My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 45



Tujuan utama Clara adalah berbelanja keperluan dapur,setelah itu keperluan baby,dia juga akan membelikan beberapa baju untuk dirinya.


Tempat yang akan di kunjungi Clara tempat yang paling ingin orang kunjungi,tempat itu juga lengkap dengan menjual berbagai keperluan.


Clara memilih Harrods untuk membeli keperluan dapur dan baby nya,pasti dia akan memilih tempat yang bagus yaitu Harrods di London, Inggris adalah pusat perbelanjaan terbesar di Negara E .


Mereka berempat segera pergi ketempat tujuan ,agar bisa segera membeli keperluan yang dia inginkan.


"Berson...!!" panggilan Clara memecahkan keheningan yang dari tadi seperti tanpa berpenghuni di dalam mobil,tidak satu pun yang berani berbicara.


"iya Nya...." jawab Berson masih fokus mengendarai mobilnya


"Apakah kasus Revan untuk diselesaikan..!!" Tanya Clara yang membuat Berson terdiam tidak berani menjawab


"Apakah pertanyaan ku ada yang salah ...?" sambung Clara lagi berharap mendapatkan jawaban


"Maaf Nyonya...itu hanya boleh Tuan Abian yang menangani nya,kami sebagai pekerja hanya bisa ikut perintah saja" jelas Berson ,Jawaban yang diberikan Berson belum bisa membuat Clara puas,wanita itu sangat penasaran dengan kasus itu,Selain Nadia, Revan telah banyak membuat masalah bahkan dendam nya belum terbalaskan .


Sampai di pusat perbelanjaan Harrods,Berson memarkirkan mobilnya di lantai atas,dan menurunkan sebuah kursi roda untuk Clara,namun wanita itu menolak nya,karena kaki nya sudah kembali normal dan untuk saat ini dia masih sanggup jalan bahkan kondisi sangat sehat .


"Ini kertas barang yang harus kalian beli...!!! dan Nanti setelah kalian pilih aku akan membayarnya...!!aku akan membeli perlengkapan bayi di lantai 2,dan kamu berson tolong belikan beberapa keperluan untuk pengawal yang berjaga dirumah seperti minuman dan cemilan"


Semua telah di siapkan oleh Clara,dan membagi tugas supaya semua nya cepat selesai.


"Nyonya biarkan saya ikut dengan Nyonya.."


"Tidak usah bi...!!!saya bisa sendiri ..."


Mereka berempat akhirnya berpencar,membeli barang yang sudah di catat Clara.


Clara dengan keadaan yang sedang hamil 7 bulan berjalan menuju kelantai 2 untuk membeli keperluan Baby.


Sampai di sebuah toko yang menarik perhatian Clara,Wanita itu segera masuk kedalam toko dan disambut dengan sangat ramah oleh pelayan toko.


"Saya ingin membeli beberapa keperluan baby tolong pilihkan untuk baby cewek dan cowok" titah Clara sambil duduk di kursi tunggu


"Silahkan tunggu sebentar ya Nyonya...saya akan segera kembali ..."


Setelah beberapa saat Clara menunggu akhirnya semua pesanan nya telah dia pilih dan siap di bayar,tiba-tiba ada ibu hamil yang merebut belanjaan Clara,baju nya sisa sepasang lagi yang paling di minati Clara .


"Saya mau ini...!!!" ucap wanita itu merebut di tangan Clara baju baby untuk cewek yang sangat cantik


"Maaf tapi ini duluan saya...!dan itu saya sudah siap bayar " jawab Clara


"Saya bayar lima kali lipat dari harga baju ini...!!"ucap wanita itu,kebetulan wanita itu juga tamu VIP mereka .


"Duluan saya....!!!! saya mau yang ini..." ucap Clara tidak mau kalah segera memasukan baju itu ke paperbag nya


Semua pelayan kebingungan,mereka mengenali ibu yang berselisih dengan Clara tapi mereka tidak mengenal Clara.


"Nyonya...biarkan itu untuk tamu VIP kita ya....!Nyonya Marta sudah berlangganan disini ,kita tidak berani membuat beliau kecewa"


Pelayan bahkan sampai memohon kepada Clara agar memberikan baju itu kepada Mu.Marta,wanita yang sedang berdebat dengan Clara,berdiri angkuh didepan nya.


"Saya tidak akan mengalah karena saya sudah membayarnya ..." ucap Clara hendak pergi,tapi Ny.marta malah merebut paperbag milik Clara dan langsung mendorong Clara kedepan .


"Aaakh...." pekik Clara karena takut jatuh,tapi lagi lagi Mattew datang menyelamatkan Clara,kebetulan dia lewat disana jadi dia berinisiatif melihat kedalam,ternyata didalam ada Clara yang sedang berdebat dengan seorang wanita.


"Tuan ...!!! "


"Tuan Mattew ...."


Semua pelayan toko memberi hormat kepada Mattew,semua orang mengenal nya,Dia adalah Presdir Mattew Groups.


