
Tubuh kecil yang langsing tertidur dengan begitu lemah,kain tebal yang lembut menutupi seluruh tubuh,sesekali wanita itu merintih kesakitan seakan sedang menahan beban yang beratnya tiada nomer,padahal wanita itu sedang menikmati sisa - sisa kenikmatan yang hanya dia sendiri yang tau.
"Masih mau lagi....?" Bisik Pria yang telah meninggalkan jejak dan kenikmatan tiada Tara di tubuh wanita kecil itu
Dia membelalakkan mata nya mendengar ucapan sang pria perkasa yang baru saja keluar dari goa untuk betapa,seakan - akan dia baru mengenal surga dunia .
"Aku masih bisa kok..memuaskan mu bahkan aku masih sanggup untuk melakukan beberapa ronde lagi....!! Apa kau merasakan sesuatu dibawah sana" Bisik Abian mengigit pelan kuping Clara membuat wanita itu menggigit bibir bawah nya
Benar saja sesuatu yang keras di bawah sana sedang mematuk ****** Clara yang membelakangi Abian,Clara hanya terdiam mendengar ucapan suaminya tadi malam dia benar - benar di buat lelah oleh Abian .
"Sekali lagi sayang ...." bisik Abian lagi,Kali ini tangan nya sudah berada di puncak gunung kembar,sesekali menyentuh dan mere*as nya,membuat Clara Mende*ah .
"Eeemmmm...eeemm..Aaahh.." Clara tidak bisa mengontrol tubuh nya,lagi- lagi pria itu mencoba mengerjai Clara ,benar saja,clara sudah tidak bisa menghindar godaan Abian terlalu kuat,dia pun tidak bisa menolak nya,tubuh nya sangat menginginkan sentuhan tangan Abian yang pintar memainkan permainan nya .
Clara kembali terbawa suasana,meskipun dia tahu Abian sedang menghukumnya namun wanita itu tetap menikmati nya,sampai Abian menuntaskan nya.
Cup ..cup....cup...Abian mencium seluruh lekuk wajah istrinya,karena telah memberikan apa yang di inginkan Abian .
"istirahat lah ...tidak perlu kekantor..." Bisik Abian di telinga Clara,pria itu segera turun dari ranjang tanpa sehelai benang pun di tubuh nya
"Anak-anak biar di urus bi Sumi mereka juga libur sekolah ,aku akan ke kantor..." Sambung Abian lagi melangkah ke kamar mandi,Clara hanya bisa terdiam jangan kan untuk berbicara buka mulut saja rasa nya berat,seluruh tubuh nya serasa tidak berfungsi dengan baik.
"Abian benar - benar melakukan nya sampai aku tidak bisa bangun " batin Clara menahan sakit seluruh tubuh nya .
Abian keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di tubuh nya,Dia berjalan melihat Clara yang tertidur kembali diatas ranjang .
Pria itu langsung bersiap-siap untuk ke kantor,hari ini berencana untuk mengajak Mike melihat proyek baru mereka,Mike dan Abian akan turun sendiri kelapangan untuk melihat kinerja para pekerja disana .
"Sayang aku berangkat dulu...Nanti aku suruh Dokter sinta kesini untuk menyuntik vitamin untuk mu,istirahat lah dulu....Cup...." Abian mencium kening istrinya dan segera berpamitan untuk ke kantor .
Abian turun kelantai dasar disana sudah ada Zico dan Zara yang sedang sarapan.
"Bi...nanti Dokter sinta kesini,langsung diantar ke kamar Nyonya saja ya...! Anak-anka tolong di perhatiin ya bi jangan biar kan main di halaman belakang tanpa pengawasan " Titah Abian lalu bergegas menuju pintu utama,disana sudah ada Berson yang menunggu.
***
Jam 12 siang,Dokter Sinta sudah datang ke mansion sesuai dengan perintah Abian,dia datang tepat jam 12 siang .
"Silahkan masuk...!" pengawal membuka pintu utama,bi Sumi langsung menyambut Dokter Sinta dan mengantar nya ke kamar Clara .
Tok..tok..tok...
"Masuk...."
"Nya...Dokter Sinta di sini.." seru bi Sumi
"Baik Nya....Dok silahkan masuk...."
