My Husband Is Crazy

My Husband Is Crazy
episode 113



Zico memberi perintah kepada Kasio dan Young untuk tinggal di keluarga Beauty.Hari ini mereka berencana untuk berangkat ke Jepang ,sesuai kesepakatan yang telah di buat oleh Abian dengan kolega nya di Jepang .


"Sayang apa kau sudah siap.....!!!" Abian datang menghampiri Clara di kamar nya,melihat wanita itu masih sedang memakai baju,Abian langsung menerobos masuk.


"Akh ....aku sedang pakai baju apa yang kau lakukan ...!!" Teriak Clara saat melihat Abian masuk kedalam kamar dan mendekatinya


"Kenapa harus berteriak,biasanya aku juga sering melihat nya...!!" Goda Abian terlihat wajah Clara yang memerah,pria itu berdiri tepat di belakang Clara yang sedang ingin menaikan resleting baju nya .


"Sini aku bantu ...."


Clara membiarkan sang suami untuk menaikan resleting bajunya,tapi siapa sangka pria mes*m itu selalu punya cara untuk mengambil keuntungan dari istrinya .


Perlahan Abian menyentuh gunung kembar milik Clara,dan menaikan dress nya sehingga menampakan paha putih Clara .


"Apa yang kamu lakukan ....!!" Gerutu Clara kesal


"Tapi kau menikmatinya " bisik Abian di telinga Clara,Wanita itu hanya bisa membulatkan kembali matanya


"turun kan tangan mu...! kita akan terlambat ke bandara...!!" ngomel Clara lagi,namun Abian masih tidak memperdulikan nya,Masih saja sibuk memainkan tangan nya di gunung kembar milik istrinya .


"Ooh....eemm..." Clara tidak dapat lagi menahan suara nya membuat Abian tersenyum licik


"sayang ayoo....! lanjut sampai Basah ...!" bisik Abian lagi membuat Clara harus mencari cara lain agar bisa terlepas dari genggaman suaminya.


"Sayang....hentikan ...! Zara sudah menunggu kita begitu lama di bandara ..!" Akhirnya kemarahan Clara meledak membuat Abian kaget dan menatap tajam kearah Clara .


"Kita bisa melakukan itu sepuasnya disana nanti ..!Sekarang kita harus ke bandara dulu ya...!!Cup....." Clara segera mencium bibir suaminya agar tidak menjadi marah lagi karena telah menolak ajakan Abian untuk berolahraga .


Clara segera mendorong tubuh Abian untuk keluar dari kamarnya,dengan rasa terpaksa Abian pun menuruti perintah istrinya yang bawel dari tadi kerjaan nya cuma mengomel saja .


***


Kasio sudah berada di kediaman Beauty bersama dengan Young sesuai perintah dari Abian,mereka akan membantu Zico di Mexio.


"Tuan Muda....!Mari kita ke kantor ..." Zico berjalan ke mobil sembari menoleh kearah Young yang berdiri di depan pintu


"Young .....ini kartu tanpa limit,tolong kamu bawa Anushka untuk belanja ini hari,sekalian belikan beberapa perlengkapan dapur...!" Titah Zico masuk kedalam mobil


"Baik Tuan Muda ...!!"


Mobil Zico berlalu dari halaman rumah ,Young segera masuk ke dalam melihat Anushka sudah berada di lantai dasar .


"Apa kamu sudah mengetahui kalau Zico menyuruh aku membawa mu untuk berbelanja..?" Tanya Young memperhatikan penampilan Anushka yang sudah rapi.


"Kata Tuan Muda hari ini aku di suruh belanja dan disuruh masak,setelah itu baru membereskan kamar dan mencuci baju kotor...!" jelas Anushka dengan begitu polos


"Apa hubungan mu dengan Tuan Muda...?" Young mendekati Anushka di dekat tangga


"Tidak ada hubungan apa- apa ...! Dia menyuruh aku bekerja disini,sebelum kakak ku di temukan aku akan disini bekerja membereskan rumah ...!"


