
Tubuh kekar seorang pria berbaring diatas kasur ,dengan tangan berlipat di letakkan di belakang kepala,meski dalam keadaan mata tertutup dia masih memancarkan pesona ketampanan nya disudut ruang kamar,Tubuh nya yang six pack memiliki bentuk yang begitu mengagumkan .
kriingg..........!!! Suara Alarm Clock membangunkan nya,terpaksa memasang kan alarm clock untuk bangun pagi,aktivitas itu kembali di lakukan nya saat iya tidur sendiri.
"Aku ada meeting ..." Gumam Abian menurunkan kaki nya dari ranjang king size itu,memakaikan sendal dan berjalan ke kamar mandi,menyetel berbagai macam air,dari panas ke dingin, dan dari dingin ke panas, mood nya bisa berubah - ubah seperti cuaca di pagi hari kadang hangat kadang dingin .
Munafik jika seorang Abian bisa hidup sendiri setelah sekian lama merasakan hidup berdua dengan wanita yang dia cintai, tiba- tiba harus hidup normal lagi seperti lajang pada umum nya,mustahil bukan?
Abian tanpa sepengetahuan Clara sering menyelinap masuk kedalam apartemen Clara di saat tengah malam,karena dia tau wanita nya tidak akan bisa tidur sendiri semenjak hamil dia punya kebiasaan,perut nya harus di pegang oleh Abian baru bisa tidur,tapi selama ini Clara tidak menyadari kalau Abian malam selalu menemani nya waktu tidur.
Mengambil baju mandi dan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih Basah dia mengipas - ngipas kan rambut nya yang masih basah sehingga air yang terpancar dari rambut nya jatuh berlahan ke lantai .
Memakaikan pakaian formal seperti biasanya,untuk menghadiri rapat penting pasti harus berpenampilan oke dan selalu unggul dari yang lain .
Tap...tap...tap....Sampai ke lantai dasar mansion milik nya,sudah terbiasa melakukan aktivitas yang berbalik kembali seperti pria lajang .
"Bi...Sumi...!!"
"Iya tuan .....ini sarapannya tuan ..."
Setiap hari hanya mengambil sepotong roti dan juga sebotol minuman kaleng untuk nutrisi tubuhnya yang sehat .
Abian segera menuju pintu utama ,dengan kacamata hitam yang sudah melekat dengan rapi di mata nya .
cekrek...Berson membukakan pintu mobil,Abian segera masuk kedalam .
Brakkk..! pintu mobil tertutup,mereka sudah siap menghadiri rapat penting yang pertama di tuju oleh Abian adalah Clara Beauty.
***
Clara Beauty adalah perusahaan cosmetik yang dulu punya keluarga Clara dan diambil alih oleh Revan ,siapa sangka pria itu yang suka bermabukkan dan bermain judi malah mempertaruhkan perusahaan itu sehingga di ambil alih oleh perusahaan asing .
Abian tau Sonia punya peran penting dalam perusahaan itu,sebelum nya Abian telah menyelidiki kasus yang serupa saat dia mengalami penyerangan oleh orang suruhan Sonia untuk mencelakakan Clara.
Untuk menaklukkan musuh kita harus menjadi temannya,dan untuk meyakinkan musuh kita harus membenci orang terdekat kita,membiarkan ke salah pahaman antara dia dan Mattew adalah suatu rencana untuk memancing Sonia .
Sampai di perusahaan Clara Beauty memang perusahaan yang tergolong masih sangat standar,tapi punya khualitas produk Yang sangat bagus,dan bahkan dulu banyak orang yang mau menjadi investor di bidang kecantikan,sebelum di pimpin oleh Revan si pria mata duitan .
"Selamat pagi Abian....aku telah lama menunggu mu" Sonia memegang lengan keras Abian,pria itu merasa kesal,menolak bukanlah tindakkan yang tepat untuk saat ini.
"Suatu kehormatan bagi kami yang datang langsung kamu sendiri " sambung Sonia lagi menuntun Abian ke ruangan rapat.
Didalam ruangan rapat ada 10 orang, yang dikenal Abian hanya Sonia seorang,bahkan kursi direktur dibiarkan kosong tidak ada yang duduk disana.
"Apakah ada yang belum datang..?" tanyakan Abian melihat kearah kursi direktur yang masih kosong
"Tidak...!! kita semua telah hadir" Sonia menuntun Abian ke kursi nya,meskipun Abian tidak banyak mengenal staf di Clara Beauty namun ada beberapa investor yang dia kenal yang pernah mengajukan kerjasama nya dengan Mexio
Sonia duduk di bagian kursi direktur,barulah Abian sadar jika perusahaan ini dialih kan oleh pihak pertama kepada pihak kedua,jadi tidak salah perkiraan Abian memulai dari Sonia.
Senyum yang dia pancarkan dari sudut bibir,tidak bisa diartikan dengan kelicikan seorang pria,karena Sonia yang melihat kalau Abian sedang tertarik dengan nya.
"Aku sudah memiliki saham disini punya keuntungan sebelumnya 70% kenapa kamu tidak menjual saja perusahaan yang sudah anjlok pemasukan nya ,aku bisa membeli dengan harga tinggi yang jelas aku tidak akan membuat mu dalam kerugian ,bagaimana " sekali lagi Abian memancarkan senyumnya kepada Sonia,wanita itu benar - benar di buat salting oleh Abian si pria kejam .