"Sa...saya panggil kan tuan..."


Pelayan itu segera kebelakang untuk memanggil manager nya .


"Tuan....Tuan Mattew ada yang bisa Saya bantu..?" tanya Manager yang menunduk kan kepala nya


"Disini sedang terjadi keributan kamu malah tidak datang melihat ...!! kalau begini terus pelanggan kita bisa kabur..." ucap Mattew yang membuat Clara membelalakan mata nya ternyata Mattew pemilik toko baju baby ini,pantesan semua pelayan termasuk manajer takut kepada Mattew.


"Ny.Marta ini pelanggan VIP kita Tuan....dia menginginkan baju yang di beli Nyonya ini....." jelas salah satu pelayan toko


"siapa duluan yang membelinya...!!!" tanya Mattew menatap kearah By.Marta yang terlihat ketakutan aura wajah Mattew tidak kalah ngeri dengan aura wajah Abian yang mematikan .


"Nyonya ini yang duluan membeli nya Tuan,tapi Ny.Marta sanggup membayar lima kali lipat" jelas mereka lagi yang masih belum mengenal Clara.


"Ny.Marta ..Anda silahkan memilih baju lain...apa pun yang di beli Nyonya ini tidak bisa di ambil kembali " jelas Manejer yang sedikit gugup


"Aku tidak Sudi lagi memilih nya,bahkan aku tidak akan berbelanja disini lagi...!! permisi...!" Ny.marta terlihat sangat marah,bahkan berani memaki Mattew.


"Lain kali jangan salah mengenal seseorang,bersikap tidak adil kepada orang lain aku tidak akan toleransi lagi...!!! Dia ini Ny.Clara istri dari Tuan Abi....kalian pasti mengenal nya.." jelas Mattew,semua pelayan toko di bubar kan untuk kembali bekerja.


"Kamu tidak apa-apa ....?" tanya Mattew yang melihat Clara terpaku di samping nya.


"Tidak...terimakasih sudah membantu saya sekali lagi..saya permisi...!!" ucap Clara yang pergi meninggal Mattew di toko bayi


"Aku kebetulan hari ini datang mengecek penjualan disini...!!"


Clara hanya tersenyum kearah Mattew,lalu pergi dari hadapan nya untuk melihat para pelayan yang sedang berbelanja.


Di Negara S...!!!


Abian tengah sibuk menyelesaikan tugasnya,waktu nya tinggal satu hari lagi dia harus bisa menyelesaikan hari ini supaya bisa pulang lebih cepat satu hari,karena dia tidak tenang jika meninggal kan istrinya sendiri di mansion dia takut ada yang datang menggoda istrinya .


Tig...Notice dari sebuah berita yang selalu muncul di layar hp.


"Tuan Mattew Groups hari ini menemani istrinya berbelanja keperluan bayi"


Abian melihat berita mengenai Clara lagi hari ini,bahkan terlihat jelas wajah Mattew dan Clara di layar hp nya,Abian geram dan kesal ,saking marah nya dia melempar handpone nya kelantai.


"Tuan....." panggil Kasio yang baru saja tiba keruangan Abian .


"Belikan aku handpone baru,dan satu lagi bereskan berita trending sore ini.


"Baik tuan ..."


Kasio segera pergi meninggal kan Abian di ruangan nya.


"Seperti nya ancaman aku kemarin tidak membuat kamu takut...!!hari ini kamu sangat menikmati nya lagi..! bahkan tidak segan -segan " Gumam Abian memikirkan bagaimana cara memberikan pelajaran kepada Clara agar lebih patuh pada perintah nya .


Memang sangat menakutkan jika seseorang itu marah,bahkan tidak bisa mengontrol emosi nya ,biarpun di mata orang lain benar tetap salah di mata nya .Seorang Abian tidak akan mempertimbangkan penjelasan orang lain dia tetap akan pada pendirian nya .


Cekrek....pintu ruangan Abian terbuka,Kasio datang kembali menjumpai bosnya.


"Bos ...ini handpone baru nya,soal berita yang trending itu aku sudah membereskannya " jelas Kasio meletakkan handpone di atas meja Abian


"Pesan kan satu tiket ....!!aku akan pulang ke Negara E malam ini...!!! kamu akan tinggal ini sampai besok setelah berkas itu selesai kamu bisa nyusul...Atau mau tinggal disini selama nya juga bisa....!!!" ucap Abian dengan wajah datar, namun kedengaran cukup serius di telinga Kasio yang membuat pria itu gemetar.


Kasio meninggal kan Abian diruangan nya,Abian berulang kali membayangkan berita sore ini,bahkan dalam dua hari ini sudah dua berita yang iya liat semenjak di Negara S.


"Clara aku akan melihat bagiamana cara kamu menjelaskan nya nanti ...!!! "


Abian menggelengkan kepala nya yang terus saja memikirkan berita tadi sore.