak memanggil Clara.
"aku tidak mungkin kehilangan dia lagi" gumam Abian yang berjalan ke ruang kerja nya.
Sebelumnya Abian telah memasang pelacak di mobil Clara,dan dia segera menyalakan laptop nya untuk melacak keberadaan Clara.
Kriingg..
kring....telepon di kamar berbunyi ada seseorang menelponnya .
"Hallo...tuan,aku mendapat informasi terkahir kali nyonya kerumah sakit kandungan,setelah selesai pemeriksaan nyonya langsung pulang " jelas berson
"Terus cari di tempat mana pun aku yakin dia masih di kota ini" balas Abian
Laptop sudah menyala Abian mengambil bagian pelacakan dan informasi mengenai mobil Clara.