"Aku yakin kakak mu tidak akan kembali kesini...! jika Dia kesini Tuan Muda akan membunuhnya,karena Zara dan Nyonya Clara adalah orang terpenting di dalam hidup Tuan Muda" Young melirik kearah Anushka


" Dia tidak akan memelihara wanita asing di dekat nya apalagi untuk dijadikan istri itu mustahil...!!" sambung Young dengan ucapan yang penuh penekanan .


"Kenapa kamu menjelaskan nya kepada ku bibi...! aku tidak merasa seperti itu..!" Ucap Anushka,Young mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Anushka nya yang memanggilnya bibi .


"bibi...?panggil aku Asisten Young ..! aku bukan bibi mu...!!Jalan sekarang ...!!"


Young segera menuju pintu utama untuk pergi berbelanja .


***


Dengan segala perlengkapan,Zara sedang menunggu Abian dan Clara di Waiting Room,terlihat Zara yang sibuk melirik kiri kanan mencari sosok Clara dan Abian.


Abian dan Clara tiba di bandara,Berson membawakan semua barang milik Clara berjalan kearah Waiting Room,disana sudah ada Zara dan Mattew yang menunggu mereka.


"Sayang......"Sapa Clara dan memeluk Zara


"Mama....aku sudah menunggu lama...!! papa...." Ucap Zara menoleh kearah papa nya dengan raut wajah yang masam.


"Ma...kenapa dengan wajah papa...!" bisik Zara di telinga mamanya


"Semua sudah beres..?" Tanya Abian kepada Mattew yang berdiri disebelahnya


"Sudah ...! kita tunggu 10 menit lagi sudah bisa ke Apron " Jawab Mattew


"Tuan semua barang sudah disini,aku akan kembali ke mansion,Jika ada yang perlu Tuan bisa menghubungi ku..!!" Jelas Berson sembari mengundurkan diri nya untuk kembali ke mansion,Abian melambaikan tangannya menyuruh Berson untuk pergi tanpa menjawab .


Zara merasa dirinya pusing,dan raut wajahnya sedikit pucat .


"Sayang ....kenapa...?" Clara melihat Zara sedang tidak sehat


"Aku sedang PMS ma...! jadi tidak enakan,kemarin sempat demam,tapi ini sudah baikan..!" Jelas Zara melirik kearah mama nya yang sedikit khawatir


"Mama tidak perlu khawatir,aku baik - baik saja...!!" Sambung Zara memperhatikan Clara .


"kita sama,mama juga begitu ..." Clara memberikan minyak angin di perut Zara,agar anak nya sedikit enakan tubuhnya .


"Ayooo...kita sudah bisa ke Apron ...!!" Seru Abian membereskan semua barang bawaannya ,Mattew juga membantu Zara mengangkat barang milik nya .


Mereka berempat segera beranjak dari Waiting Room menuju ke Apron.


***


PERUSAHAAN MEXIO...!!!


Zico sedang berada diruangan direktur sedang membereskan semua berkas yang di berikan oleh Kasio.


"Tuan Muda...Ada meeting di restoran Mall Reeot dengan Kolega Tuan Abian dari Negera S ..!" Jelas Kasio memberikan berkas untuk meeting siang ini.


"Kita berangkat sekarang ..! sekalian untuk makan siang ...!"


"Baik Tuan Muda...!"


Zico segera keluar dari ruangan Direktur,bukan kali pertama bagi Zico menginjakkan kaki nya di perusahaan Mexio,namun tetap seperti artis kelas papan atas yang sedang peforma,semua orang melihat kearah Zico atas ketampanan nya mampu menghipnotis semua para karyawan wanita di perusahaan Mexio.


"Apa yang kalian liat...?" Suara datar Zico mengagetkan para karyawan yang sedang kagum pada penampilan Zico


"Semua nya Kembali bekerja...!!" seru Kasio membubarkan para penikmat ketampanan Anak CEO.


