
Orang yang hebat bertindak sebelum berkata dan dia berkata selaras dengan tindakannya . Orang yang kalah dimasa lalu bukan berati pecundang yang di kenal lemah,hanya saja masih tahap belajar untuk mencerna arti dari sebuah kegagalan.
Sudah seminggu lepas,waktu yang di yakini Clara untuk menjatuhkan lawan ternyata terlewatkan begitu saja.
Wanita itu masih merasa belum beruntung tapi akan selalu mencoba berjuang,untuk saat ini bisa saja dia meminta bantuan Abian untuk menjatuhkan Revan namun itu seperti pecundang hanya bisa bersembunyi di balik kekuasaan suaminya .
"Bi...siap kan sarapan Tuan ya " pinta Clara yang sudah duduk di kursi siap-siap untuk sarapan
Abian melirik kearah istrinya,semakin hari wajah nya semakin bulat seperti donat .
"kenapa ??apa ada yang salah dengan riasan ku?" tanya Clara
"Kamu cantik....!!" Abian sengaja menggoda istri nya
"Huek....Huek...Huek....." Clara berlari ke kamar mandi yang ada di ruangan dapur ,Abian mengikuti nya dari belakang
Pria itu paham betul apa yang sedang di alami istrinya ,karena akhir-akhir ini dia sangat rajin membaca buku paduan ibu hamil.
Abian memijat lembut leher belakang istrinya yang sedang muntah-muntah
"sayang kamu enggak apa-apa atau kita ke Dokter saja ??"tanya Abian yang sedikit khawatir
"Sudah tidak apa-apa,ini hanya mual biasa namanya juga ibu hamil " jawab Clara mengelap mulutnya dengan kain handuk kecil
"Nyonya ...ini teh jahe hangat mungkin bisa membantu mereda kan mual Nyonya " seru Bi Sumi meletakkan Teh diatas meja
"Terimakasih bi..."
Benar saja teh jahe mampu mengurangi rasa mual Clara,dia lebih enakan setelah meminum teh itu.
Mereka berdua berjalan menuju pintu utama,untuk segera berangkat kekantor.
Setiba nya di mobil Abian bertanya tentang perusahaan Revan.
"Bagaimana ...kerjasama nya dengan Revan ?"
"Belum berhasil sayang...aku akan menggunakan cara lain untuk menjatuhkan lawan " ucap Abian
Pria itu melirik kearah Clara dia tidak menyangka wanita polos dan lembut itu jika bertindak bisa mematikan.
***
Nadia melihat keadaan rumah yang sepi sering kali Revan tidak pulang kerumah,bahkan dia sudah jarang menghubungi Nadia,membuat Nadia mencari nya ke kantor.
Sesampai di kantor,Nadia segera berjalan menuju keruangan Revan,selama ini dia sudah cukup bersabar untuk tidak melihat Revan kekantor tapi kali ini kesabaran Nadia sedang di uji.
Braakkk.....! pintu ruangan terbuka,disana ada Revan dengan seorang perempuan,baju nya yang begitu berantakan ,wanita itu adalah Karin sektretaris Revan.
"Kurang aj*r kau tidak pulang kerumah rupa nya lagi enak-enakan disini !!" Ucap Nadia
Plakk....satu tamparan melayang ke wajah si pelakor.
"Maaf Bu...." ucap Karin memegang tangan Nadia
"sayang ...ka...." belum selesai Revan berbicara
Plaakk...!! Nadia sudah menampar Revan,pria itu marah dan balik ingin menyerang Nadia namun dia kalah telak dengan Nadia yang sudah memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi.
Bug....Nadia memegang tangan Revan yang hendak menghajarnya itu.
"Jangan coba-coba menyentuh aku...!!atau kamu akan tau akibatnya " ucap Nadia menunjuk kearah Revan
"Dan kamu keluar dari sini ...!!!" teriak Nadia membuat Karin berlari dari ruangan Revan
Nadia menatap Revan dengan penuh emosi dan kekecewaan.
"Kamu..!!!aku sudah banyak membantu mu tapi kamu malah berselingkuh di belakang ku...!!!" ucap Nadia masih menahan emosinya
"Aku ingin kita berpisah...!!aku akan mengurus surat cerai...!!"Ucap Nadia membalikkan tubuhnya untuk keluar
Namun begitu cepat Revan menyerang Nadia dari belakang,dia memukul bagian kepala Nadia,sehingga membuat wanita itu pingsan,tidak sampai disitu juga,Revan malah mencekik Nadia agar benar-benar mati.
