
Perlahan-lahan Clara mencoba membuka matanya,ada sebuah tangan kekar yang melilit di perut nya,Clara melirik nya kesamping,dia senang membelai wajah sang suami.
"Sudah cukup menyentuhnya" suara
serak dari seorang pria yang baru bangun tidur,tapi masih enggan untuk membuka mata
"Kamu pura-pura tidur " seru Clara mencubit pipi Abian dan pria itu hanya tersenyum melihat tingkah istri nya yang lucu
"Morning sayang ..cup..!" Ciuman pagi mendarat di bibir Clara yang membuat wanita itu tersipu malu.
"Morning sayang "
Abian masih memejamkan mata nya,bahkan dia menarik kembali selimutnya untuk melanjutkan tidur nya.
"Kamu tidak kekantor??" tanya Clara yang melihat Abian tidur kembali
"masuk siang nanti,hari ini tidak ada meeting" jawab Abian masih didalam selimut.
Clara turun dari ranjang untuk membersihkan wajah nya,tanpa sengaja dia melihat kearah balkon .
"Udara nya begitu sejuk..." gumam Clara berjalan kearah balkon
Clara berdiri di balkon sambil merentang kan tangan nya,dan melihat kearah taman mawar milik nya,Ada seseorang yang telah merusak bunga mawar milik Clara,semua bunga itu terlihat berjatuhan di mana mana.
"Wooyyy....siapa yang berani menghancurkan bunga ku...!!!!" teriak Clara kesal dari balkon membangun kan Abian dari tidur,melihat Clara berteriak Abian langsung turun dari ranjang dan menghampiri Clara
"Apa yang terjadi....???" tanya Abian panik
"Ada seseorang yang merusak taman mawar ku...!!! jawab Clara kesal langsung bergegas keluar dari kamar nya.
BRaakkkk....!! Clara membanting pintu kamar yang membuat Abian kaget.
"Dia benar-benar marah " batin Abian
Abian segera menyusul Clara ke taman,dia juga perlu tau siapa yang berani menyentuh taman milik istri nya.
"Bi ...Sumi.......!!!!" teriak Clara dengan keras
"i..ya Nya......" Bi Sumi gemetar mendengar teriakan Clara yang tidak biasanya
"Siapa yang berani menyentuh taman ini tanpa sepengetahuan ku. .!!" tanya Clara
"Itu Nya...tadi pagi Non Nadia....memotong semua bunga mawar,katanya Non Nadia mau membuahkan kolom ikan disini" jelas bi Sumi
Clara benar-benar marah mendengar penjelasan bi Sumi.
"Kolam apa yang mau dia buat...!jelas - jelas dia tau kolam ikan sudah ada di samping mansion
..!!" pekik Clara
"Aku menginginkan kolam ikan yang baru ..!" sambung Nadia yang baru saja datang
Clara melirik kearah Nadia yang baru saja datang.
"Maksud mu apa...??? kau bisa membuat nya di tempat lain tapi kenapa harus di taman ini" seru Clara mencengkram tangan Nadia dengan kuat
"Lepas kan tangan ku...!!!atau kau akan menyesal..!!" ucap Nadia dengan kesal
"Aku tidak peduli....!! kamu sudah keterlaluan...."Clara mendorong tubuh Nadia hingga Gadis itu jatuh
"Clara......!!!" teriak Abian yang baru saja sampai ke taman,Abian menghampiri mereka semua
"Dia telah menghancurkan taman ku...!! aku akan memukulnya hari ini " pekik Clara dengan kesal hendak menyerang Nadia,namun Abian menghentikannya
"cukup....!!!" teriak Abian,semua orang yang berada di taman kaget
Nadia segera bangkit dan berdiri disamping Abian.
"Nadia apa yang kamu lakukan,kenapa kamu merusak tanaman milik Clara ??" tanya Abian masih berusaha lembut
"Aku hanya berniat membuat kolam ikan disini kak...aku tidak tau kalau taman ini milik Clara " jelas Nadia begitu manja,Namun clara sudah sangat kesal melihat tingkah Nadia yang begitu menyebalkan .
"Kesini kamu....!!!sekarang aku mau kamu bereskan bunga ini,dan tanam kan kembali ..." Clara menyeret tangan Nadia,Abian yang melihatnya sangat kaget dengan sikap Clara.
"Jangan ada yang berani membantu dia ...!!" teriak Clara menunjukan jari telunjuk nya kearah para pembantu,seketika para pembantu kaget dan mundur dari hadapan Clara.
"Clara.....!apa -apaan kamu ini...! biar kan mereka membereskan,biar taman nya kembali seperti semula" tanya Abian menarik tangan Clara
"Kamu liat ....!Adik kesayangan mu ini....telah merusak impian ku membangun bunga mawar ini,kamu pernah bilang bunga mawar ibarat orang....jika bunga nya hancur,maka seseorang itu juga akan hancur perasaannya ....!!" ucap Clara berlalu pergi meninggalkan Abian
Abian yang melihat kepergian Clara pun berniat mengejar nya,tapi Nadia melarang .