Dokter sinta langsung masuk ke kamar Clara dan Abian ruangan nya cukup besar,bahkan lebih besar dari apartemen ,interior dalam kamar cukup mewah,Dokter Sinta kagum melihatnya ,Terlihat Clara yang sedang bersantai di atas ranjang baru selesai mandi,mengenakan baju santai tanpa lengan hanya mengenakan baju sedadanya saja.
"Aku periksa dulu ya ..."
Setelah selesai memeriksa dan menyuntik vitamin kepada Clara,wanita itu sedikit lebih rileks bahkan sakit yang dari tadi dirasakan bisa langsung membaik.
"Dok pembayarannya ...." tanya Clara
"Sudah di bayar di muka Nyonya ....! kalau begitu saya permisi dulu ya ,banyak-banyak istirahat" Jelas Dokter Sinta dan diantar sampai kelantai dasar oleh Clara.
Setelah menyuntik vitamin,tubuh Clara lebih membaik dari sebelumnya ,bahkan rasa sakit dan nyeri pun seketika bisa hilang ,Clara takjub kepada Abian bisa memberikannya suntikan yang begitu bagus,tentu biaya nya tidak sedikit.
Clara melihat anak nya yang sedang di ruang tamu,Clara mendekati kedua anaknya yang sibuk dengan tugasnya masing-masing.
"Ma....mama tidak ke kantor?" tanya Zara
"Tidak hari ini mama akan bermain dengan kalian " jawab Clara mengusap rambut anaknya
"Ma belikan aku iPad baru ....! aku harus merancang game baru " seru Zico masih sibuk dengan laptop nya ,tentu saja ucapan Zico membuat Clara kaget bagaimana bisa anak seumur Zico pandai menciptakan game .
Tapi benar pandangan Clara tidak salah,benar saja anaknya bermain game,bahkan disana tulis pemilik cland atau groups gamers.
"Zico apa cita-cita mu...." tiba -tiba tanya Clara yang melihat anaknya punya bakat
"Jadi orang hebat,lebih hebat dari papa ", jawab Zico ketus ,Clara hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak nya yang gemesin itu.
Zara menyelesaikan tugas dari sekolah,setelah itu dia mempelajari bagian laboratorium dan itu ada di penjelasan bab di semua buka yang di pegang Zara .
"Sayang ...apa cita-cita mu " Tanya Clara duduk di samping anaknya,Namun lama sekali Zara tidak menjawab nya dia terus mengerjakan tugas nya .
"Pengacara ma...."tiba-tiba jawab Zara,berbeda dengan Zico,Zico lebih senang jadi diri sendiri dari pada harus ngikut orang lain,Zico tidak akan mau melakukan apapun itu yang akan merugikan dirinya.
Anak laki-laki nya cukup bersikap dingin,tapi tatapan nya sama dengan Abian,mereka orang yang berbeda tapi dengan karakter yang mana,beda dengan Zara lebih suka yang berbaur dengan hukum,ketimbang dengan hanya punya kebiasaan memainkan laptop dan menghabiskan waktu nya,seperti nya cita - cita itu hanya untuk pengenalan jiwa anak saja,agar orang tua lebih memahami isi hati anak,kadang apa yang di inginkan anak belum tentu jadi keinginan orang tuanya,begitu juga sebaliknya apa yang menjadi keinginan orang tua belum tentu anak akan setuju,maka dari itu Clara sebagai orang tua berhak tau apa keinginan anaknya mulai dari cita-cita
Ting...tong....Ting ...tong ...
Clara mendengar bel pintu utama berbunyi,sebelumnya dia tahu ada pengawal yang akan menyambut mereka di depan,tapi seperti nya ini sedang jam istirahat mereka,dan mereka pasti sedang makan .
Clara beranjak dari duduk nya,menuju pintu utama untuk membukakan pintu nya .
Cekkkreekkkk...pintu utama terbuka,Clara kaget melihat sosok pria itu di depan nya,untuk apa dia ke mansion Nya,kalau untuk membahas pekerjaan kenapa tidak di kantor saja ,ini kan hari istirahat dirinya,ada aura kekecewaan dari wajah Clara.