Setelah membuat Nadia tidak berdaya Revan baru sadar,kalau dia telah membunuh Nadia . Revan berusaha membawa Nadia ke rumah sakit ,agar tidak disalahkan oleh orang kalau dia yang membunuh Nadia.
Sampai dirumah sakit,Revan masih bingung bagaimana cara memberi tahu sama Abian kalau adik nya masuk rumah sakit,Revan harus cari cara andai Nadia meninggal Revan harus siap-siap di salahkan,dia langsung menyusun rencana nya agar tidak semua orang tau siasat nya .
PERUSAHAAN MEXIO....!!
"Seperti nya ada yang membantu dia .." Gumam Clara
Clara segera keruangan Abian untuk mempertanyakan tentang berkas Revan .
Cekreek......pintu ruangan terbuka,didalam masih ada tamu yang lain yang sedang membahas kerjasama nya .
"Ketok pintu dulu kalau masuk..!! seru Abian melihat kearah Clara yang baru datang
"Iya ..maaf ...Tuan saya mau menyerah kan berkas ini dan ingin Tuan segera memeriksanya " ucap Clara memberikan berkas lalu kembali keluar dari ruangan Abian
"Wanita ini memanggil ku begitu formal ...!!!" Batin Abian
"Saya permisi dulu tuan" ucap rekan bisnis nya yang baru saja mereka bekerjasama
Abian tidak melihat berkas yang di berikan oleh Clara tapi dia datang keruangan Clara untuk menyelesaikan masalah Dia dan Revan.
Cekreeekkk....
"Ini berkas nya apa yang perlu kamu tanyakan ...." Abian memberikan berkas itu kepada Clara
"Kamu membantu Revan ...?Atau kamu mengkhianati aku di belakang " tanya Clara langsung pada intinya
"Aku tidak membantu Revan....!! Tapi......" Abian tidak melanjutkan perkataan nya.
"Tapi kamu membantu Nadia....?" Clara langsung menebak nya
"iy....a karena dia...."
"Benar dugaan ku...!! sebelum nya aku sudah berusaha untuk menjatuhkan Revan tapi tanpa di sangka kamu malah membantu Dia " ucap Clara dengan kesal
"bukan begitu...!! aku tidak pernah mengingkari janji ku,bahkan aku berjanji membantu kamu untuk mengambil kembali hak mu..!! tapi situasi saat ini berbeda...!!" jelas Abian
"Kamu akan menyesal melakukan ini..!!! ku pasti kan kau menyesal..." pekik Clara meninggal kan ruangan nya
"Clara.....!!" panggil Abian
Brakkk...!! Clara membanting pintu ruangan nya semua karyawan melihat kearahnya.
Clara menuju tempat parkir ,sampai pada saat nya dia bertemu dengan Berson.
"Nyonya...Nona Nadia masuk rumah sakit..!!"seru Berson saat melihat Clara di parkiran mobil
"kamu sampaikan saja ke Tuan diakan adiknya ...!"
"Bawa aku pergi dari sini..!"
"Tapi Nya....."
"Oya...aku lupa kamu kan kerja untuk Abian pantes saja lah...!!Aku naik taxi saja.."
"Nyonya....Nyonya .. nanti Tuan bisa marah"
"Perset*n sama Tuan mu.." pekik Clara masuk kedalam taxi
Sampai Abian di parkiran,Clara sudah masuk kedalam taxi.
"Tuan .....Non Nadia masuk rumah sakit...mobil mereka mengalami kecelakaan" ucap berson
"Bawa aku kesana...!!" Abian sangat panik mengetahui Nadia kecelakaan karena selama ini Abian tidak membiarkan sesuatu terjadi kepada Nadia
Sampai di rumah sakit Abian terlihat sangat panik,sangat melihat seorang suster baru keluar dari ruang operasi Abian berlari untuk menanyakan kondisi Nadia.
"Sus....bagaimana adik saya.." tanya Abian
"Pasien mengalami pendarahan yang cukup hebat di kepala nya,maka dari itu nyawa pasien tidak bisa di tolong .." jelas suster ,Abian malah mengamuk
"Tidak mungkin....!! lakukan yang terbaik berapa pun biaya nya saya akan bayar asal kan dia selamat " seru Abian
"Tuan....!! Sabar kita akan menyelidiki semua kasus ini...tuan tenang dulu..!" Ucap Berson yang berdiri di samping Abian
"Cek semua cctv di tempat kejadian,periksa semua yang berhubungan dengan mereka akhir-akhir ini" titah Abian
Suster memberitahukan kalau suami dari pasien masih hidup yaitu Revan dia di rawat di ruang pasien Melati .