"Kak....! maaf aku salah ....!"Nadia berusaha membujuk Abian
"Kamu bersihkan dirimu,biar ini di bereskan oleh mereka " titah Abian
Nadia segera pergi dari taman,Abian yang melihat nya tidak bisa lagi menahan emosi nya,sebenarnya dari tadi dia sudah sangat kesal dengan tingkah Nadia.
"Tuan.....Sebenarnya keinginan Non Nadia cuma satu,yaitu menikah dengan Revan " ucap Berson yang baru saja datang
"Itu tidak mungkin....!!!Revan itu mantan Clara bagaimana bisa aku menikah kan dia dengan mantan Clara" jelas Abian yang terlihat kesal
"Pesan semua bunga mawar yang paling mahal di kota ini,dan bereskan tanaman ini jangan ada yang cacat satupun....!kalau tamannya tidak beres dalam waktu dua jam...kalian semua akan tau akibatnya ...!!" ucap Abian meninggalkan taman mawar
Gleekk..." Tuhan....tolong lah aku....jika tidak hari ini aku terakhir berada disini" Batin berson begitu takut dengan Abian,dia tau tuan nya itu jika sudah mengancam tidak pernah main-main.
Nadia bersantai di sofa ruang tengah ,Abian yang baru saja masuk kedalam mansion menghampirinya .
"Apa keinginan mu...!" tanya Abian
"Restui....aku dan Revan ...." pinta Nadia
Abian masih menahan emosi nya,Abian tidak bisa terlalu keras kepada Nadia,itu akan membuat gadis itu melakukan hal yang lebih parah dari ini.
"eemmm....baik...!!kalian urus sendiri pernikahan nya,untuk acara pesta nya kita bisa menunda nya dulu,setelah keadaan mulai membaik" ucap Abian
"Benar..?? kakak memang yang terbaik aku sayang sama kak Abi" Nadia memeluk Abian karena dia sangat bahagia.
Abian lalu naik keatas,untuk berbicara dengan Clara.
Cekrek....pintu kamar terbuka,Clara menyendiri di balkon ,Abian datang menghampiri sang istri yang sedang merajuk.
"Sayang.....maaf kan aku...!! aku tidak bisa menjaga adik ku..! maafkan dia yang telah mengecewakan mu" ucap Abian memegang tangan clara yang masih merajuk.
"Apakah dia sangat penting bagi mu,sehingga yang meminta maaf saja harus kamu bukan dia.." balas Clara dengan kesal.
"Heii.....aku lebih senang membujuk mu...dari pada harus melihat orang lain membujuk mu.." Abian mencoba berbaikan dengan clara
"Jika aku meminta mu untuk memilih diantara kami,siapa yang akan kamu pilih??" Tanya Clara membuat Abian kaget
"Aku jelas memilih mu sayang......cup" Abian mencium kening Clara
"tapi...tadi jelas kamu membela dia...padahal kamu tau dia bersalah,kamu sangat memanjakan nya" jelas clara memalingkan wajah dari Abian
"Nadia bukan lawan mu,kamu tidak akan bisa melawan dia"
"maksud mu...??" Clara penasaran dengan jawaban Abian
"Nadia itu anak dari papa angkat ku..!papa dia Mafia paling di takuti di seluruh kota...semenjak kedua orang tua nya meninggal aku yang bertanggung jawab sama dia,aku yang mengambil posisi papanya,dan satu hal yang harus kamu tau ilmu bela diri dia tingkatnya diatas kamu...!!aku hanya tidak ingin dia menyakiti mu...dia gadis kecil yang sangat licik,dia tidak akan senang ada orang yang mengusik nya ataupun mengambil kebahagian dia,maka dari itu tadi aku melerai kalian agar masalah tidak berkepanjangan " jelas Abian
"Jadi.....apa rencana mu..." tanya Clara
"Aku akan menikah kan dia dengan Revan,agar dia tidak menganggu kita terus..."
"Tapi.....kamu tau aku sangat benci dengan laki-laki itu ..!!!"
"iya aku tau....tapi aku juga harus lindungi kamu...dari Nadia..!dia bukan wanita yang bisa kamu remeh kan..dia lebih bahaya dari siapapun,dia keturunan mafia.." Ucap Abian untuk menenangkan Clara
"kalau itu...keputusan mu aku mah oke saja..." jawab Clara datar,tapi mimik wajahnya berbeda dengan ucapan nya...
"Heii..sayang ....sayang.....aku janji aku akan melindungi mu dari lelaki itu...jika dia berani menyentuh mu aku akan membunuhnya ..!!!" titah Abian dengan mata tajam nya menatap Clara .
Clara sangat percaya dengan ucapan suami nya dia yakin suami nya bisa mengatasi semua masalah nya.