
Clara menyeduh kan teh hangat untuk Roshita dan mengantar sedikit cemilan untuk mereka makan .
"Silahkan di minum" Clara bersikap begitu ramah kepada Roshita,karena hanya Roshita sekarang yang bisa dia minta tolong .
"Hari ini seorang Presdir perusahaan nomer 1 di negara E telah mengumumkan wanita misterius nya ke publik ,siapa sangka wanita yang selalu di jaga oleh Tuan Abian adalah Sonia anak dari perusahaan keluarga black walk"
Clara melirik kearah layar televisi nya,Roshita juga menyadari nya ,dia melirik kearah Clara ,yang sedang menatap televisi dengan wajah sendunya .
"Jadi ini alasannya dia tidak datang meminta maaf,hanya aku wanita bodoh yang mampu dia permainkan " Batin Clara menundukkan pandangan nya
"Nyonya....." Panggil Roshita lirih memegang bahu Clara
"Panggil saja nama kan kita sedang berdua " Ucap Clara tersenyum kearah Roshita,benar-benar wanita langka sedang ada masalah begitu besar dia masih sanggup tersenyum,padahal Masalah nya begitu kejam.
"Sampai di mana kita,silahkan lanjutkan... " sambung Clara lagi,mengambil secangkir teh yang didepan nya untuk dia minum,Cangkir teh yang di pegang oleh Clara bergetar di atas piring terlihat jelas wanita itu sedang menahan beban dalam dirinya,bahkan tubuh pun mampu mengisyaratkan kalau dirinya sedang tidak baik-baik saja.
"Apa kamu baik-baik saja...?" Tanya Roshita agak sedikit khawatir dengan kondisi Clara
"kamu terlihat sangat kurus akhir-akhir ini" Roshita melihat perubahan dalam diri Clara bukan mental saja tapi tubuh juga berpengaruh pada wanita ini.
Hiks....hiks...Akhirnya pecah juga tangisan Clara,Roshita mencoba menenangkan wanita itu,dia memeluk Clara agar lebih rileks,kalau terlalu di paksa bisa berpengaruh kepada janin nya .
"kamu minum dulu ya ...." Roshita memberi segelas air putih untuk di minum oleh Clara
"Maaf aku telah merepotkan mu,maaf aku juga tidak bermaksud membuang - buang waktu mu disini " Clara menatap kearah Roshita dengan segelas air masih di tangan nya
"Tidak apa-apa kita bisa lanjut besok kalau kamu lelah bisa istirahat dulu" pinta Roshita
"Tidak..! aku tidak apa-apa,mana pekerjaan yang mau di tawarkan ke aku.." Clara melihat beberapa brosur diatas meja nya
"Sepertinya ini cocok untuk mu,berperan untuk menjadi model ibu hamil,dan gaji nya lumanyan,mereka menjual berbagai macam baju ibu hamil jadi sedang membutuhkan model untuk di peragakan dan acara itu akan berlangsung besok di taman Mawar di dekat Mexio bagaimana?" Roshita memberikan brosur kepada Clara
" Di dekat Mexio...?"
Clara ragu,dia takut bertemu dengan Abian
" kamu tenang saja,besok bos tidak di kantor dia ada pekerjaan di luar,jadi aku yakin kamu pasti bisa "
"Baik lah...kamu bisa membantu ku menghubungi manager nya,aku akan datang besok "
Clara mengisi formulir yang di berikan oleh Roshita dan langsung menyerahkan kembali kepada wanita itu,Clara sudah sedikit merasa senang karena besok akan bekerja dan dia bisa menabung uang nya untuk keperluan sehari-harinya .
***
Abian menatap layar di handpone nya,memandang foto Clara .
"Hallo...Kasio...bereskan semua berita mengenai hari ini,dan tekankan perusahaan mana yang datang berani mewawancarai aku kemarin,tekan perusahaan itu sampai mereka benar benar hancur"
"Baik Bos..."
Panggilan terputus....