Zico melanjutkan jalannya menuju ketempat parkir,Dia akan pergi bersama dengan Kasio ke Mall Reeot,untuk menemui klien nya .


"Tuan Muda kita berangkat sekarang ...?" Kasio membukakan pintu mobil untuk Zico,pria itu segera masuk kedalam mobil dan duduk di belakang sopir,dengan pandangan nya yang fokus kedepan kedua kaki nya menyilang,dan tangan kiri menompang dagu nya yang runcing itu.


Disebuah mall besar Reeot mereka berjalan ke sebuah restoran yang ada didalam mall itu,kedatangan Zico dan Kasio segera di sambut oleh pelayan restoran disana,itu pertama kali Zico datang untuk rapat di restoran itu namun pelayan sudah mengetahui yang datang adalah tamu istimewa orang yang duduk di meja 060,Mereka segera menyambut Zico dengan hangat nya .


"Selamat siang Tuan Arnots...." Zico pria yang dikenal kejam bisa bersikap sopan dengan klien nya,Dia dengan sadar diri menyapa Tuan Arnots dengan ramah,membuat Tuan Arnots terkesima,Kasio juga melihat nya dengan kagum .


"Ini....Anda...?" Tuan Arnots bingung melihat perwakilan dari Mexio


"Saya Zico Carlose,Anak Tuan Abian Carlose,Tuan Besar sedang ada tugas di Jepang,jadi saya yang datang untuk rapat hari ini mewakili Mexio ...."


"Tidak masalah,kamu juga orang yang tepat untuk datang kesini ...!" Tuan Arnots tersenyum kearah arah Zico,memancarkan rasa kagum nya terhadap pria kejam itu.


"Tuan Zico dapat kah Anda menjelaskan mengenai pembangunan proyek untuk bangunan supermarket di desa donglong,disana belum ada pembangunan supermarket sebelumnya,ini baru yang pertama akan kita kerjakan,saya harap tidak ada kerugian dalam aspek menyelesaikan pembangunan supermarket ini" Tuan Arnots ingin keuntungan tanpa kerugian,Zico melirik kearah Tuan Arnots yang sedang meminum kopi.


"Saya bisa menjaminnya,semua perusahaan yang bekerjasama dengan Mexio tidak akan mengalami kerugian,karena Mexio perusahaan satu - satu nya menjamin kepuasan untuk klien ...!"


"Dia masih muda tapi bisa memahami hati seseorang " Batin Tuan Arnots menatap kearah Zico


"Tuan Zico,saya paham dengan maksud dan tujuan Anda,saya tidak salah memilih Mexio untuk bekerjasama,Namun bukan itu saja yang saya harap,saya berharap khualitas dan mutu produk juga terjamin,supaya konsumen tidak akan pernah komplain kepada supermarket kita,dengan begitu pemasaran kita akan terus lancar" Tuan Arnots menatap kearah Zico dengan penuh keyakinan.


"Itu akan saya jamin..! semua yang berbelanja di kita akan terus kembali ke kita,karena mutu produk yang kita sediakan akan lebih baik dari tempat lain ...!Kasio serahkan berkas kerjasama nya kepada Tuan Arnots biar beliau melihat nya " Zico melirik kearah Kasio yang duduk di sebelahnya


Kasio menganggukkan kepala nya "Tuan Arnots ini berkasnya...silahkan di periksa dulu ..! Jika tidak ada pertanyaan lain bisa di tanda tangan disini ..!"


"Baik ....akan saya periksa dulu ...!!"


Tuan Arnots segera memeriksa berkas yang diberikan oleh Kasio,Zico menatap nya dengan seksama " Perusahaan Tuan Arnots termasuk perusahaan Nomer 3 di Negara E yang bagus dan di minati orang banyak untuk bekerjasama" Batin Zico terus memperhatikan Tuan Arnots yang sibuk memeriksa berkas.