"Bagaimana dengan kita yang menjadi investor,kita tidak mau rugi"
"saya juga tidak mau rugi..."
"Tenang ....semua nya harap tenang..!! jika Tuan Abian bersedia membeli nya aku akan akan menjual nya dengan harga pribadi kita,dan untuk investor jangan takut rugi,bisa bekerjasama dengan Tuan Abian bukan kah ini suatu kehormatan bagi kalian ,aku jamin kalian tidak akan mengalami kerugian " jelas Sonia dengan begitu detail.
Wanita itu mengambil map biru dibawa berkas yang lain,disana sudah ada berkas jual beli,dan pemindahan hak atas perusahaan Clara Beauty,Sonia segera mengambil pulpen untuk bertanda tangan .
kriing.....
kringg....
handpone Sonia berbunyi ada seseorang yang sedang menelponnya,disaat Sonia hendak mengangkat handpone nya mati karena lupa di isi baterainya .
"Tolong isi kan baterai hp ku..!!" titah nya kepada asisten Sonia
"Kamu tidak perlu ragu aku akan mentransfer nya sekarang juga,dan berkaitan dengan kerjasama proyek kita,hari ini juga bisa di bahas nya "
Setelah Sonia bertanda tangan di atas berkas itu,iya segera memberikannya kepada Abian agar pria itu segera bertanda tangan,dengan senyum kemenangan dia bertanda tangan dengan cukup indah di selembar kertas itu.
"baiklah rapat bisa di bubarkan terimakasih atas waktu kalian semua nya " Semua staf dan para investor keluar dari ruangan,Abian juga berdiri dari duduk nya ingin keluar namun Sonia melarang nya.
"Aku punya permintaan apa bisa kamu penuhi"
Sonia berjalan kearah Abian dengan tatapan menggoda
" ada apa ?"
"Temani aku makan siang ...! aku akan menganggap ini sebagai bentuk terimakasih mu..."
"Sabar Abian ....kamu bisa " batin Abian yang sudah muak melihat tingkah wanita ini
"Oke...! sekarang"
Mereka berdua keluar bersama dari perusahaan Clara Beauty menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor itu.
Cekrek ...cekrek....cekrek....
Semua wartawan menghampiri mereka dan berdesakan di depan restoran untuk mewawancarai mereka berdua,Abian menatap kearah Sonia dia tau ini pasti ulah wanita itu.
"Tuan Abian ....apakah ini adalah wanita misterius yang selama ini dekat dengan anda,ternyata dia adalah Nona Sonia dari Keluar Black Walk ,perusahaan keluarga nya cukup terkenal di Negara S" wartawan terus saja mempertanyakan kepada mereka tapi Abian malah menghindar ,Namun Sonia hanya selalu bersikap ingin menonjolkan diri nya didalam kamera.
"Permisi....!Tuan lewat sini...." Berson membantu Abian untuk menghindar dari kerumunan wartawan .
Sonia sengaja di tinggal disana agar tidak mengejar Abian,karena ini juga kesempatan Abian untuk lari dari wanita itu.
kriingg.....
kriing...
Handpone Sonia kembali berbunyi,sampai dia lupa menghubungi orang yang sebelum nya menelpon saat dia sedang rapat.
"Hallo kakak...!!"
"Kamu sudah selesai rapat.!!!"
"Sudah ...aku telah menjual perusahaan tidak berguna itu"
"BODOH...!! kenapa kamu menjual nya,pasti yang beli perusahaan Mexio?" tanya orang di seberang sana
"Memang iya...! terus kenapa?"
"Mereka sengaja menjebak mu agar kamu menjual perusahaan itu...kamu bodoh..!! berhati-hati lah disana ....mereka tidak akan membiarkan kamu lolos ,mengenai hal yang memicu kemarahan dia sebelum nya dia sudah tau kamu yang menyebar gosip di televisi "
"Bagaimana bisa....? kak aku tidak ingin mati sia-sia disini ...sebelum dendam aku terbalaskan " ucap Sonia
"Jika kamu ingin melawan pria...maka mulai lah dari wanita nya....kamu bisa menghancurkan dia dari keluarganya ..."
"Baik....aku akan memulai nya "
Tut...Tut.....panggilan terputus.
"Abian ...kamu telah berhasil merebut perusahaan itu...!!Aku Alex Black Walk tidak akan membiarkan kamu menghancurkan pasukan ku di dunia mafia....!!!" Ha.. ha..haha Gelak tawa Alek bergema di sebuah ruangan,dia sedang memantau semua situasi di pulau Abian .
"Sialan Abian berani mempermainkan aku...!! liat saja aku akan membalas mu...." Sonia marah mendengar informasi dari kakak nya,dia segera menghindar pertanyaan wartawan.
Apartemen Clara...!!
Ting...tong...Ting ..tong
Cekreek....Clara membukakan pintu nya melihat Roshita sudah datang ke apartemen nya seperti janji sebelumnya.
Clara mempersilahkan Roshita masuk,dan segera berdiskusi mengenai pekerjaan yang Clara minta Carikan sebelumnya ,sambil menonton televisi biar tidak terlalu sepi.