Abian kembali menatap foto Clara di handpone,saat ini dia yakin Clara pasti sedang memikirkan berita hari ini,dan dia sangat khawatir berita itu bisa berpengaruh terhadap mental Clara.
"Apa aku harus menjelaskan nya " Gumam Abian yang masih duduk di ruang kerjanya.
Lama sekali Abian memikirkan,Akhirnya membatalkan niat nya untuk datang menemui Clara .
Pria itu selalu menganggap diri nya tinggi,menjadi lemah di depan wanita mungkin akan membuat diri nya terhina,jadi dia lebih peduli pada egonya itu.Padahal dalam hatinya dia sangat peduli terhadap Clara,bahkan saat ini mungkin dia sedang merindukan wanita itu.
Di Apartemen Clara...!
Seorang wanita hamil duduk di sofa sedang menulis sebuah catatan tidak tau itu catatan apa,tapi tangan nya bergerak mengikuti baris - baris buku,sesekali dia menguap karena mata nya sudah sangat mengantuk,bahkan dia tidak sanggup lagi menompang mata untuk terus terbuka.
"Anak ku....hari ini mama akan berjuang untuk kalian berdua,jika kelak papa mu tidak menginginkan kita lagi,mama sudah siap dan akan berjuang untuk kalian " sebuah senyuman terukir di sudut bibir Clara yang sedang menulis catatan yang harus di belikan bulan depan,meski sudah belanja banyak di mansion tidak mungkin itu akan di minta nya,kalau tidak laki-laki itu yang menjemputnya dia tidak akan kembali kesana.
Ting..Ting...Ting....jam besar diruangan tamu bersuara pertanda ini sudah masuk waktu tengah malam,Clara tanpa sengaja berbaring di sofa karena merasa lelah dan juga mengantuk,meluruskan kaki nya kedepan dan menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh nya.
Cekrek.....sebuah pintu terbuka...perlahan-lahan kaki itu melangkah masuk kedalam apartemen,suasana disana cukup gelap bahkan semua lampu di matikan oleh Clara,seperti tidak ada kehidupan disana.
"Wanita ini malah tidur disini,apa dia tidak takut sakit " Gumam pria bertubuh tinggi dan kekar itu mengangkat tubuh Clara dan membawa nya masuk kedalam kamar
"Jangan.....jangan....jangan tinggalin aku..!!Aku mohon ....hiks ...hiks...." Gigauan dari mulut Clara membuat Abian terpaku di pintu kamar tidak melanjutkan jalan nya,dia berpikir Clara sudah bangun saat dia melirik wanita itu ternyata sedang bermimpi ,mungkin mimpi nya cukup menyedihkan sampai dia harus ngigau seperti itu.
Abian mendekap tubuh Clara dengan erat dalam pelukan nya berjalan melewati pintu kamar,meletakan tubuh Clara diatas ranjang dan dia mencium kening Clara tidak lupa juga dia mengelus perut besar milik Clara.
"Sayang...papa rindu kalian....baik-baik sayang ya....jangan nyusahin mama..." Berbicara dengan perut Clara seakan-akan dia sedang berbicara dengan anaknya,membuat baby twin bergerak pelan,seakan-akan mengerti dengan perkataan Abian .
"Ba*i panggang ........."ucap Clara lirih,membuat Abian kaget menatap wanita itu dengan menyempit kan ujung matanya
"Dalam tidur pun masih memikirkan makanan ....."mencubit pipi Clara yang begitu imut saat sedang tidur Cup Abian mencium bibir Clara,wanita itu malah tidak sadarkan diri
"Bab* panggang ...." Ucap Clara lagi setelah Abian melepas kan ciuman nya.
"Dasar wanita Sia*an menganggap aku bab* panggang ya ........awas kamu ya ..." Disaat Abian mau menyentuh Clara dia sadar kalau dia sedang menyelinap ke apartemen Clara secara diam-diam kalau tiba-tiba dia menyentuh Clara itu akan membuat wanita itu kaget dan terbangun,Akhirnya dia mengurung kan niat nya dan segera pergi dari sana setelah menyentuh pipi lembut Clara.